Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Kehangatan


__ADS_3

***


Setelah naik pesawat dan sempat Transit akhirnya mereka sampai di negri gingseng... Mereka di antar hingga keluar dari bandara internasional inceon. Hans tak sembarangan ketika ia datang ke tempat tersebut. Ia lekas menelpon rekan bisnisnya di Korea untuk menyambutnya dan mengantarnya hingga ke hotel.


"Iiih dingin mas..." bisik Kania melingkarkan tangannya di sikut Hans. Hans sesaat menatap kelakuan Kania yang mulai terbuka dan sedikit manja.


"...Hemm... Meski saat ini musim semi tapi rasa dinginnya tetap saja ada ya..." Balas Hans seraya meraih telapak tangan Kania lalu memasukkannya ke dalam saku jaket Hans yang sangat tebal itu.


"Aahhh ini rasanya seperti mimpi saja ya..." Lenguh Kania seraya menyenderkan kepalanya ujung di bahu Hans.


"Hemmm... Maafkan aku ya, selama pernikahan kita, aku tak pernah membuatmu bahagia. Tapi mulai hari ini aku tak akan pernah menyia nyiakan mu lagi..." balas Hans. Hans lekas mengajak Kania ke dalam mobil rekan Hans dan di sana, Hans mulai di sambut dengan baik.


Ia menjelaskan tempat apa saja yang sangat menyenangkan di Korea...


Hingga sampailah mereka di hotel...


"Selamat beristirahat" ucap rekan Hans yang bernama Roy itu.


"Thank Brow..." Balas Hans seraya mulai menutup pintu kamar hotel itu setalah Roy undur diri.


"Haaahhh..." Lenguh Kania sembari melentangkan tangannya lalu memutar kan tubuhnya menatap langit langit hotel itu dengan bibir mengembang.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Hans menghampiri Kania seraya menarik koper yang ia bawa tadi.


"Nggak mas. Rasanya kayak mimpi ya... Kita, tiba tiba menikah lalu sekarang, setalah sekian lama pernikahan kita... Baru kali ini kita bisa berbulan madu kayak gini kan mas" Kania menghentikan putarannya lalu memeluk tubuhnya sendiri ia masih memejamkan matanya seraya merasakan aroma harum kamar hotel mewah itu.


"Hemmm..." Lenguh Hans seraya mulai meraih tubuh istrinya lalu mendekapnya dari belakang.


"Kalau kamu masih merasa ini mimpi... Aku akan segera membangunkan mu. Dan membuktikan pada mu sayang, jika semua ini bukanlah mimpi" Bisik Hans di daun telinga Kania. Hans yang merasa rindu pada Kania mulai memejamkan matanya pelan. Ia mulai menghirup aroma tubuh istrinya dengan penuh cinta.


Hans mulai membuka sedikit matanya dan menyadari, betapa hangatnya tubuh istrinya itu, bahkan bau tubuh Kania sangatlah wangi bah parfum kastiuri. Juga, ia baru sadar jika istrinya memang sangat cantik dan menawan... Lantas saja Wily begitu tergila gila pada Kania.

__ADS_1


Saat lamunannya ada di ujung ubun ubunnya... Hans mulai menyingkap leher istrinya yang tertutupi kain tebal itu. Lalu mengecupnya erat hingga bergambar sebuah warna merah membekas "Aauuu sakit mas..." Desis Kania mulai meraih lehernya.


"Maafkan aku... Tapi, mulai hari ini dan seterusnya. Aku tak akan biarkan pria manapun mendekatimu..." jelas Hans. Kania sesaat merasa senang atas pengakuan Hans yang begitu gentel dan terdengar gagah itu.


"Aku juga..." Kania lekas membalikan badannya.


"Eh?" tanya Hans sedikit tak paham.


"Aku juga... Aku akan berusaha percaya pada mu mas. Aku akan berusaha menjaga pernikahan kita sekuat tenaga... Juga aku tak akan mudah percaya pada apa yang ku dengar kecuali jika aku melihatnya dengan kepala ku sendiri... Mulai hari ini, mari kita berusaha sebaik mungkin menjaga pernikahan kita?" ujar Kania menatap Hans penuh harap.


