Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Hanya itu?


__ADS_3

Buak!! Sebuah bogem mentah hinggap di pipi Wily yang mulus. Wily terpelanting jauh hingga ke dalam kamar hotel yang ia pesan. Amukan Hans membawanya ke kamar yang telah Wily pesan.


Wily tertunduk di lantai dengan luka di pipinya, ia mengelus ujung bibirnya yang meneteskan darah segar. Nampaknya rahang Wily mulai bengkak dan terluka.


"Beraninya kau!! Di mana dia!! Di mana istriku??" Teriak Hans uring uringan. Saat amukan Hans tak bisa di hentikan siapapun. Oscar datang ke dalam kericuhan dan mulai menerobos tubuh Hans yang kekar itu lalu menarik Wily untuk bangun.


"Tuan! Tuan ku! Apakah anda baik baik saja??" Tanya Oscar panik.


Wily mulai bangun "Ya. Tak apa... Tapi, siapa tamu tak di undang itu?" Tanya Wily menatap tajam ke arah Hans.


Oscar mendelik dan mulai pasang badan "Beraninya manusia hina sepertimu menyentuh tuan ku!!" Bentak Oscar bersiap membalas perlakuan Hans pada Wily.


"Hentikan Oscar" Pinta Wily.


Oscar menoleh kearah Wily "Tapi tuan. Anda harus membalas ke bengisannya..." Jelas Oscar pada Wily.


"Heh. Membalas orang gila adalah hal yang membuang buang waktu. Jika kau membalasnya, apa bedanya kau dengan mereka" Ucap Wily. Oscar mulai meredakan emosinya dan mundur ke belakang tubuh Wily.


"Apakah sindiranmu itu adalah kata kata untukku??" Tanya Hans kesal.


Wily menyungingkan bibirnya "Heh. Lalu untuk siapa lagi jika itu bukan untukmu" Komen Wily.


"Apa!! Kau!!!' Hans mulai maju untuk memukul Wily lagi. Namun kini Oscar yang mulai menghadangnya "Jika kau ingin memukul tuanku... Langkahi dulu mayatku!!" Bentaknya.


"Akan ku lakukan!" Bentak Hans.


Richi mulai menarik Hans dan mengajaknya bicara baik baik "Tunggu tuan. Bukankah anda ingin mebcari nona Kania? Ini bukan saat nya adu jotos... Mari bicarakan itu dengan tuan Wily. Lalu bawa nona Kania pulang!" Jelas Richi. Hans mulai menenang.


"Heh. Nona Kania? Jadi maksudmu nona Kania adalah istri si brengsek ini?" tanya Wily menyungingkan bibirnya.

__ADS_1


Hans ngamuk "Si brengsek!! Beraninya kau mengataiku dengan sebutan itu! Tarik kembali kata katamu!" Bentak Hans.


Wily tak mau mendengarkan amukan Hans dan malah makin memojokannya "Istri... Jadi selama ini kau tak mengakuinya ya. Tapi tak apa... Jika sainganku pria seperti mu. Maka aku tak perlu takut, Kania memang sangat ingin bercerai dengan suaminya... Ternyata itu kau, dan kau baru menyadari bahwa istrimu juga sungguh berharga... Kau sungguh pria arogan yang brengsek!" komen Wily panjang lebar.


Hans makin ngamuk saja "Itu bukan urusanmu!! Sekarang kembalikan istriku!!" Teriak Hans menggila.


"...Heh. Aku susah payah datang ke restorant itu dan melihatnya sedang menangis di ruang keamanan. Mana mungkin aku mengembalikannya padamu..." Ucap Wily. Cengengesan.


Hans mulai diam lalu melirik Richi "Apa yang dia katakan Richi?" bisik Hans.


"...Maafkan aku tuan, saat aku datang ke restorant. Nona Kania memang sudah tak ada di sana. Dan saat aku membayar tagihan, tuan Wily lah yang sudah melunasi segala pembayaran restorant itu" Jelas Richi menunduk.


"Apa??? Jadi selama ini kau telah membogongiku?" Bentak Hans.


"Maafkana ku tuan. Tapi ini semua bukanlah maksudku... Aku takut membuatmu khawatir" jelas Richi.


