Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Pantas di benci


__ADS_3

BYUR!!! Kania!! Pekik Richi dan Wily. Wily menghempas tangannya yang di cengkam kuat oleh Richi. Lalu ia pun melepas jasnya dan hendak menceburkan diri ke kolam tersebut. Namun Oscar menarik Wily dan menghentikan aksi heroitsnya itu.


"Oscar! Lepaskan!' Bentak Wily.


"Tuan. Anda akan dalam masalah... Beberapa wartawan yang meliput telah mengambil photo anda beberapa kali... Jika sampai tuan besar tahu. Anda akan terlibat masalah besar" Jelas Oscar membisik. Lalu Richi ia bergegas menceburkan diri ke kolam... Tapi, Hans terlebih dulu menghentikannya "Loncat jika kau sudah tak ingin bekerja bersama ku lagi!" Bentak Hans menatap Richi murka.


Gluk! Richi lekas mundur dan mulai menunduk...


"Sayang. Apa yang kau lakukan? Dia bisa mati!" Pekik Marsha menarik sikut Hans dan memakinya.


"Heh. Diam dan lihat saja!" Hans amat antusias dan merasa puas kala Kania tampak menderita di kolam itu. Kepalanya beberapa kali menghilang di dasar kolam sebelum kembali muncul ke permukaan.


"To! Tolong!" pekik Kania meraih apapun di sampingnya.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan? Dia bisa mati!" Panik para tamu. Mereka tampak kelimpungan dan begitu iba pada Kania yang malang.


"Heh. Berhentilah bersandiwara... Kolam itu tidaklah dalam. Dasar bodoh!" Bentak Hans. Kania pun mulai menyetabilkan kakinya yang beberapa kali terpeleset itu dan mulai berdiri. Ia mulai muncul ke permukaan...


Seluruh mata mulai kembali tertuju padanya, para tamu pria yang hadir di sana sangat terkejut sekaligus terpesona. Apa boleh buat, kecantikan kania yang alami membuat setiap kaum adam merasa terpkat olehnya. Pakain merah yang ia kenakan basah oleh air kolam itu dan memampangkan lekuk tubuhnya yang indah. Wily mulai menarik jasnya dan melemparkannya ke tubuh Kania "Pakailah itu... Agar kamu tidak masuk angin" Pinta Wily. Ia tak ingin kania di permalukan dan di perlakukan jalng oleh para tamu Hans yang tampak bernapsu pada tubuh Kania itu.


"Hik..." Kania berusaha menahan tagisannya sekuat tenaganya karna sangat malu.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Hans sinis.


Hans yang sedikit tak sadar tak bisa menahan emosinya "Heh. Mainan? Bahkan kau lebih buruk dari mainan... Jika mainan saja bisa memuaskan hasratku. Bagiku... Tidak ada padamu! Kau lebih buruk dari apapun!"


"Kau sungguh menyebalkan! Kau pantas ku benci seumur hidupku!" Teriak Kania mencipratkan tangannya ke air lalu menyiram Hans.

__ADS_1


"Sialan! Jangan berulah... Sebaiknya cepat punguti uang ku dan mulai lah bersikap manis. Dasar! Seluruh tamu ku datang membawa kado mahal mereka... Tapi kau, karna kau tak punya apapun... Aku sedang berbaik hati dan menghujani mu dengan uang ku" Jelas Hans. Kania makin marah...


Wily menoleh ke arah Hans dan mulai melempar bogem mentah ke arah nya BUAK! Perkelahian pun tak terhentikan... Wily sangat murka, lantas adiknya sakit sampai koma adalah gegara Hans yang selalu menolak cinta dari adiknya.


"Priq brengsek! Sok tampan! Kenapa kau tak bisa menghargai wanita! Bahkan adikku pun kau perlakukan seperti hewan dua tahun yang lalu!" Pekik Wily seraya terus menyerang.


Hans berusaha menangkis serangan Wily, Tapi Hans terpeleset dan mulai tercebur ke kolam yang sama dengan Kania.


Wily tak tahan amarahanya meluap luap hingga ia pun kehilangan akal. Seluruh media yang meliput pesta Hans terlanjur memotret Wily yang saat itu melakukan penyerangan membabi buta pada Hans. Meski Hans sempat membalas beberapa pukulan Wily. Tapi tetap saja, Wily akan terkena masalah besar jika sampai wajahnya terpampang di surat kabar apa lagi langsung masuk berita terhangat media sosial.


"Tuan. Sebaiknya kita pergi!" Oscar menarik Wily paksa.


"Tapi wanita itu?" Wily tak bisa meninggalkan Kania begitu saja.

__ADS_1


"Jangan banyak berfikir... Ayo lekas pergi" Oscar pun mulai menarik Wily secepatnya.


Karna terlanjur malu, Marsha pun membubarkan pesta itu dengan tergesa gesa.


__ADS_2