
***
Makin hari Hans makin bucin saja pada Kania. Hingga sesudah selesai bulan madu di korea pun mereka lekas pulang. Dan akan melanjutkan bulan madu ke dua nya di kampung halaman Syiren.
Setelah sehari semalam perjalanan Korea jakarta, lalu melanjutkan perjalanan meteka menuju kampung halaman... Akhirnya sampailah jam 12 tepat tengah malam.
Setelah hampir satu tahun tidak bertemu, akhirnya Kania pun melepas rindunya dengan orang orang yang ia cintai itu "Ibu maafkan aku..." Peluk Kania erat ke tubuh mungil ibunya.
"Jangan minta maaf nak... ibu yang harusnya minta maaf, karna tak pernah menjengukmu di kota" Ucap sang ibu sembari mendekap anaknya begitu erat.
"Terimaksih bu. Atas doa doamu selama ini. Aku sungguh bahagia..."
"Ayok masuk masuk nak Hans juga... Di luar udaranya dingin" Pinta sang ayah.
Kini Hans berlaku sangat baik, bahkan ia tersenyum ke arah mertuanya dengan penuh ke rendahan hati. Jika di lihat dari kemajuan, Hans mulai sedikit menghargai orang yang lebih tua...Sebelumnya Hans sangat menbenci kluarga Kania karna ia tak mencintai Kania...
Tapi sekarang segalanya berubah drastis 360°... Hans mulai jadi baik hati setelah tergila gila pada Kania...
***
Mereka masuk kamar Kania yang dulu menampung keduanya kala malam pertama satu tahun yang lalu... Malam pertama yang penuh dengan penghinaan besar di hidup Kania...
Hans menghampiri Kania yang saat itu tengah melipat pakaian keduanya... Ia mulai memeluknya dari belakang seraya membenamkan kepalanya di leher jenjang Kania...
"Sayang. Aku ingat, beberapa bulan yang lalu... Aku duduk di kursi ini dan enggan menyentuhmu. Jika ingat hal mengerihkan itu, aku jadi sangat malu padamu" Ucap Hans membahas masa lalu yang cukup memalukan untuk Kania.
"Sst... Jangan di bahas lagi, itukan masa lalu kita yang cukup tak nyaman untuk di kenanng... Sekarang kan, kamu adalah suamiku satu satunya. Dan aku juga adalah istrimu satu satunya..." Balas Kania menyematkan satu telunjuk di bibir tipis Hans.
Hans yang saat itu memejamkan matanya pun mulai meraih jemari istrinya lalu menariknya pelan dan mengecupinya hingga ke pergelangan tangan Kania "Mas. Kamu nakal..." Kania lekas menarik tangannya dan mulai berbalik ke arah Hans yang mendekapnya kala itu.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sayang" Hans merenggut pinggang ramping istrinya dan mulai mengecup bibir tipis istrinya yang selalu menggodanya itu.
"Mmhh... Mas. Kita beru saja sampai. Apakah kita tidak istirahat dulu?" tanya Kania memundurkan wajahnya agar Hans tak menyerangnya.
Hans tersenyum "Kita akan istirahat setelah lelah mandi keringat" ucapnya. Kania tersenum geli dan mulai pasrah pada suaminya.
"Terserah kamu saja deh mas. Aku kalah..." Kania mulai mengalungkan tangannya di leher Hans. Hans pun kemudian mengecup kembali bibir istrinya begitu lembut, tangannya yang nakal mulai masuk ke dalam pakaian Kania lalu melepas pengait bra milik istrinya. Hingga si gunung kembar sintal milik istrinya pun mulai keluar dari tempatnya. Hans sangat suka karna ia bisa leluasa kala meremas satu persatu gundukan milik itu sesuka hatinya.
"Mhhh...." Kania mulai mendesis.
Hans suka kala Kania mulai bergeliat ke gelian "Mmhhh....' Kania kian tak tahan kala Hans mulai mencubit pelan pucuk gunung kembarnya dan memutar mutarkannya sesekali.
"Aaahh! Mass... Jangan! Kamu nakal!" Kania melepas ciuman Hans hanya untuk berkomentar demikian.
