Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Sangat canggung


__ADS_3

***


Mobil yang Kania kendarai mulai sampai di front sebuah perusahaan milik Wily yang terkenal dengan nama Raksasa Velgin Group. Oscar mulai menyeru Wily yang masih terlelap "Tuan sudah sampai..." Ucap Oscar.


Tapi, Wily belum bergeming dari lelapnya "Nona Kania, Bisakah anda membangunkan Tuan Wily?" tanya Oscar. Kania yang canggung tak bisa menolak permintaan Oscar hingga ia pun mulai menepuk pundak Wily untuk membuatnya bangun.


Tapi nampaknya usaha Kania juga sia sia "Tuan... Apakah anda baik baik saja?" tanya Kania menyentuh jidak Wily. Saat ia menyentuh jidak itu, Kania pun terbelalak... Pasalanya Wily saat itu sedang demam dan suhu tubuhnya sangat panas.


"Ahhh... Anda demam" Pekik Kania.


"Apa?" Oscar panik dan hendak membuka pintu depan mobilnya untuk menghampiri Wily. Tapi Wily terlanjur membuka matanya menatap Kania "Kamu di sini?" Tanya Wily, Kania mulai menjauhkan tangannya "Ah maaf karna saya sangat tidak sopan" Ucap Kania.


"Tak apa... Aku sungguh senang" balas Wily segera meraih tangan Kania dan memegangnya erat.


"Bolehkan aku pinjam sebentar?" tanya Wily.


Kania canggung sekali pada kelakuan Wily hingga ia pun tak bisa menarik tangan Wily dari sana.


"Terimakasih" Balas Wily.


Tangan Kania di genggam erat oleh kedua tangan Wily dan pakainya untuk sandaran kepalanya...


"Tuan kita akan ke dokter sekarang" pinta Oscar.


"Benar tuan. Anda sedang demam sebaiknya kita berobat dulu..." Imbuh Kania.


"... Tidak... Aku tidak apa apa. Demam seperti ini sudah bisa bagiku. Sebaiknya kita segera ke kantorku..." Wily mulai melepas tangan Kania dan bersiap keluar mobil. Oscar tak habis pikir pada bosnya itu. Oscar lekas keluar mobil untuk membukakan pintu mobil bosnya.

__ADS_1


Kania dan Wily pun mulai keluar dan melangkah ke arah kantor besar itu beriringan "Apakah ini kantor anda?" tanya Kania penasaran.


"Ngg... Lebih tepatnya ini adalah kantor papahku. Aku hanyalah salah satu pengelolanya saja...' Jelas Wily.


"Begitu ya... Tapi... Perusahaan anda sangat besar..." jantung Kania berdegup kencang saat ini. Pasalnya ini adalah hari pertamanya bekerja, dan dia belum pernah bekerja sebelumnya di manapun.


"Ayo masuk..." pinta Wily mempersilahkan Kania.


"Ummm" Kania pun mengangguk diam lalu mengikuti arahan yang Wily berikan.


Sepanjang jalan, seluruh stap sungguh terlihat tunduk pada Wily. Mereka menyapa dan menunduk di depan pria tampan itu "Pagi tuan muda..." Sapa para staf kantor dari berbagai divisi.


Tatapan mereka tak luput dari Kania yanh saat itu ada di belakang Wily hingga Kania sungguh canggung dan tidak nyaman.


Kenapa tatapan mereka begitu menusuk ya. Apakah... Mereka tidak suka padaku? Bathin Kania menggumam.


"Ayo kita naik lift ini..." Ucap Wily berdiri di sepan pintu lift. Di sapa oleh seorang karyawan yang menjaga derah itu "Tuan silahkan tunggu sebentar, Lift sedang di gunakan..." ucap karyawan itu yang seorang perempuan cantik.


Sedangkan Kania sedang bergulat dengan pikirannya yang sungguh polos...Gluk Lift. Oh tidak aku benar benar akan naik lift? Tanya Kania dalam hatinya...


"Kania... Ada apa? Apakah kamu sakit?" Tanya Wily curiga.


Kania menggelengkan kepalanya "Tapi kenapa tiba tiba wajahmu jadi pucat begitu?" tanya Wily.


"Ahhh... Tidak tidak apa apa" Kania mengelak dengan baik.


"Tuan Liftnya sudah terbuka..."Ucap karyawan penunggu Lift itu.

__ADS_1


"Kania ayo masuk "Pinta Wily. Wily menarik tangan Kania dan mereka pun masuk. Sedangkan wanita penunggu lift itu hanya menunggu di luar seperti yang Wily perintahkan.


Zzzttt! Pintu Lift tertutup...


"Kamu baik baik saja kan?" tanya Wily makin khawatir melihat tingkah Kania yang tak seperti biasanya.


"...A-aku baik baik saja..." Balasnya.


Oh tidak... Ini seperti dalam sebuah adegan sinetron. Di mana hanya ada dua lawan jenis yang ada di dalam lift. Bathin Kania sungguh canggung. Ia takut jika Wily akan melakukan hal yang tak senono padanya.


"Oh ia Kania..." Tiba tib Wily menyerunya.


Kania pun mulai membuyarkan pikiran kotornya tenyang Wily "... Ah ia..." Hanya jawab itu yang reflek ia keluarkan.


"Apakah kamu pernah bekerja sebelumnya?" tanya Wily. Kania menggelengkan kepalanya...


"Baiklah... Jangan khawatir aku akan membantumu beberapa hal tentang dunia kerja ya. Jadi selamat bergabung..." Wily mulai menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan. Kania pun mengangguk dan mulai menjabat tangannya...


"Mohon bantuannya..." Balas Kania.


"Sebentar lagi kita akan sampai..." Ujar Wily.


Kania mengangguk... "Eh... Tuan, sebenarnya... Saya sangat canggung..." Keluh Kania.


Wily mulai tertarik dan kembali mendengarkan keluhan kania "Kenapa? Apakah karna aku terlalu formal ya?" Tanya Wily.


"Saya adalah gadis desa yang hanya tahu memasak. Jadi... Saya belum pernah bekerja atau pun naik lift seperti ini. Jadi semua hal ini sungguh membuat saya sangat canggung" ucap Kania.

__ADS_1


Wily pun mulai tersenyum... Ia menyematkan tangannya di pucuk kepala Kania dan mengelusnya lembut "Jangan khawatir... Aku akan membimbingmu. Dan jika kita menjadi rekan... Maka kamu akan terus menggunakan Lift ini setiap hari. Jadi kamu tak akan pernah merasa canggung atau pun gugup ya..." Wily memang bisa di andalkan oleh Kania. Sejak ia bertemu dengannya, bukan salah Kania jika Kania selalu nyaman bersama pria itu ketimbang dengan suaminya sendiri.


"Terimakasih..." Kania sungguh tersanjung oleh Wily yang manis.


__ADS_2