
BRAKKK!!
Di kediaman Wily Oscar kalang kabut karna tuan mudanya sangat marah. Tapi Oscar sama sekali tak tahu apa alasan Wily hingga ia mengamuk di kamarnya. Beberapa barang yang ada di kamarnya berserakan dan jatuh tak karuan.
Tok! Tok! Tok! Oscar menggedor kamar itu "Tuan. Ada apa?" tanya Oscar panik.
Setelah Oscar mengetuk kamar itu beberapa kali. Wily pun keluar "Oscar! Ayo pergi!' Pinta Wily, Wily meraih mantelnya dan mulai melangkah ke pintu keluar kediamannya.
"Baik..." Oscar hanya mengikuti Wily dari belakang. Sampailah mereka di halaman rumah, Oscar lekas berlari ke garasi mobil dan mengambil salah satu mobil Wily. Oscar ngebut hingga ia kembali turun dari mobil untuk membuka kan pintu mobil tersebut.
"Tuan muda silahkan masuk" Pinta Oscar.
Wily pun mulai masuk tanpa banyak berkomentar "Oscar, antar aku ke kediaman induk Tuan Angga! Yohanes pasti ada di sana!" Pinta Wily lantang.
Deg! Sesaat, Oscar mulai berfikir dan tahu akan satu hal. Ini pasti tentang nona Kania. Bathin Oscar.
"Tancap gas, aku ingin secepatnya ada di sana!' Pekik Wily. Oscar pun mengangguk dan ia mulai menarik gigi mobil matiknya dan menekan pedal sekencang kencangnya.
Wily nampaknya sadar jika Kania sedang tersakiti oleh Hans. Apa boleh buat, ternyata... Ponsel Kania yang Hans bawa dari kamar hotel Wily telah di modifikasi seapik mungkin. Alat penyadap yang ada di ponsel Kania mampu merekam percakapan di luar panggilan. Isi chat Kania dan nomor siapa saja yang Kania hubungi. Hingga ketika ponsel Hans di angkat oleh Marsha pun. Wily mengetahuinya... Ia pun marah dan berniat merebut Kania dari Hans secara terang terangan.
"Aku akan membunuhmu... Hans!" Bisik Wily.
***
Hans baru sampai di depan rumahnya, ia mulai membayar taksi yang ia tumpangi tadi "Terimakasih tuan" ucap sang supir.
__ADS_1
"Sama sama... Kau boleh pergi" Balas Hans.
Sang supir pun tancap gas... Tinggal lah Hans sendiri, ia melangkah seraya menggerutu "Kemana ponselku ya? Kenapa aku bisa bisanya melupakan barang penting itu... Apakah jatuh?" gumam Hans.
"Sayang Richi tak ikut denganku... Sampai sampai aku jadi kelimpungan sendiri" bisiknya seraya melangkah menuju gerbang pembatas rumah orang tuannya...
Namun ketika ia akan menekan bel, mobil putih pun mulai menyerempet Hans "Astaga!" Hans menghindar dan menyender di pagar.
"Sial sekali... Kenapa supir mobil itu menyetir ke pinggir! Apakah dia ingin membunuhku?" Cerocos Hans ia cukup marah pada pengemudi mobil putih itu.
Namun saat Hans menatap mobil tersebut. Mobil itu malah kembali mundur ke samping Hans dan mulai membuka pintunya "Hei! Kalau menyetir itu hati hati! Apakah kau buta! Di sini ada orang tahu... Keterlaluan!" maki Hans. Wily keluar dengan cepatnya lalu menutup pintu mobilnya kencang hingga berbunyi BLAM!
Hans terbelalak dan BUAKKKK!! Satu tinju Wily bersarang tepat di tengah wajah Hans. Hans pun oleng karna pandangannya memudar.
"Uughh!! Aaahhh! OEKKKK!" Hans muntah darah.