"Aku sangat menyukainya sayang' Hans kembali mengecup bibir istrinya dan mengantarkan langkah Kania menuju matras di belakang Kania. Kania mundur beberapa langkah ke belakang karna Hans mendesak Kania untuk mundur dan mundur.
Duk! Sampailah di ujung matras. Hans perlahan membelai Kania dan mulai merebahkan Kania dengan perlahan Hans sama sekali tak melapaskan kecupannya yang mulai mengganas itu "Mas..." Kania terlihat ke sesakan kala mencari udara untuk ia hirup... Kecupan Hans membuat oksigen di sekitarnya menjauh untuk sesaat.
Hans menyematkan dua tangannya di dada Kania dan membenamkab wajahnya di atara dua gundukan kenyalnitu... "Mas... geli" Desah Kania.
"Aku akan pelan pelan kok..." balas nya.
Hans mulai luma-t salah satu pucuk kembar Kania dan mengigitnya sedikit. Kania kembali terpekik "Ahhh... Mas, pelan pelan... Aku nggak tahan, sakit..." Sesaat Hans mendengar des-ahan Kania yang tampak sampai ke puncaknya.
Hans lekas membuka pakaiannya dan mulai mencari titik puncak kenikmatan Kania "Aku akan memulai sayang" Bisik Hans kembali menggit daun telinga Kania.
"Aah... Mas... Jangan, jangan begitu... Geli" Des-ah Kania menekan daun telinganya.
Mereka berdua sudah tampak polos, Hans meraih sebuah selimut dan menutupi tubuh polos mereka. Hans kembali mencumbu istrinya, hingga tubuh Kania menggigil hebat... Ia tampak tak mampu menahan buayan Hans yang membuat Kania jadi lemas dan tak bisa menahan beberapa kali des'ahan juga lenguhan.
__ADS_1
Hans sungguh nakal, ia menandai seluruh tubhh istrinya hingga tampak tato merah kepemilikannya "Kamu adalah milikku... Tak ada yang boleh mengambilnya dariku" imbuh Hans.
"....Mas, Aku nggak tahan... Aku ngantuk" Komen Kania sudah meluap... Ia lelah karna tak bisa beristirahat.
"Tak akan ku biarkan kamu tidur malam ini" ujar Hans seraya tersenyum iseng.
Sesuai ucapannya... Hans tak bisa membuat Kania tidur semalaman. Ia sibuk perang ronde malam itu dengan durasi yang cukup lama dan panjang.
"Mas... Mas! Hah hah hah!' Kania menjerit habis habisan setelah kejantanan suaminya menghujam gua sempit miliknya terlalu dalam.
"Ah Ah ah!... Tahan sayang. Aku suka posisi ini" Bisik Hans sudah sampai di puncaknya.
"Mas... Aahh! Aahh!" Hans suka posisi Me-nungging, ia bisa lebih dalam kala menghujam gua sempit milik Kania dan memegang erat dua gundukan kembar milik Kania yang selalu saja membuatnya rindu.
"Ah Ah Ah! Maasss... Aku lemas. Aku nggak tahan" bisik Kania tak tahan. Peluh bercucuran begitu lebat seakan mandi keringat.
"Sebentar lagi sayang... Ahhhh"
Tak lama setelah Hans berucap demikian, Ia mulai sampai pada puncaknya dan melakukan pelepasa....
C!rooot...
"Ahhh... Hah Hah Hah... Aku lelah... Biarkan aku beristirahat sayang" Hans lemas dan mulai terkulai tak berdaya di samping istrinya.
"Sini... Aku ingin memelukmu" hans meraih tubuh istrinya dan mendekapnya dari belakang.
Kania menarik selimut lalu menyelimuti tubuh mereka berdua. Hans selalu saja memeluk Kania seraya memegang dua gundukan kembar miliknya "Aku tak bisa tidur jika tidak memeluk mereka" ucapnya.
"Dasar nakal" Hans bukannya memeluk, tapi memainkan dan meremas remasnya sesuka hatinya.
__ADS_1
Kania memang syurga untuk Hans. Mereka pun terlelap setalah perang Hasrat malam itu...