Hans tersenyum dan mulai berkata "Mari kita berusaha..." balasnya lembut. Hans mulai meraih pucuk kepala Kania, lalu menarik tangan Kania untuk di lingkarkan di lehernya. Kania dan Hans mulai saling menatap lembut... Pelan pelan Hans memejamkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Kania. Yang Hans incar adalah bibir tipis merah merona itu... Hans sungguh tergoda oleh bibir itu. Hans merasa rindu, sudah sangat lama Hans tidak mencicipinya.


"Cup!" Hans mengecup kania. Kania masih membelalak kan matanya meski Hans telah memulai.


Hans yang tak habis pikir pun mulai menarik kembali kecupannya "Kenapa melotot?" tanya Hans.


"...A-aku gugup..." balas Kania.


"Ta-tapi..." Kania sangat malu dan pipinya sangat merona merah.


"Kalau begitu tutup matamu... Ya" Pinta Hans. Kania mengangguk dan mulai menutup matanya.


Hans mulai merenggut pinggang Kania dan mendekapnya erat, ia pun mulai mengecup mesra bibir Kania dengan lembutnya.


Hingga karna begitu lembut sampai sampai terasa manis dan hangat. Hans memperlakukan istrinya dengan baik... Dan karna kecupan Hans terasa sangat nikmat, sampai sampai Kania tak sadar jika tangan Hans mulai masuk ke dalam pakaiannya.


"Aahhhhh...." Lenguh panjang Kania terdengar begitu bergairah.


Hans terus saja memainkan lidahnya di dalam mulut Kania seakan begoyang di dalamnya. Kecupan Hans membuat kania sangat sulit bernpas dan kekuarangan oksigen. Napas mereka mulai terngah engah... Keringat mulai bercucuran hingga jantung keduanya saling berdetak kencang.


"Ehhhh... Maaassss..." Desis Kani tak tahan. Tubuhnya sangat lemas hingga Hans mulai menarik tubuhnya dan menggendongnya le matras...

__ADS_1


Brukkkk! Kania di jatuhkan denga. Lembutnya, Bahkan Hans tak membiarkan Kania bernapas sejenak pun. Ia masih saja menyumpal mulutnya dengan bibir nakalnya itu.


"Aahhhh! Hentikan..." De-ah Kania.


Saat suasana kian hangat dan memuncak... Hans tak sanggup menahan lagi. Ia ingin segera memulai pertarungan ranjangnya itu.


"Aku sudah tak tahan..." ucapnya seraya melepas kecupannya dan membuka satu pesatu kancing jaket Kania "Mas...." Lenguh kania dengan pipi mrona merah karna malu.


"Aku akan pelan pelan.." Ucap Hans seraya terus melucuti pakaian Kania satu persatu. Hans pun mulai menarik kemejany dengan kasar hingga pakaiannya robek.


Kania sedikit syok ketika melihat sesuatu yang besar telah menegang dan terasa sangat keras menghimpit bagian **** * nya.


Ohhh tuhan .... Apa itu... Jangan jangan. Aah tidak...!


Break!! Pakaian Hans sudah robek, dan Kania terbelalak kala Han telanjang dada. Hans menatap kania sayu, ia mulai kembali menyerang Kania denn sebuah kecupan...


Cup! Hans mengecup bibir Kania lagi, lagi dan lagi... Kania sungguh terhanyut dalam buayan Hans. Suasana makin panas saja antara keduanya. Hans kemudian melepas sabuk celananya juga rel sleting celana kattunnya.


Saay ia hampir telanjang bel pun berbunyi.


"Servis kamar!" teriak seorang office boy beberapa kali.


Ting Tong! Ting Tong!!


Bel berbunyi membisingkan dan sangat tak wajar "Sial!!" Hans terganggu dan marah. Ia lekas memukul matras di sebelahnya dan mendengus kesal "Sial!"


Hans meraih handuk di kamar itu dan membalutkannya di bawah pinggangnya.


"Mas..." kania yang sudah telanjang bulat pun mulai meraih selimut dan menutupi tubuhnya.


"Sayang tunggulah sebentar aku akan keluar dulu"

__ADS_1


Hans keluar dan malam pertama mereka mungkin akan gagal...


__ADS_2