Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Kejutan


__ADS_3

***


Suasana hingar bingar penuh lampu kelap kelip beserta bunga hias mengitari Villa milik Marsha. Sungguh malam yang indah, Hans datang ke Altar pesta itu, Marsha menyambutnya. Meja meja tersusun rapi dan elegant. Hans sungguh terpukau dan memuji Marsha habis habisan "Sayang. Bagai mana menurutmu? Apakah kau suka?" tanya Marsha merangkul tubuh Hans. Hans tersenyum lalu merenggut pinggang Marsha dan memeluknya erat "Terimakasih sayang. Aku sangat menyukainya" Balas Hans seraya mengecup kening Marsha lembut.


"Ayo kita ke area taman... Di sana ada area dansa yang sangat romantis. Malam ini, kamulah pria pertama yang harus berdansa denganku" Jelas Marsha. Hans pun mengangguk seraya tersenyum ringan.


Hans amat bahagia kala Marsha benar benar memperhatikannya. Bahkan Marsha mau mengadakan pesta ulang tahun yang sungguh mewah seperti itu...


Pengawas Villa datang dan menyambut Hans juga Marsha "Tuan muda... Nona Marsha, para tamu mulai berdatangan... Silahkan sambut mereka" pinta pengawas Villa itu yang bernama tuan Mold.


"Baik tuan Mold, kami akan segera ke sana" jelas Marsha. Wajah Hans tampak berseri seri matanya pun terlihat berbinar dengan mudah hanya karna Marsha memberinya sebuah kejutan istimewa itu.


Hans mulai menyambut para tamu... Ia mulai bersalaman lalu membuka acara tersebut, dan menyampaikan rasa terimakasihnya atas ke datangan para tamu penting yang telah di undang Marsha untuk membuat Hans terkesima padanya.


Seketika tawa dan keceriaan pun mulai menghiasi malam yang cerah dengan berhias bulan penuh juga ribuan bintang yang berkelap kelip.


Di tengah tengah ke bahagiaan nya itu..., Hans sama sekali tak menduga jika dari sekian puluh tamu undangan yang hadir di sana. Ia akan di kejutkan oleh kedatangan pria yang paling ia segani di dunianya itu.


"Hans! Selamat ya..." Ucap Pria gagah dengan perwakan tinggi besar. Meski ia sudah sedikit termakan usia, tapi nampaknya tuan Angga sangatlah sehat dan bugar.


Hans terbelalak dan diam. Ia sangat kaku kala menoleh ke arah suara sahutan tersebut. Saat netranya mulai memastikan. Ia sangat di buat terkejut hingga matanya membulat sempuran"A-ayah..." Gagap Hans.


"Hans. Anakku... Kau makin tampan dan makin dewasa saja" Ucap sang ayah seraya memeluk anaknya yang saat itu ada di hadapannya.


"Kakak... Selamat hari ulang tahun ya" Sahut Ginaya mulai memeluk punggung kakaknya. Marsha memalingkan wajahnya tampak muak kala melihat adegan harmonis itu.

__ADS_1


"A-ayah. Makasih sudah datang.... Maaf jika aku lupa mengabari kelian" Gagap Hans mencari alasan.


"Tak apa. Ayah paham, jam kerjamu pasti padat... Oleh karna itu, Ayah di beri tahu oleh Richi jika kalian akan mengadakan pesta ulang tahun di Villa ini" Jelas sang Ayah panjang lebar.


"Benar kakak. Aku sudah rindu sekali masakan kakak Kania. Apakah aku bisa bertemu dengannya? Di mana dia?" tanya Ginaya celingukan.


Hans seketika itu panik dan mulai mencari alsaan yang baik agar ayahnya tak curiga "Eh... Ayah. Sebenarnya Istriku sedang tidak sehat... Jadi, dia memilih tingga di rumah saja" Jelas Hans membisik netranya mendelik ke arah Marsha seakan takut jika Marsha akan mendengar penjelasan Hans soal istrinya.


