Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Tawaran menarik


__ADS_3

***


Setelah beberapa menit, Kania pun kembali... Wily mulai berdiri untuk menyambutnya "Kenapa agak lama? Apakah ada masalah di sana?" tanya Wily khawatir. Kania menggelengkan kepalanya dan lekas menarik jaketnya lalu meminta pamit "Maaf, saya sedang lelah... Bisakah, saya pulang duluan... Kalian silahkan lanjutkan" Ucap Kania seraya pamit. Wily menarik tangan Kania hingga Kania pun menoleh "Kenapa tiba tiba pulang? Apakah ada sesuatu yang salah?" tanya Wily curiga.


"Maaf tapi saya sangat lelah dan ingin istirahat dulu..." Balas Kania mengelak tatapan Wily.


"Matamu sembab... Apakah kamu habis menangis?" tanya Wily sangat khawtir. Lalu entah kenapa, Hans pun ikut campur "Heh. Kenapa kau sangat perfact padanya? Apakah karna kau menyukainya?' Tanya Hans ketus. Kania pun mulai bergeming "Maaf sya harus pergi" Kania lekas menarik tangannya dan menjauh dari meja itu. Tapi Wily malah mengikuti Kania dan menarik jasnya di kursi tadi.


"Tunggu..." Wily mengejar Kania.


Sedangkan Hans hanya bisa menatap murka ke arah mereka Aku yakin... Setelah makan siang, tujuan mereka pasti adalah hotel. Aku tak akan biarkan wanita kotor itu tetap bersandiwara jadi istriku. Bathin Hans menggumam.


"Tunggu tuan Wily. Yah... Dia malah pergi, huh... Apa sih istimewanya wanita itu" Gumam Marsha.


"Ayo pulang" pinta Hans.


Marsha menoleh "Kenapa? Apakah kamu sudah kenyang? Bahkan kamu belum makan sedikitpun?" Tanya Marsha sinis.


"Ya. Selera makan ku belum kembali... Jadi aku sdikit muak" Balasnya.


Marsha meraih gelas di depannya dan meneguk air tersebut, Hatinya menggumam "Ada apa dengan nya. Kenapa hari ini ia tampak sangat berbeda" Bisik Marsha dalam hati. Marsha terlihat curiga pada gerak gerik Hans yang berbeda setelah ia pulang dari toilet.


Akhirnya Marsha dan Hans pun keluar dari restorant tersebut...

__ADS_1


***


"Kenapa anda membawa saya ke mari?" tanya Kania sedikit risih.


"Aku tak pernah melihatmu memegang ponsel. Jadi aku akan membelikannya satu" jelas Wily. Ya Wily membawa Kania ke area pusat perbelanjaan... Willy memilihkan satu ponsel cantik untuk Kania "Tapi... Saya tidak punya uang tuan..." ucap Kania menolak.


Wily tersenyum "Jangan sungkan... Ambilah dulu, nanti jika kamu sudah punya uang. Kamu bisa beli yang lebih bagus dan kembalikan saja ponsel ini padaku" Jelas Wily. Kania pun mulai merenung "Benarkah?" Tanya Kania seraya ragu manarik ponsel itu. Akhirnya Wily pun meraih tangan Kania dan meletakan ponsel tersebut di tangannya.


"Terimakasih..." Ucap Kania.


Wily tersenyum "Apakah kamu bisa menggunakannya?" Tanya Wily.


"..." Kania menggelengkan kepalanya seraya diam.


Setelah beberapa saat Kania hapal dan ia pun langsung pulang ke kediaman Yohans di antar Wily "Terimakasih untuk hari ini" Ucap Kania.


Wily tersenyum dan melambaikan tangannya "Jangan sungkan... Aku cukup senang" Balas Wily.


"Kalau begitu aku masuk dulu" Ucap Kania.


"Ya. Cepatlah masuk. Udara mulai sedikit dingin" Wily menatap Kania hingga Kania masuk ke dalam gerbang besar yang memisahkan mereka.


Wily tersenyum seakan menikmati kebersamaan dengan Kania. Oscar menatapnya di spion "Tuan. Apakah anda baik baik saja?" tanya nya.

__ADS_1


Wily menjawab "Kenapa? Apakah ada yang berbeda denganku?" Tanya nya.


"Ya. Wajah anda memerah dan begitu semberingah" balas Oscar. Wily pun menyungingkan bibirnya "Heh. Benarkah? Tapi... Hari ini sungguh mengagetkan yah. Bagai mana bisa Hans sangat peka pada wanita itu, hingga dia menyusulnya ke toilet. Terimaksih atas vidio yang kau kirimkan Oscar" jelas Willy. Nampaknya Oscar merekam dengan baik adengan di mana Kania di halau oleh Hans dengan kata kata yang cukup pedas.


Tapi Wily sama sekali tak tahu jika Kania adalah Istri dari Hans, pria yang ia benci itu... "Oscar, berangkat sekarang. Masih banyak tugas tugas ku yang menumpuk" jelas Wily.


"Baik tuan..." Oscar tancap Gas hingga mobil yang ia bawa pun melesat cepat menembus jalanan yang mulai sunyi itu.


***


Kania baru saja masuk rumah, tapi ia sudah di halau oleh Hans yang duduk di sopa dengan tumpang kaki "Heh. Lihatlah siapa yang datang?" Tunjuk Hans pada Kania. Kania mendelik dan mulai membuang wajahnya sinis.


"Heh. Kau pikir siapa dirimu... Kenapa kau tak menyapa si pemilik rumah Hah?" Hans sewot.


Kania menoleh dan mulai membalas "Heh. Aku cepek! Dan ingin istirahat!" Balasnya seraya kembali mengabaikan Hans.


"Oh... Sungguh? Ternyata benar dugaanku" Gumam Hans terdengar ke telinga Kania.


Sembari menghentikan langkahnya, kania pun mulai bertanya "Seperti dugaanmu? Apa maksudmu..."Tanya Kania sinis.


"Ya. Kalian pasti mampir ke hotel lalu tidur bersama bukan? Huh dasar wanita kotor" Umpat Hans sedikit menceceh.


"Wah wah. Kotor sekali pemikiranmu. Nampaknya itu, adalah kebiasaanmu dengan kekasihmu ya? Setalah makan tidur di hotel... Tapi maaf, aku bukanlah pacarmu yang semurah itu. Yang mau di ajak tidur hanya kerana makan siang! Permisi! tuan yang pikirannya penuh dengan kotoran!" Bentak Kania seraya melangkah mengabaikan Hans menuju kamarnya.

__ADS_1


"Hah. Apa apaan dia! Lancang sekali... Dia berani memaki ku dengan sebutan tuan pikiran kotor!!" gumam Hans kalah bersilat lidah. Richi hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Hans yang tampak kalah oleh rasa cemburu itu.


__ADS_2