Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Milikku!


__ADS_3

Marsha dan Wily tiba tiba ada di lantai dansa Restorant yang Hans pesan "Kenapa kau ada di sini?" Tanya Hans melotot ke arah Marsha dengan pandangan dinginnya.


"...Karna aku sangat kangen padamu, sudah beberapa hari ini kamu tidak menegokku sama sekali. Jadi aku menyusulmu hingga kemari" Jelas Marsha malu malu.


Hans mengdengus kesal lalu menepis tangan Marsha yang mengajak Hans untuk menari "Lepaskan!" Pekik Hans menepis tangan Marsha hingga Marsha mundur ke belakang.


"Sayang!" Seru Marsha menoleh ke arah Hans seraya mencengkram pergelangan tangannya yang terasa terkilir akibat tepisan tangan Hans.


"Sakit..." Lenguh Marsha.


Hans melangkah lebar menuju arah dimana Kania dan Wily saling bertatapan risih... Hans mulai meraih tangan Kania dan menariknya ke sisi Hans.


Graaapp!!


"Aaagghhh!!" Kania terpekik sebab tangannya di tarik kasar oleh Hans "Pulang!" Pinta Hans kambali menarik tangan Kania.


"Aahh... Ia mas, tapi lepasin... Sakit tahu" Umpat Kania mengerucutkan bibirnya.


"Tidak. Kania akan berdansa dengan ku malam ini...' Elak Wily, Wily juga meraih salah satu tangan Kania hingga Hans makin marah saja pada Wily.


"...Lepaskan tanganmu darinya!" Pekik Hans menarik tangan Kania lagi... Tapi Wily pun enggan melepas kan tangan Kania, Hingga Wily pun kembali menarik tangan Kania ke sisinya.


Terjadi tarik menaraik antara Wily dan Hans, dan tubuh Kania sudah mulai mati rasa karna cengkraman kedua pria yang sama sama kuat dan tampan itu.


Hingga Kania tak tahan dan mulai teriak tak karuan "Aaaaaghhh! Sakit! Sakit! Sakit!!!! Sakit tahu! Lepaskan kedua tanganku! Kalian pikir tangan ku ini tambang yang bisa di tarik sana tarik sini!! Dasar..." Cerocos Kania kembali meringis.


Saat Kania jadi rebutan ke dua pria tampan yang kaya. Marsha tentu saja tak suka melihat adegan itu, Marsha mencoba mencari cara untuk menarik perhatian Wily atau Hans dengan berpura pura sakit perut.

__ADS_1


Tapi nampak nya ke dua pria itu sedang fokus pada Kania dan perdebatan hati mereka "Lepaskan dia! Sekarang!" Pekik Hans marah besar.


"Kau saja yang lepaskan, bukankah dulu kau yang telah membuangnya?" tanya Wily seraya menyungingkan bibirnya.


"...Buang, apa apaan kata itu? Aku tak pernag ingat jika dulu aku pernah membuang istriku..." Elak Hans bersikeras.


"Lalu untuk apa aku menyukainya? jika bukan karna ulahmu yang meninggalkannya di jalanan kampung yang kotor itu... Tentu saja, aku tak akan pernah tahu jika, aku akan menemukan wanita cantik sepertinya" Ucap Wily seraya meremas tangan Kania dan mulai mengecup punggung tangan Kania.


Kania terbelalak dan tak bisa percaya pada apa yang dia dengar dan dia lihat "Jaga bicara mu!!" Bentak Hans menunjuk wajah Wily penuh napsu membunuh.


Wily menyungingkan bibirnya "Oh rupanya kau marah... Apakah kau ingin memukulku?" Tanya Wily.


Hans kian membulatkan matanya dan mulai melepaskan tangan Kania lalu menggulung kemeja lengan panjang hingga sikit dan siap memukul Wily.


PLAK!!! Belum saja Hans memulai hantaman tinjunya pada pipi Wily. Wily sudah tampak terdiam kesakitan, Wily menundukkan wajahnya ke arah lantai. Lalu perlahan ia melepaskan tangan Kania "...Apa itu tadi tuan? Apakah yang anda maksud adalah saya..." Tanya Kania dengan nada bergetar dan berkaca kaca di matanya.


