Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Wily mulai menyerah


__ADS_3

***


Setelah berkutat dalam waktu yang cukup lama untuk mencari Kania. Akhirnya, Hans pun di pertemukan dengan wanita yang sangat ia idamkan itu.


"Istrimu di sana" tunjuk Wily ke arah Kania yang berjongkok di pinggir sungai sembari menangis sesegukan. Bahkan Kania tak sadar jika dirinya telah tersesat... Untung saja ada ponsel pemberian Wily di tasnya. Hingga tak sulit menemukan wanita cantik itu.


"Kau hebat juga ya. Jangan bilang jika selama ini kau meretas ponsel istirku?" tanya Hans sedikit sinis.


"Haaah itu hanyalah masalalu ku... Pergilah ke sampingnya. Lagi pula... Aku sudah menyerah, jika kau sungguh mencitai Kania dengan tulus. Maka aku akan mundur, tapi bukan belarti aku lengah... Jika suatu saat nanti kamy menyakitinya lagi. Jangan harap aku akan berbaik hati, jika saat itu tiba. Maka aku benar benar akan menculik istrimu dan ku jadikan Istri untukku... Jadi pergilah. Dia sedang membutuhkanmu" Ucap Wily seraya menepuk pundak Hans dan mendorongnya lergi.


Wily nyerocos terus hingga membuat Hans yang ingin berkomentar pun melupakan segalanya.


"Tamparan istriku benar benar mujarab untuk otakmu ya?" Hans tersenyum menyungingkan bibirnya.


"Dasar... Aku tetap tidak akan memaafkanmu jika kau sungguh menyakiti istrimu lagi. Ingat itu!" Wily pergi bersama rasa sakit di dadanya. Rasanya ia ingin melompat ke danau dan tenggelam saat itu juga... Baru kali ini Wily merasa patah hati oleh seseorang. Padahal, wanita mana pun pasti bertepuk lutut padanya sebab karisma yang ia miliki membuat hati pada hawa luluh tapi tidak hati Kania.


Marsah menghampiri Wily dengan aangat tergesa gesa "Wily! Mana Hans?" tanya Marsha celingukan ke arah Sungai.

__ADS_1


"Hans sibuk" Balasnya acuh.


"Sibuk? Sibuk untuk apa? Wily... Bukankah itu Kania? Kenapa dia bisa bersama Hans?" Marsha hendak mendekatinya.


"Jangan ke sana!" Wily meraih tangan Marsha dan menyeretnya.


"Wily apa yang kamu lakukan? Lepaskan! Aku ingin bersama Hans!" Teriak Marsha uring uringan.


"Hentikanlah. Kita pulang saja ke indonsia... Biarkan mereka berbulan madu"


"Hentikanlah Marsha. Kita sudah tidak bisa menggangu mereka... Hans sudah benar benar mencintainya. Dulu aku memang berharap Hans meninggalkan Kania. Tapi, Hans kali ini serius pada ucapannya... Hans sudah berubah. Dia tulus mencintai istrinya. Dan kehadiran kita sudah tak di butuhkan lagi untuk Hans atau pun untuk Kania" Jelas Wily panjag lebar. Akhirnya dengan pandangan menunduk dan air mata yang pecah. Marsha mulai diam menurut saja pada perkataan Wily dan lekas pergi ke hotel mereka untuk selanjutnya pulang ke indonesia.


***


"Hiks... Hiks" Tangis Kania.


Hans mendekat dan mulai menyerunya mesra "Sayang. Akhirnya aku menemukanmu" Ucap Hans. Kania mulai berdiri dan menoleh ke arah Hans...

__ADS_1


"...Mas" Bisik Kania, kania mulai menepis beberapa bulir basah di pelipisnya itu.


Hans perlahan mendekati Kania, Kania menunduk dan Hans pun mulai menangkup sebelah pipinya. Hans tersenyum simpul seraya menepis beberapa tetas air mata Kania "Jangan sedih. Aku di sini..." Ucap Hans berusaha menenangkan hati Kania.


"...Mas maafkan aku" Bisik kania dengan Lidah yang kelu.


"Maaf untuk apa?"


"Aku tak tahu jika tuan Wily akan menyatakan perasaannya padaku. Aku sungguh tak tahu jika tuan Wily akan menyukai ku... Yang aku tahu mas, tuan Wily adalah teman terbaik yang aku punya di kota besar ini" Cerocos Kania.


Hans sudah mendengar semuanya dari Wily jadi ia tak sepenuhnya menyalahkan Kania. Karna Hans tahu ini bukan salah Kania... Hans mencubit dagu Kania dan mengangkat wajahnya... "Aku paham sayang. Semua ini terjadi karna kesalahanku. Aku yang dulu sangat membencimu... Kini malah teracuni oleh kebaikanmu. Aku adalah penyebab dari segala kesalahan... Mulai saat ini, mari perbaiki bersama" Pinta Hans.


Kania tersenyum dan mulai lega... Hans merenggut pinggang Kania dan mengecup lembut bibir manis itu. Kania membalas rangkulan Hans dan melingkarkan tangannya di leher suaminya... Mereka saling berciuman di malam dingin pinggir sungai korea.


Dan keromantisan pun berakhir di ranjang, ini kali pertamanya Hans menggauli istrinya. Dan Orang tua Hans tak salah memilihkan calon istri untuknya. Selain Kania sangat cantik, Kania juga adalah kembang perawan asli dari desa. Seluruh tubuh indah Kania yang kini jadi milik Hans masih lah sangat orisinil dan terjaga. Hans sungguh puas dengan malam pertama mereka...


Mungkin inilah awal dari kebahagiaan Kania, setiap tetasan air matanya kini mulai berubah dengan ke bahagiaan...

__ADS_1


__ADS_2