"...Lalu sekarang apa? Kau sudah membuatku kecewa... Jika kau tidak membohongiku. Istriku tak akan tidur dengan pria lain seperti dia!" Tunjuk Hans pada Wily.


"Apa kau bilang?" Tanya Hans kesal.


"Ya. Yang si katakan Oscar memang benar... Setelah menangis semalam dan berputar putar di jalanan. Ia meminta ku mengantarkannya ke suatu tempat. Ia bahkan tak ingin kembali ke ke diaman mu" jelas Wily.


Hans terbelalak dan tak percaya pada apa yang Wily katakan. Ia mendorong tubuh Wily dan mencari ke setiap sudut ruangan di hotel itu "Ada?" tanya Richi. Wily tersenyum dan Hans menggelengkan kepalanya.


"Di mana kau menyembunyikannya?" tanya Hans kasar.


Wily hanya bisa tersenyum dingin "Sudah kami bilang. Nona Kania tak ada di sini dasar payah!" bentak Oscar marah.


"Lalu bagai mana bisa ponselnya ada padamu... Jangan bercanda denganku!"

__ADS_1


"Tentu saja. Kania ketiduran di mobilku... Saat sampai ke tempat yang ia inginkan. Ponselnya ketinggalan di jok belakang dan aku membawanya kemari... Aku akan menyerahkannya saat dia pulang nanti" jelas Wily. Hans lekas meraih ponsel Kania dan mulai membentak Wily "Tidak perlu... Biar aku saja yang barikan padanya!" Dengus Hans kesal.


"Coba saja jika kau bisa menemukanya... Bahkan dia mungkin sudah sangat muak padamu. Kau pikir kau bisa meluluhkan hatinya yang kini sudah rapuh itu? Sungguh terlalu narsis..." Wily membuang wajahnya dan lekas masuk ke kamarnya.


"Pergilah... Jangan buat ke onaran lagi. Atau aku akan menuntut kalian!" Bentak Oscar.


"Heh. Aku akan keluar dan mencari istriku tanpa bantuan dari kalian!!" Bentak Hans seraya keluar kamar hotel Wily.


Blam


Hans dan Richi pergi, Oscar mulai mengetuk kamar Wily "Tuan apakah anda baik baik saja?" tanya Oscar khawatir.


Wily yang masih duduk lemas di depan cermin rias itu mulai merasa kesal dan putus asa "Jadi. Pria brengsek yang telah menyiksa Kania itu adalah suaminya?" tanya Wily kesal. Tangannya mengepal erat dan ia mulai mengamuk "Aku tidak akan membiarkan pria itu memilikinya!!" teriak Wily mengobrak abrik apapun yang ada di atas meja rias itu hingga barang barang itu pecah karna berserakan di lantai.


"Tuan.. Apa yang terjadi?" Oscar panik. Ia terus mengetuk pintu itu dari luar.


"Ini sungguh menjengkelkan! Aku akan memisahkan pernikahan mereka!" bentak Wily menggila.


***


"Tuan. Jangan jangan nona Kania pulang kampung..." ucap Richi.


"Mana mungkin. Jika dia pulang kampung... Wily mungkin tak akan kembali lebih cepat... Bisa saja dia singgah di rumah kerabat jauhnya" balas Hans tampak tenang.


"Tapi Nona Kania tak punya kerabat di daerah ini..." Jelas Richi.


"Kita tinggal cari saja... Itu cukup mudah. Kania tak bermalam dengan Wily saja sudah membuatku sangat bahagia...dia memang wanita yang luar biasa" cerocos Hans membanga banggakan Kania.


Coba jika tuan muda tahu dari dulu jika nona Kania sangat luar biasa. Mungkin persoalannya tak akan jadi serumit ini. Bathin Richi.

__ADS_1


Hans tampak berbunga bunga... Sedang Wily terlihat khawatir dan sangat ingin merampas Kania dari tangan Hans, padahal Wily juga punya tunangan bernama Megant. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk kepoin tekan like lalu komen ya para leadersbudiman agar autornya semangat update. Biar cepet tamat...


__ADS_2