"Apa? Kak Kania sakit? Aku harus segera menjenguknya... Ayah aku mau pulang duluan" Ginaya tergesa gesa dan berusaha pulang lebih awal. Tapi Hans malah menarik tangannya dan melemparkan Ginaya pada Richi "Gina! Sebaiknya ngobrol sana sama Richi. Katanya Richi rindu sama kamu!" Alih Hans mencoba mencari alibi.


Ayah Hans curiga pada kelakuan Hans yang kacau itu "Ada apa Hans? Apakah kau sakit?" tanya Tuan Angga.


Keringat dingin mulai bercucuran, Hans mulai gelisah atas alasannya yang penuh ke bohongan itu.


"Tidak Yah. Aku hanya sedang tak enak hati... Karna meninggalkan Kania dia rumah sedirian" jelas Hans gagap.


"... Jika sampai kamu melakukan itu... Jangan pikir kamu akan mendapatkan harta dati ayah!" sambung sang ayah panjang lebar. Hans hanya bisa menelan salivanya sendiri dengan penuh rasa takut.


Akhirnya Ginaya dan Ayahnya pulang selang beberapa menit setalah pertemuannya dengan sang putra sulungnya itu...


"Sial. Kenapa ayah malah datang kemari... Ini semua gara gara Richi!" Bentak Hans kesal.


Marsha mendekat "Sayang. Apa yang kalian bicarakan... Tampaknya kalian membahas hal yang sangat serius?" tanya Marsha amat penasaran.


"Tidak... Dia hanya sedang membicarakan hadiah yang baru saja aku terima sangatlah mahal" jelas Hans mencari alasan.

__ADS_1


"...Wah. Benarkah? Apa itu?" Tanya Marsha kaget.


"Ini dia?" hans mulai menunjukan kunci mobil barunya ke arah Marsha. Marsha terkesima dan mulai tersenyum lebar 'Wah. Sayang... Nanti jika kamu ada waktu... Aku ingin jalan jalan berdua saha dengan mobil ini ya?" pinta Marsha sembringah.


"Ya. Tentu... Jika itu membuatmu bahagia, apapun akan aku lakukan" Balas Hans.


"Yay.. Kamulah yang terbaik sayang" Kania memeluk Hans begitu erat.


"Baiklah... Ayo kambali menyambut para tamu..." pinta Hans menuju ke gerbang selamat datang.


Para tamu mulai penuh, mereka tampak cantik dan tampan juga begitu berwibawa. Para tamu itu tampak sangat menikmati pesta tersebut. Hans sangat puas... Namun, beberapa saat kemudian. Suara riuh mulai memenuhi pesta itu. Bahkan suara bisikan tersebut membuat musik yang mengalun pun mulai tertutupi dan nyaris hilang.


"Oh astgaa... Bukankah itu pemilik Valgin Group?" Tanya para tamu.


"Benar. Wah sungguh keajaiban bisa bertemu ceo Valgi di sini..." desas desus.


Para tamu mulai menyamping kan tubuh mereka lalu memberi jalan, kala tamu paling istimewa itu melangkah dengan menggandeng tangan wanita berambut coklat itu dengan begitu elegant.


"Wah cantik sekali... Siapa yang dia bawa?" tanya setiap tamu pria maupun wanita. Para reporter surat kabar mulai sibuk memotret...


Karna bising dan sangat menganggu, Hans pun mendekati pusat ke gaduhan itu dan mulai memastikan hal apa yang terjadi dengan mata kepalanya sendiri.


Saat ia ada di hadapan Ceo Valgin itu. Betapa kagetnya ia kala menatap seseorang berada di samping pria itu dengan begitu anggun dan glamor. Bahkan ia sangat pangling padanya...


"Kenapa dia ada di sini" gumam Hans kesal.

__ADS_1


"Hai. Selamat ulang tahun ya... Tuan Yohanes... Semoga panjang umur" ucap Wily dengan tatapan lurus ke arah Hans. Hans sangat emosi kala Wily datang bersama wanita yang tak ia rindukan itu.


Tangan Hans mengepal erat dan bibirnya mulai menggigit erat seakan gemas "Siapa yang mengundangmu ke pastaku ini?" tanya Hans marah besar tangannya di kepal erat tampak sangat murka saat ini.


__ADS_2