Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Empat mata


__ADS_3

***


Sore itu, Hans sampai ke Cafe yang telah di pesankan Wily. Hans datang sangat terlambat karna macet.


"Tuan... Mari saya antar ke dalam" Sambut Oscar mengantarkan kedatangan Hans ke meja yang di pesan Wily.


"Kau sudah datang...?" tanya Wily menyungingkan bibirnya. Tatapan yang Hans berikan pada Wily nampaknya begitu tajam dan menusuk.


"Mau minum apa? Akan ku pesankan" pinta Wily memulai basa basi.


"...Tak perlu karna aku tak akan lama" Tolak Hans.


"Jangan begitu... Kita kan akan. Membicarakan sesuatu yang penting. Jadi silahkan nikmati jamuan ini" Jelas Wily.


Hans yang datang dengan kepala panas itu pun mulai duduk dan pasrah pada saran Wily.


"Apa yang ingin kau minum?" Tanya Wily lagi.


"...Cappucino saja..." Balasnya ketus. Hans sungguh tak ingin duduk dan bertatapan dengan pria itu.


"Oscar. Tolong pesankan Cappucino untuk tuan ini" jelas Wily. Oscar mengganguk dan lekas pergi.


Wily menatap wajah Hans dengan tangan di kepalnya di bawah meja Cafe itu "Bagai mana kabarmu?" tanya Wily menatap tajam Hans.


Kenapa aku lebih tak nyaman lagi setelah dia menyapa ku? Bathin Hans meracau.

__ADS_1


"Baik..." Singkatnya.


"Mmmm... Syukurlah" Wily seakan mengolok Hans.


"...Kenapaa kau selalu menemui wanita itu?" Tanya Hans langsung ke intinya. Apa boleh buat, hans sangat marah ketika duduk di hadapan Wily lalu menyadari bahwa Wily sangatlah tampan jadi ia sangat takut jika Kania akan tergoda olehnya.


Wily merespon lalu menatap Hans dan terkekeh "Hmmm... Kenapa kau penasaran? Apakah itu penting untukmu?" tanya Wily menyelot Hans.


Penting? Tentu saja dia penting karna dia adalah istriku! Bentak Hans.


"Aku sarankan agar kau menjauh darinya!' Jelas Hans menyembunyikan sebabnya. Wily malah cengengesan dan kembali mendesak Hans "Kenapa? Memang kau siapanya Kania? Kau pun bukan Walinya..." Kekeh Wily.


Kauuuu!!! Kenapa mulutku terkunci saat ingin menjelaskan bahwa Kania adalah istriku... Bathin Hans kembali meracau.


"...Karna dia sudah menikah! Aku memang tak bertanggung jawab padanya. Tapi aku akan jelaskan bahwa dia... Sudah menikah! Kau paham apa artinya?"Hardik Hans melotot tajam ke arah Wily.


Kenapa? Kenapa Wily tahu tentang status istriku. Kenapa dia tahu kalau Kania tak bahagia... Sial, apakah wanita itu membeberkan kejelekanku padanya! Awas saja saat pulang nanti akan ku jambak rambutnya. Bathin Hans menggumam penuh kekesalan.


"Kenapa? Kenapa malah diam... Apakah kamu terkejut?" Tanya Wily. Wily mulai meraih telinga cangkirnya dan meneguk kopi yang telah ia pesan sedari tadi.


"...Kalian sangat dekat. Bahkan kau tahu bahwa dia sudah menikah meski pernikahnya tak menyenangkan... Sebanarnya apa tujuanmu mendekati wanita itu?" Tanya Hans kesal.


Wily mulai mengingat dan kembali mengutarakan isi hatinya "Karna aku menyukainya saat pertemuan pertama kami..." Jawaban Itu membuat hati Hans makin berkobar.


"Apa maksudmu! Apakah pantas bagi orang terpelajar seperti mu menyukai istri orang lain!" amuk Hans tiba tiba. Ia berdiri dan menunjuk Wily secara tidak sopan. Hingga para pelayan melihat Wily yang tampak tak berdaya saat di maki oleh Hans.

__ADS_1


Plak! Oscar menepis tangan Hans yang sengaja menunjuk Wily "Jaga sikap anda... Ini adalah tempat umum!" Amuk Oscar.


"Tenang Oscar..." Pinta Wily. Hans masih enggan duduk...


"Hans dengarkan aku baik baik... Aku adalah pria yang menemukannya pertama kali di jalanan dengan pakaian kumuh terkena lumpur. Ku pikir saat itu dia adalah seorang gelandangan" Jelas Wily. Hans yang masih mengamuk mencoba menerima ungkapan hati Wily.


Apa? Kumuh? Lumpur apa maksudnya ini? Tanya hans dalam hati.


"Lumpur apa maksudmu?" Sulut Hans.


"Aku tak sengaja mencipratnya dengan kubangan lumpur hingga wajah dan pakaiannya kotor semua. Sebelumnya aku juga tak tahu jika nona Kania akan secantik itu setelah di bawa ke salon untuk mengganti pakaiannya" Jelas Oscar makin membuat Hans ngamuk.


"Sial! Kenapa kau begitu ceroboh dan membuatnya seperti gembel begitu!!" Ia malah ngamuk tak karuan pada oscar padahal ia tak berfikir jika sebelumnya Hans lah yang membuang Kania di jalan.


"...Pertemuan itulah yang membuatku jatuh hati padanya. Aku tak akan perduli tentang status apa yang dia miliki. Yang jelas aku akan tetap membuatnya berpisah dengan suaminya yang bodoh itu!" Imbuh Wily panjang lebar.


"Sial! Jangan sembarangan... Aku tak akan membiarkannya!!! Pokonya... Mulai detik ini dan seterusnya aku akan melarang mu mendekati Kania. Apapun alasannya... Jika kau melanggar, jangan salahkan aku jika permusuhan antara kita akan terus berlanjut hingga hari akhir tiba!!'Lantang Hans mengancam Wily. Hans yang merasa cemburu tingking pun lekas pergi dari hadapan Wily tanpa pamit.


"Tuan anda baik baik saja?" Oscar lekas menatap Wily khawatir.


"Mmmh..." angguk Wily.


"Rasanya aku sedikit curiga... Bisa saja suami nona Kania adalah Tuan Hans..." Jelas Oscar.


"Ya. Aku juga berfikir demikian... Jika sungguh dia yang menjadi suami Kania. Maka aku tak akan segan merebutnya dari pria itu... Bahkan meski ini adalaah sebuah ajang balas dendamku pada apa yang telah ia lakukan di masa lalu... Karna adikku juga pantas hidup dan bahagia..." bathin Wily menggumam.

__ADS_1


Hans pergi bahkan tak meneguk secangkir kopi yang ia pesan karna tersulut emosi...


__ADS_2