Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Permintaam Maaf


__ADS_3

***


Kania duduk di kursi meja makan dengan tatapan kosong, air matanya seakan kering tak berisa hanya untuk menangisi kelakuan suaminya yang tiba tiba manis lalu meninggalkannya begitu saja.


Ia masih ingat dengan jelas, bahwa stik daging yang baru saja Hans potong itu adalah untuk Kania. Namun tiba tiba pamandangan manis itu malah menghilang tanpa aba aba terlebih dahulu. Dan itu sungguh membuat Kania terpuruk.


"...Keterlaluan kamu mas..." Bisik Kania menghempas air mata yang sedari tadi menyebrang ke pelipisnya silih bergantian. Kania sungguh kesal, akhirnya ia menatap makan di depannya lalu meraih pisau dan garfu. Ia mencabik daging itu kasar lalu memasukkannya ke dalam mulutnya dengan cepat. Hingga pipinya mengembung tak karuan... "Hiks! Memang apa salahnya makan sendiri. Lagi pula... Makanan semahal ini sayang jika di buang!" Gumam Kania berusaha menyugesti dirinya agar tetap kuat.


"Jika pria itu selalu membuat ku salah paham. Lihat saja... Aku akan membalasnya, aku sungguh kesal pada nya!!! Oh tuhan... Teganya dia memperlakukanku seperti ini!!!" Bentak Kania melempar garfu dan menarik napas panjang...


Pyang! Dentingan pun terdengar bising, Hingga para pelayan datang menghampiri Kania "...Ada apa nona? Apakah ada yang perlu kami bantu?" Tanya Para pelayan perempuan itu.


Kania kaget dan lekas mengelus pelipisnya, ia takut jika ia menyisakan tetesan basah di sana "...A-Ah... Ah hahaha tiba tiba saja tangan ku terpeleset. Lalu... Garfunya jatuh di sana" Kania berdalih.


Para pelayan menatap heran seakan tak percaya. Mereka mengangguk dan lekas mundur dari hadapan Kania. Kania sungguh kaget ia tak menyangka jika ia akan membuat kegaduhan di restoran itu.


Kania meraih jus dan meneguknya kasar, Setelah itu Kania pun lekas berdiri dan meraih tas kecilnya dan mulai melangkah ke arah pintu ke luar.

__ADS_1


"Sebaiknya aku pulang. Toh perutku juga sudah kenyang meski makan sendirian..." Bisik Kania seraya melangkah lebar menuju pintu keluar. Namun langkahnya di hentikan para pelayan yang tadi menyapanya.


"Nona tunggu sebentar" Pekik mereka menghampiri. Yah terpaksa Kania pun menoleh "Ah... Ya ada apa..." ucap kania.


Lalu salah satu di antara pelayan itu meneteng sebuah buku bertuliskan nota bon restoran "Nona... Maaf. Tapi anda belum membayar biaya penyewaan restorant dan makan yang baru saja anda makan" Jelas Pelayan itu seraya menyerahkan nota tersebut.


"Apa?" Pekik Kania kaget hingga ia membelalakan matanya.


"Tolong lunasi tagihan anda di kasir" Jelas Pelayan mengarahkan Kania ke area kasir.


"Nona... Ada apa?' Tanya pelayan itu mulai menatap Kania penuh curiga. Kania panik hingga keringat dingin mulai bercucuran lebat di jidaknya.


"Ah... Hahaha tunggu. Sepertinya ini ada kesalah pahaman. Aku hayalah tamu di sini" Kania berusaha mengelak. Tapi para pelayan itu mulai sedikit tak terima hingga berbuat kasar.


"Sebaiknya kita bicara di pos ke amanan..." ucap pelayan itu mulai menyeret sikut Kania.


"Lepaskan! Tunggu akan ku selesaikan tagihannya..." ucap Kania. Para pelayan itu mulai melepaskan Kania dan kania mulai menghelan napas panjangnya.

__ADS_1


"Kalau begitu... Mari ikuti aku..." Ucap salah satu pelayan restoran itu.


Kania pun terpaksa mengikuti dengan langkah gemetaran dan begitu bimbang. Ia mulai meraih ponsel di tasnya dan lekas menelpon seseorang.


"Aku sama sekali tak punya nomor Richi atau pun Hans. Bagai mana ini... Jika tagihannya tidak di lunasi maka aku pasti akan di amankan di kantor polisi" Racau Kania.


Apa boleh buat, sebab hanya ada satu nama di kontak Kania ya itu Wily si tuan baik hati.


Sebenarnya aku tak mau merepotkan pria ini... Tapi kali ini sungguh terpaksa. Ku mohon maafkan aku tuhan karna terlalu memanfaatkannya. Bathin Kania menggumam.


"Apa??? 50 Juta!!!" Teriak Kania tak percaya. Hans lupa membayar tagihan awal karna terlalu tergesa gesa.


"Bagai mana aku bicara pada tuan Wily..." Tanya Kania di jawabnya sendiri.


Akhirnya dengan sangat malu... Kania pun terpaksa menelpon Wily apapun yang terjadi. Dan Wily datang dengan cepat hingga Kania pun tertolong...


Kania sungguh malu hingga ia meminta maaf pada Wily beberapa kali. Wily tampak canggung karna Kania sungguh sangat merendah di hadapan nya dan membuat Wily sangat tidak nyaman...

__ADS_1


__ADS_2