Hans mulai lemas dan sempoyongan, Wily kembali memutar kakinya untuk menendang. Namun Hans berhasil mengelak "Apa apaan kau! Apakah kau ingin membunuhku Uhuk! Uhuk!" Hans sudah terbatuk batuk. Tapi Wily belum puas menghajar Hans.
"Berani nya kau menghianati Kania!!' Teriak Wily kembali menyerang. Hans yang sudah pulih dari pukulan Wily mulai menyeimbangkan tubuhnya dan mulai mengalau pukulan Wily.
"Hentikan! Apa maksudmu!!" Teriak Hans. Ia berusaha menghantikan tinjuan Wily yang kala itu membabi buta.
"Kau pergi menemui Marsha! dan Bercinta dengannya! Kenapa kau selalu menyakiti Kania!" Lantang Wily terus memukuli wajah Hans dengan tinjuannya. Tapi Hans menepisnya berulang ulang hingga tangannya sedikit kebas.
"Tuan! Tuan... Hentikan. Anda bisa di proses hukum jika terus memukuli tuan Hans" Oscar mulai menghadang Wily yang penuh emosi itu.
__ADS_1
"Lepaskan aku Oscar! Pria brengsek ini berani menyakiti wanita yang paling aku sayangi... Biarkan aku membunuhnya!" Teriak Wily dengan amukannya yang tak terkendali. Karna terus teriak teriak tak karuan, suara Wily pun sedikit serak karna ulahnya itu.
"Jangan bicara ngawur kamu! Cih... Wanita yang paling kamu sayangi. Siapa maksudmu? Apakah maksudmu itu adalah Kania? Jangan menghayal kamu... Dia adalah istriku, kau harus tahu dan bahkan kau pasti sudah tahu!!" Hans menolak mentah mentah ujaran Wily yang mengungkapkan isi hatinya pada Hans.
Wily masih marah pada Hans "Apakah pantas pria brengsek seperti mu mendapatkan wanita baik baik sepertinya!! Kania hanya pantas untukku. Dari pada kau terus menyakitinya, sebaiknya... Biarkan aku yang memikinya, karna kau tak pantas untuk wanita itu!" Wily kembali berulah meski Oscar melerainya. Bahkan wajah Oscar jadi babak belur karna pukulan Wily yang memberontak dan ingin menghajar Hans.
Pihak scurty mulai datang dan melerai keduanya. Ayah Hans tahu dan mulai berkumpul di depan gerbang kediaman rumah nya "Ada apa ini?" Tanya tuan Angga sedikit panik.
"Tuan... Tolong bicarakan masalah anda di dalam dengan pikiran dingin. Anda sudah mengganggu ketertiban umum..." Ucap scurty.
"Tunggu tunggu... Hans, kenapa wajahmu bonyok begitu?" tanya Tuan Angga menatap wajah anaknya yang memar dan bengkak.
Hans menunduk "Maafkan aku tuan... Aku yang telah menyebabkan wajah anak anda bengkak seperti itu" ucap Oscar pasang badan untuk menyelamatkan Wily.
"Kau!! berani sekali kaumembuat wajah anakku seperti ini! Memangnya apa yang sudah anakku perbuat padamu hingga kau semena mena begini..." Teriak Tuan Angga memaki Oscra. Sedangkan Oscar hanya bisa menunduk begitu pun Hans.
Setelah di infestigasi berulang ulang oleh scurty dan tuan angga, Hans dan Wily tetap bungkam tak memberi alasan apapun. Akhirnya Oscar jadi tersangka dan di bawa ke kantor polisi...
Sedangkan masalah Wily dan Hans, hingga kini masih belum membaik... Wily masih mendendam pada Hans... Padahal Hans tak tahu apa alasan Wily menghajarnya hingga separah itu.
Tapi, Hans tak ingin membuat situasi makin buruk, hingga ia tak jujur pada ayahnya. Bahwa yang telah menghajarnya adalah Wily.
... Wily pergi, Kini karna ulahnya sendiri... ia jadi sibuk karna harus mencari pengacara untuk menjamin ke bebasan Oscar.
Sungguh Oscar yang malang...
__ADS_1