
tiga minggu telah berlalu sejak kepulangan mereka dari bulan madu...
"Mas... sudah siang, kamu nggak kerja?" Kania menggoyang goyangkan tubuh suaminya yang masih terlelap di balik selimut.
"Mmmh..."
"Kamu ntar kesiangan lho"
"Nanti ajalah... Aku akan ambil cuti saja, aku akan minta asistenku yang menyrahkan berkass berkas ke wakil manager saja' Jawab Hans malas.
"Lho. Lalu mas mau tiduran seharian? Nanti ayah marah lho kalau mas absen lagi..." Kania masih berusaha membangunkan suaminya.
"Kalau kamu memaksa... Ayo bantu aku bangun" Hans melebarkan tangannya tampak ingin memeluk istrinya.
"Ayo bangun mas... Kamu pasti minta tiduran lagi"
"Nggak kok. Cuma minta di Kiss aja" Hans tetap merengek.
"Uh... Gosok gigi sana. Kan kemarin habis makan sama semur jengkol. Jadi pagi ini pasti akan terasa semerbak..." Kania lekas mencubit hidungnya.
"...Lain kali jangan masak masakan kayak gitu lagi. Jadinya aku susah sendiri... Minta di kiss malah di tolak"
"Ya udah, nanti aku kiss sehabis kamu mandi mas"
__ADS_1
Hans mulai bangun dengan mata yang terpejam "Air hangat dah siap kan?"
"Oh ia aku lupa... Aku akan ke air dulu mas. Awas, jangan sampai tidur lagi" Pinta Kania memperingatkan. Kania masuk kamar mandi, lalu ia pun berteriak "Mas. Airbnya dah siap... Sini" Pinta Kania.
"Oke sayang. Aku akan langsung bangun deh jangan khawatir. Ini juga lagi jalan ke sana" Jawab Hans berusaha membuka matanya yang agak lengket itu. Ia mulai turun dari ranjang lalu melangkah ke arah di mana istrinya menyerunya.
"Mas..." Kania mendengar suara langkah kaki Hans. Ternyata benar saja... Hans masuk kamar mandi seraya melepas seluruh pyama yang melekat di tubuhnya termasuk pakaian dan ****** *****....
Kini Hans berdri tepat di hadapan Kania "Astaga!" Kania menutup wajahnya dengan ke sepuluh tangan yang ada.
"Mas. Kamu itu cabul ya..." Pekiknya masih bersembunyi di balik ke sepuluh jemarinya.
Hans lekas menggosok gigi dan berkumur dengan Listriks, agar bau di mulut Hans lekas enyah hingga Kania tidak menolak ciuman rindunya itu.
"Mas. Kamu ini... Aku malu dong kalau lihat kamu begitu" Omel Kania.
"Kenapa malu. Kita kan pasangan yang halal?' Hans cuek.
"...Aku kan belum terbiasa mas. Jadi aku sedikit malu..."
"Kalau begitu. Aku akan membuatmu terbiasa" Hans menoleh ke arah Kania dan mengecup bibir Kania lembut.
Kania terbelalak lalu mendorong wajah Hans "Sudahlah sayang. Kamu kan harus kerja... Kalau kamu manja lagi seperti ini. Nanti, kamu malah nggak mau kerja lagi... ntar ayah marah lagi sama kamu mas" Cerocos Kania.
__ADS_1
"Aku nggak perduli" Hans menarik Kania hingga Kania tercebur ke bathtub.
"Mas. Kamu nakal..."
"Aku ingin memakanmu sekarang... Boleh ya"
"Nanti kamu malah lelah dan absen kerja lagi mas" Ujar Kania.
"Nggak ah... Kalau udah begini. Mau bagai mana lagi" Kania pasrah dan Hans mulai tersenyum.
Hans yang sudah tak tahan, mulai membantu Kania melepaskan kain yang membelit pada tubuh istrinya itu.... Tangan Hans yang nakal menjelajahi seluruh lekuk tubuh istrinya hingga Kania mendesis... "Ssshhh... Mas. Kamu nakal..."
Hans tersenyum, ia mulai memeluk tubuh istrinya lalu mendekapnya erat, perang ciuman di pagi yang hangat adalah sebuah kebiasaan baru untuk Hans. Dan meski lelah, Kania hanya bisa pasrah dengan melayani hasrat suaminya dengan sebaik mungkin.
"Aku mencintaimu sayang" Bisik Hans di sela sela hujam kejantanannya...
"Aku juga mas... Aku sangat mencintaimu'
Kania dan Hans melakukan perang panas di bathtub hangat dan makin panas oleh sentuhan Hans yang nakal dan hujamannya yang dalam.
"...Ah! Ah! Hah! Hah!"
Suara deru napas pagi itu terdengar hingga keluar kamar pribadi mereka. Tapi karna tak ada pembantu, mereka pun bebas melakukannya di mana pun. Hans meminta para pembantu pulang kampung sejak mereka pulang dari kampung orang tua Kania...
__ADS_1
Hans sungguh puas kala istrinya terus mendesah bahkan beberapa kali Kania mengeluarkan cairan hangatnya dari gua sempit itu ketika adik kecil Hans menghujam terlalu dalam. Hingga tak sadar keduanya perang ciuman ganas sampai sampai ke habisan oksigen