Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Pantas di benci 2


__ADS_3

Byuur!!! Hans tercebur, pesta di bubarkan, Wily pergi tanpa pamit ke Kania. Dan Hans yang basah kuyup itu pun mulai sadar dari segala ke teledorannya.


"Dingin..." Bisiknya menggetarkan giginya.


Hiks... Kania hanya bisa menangis malu seraya memunguti uang yang Hans lemparkan ke kolam itu. Hans yang saat itu mendengar suara segukan pun mulai menengok ke belakangnya.


"Apa yang sedang kau lakukan di cuaca dingin begini?' Tanya Hans sedikit membentak. Kania mendelik dan mulai menepis air matanya.


"Hei... Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau pikir kau cantik apa?" Marah Hans mencecah Kania. Kania masih enggan berulah atau pun membalas kata kata Hans.


"Ya sudah... Aku akan naik. Apa gunanya memuguti lembaran kecil itu... Dasar mata duitan" Hans kembali mengahasut Kania. Kania sungguh marah dan benci padanya... Kania yang selesai memunguti uang itu pun mulai melempar uang tersebut ke wajah Hans "Ambil ini! Aku selesai memunguti uang itu dan kau pun puas karna inilah kado yang telah kau inginkan!" Bentak Kania. Ia mulai mencari tangga dan keluar dari air tersebut...


"Hei! Keterlaluan!'Dasar tidak tahu tatakrama. Kau pikir kau pantas melempar uang ini pada ku? Kau pikir kau sedang bicara dengan siapa?" Tanya Hans murka. Ia mulai mendekati Kania dan menarik rambutnya yang terurai basah itu. Kania tergelincir dan kembali tercebur...


"Rasakan itu! Itulah balasannya... Siapa suruh kau kurang ajar padaku!" bentak Hans terkekeh.


Kania yang belum bisa menyeimbangkan tubuhnya di dalam iar itu pun mulai meraih apapun untuk membantunya berdiri. Ia meraih kain caton celana Hans.


GYUT! Hans terbelalak karna ia merasa sesuatu menyentuh senjata miliknya "Auu! Sakit!" pekik Hans meraih miliknya, Tangan Kania yang meremasnya pun lekas di tariknya keluar, Hingga Kania pun bebas dari maut "Hah! Hah! Hah!..." Napasnya yang tersenggal itu mulai kembali membaik setelah terbatuk beberapa kali


Hans masih memegang tangan Kania dengan erat... Kania yang terhalang helaian rambut itu mulai manatap Hans di balik rambutnya yang semberaut itu.


"Kau beraninya..." Hans marah besar pada Kania karna ia berfikir bahwa kania sangat lancang.


"Kau pikir... Aku ini laki laki macam apa hah?" Sambung Hans.


Kania mulai menyingkap rambutnya yang basah itu lalu menatap nanar Hans intrents "Kau adalah lelaki macam penjahat! Aku memang seharusnya tak bersi keras untuk ada di sampingmu... Jadi jika kau memang ingin menceraikan ku. Ceraikan saja... Karna itu akan lebih baik bagiku. Dari pada tetap ada di sampingmu dan membuatku menderita selamanya!" Balas Kania lugas. Hans mulai terbata dan lekas melepas tangan Kania. Entah kenapa, Ada rasa kecewa yang tiba tiba muncul di hatinya.


"Jangan tarik aku kembali ke dalam kolam yang sempit ini. Aku akan pergi... Dari hadapanmu selamanya!" Bentak Kania lekas meraih tangga kolam dan naik ke atas. Sementara Hans yang masih di dalam kolam masih terdiam. Maraha ada di sana dan ia sudah paham semuanya...

__ADS_1


Kania mulai ada di darat dan tak menoleh kembali ke arah Hans. Hans marah dan lekas mencecah nya lagi "Jika kau ingin aku membebaskanmu... Kau harus kembali ke rumahku dan ambil semua barang barangmu... Di sana aku akan tak akan segan untuk membiarkanmu pergi! Dasar wanita jalan.g!" Bentak Hans. Tapi Kania masih tak bergeming sedikitpun. Ia tidak menolah ataupun menjawab, nampaknya ke putusan Kania memang sudah bulat...


