Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Penuh kecemburuan


__ADS_3

Hans tertidur dengan begitu pulasnya di samping Kania setelah mereka bertengkar hebat semalaman.


Sepasang matanya enggan terpejam dan terus menatap langit langit kamar tersebut, ia pun mulai bangun dan meninggalkan Hans yang kala itu tidur. Perlahan kakinya melangkah teratur kala mendekati ponsel yang ia lempar kan tadi.


Ia pun mulai menatanya dan lekas memperbaikinya "Apakah ini masih berpungsi dengan baik ya?" tanya Kania seraya menekan tombol untuk menyalakan ponsel tersebut.


Pip! Akhirnya ponsel pun menyala dan Kania yang sangat kesal pada Marsha pun mulai kembali menelpon ponsel Hans.


Trrrt... Malam itu, Kania menelpon wanita tersebut beberapa kali... Dan tak ada jawaban dari wanita tersebut. Namun saat ia hendak menghentikan aktifitas tak berpaedahnya itu. Tanpa di sadari, Marsha pun mengangkatnya tanpa bersuara.


"...'


Akhirnya, dia mengangkat nya juga... Bathin Kania menggumam.


"Hallo. Marsha, apakah kau sudah puas...?" tanya Kania.


Marsha yang diam sesaat mendesis karna ia mungkin paham apa yang Kania maksud.

__ADS_1


"Kau pasti berharap, kami bercerai bukan?" tanya Kania mulai menyelot Marsha yang kala itu berharap demikian.


"...Jika kau ingin kami berpisah, aku sungguh minta maaf... Karna selamanya, aku tak akan pernah meninggalkan suamiku. Karna, sekarang... Suamiku telah sepenuhnya jatuh cinta padaku..." Jelas Kania bersama senyuman sinis nya seakan puas pada apa yang ia katakan pada Marsha.


"...Heh. Kau pikir siapa dirimu!" Marsha mulai marah dan membalas Kania dengan sebuah bentakan.


"Aku.. Apakah kau tak tahu jika aku adalah istri sah dari suamiku. Meski aku tidak di inginkan, tapi kini dia lebih memilihku ketimbang kamu yang adalah masalalunya. Jadi... Jangan coba coba menggangu rumah tangga kami lagi!" Imbuh Kania panjang lebar.


"Kau! Lihat saja, Hans tahu benar siapa yang dia cintai..." Balas Marsha lekas menutup ponselnya.


Pip!


Kania bicara demikian tanpa tahu apa yang akan di rasakan Wily. Wily sempat senang ketika Marsha bersandiwara sekaan itu nyata kala Ia terdengar tengah menikmati sentuhan Hans. Tapi kini pikirannya mulai buyar ketika Kania ingin sungguh sungguh mempertahankan rumah tangga mereka. Suasana Wily kembali beku...ia hanya bisa menahan amarahnya di ubun ubun. Sebab, ia tak bisa lakukan apapun untuk Kania. Apa lagi mendengar Hans mulai menyukai Kania membuat Wily makin tersakiti...


Baru kali ini Wily menyukai lawan jenis nya dengan sangat sungguh sungguh. Meski di sampingnya tengah ada Megnt yang siap ia nikahi, tapi Wily tidak perduli. Padahal jika Megnt tahu bahwa Wily menyukai gadis bernama Kania.. Maka Kania akan dalam bahaya.


"Oscar!" Pekik Wily.

__ADS_1


"Ya tuan..." Oscar mendekat. Oscar sudah kembali dari kantor polisi beberapa menit yang lalu. Bukan hal yang sulit bagi Wily untuk meyakinkan kepolisian bahwa Oscar tidak bersalah. Sebab dekengannya bukanlah orang sembarangan... Makanya Oscar bisa secepatnya keluar dari kantor polisi dengan mudah.


"Oscar. Siapkan Visa... Aku akan segera berangkat ke Korea. Kau tinggal cari tahu saja, ke bagian mana mereka akan mendarat. Aku ingin ada di tempat mereka singgah" Jelas Wily.


"Tapi tuan. Besok jadwal anda sangat padat... Anda tidak bisa mengencel jadwal anda karna sangar penting" Jelae oscar.


"Tak apa. Aku bisa lakukan itu..." Ucap Wily seraya menyungingkan bibirnya.


"Tapi tuan..." Oscar sungguh keberatan.


"Pinta Lery yang mengerjakan tugasku. Aku tahu dia adalah pria yang bertanggung jawab dan bisa di andalkan" jelas Wily. Oscar tak bisa membalas ucapan tuannya itu dan ia pun memilih menunaikan titah dari Wiily.


'Tuan sangat terobsesi pada nona Kania. Jika nona Megnt tahu hal memalukan ini. Maka, nona Kania akan dalam masalah besar... Tuan sungguh tidak bisa menahan dirinya" Bisik Oscar dalam hatinya.


Wily masih mendengarkan alat penyadap tersebut. Dan ia sungguh beruntung bisa mendengarkan apapun yang Hans bicarakan dengan Kania hingga ia bisa memulai rencananya dengan secepat mungkin.


'Aku ingin mereka berpisah" Bathin Wily.

__ADS_1


__ADS_2