Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Rasa Rindunya


__ADS_3

Hans marah dan meletakkan ponsel itu kasar di meja Rias Kania. Sesaat ia berfikir "Akan ku ambil nomor pria ini..." Gumamnya seraya menatap Bathroom yang masih tertutup.


Setelah ia mendapatkan nomor Wily ia pun lekas menaruh nya kembali... Hans pun krluar sebelum bertemu dengan Kania.


Kamar mandi...


Kania masih menatap dirinya di cermin, entah kenapa tiba tiba pipinya merona merah. Bahkan jemari lentiknya meraba area bibir yang tadi bersentuhan dengan Bibir Hans.


"...Kenapa akhir akhir ini... Aku merasa sikap Mas Hans sedikit berbeda? Apakah hanya pikiranku saja? Lalu... Apa Artinya sebuah kecupan yang selalu ia berikan padaku? Ahhh tidak tidak Kania... Kamu jangan bodoh. Bukankah suamimu selalu mempermainkan perasaanmu. Bisa saja dia sedang iseng..." Racau Kania bertanya sendiri lalu menjawabnya sendiri.


"Tapi kenapa, akhir akhir ini... Mas Hans tak pernah mengajak Marsha ke kediamanannya? Apakah mereka sudah putus ya..." Tanya nya... Setelah ia bertanya demikian ia muai menggelengkan kepalanya "Aahh tidak tidak. Mana mungkin mereka putus, lagi pula... Aku adalah istri yang tak ia inginkan..." Nanya sendiri di jawab sendiri.


Pikirannya masih teracuni oleh kelakuan Hans yang membuat Kania gelisah hingga ia terus saja bertanya tanya... Karna Kania merasa sikap Hans mulai agak sedikit lembut dan selalu memperhatikan hidup Kania. Dan entah apa sebabnya...


"Ahhh tidak tidak... Sikapnya masih sama, ia sangat iseng padaku dan masih menyebalkan..." umpatnya menggelengkan kepalanya lalu menepuk nepuk pipinya.

__ADS_1


"Ahhh apa yang aku pikrkan... Mana mungkin suamiku melirik wanita payah sepertiku. Bahkan di banding kekasihnya... Aku tak ada apa apanya..." Pikir Kania. Karna ia tak mau sibuk tentang asumsinya sendiri... Ia pun lekas keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya lalu berganti pakaian. Ia tak menyadari jika ponsel yang tadinya di taruh di meja Rias tiba tiba ganti posisi dai bawah meja Rias karna di lempar Hans.


***


"Nona... Syuting sebentar lagi akan di mulai" Ucap asisten pribadi Marsha.


"Ah ia... Aku akan segera ke sana" Balasnya. Beberapa hari ini karir Marsha melesat jauh dari sebelumnya. Ia kebanjiran banyak Job setelah Film yang ia bintangi sukses besar. Kini mimpi yang ia inginkan sedari dulu telah tercapai setelah ia berpisah dengan Hans.


"Dia bahkan tak pernah menelponku setelah kejadian itu..." Gumamnya seraya menatap layar ponsel di tangannya.


Apakah dia sudah melupakan ku? Bathin Marsha menggumam kesal.


Sang perias artistik mulai menghampiri Marsha "Nona Ada apa?" tanya Beberapa kru yang ia bawa.


"...Ah tidak..." Marsha mulai kembali berdiri di bantu rekan rekannya.

__ADS_1


"Apakah anda sakit? Tubuh anda sangat panas" pekik rekannya.


"Ia sebaiknya nona istirahatlah..." Pinta para perias.


"...Tidak terimakasih. Pekerjaanku masih menumpuk... Dan aku tak ingin jadwal syutingku jadi berantakan karena aku yang lemah ini..." Jawabnya. Ia sungguh profesional hingga tak ingin beristirahat meski ia sedang demam. Marsha sangat bangga pada dunia yang sedang ia singgahi saat ini. Sebab dunia itulah yang selalu ia inginkan seumur hidupnya.


"...Nona kami akan membantu anda hingga ke arae syuting" Pinta rekannya.


"Tidak biar aku pergi sendiri saja. Aku tak ingin mengkhawatirkan semua orang"Tolaknya. Marsha kembali melangkah ke area di mana ia harus berakting sepandai mungkin.


Ini adalah dunia yang selaiu aku impikan... Di mana seluruh mata memprhatikanku. Seluruh orang mengidolakanku... Aku jadi bintang yang paling bersinar di dunia. Aku sangat bahagia dengan pikiranku yang belum puas itu... Tapi kini... Nyatanya, aku sangat kesepian. Nyatanya aku merindukan nya... Aku sangat menyesal telah melangkah hingga sejauh ini dan melepaskannya. Hans... Kenapa kau lakukan ini padaku... Kau bahkan tak menghubungiku. Kau bahkan tak merindukanku...Bathin Marsha.


Nampaknya ia sangat menyesel melepas Hans dan ia malu jika ia harus menghubungi Hans dan memintanya kembali padanya. Meski status Hans sekarang adalah pria beristri.


Aku akan kembali berada di sisinya apapun alasannya. Aku tak mau Hans berdampingan dengan wanita itu. Bathin Marsha.

__ADS_1


Marsha mulai fokus kembali pda pekerjaannya dan menyimpan rapat rapat pikiran dengan sebuah rencana perebutan tahta yang seharusnya. Sebab Marsha telah berfikir seseorang berharga setelah ia lama tak bersua.


Marsha sangat merindukan Hans...


__ADS_2