Sial! Bathin Hans melempar tangannya ke air hingga air pun mulai terciprat ke luar.


"Sayang naiklah. Aku akan mengantarmu pulang" Jelas Marsha.


"Nona... Aku antar pulang" pinta Richi. Kania pun mengangguk tanpa bersuara.


"Hentikan!" pekik Hans.


Kania pun menghentikan langkahnya dan mulai menoleh ke arah Hans. Hans menghampirinya dan mulai berkata "Datanglah ke rumahku dengan kakimu sendiri... Jika kau sungguh ingin aku membebaskanmu. Jika kau tak kembali... Maka aku akan laporkan kamu ke polisi agars seluruh orang tahu. Wanita seperti apa sebenarnya dirimu!' Bentak Hans seraya pergi dengan Marsha. Marsha tak seprti biasanya... Ia tak ikut bicara, Marsha hanya bisa diam dan tak bicara apapun...


"Richi Ayo!" pinta Hans. Richi yang tak tega pun berlalu begitu saja...


Teganya dia melakukan ini padaku. Memangnya apa salahku? Tak bisakah aku berbahagia di pernikahan pertamaku?" bathin Kania menggumam.


Hans tampak pergi bersama Marsha dan di antar oleh Richi. Sedangkan Kania, ia harus melangkah 15 kilo meter untuk kembali ke ke diaman Hans. Ia tak bisa langsung kabur karna ia tak mau membebani ayah dan ibunya di kampung.


"Apa yang harus nya aku lakukan..." Jalanan hening menuju kota terasa menakutkan karna jarang sekali rumah yanga ada di sana.


Selamanya aku tak akan pernah lupa. Dengan apa yang telah dia lakukan padaku. Bathin Kania menggumam.


***


Kediaman Hans...


"Tuan. Perlukah saya menjemput nona Kania?" tanya Richi risih.


"Jangan... Biarkan saja. Nanti juga dia akan kembali" balas Hans dingin.

__ADS_1


"Tapi malam makin larut, bagai mana jika ia bertemu dengan orang jahat dan ... dan... Malam ini pria mabuk akan melakukan hal tak lazim pada nona Kania..." Richi sungguh risih.


"Apakah wanita itu adalah istrimu?" Tanya Marsha tiba tiba. Nampaknya Marsha yang sedari tadi diam itu mulai bersuara.


"Apakah kamu sudah membohongiku? Apa alasan nya bagimu untuk berbohong padaku?" tanya Marsha mengulang.


"Aku..." Hans diam dan tak bisa memberi alasan. Pakaian Hans masih basah, Dan ia langsung ke datangan tamu...


"Hans! Yohans! Di mana kau!" Teriak seorang pria dengan suara beratnya. Hans langsung ciut kela mendengar teriakan itu.


"Oh astaga...!" Ia panik.


"Itu adalah tuan angga..." Jawab Richi.


"Dimana Kau Hans?" teriak tuan Angga.


"Kau di sana rupanya" berhasil ayah Hans menemukan anaknya yang telah mempermalukannya.


"Hans!" Teriak tuan Angga.Tuan angga mendekat dan lekas melayangkan ke lima jarinya ke arah pipi anaknya PLAK!!


Hening seketika itu... Marsha yang ada di samping Hans lekas menunduk malu "Heh! Beginikah caramu membalas budi ayahmu yang telah berjasa dalam membesarkan mu?" Teriak Tuan Angga.


Hans masih menunduk, Tuan Angga mendelik ke arah Marsha dan mendengus kesal "Mana istrimu?" Tanya Tuan Angga.


"Kakak di mana kak Kania?" tanya Ginaya. Netra Ginaya malah menemukan Marsha yang berdiri di sampingnya.


"... Aku... Meninggalkannya karna dia telah berselingkuh ayah!" Jelas Hans mulai menatap Netra ayahnya.


"Berselingkuh?" Sang ayah mulai menurunkan atensinya.

__ADS_1


"Ya ayah... Dia tak pantas jadi istriku!" Bentak Hans. Sang ayah mulai diam seakan terhasut...


__ADS_2