
***
Pagi menyapa, Sinar mentara menyorot langsung ke kelopak mata Kania. Hingga ia membuang wajahnya lalu mencoba mencari tempat yang sedikit tersembunyi dari sinar tersebut. Sesaat ia membuka kelopak matanya perlahan "Em..." desisnya.
"..." Setelah matanya terbuka, perlahan Kania mencerip cercipkannya beberapa kali untuk menyimak ke adaan.
Ia mulai menoleh ke samping kirinya dan di lihatnya, seseorang telah pulas memejamkan matanya. Bahkan sedikit berdengkur "Hem..." Kania tersenyum menyungingkan bibirnya.
Ia tak percaya jika pria di sebelahnya adalah suaminya. Karna sejak awal pernihakannya dengan Hans. Kania sudah sangat menyukai Hans, namun saat itu... Hans masih lah seorang pria angkuh. Namun Hans yang saat ini terlelap di sampingnya adalah Hans suami yang mencintai Kania.
Aku bahagia Mas... Aku bahagia karna telah bertemu denganmu. Meski jalan menuju hatimu sungguh berliku terjal dan menyakitkan. Tapi pada akhirnya... Indah pada akhirnya. Aku sangat mencintai mu Mas... Bathin Kania menggumam. Kania sungguh bahagia saat ini, bahkan ke bahagiaannya tak bisa ia terjemahkan dengan kata kata.
"Kamu sudah bangun sayang" Tanya Hans membuka matanya dan melihat istrinya senyum senyum sendiri kala menatap wajah suaminya itu.
"Ah mas. Kamu udah bangun..."
"Ngh... Padahal aku masih ngantuk" Jawab Hans.
"Kalau begitu lanjutkan saja tidurmu..."
"Aku masib sedikit penasaran..." Balas Hans menatap istrinya intrents.
"Penasaran? Tentang apa?" Kania sedikit mengerutkan dahinya.
Hans mendekat dan mulai membisik... "Semalam, kita belum selesai... Karena kamu mengeluh ke sakitan, jadi bisakah kita lanjutkan sekarang?" Tanya Hans sedikit memelas.
__ADS_1
Kania mulai merinding "Tapi mas. Pelan pelan, kemarin kamu terlalu serakah ingin terlalu dalam... Jadi aku menjerit, sekarang pelan pelan dulu ya?" Pinta Kania sedikit takut.
"Aku akan memperlakukan mu dengan lembut" Balas Hans.
"...T-tunggu Mas" Kania mundur.
"Kenapa?"
"Aku ingin ke toilet sebentar" Pinta Kania.
"...Aku ikut" Hans pun bangun.
"Jangan ikut. Aku ingin sendirian di kamar mandi" Ujar Kania.
"...Aku akan ikut mandi. Kita saling bersihkan tubuh kita satu sama lain..." Ujar Hans.
"Jangan malu. Akukan suamimu"
"Tapi tetap saja. Kita masih harus perlahan lahan membiasakan diri, jika langsung begini... Aku sungguh canggung mas" komen Kania.
"Canggung? Kamu salah sayang, justru kita harus selalu dekat dan makin sering melakukannya. Agar kita saling perhatian satu sama lain... Dan akan tumbuh rasa saling menyayangi. Aku akan berada di sampingmu apapun kondisimu..." Peluk Hans.
"...Mas tolong biarkan aku ke toilet sebentar saja" Pinta Kania memegangi perutnya.
"Kenapa terburu buru, aku masih kangen dengan mu" Ujar Hans bicara seraya mengelitik tubuh istrinya yang menurutnya menggemaskan.
__ADS_1
"Jangan Mas. Aku malu mengatakannya"
"Kalau begitu aku gendong saja ke toilet. Agar kamu nggak malu" Pinta Hans.
Kania tak tahu bagai mana cara menjelaskan Pada Hanns bahwa ia ingin buang air besar "Mas. Aku udah nggak kuat... Aku ingin poop!" Ucapnya seraya mendoronf dada Hans.
"Ppop?... Aku akan menunggumu di dalam seraya menatap matamu" Ucap Hans.
"Tidak mas. Kamu tunggu di sini saja... Di toilet perlu konsentrasi tinggi jika ingin melakukannya. Kalau kamu masuk, yang ada aku malu...'
"Biarkan saja. Kan kita suami istri"
"Ah... Maaf aku nggak tahan" kania lekas loncar keluar dari ranjang lalu menarik kimono malam nya dan berjalan tertatih tatih dengan rasa sakit di va-ginanya karna sisa blusukan adik kecil Hans ke gua sempit miliknya. Jadi Kania harus berjalan perlahan menuju ke kamar mandi "Sayang tunggu!"
Hans mengikuti langkah Kania, namun Kania lebih dulu masuk dan mulai menutupi pintu kamar mandi itu lalu menguncinya.
"Sayang jangan di kunci aku tidak bisa masuk" Hans menggedor pintu kamar mandi.
"Mas. Tunggulah sebentar di luar... Aku harus exstra konsentrasi. Kalau kamu menggedor... Nanti aku bisa sembelit!" Rengek Kania.
Hans memang sedang bucin pada Kania, tapi perhatian Hans kini sangatlah over protect.
"Baiklah sayang. Aku akan menunggumu... jangan lama lama nanti aku kangen"
Hans yang bucin, sangatlah sedikit berlebihan... Hans tak membiarkan Kania beristirahat, dan terus menjenguknya meski mereka sudah perang ronde semalam suntuk... Hingga membuat Kania sangatlah lelah. Hans selalu ingin melakukan tugasnya sebagai suami setiap kali mencium bau tubuh Kania. Hingga dia ingin melakukannya lagi, lagi dan lagi...
__ADS_1
Hingga bulan madu di Korea usai begitu cepatnya. Dan mereka hanya menghabiskan sisa waktu bulan madu mereka di kamar hotel tanpa jalan jalan ataupun wisata di negri gingseng itu.