Wily mulai memegang pipinya dan perlahan menaikan atensinya lalu menoleh pelan ke arah Kania dengan pandangan sayu "...Apakah tuan menyukai saya?" Tanya Kania seakan menahan tangisannya. Sedangkan Hans hanya bisa menatap heran kala menyaksikan hal tersebut. Marsha pun tak habis pikir pada Kania yang sangat berani seperti itu.


"Tuan. Saya tak habis pikir, kenapa anda bisa menyukai saya? Padahal anda sudah tahu jika saya telah bersuami... Saya pikir pertemanan kita tulus?" Setelah bicara panjang lebar. Kania mulai membuang wajahnya dan lari ke luar menghindari Hans dan Wily.


"Kania!" seru Hans mencoba menghentikan Kania.


"...Wily! Urusan kita belum selesai... Aku ingatkan sekali lagi padamu! Kania itu adalah milik ku! Jika kau mendekatinya... Jangan harap kau bisa selamat!" Bisik Hans meyakinkan Wily agar tak mendekati istrinya lagi.


Hans mulai menepuk pundak Wily seraya mendelik tajam ke arahnya, lalu ia pun pergi keluar restorant dengan langkah lebar dan ritme yang cepat.


"Tuan Wily! Apakah anda baik baik saja?" tanya Marsha khawatir.

__ADS_1


Baths! Wily menepis tangan Marsha yang hinggap di pundaknya.


"Lepaskan! Aku mengajakmu kemari hanyalah untuk memgalihkan pandangan Hans dari Kania. Tapi kamu malah berleha leha dan mengabaikan tugasmu! Menyebalkan!" bentak Wily seraya membuang wajahnya ke arah lain dan mengabaikan Marsha.


Marsha gemas pada Wily dan Hans, karna mereka telah mengabaikannya hingga tak memperdulikannya. Padahal Marsha baru saja sembuh dari fase pemulihan oprasi usus buntu akutnya.


Keterlaluan, padahal aku adalah bintang nya. Tapi kenapa malah wanita kampungan itu yang jadi pusat perhatian! Kania... Kau memang pengacau, seharunya kau tak ada di antara aku dan Hans atau Aku dan Wily! Sebaiknya... Aku enyahkan saja dia... Bathin Marsha menggumam kesal.


Marsha mengepalkan tangannya gemas dan ingin sekali ia menjambak rambut Kania dan menjedokkannya ke tembok hingga kepalanya berdarah.


***


Hans kelimpungan mencari istrinya yang keluar dari restourant itu. Padahal Kania tak tahu jalanan di seoul, Hans khawatir jika istrinya akan tersesat.


"Kania!! Kania... Di mana kamu??" Teriak Hans menyeru Kania ia berlari dan mencari kesana kemari... "Sial! Kemana dia pergi! Aku sungguh khawatir..." umpat Hans. Lalu Wily menepuk pundak Hans dari belakang, Hans menoleh ke arah Wily "Ka!!..." Hans mengaga, ia pikir Itu adalah istrinya.


"Apakah kau sudah menemukannya?" tanya Wily.


"...Kenapa kau ada di sini?" tanya Hans membuang wajahnya, ia tak ingin menatap Wily karna jijik padanya.


"Jika kau hanya mengandalkan instingmu. Kania tak akan mungkin bisa ketemu" Jelas Wily.


"Apa! Kau meragukanku?"


"Terserah saja... Jika kau ingin tahu di mana Kania sekarang, ikutilah aku" ujar Wily.


"Apa?? Memangnya kau siapanya istriku? Sampai tahu di mana istriku berada sekarang... Apakah kau ayahnya hah?" Cerocos Hans.

__ADS_1


"Diamlah lalu ikuti aku..."


Meski dengan mulut meledak ledak, Hans pun mengikuti Wily yang mencari Kania hanya dengan modal Handpone di tangannya.


__ADS_2