Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Tamat


__ADS_3

***


Beberapa hari kemudian...


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Hans panik.


"Mas. Aku kayaknya masuk angin deh. Kepalaku pusing" Ujar Kania.


"Kita berobat ke rumah sakit ya?" pinta Hans.


"Nggak mas. Aku istirahat saja"


"Kamu ini selalu saja memaksakan diri..." Hans panik dan enggan masuk kerja karna ia tak ingin membuat istrinya sendirian menanggung rasa sakitny.


"Aku akan ambilkan air" Hans lekas meraih gelas yang tergeletak di meja lampu malam nya lalu menyerahkannya pada Kania "Minumlah" Ujar Hans.


Baru saja seteguk, Kania malah mual "Oek! Nggak mas. Aku nggak mau minum... Air nya terasa hambar dan dingin... Rasanya enek di lidah. Aku nggak mau" Rengek Kania.


"Kamu ini gimana sih sayang. Makan nggak mau minum juga nggak mau.. kedokter juga nggak mau... Trus mau kamu apa?" Tanya Hans sedikit kesal pada istrinya itu.


"Aku mau... Aku mau rujak mas. Biar seger" pinta Kania. Hans lekas memutar otak "Rujak?"


"Ia. Aku ingin yang manis pedas dan segar di mulut" pinta Kania.


Istrinya tak biasanya meminta makanan yang tak pernah ia minta sebelumnya "Aku harus cari kemana? Tukang rujak kan susah, harus ke pusat kota mungkin" Gerutu Hans..


"Aku bikin saja sendiri di dapur kalau kamu nggak mau beliin mas" Kania sedikit marah.


"Jangan jangan! Aku akan pinta Richi untuk mencarikannya untukmu sayang. Tunggulah di sini"


"Nah gitu dong. Itu baru namanya suami siaga... Aku makin cinta deh sama kamu" Puji Syiren membanggakan suaminya.


"Ia ia... Aku tahu, kalau lagi ada mau nya yh begitu deh. Kamu tunggu dulu di sini ya sayang... Aku akan turun ke bawah lalu meminta Richi membelikan rujak untukmu" Kania mengangguk dan Hans pun lekas keluar daribl kamarnya. Lalu turun ke bawah untuk meminta bantuan pada Richi.


Lantai bawah...


"Ya tuan. Ada ap?" tanya Richi Sigap.


"...Istriku meminta rujak. Tolong belikan"


"Rujak? Rujak buah buahan atau asinan?" Tanya Richi.


"Apalah itu. Belikan saja..."


"Baiklah... Oh ia. Apakah anda nggak ingin masuk kerja?" tanya Richi.

__ADS_1


"Nggak aku ambil cuti saja. Kasihan istriku lagi sakit jadi aku nggak bisa meninggalkanya sendiri" Ujar Hans.


Richi mengangguk dan lekas pergi dari hadapan Hans. Sedangkan Hans kembali melangkah ke kamarnya lalu masuk "Sayang. Richi sudah pergi untuk mencarikan mu rujak" Ujar Hans.


Kania masih tiduran "Mas sini deh"


"Ada apa?" Hans menghampiri istrinya.


"Mas. Ini apa?" tanya Syiren menggenggam sesuatu.


Hans mencercidkan alisnya. Lalu menatap benda apa yang ada di genggaman tangan istrinya "Apa itu?"


"Aku yang harusnya tanya sama kamu mas... Apa ini?" Syiren lekas membuka tungkupan tangannya dan keluarlah sebuah kotak perhiasan warna merah berbentuk hati.


Seketika Hans terbelalak "Dimana kamu menemukannya?" tanya Hans menghampiri Kania lalu duduk di sis ranjang samping istrinya "Aku menenukannya di bawah meja"


"Itu..." Hans mengingat barang kali ia lupa ssuatu.


Saat Kania membuka kota itu, isinya adalah cincin dan kalung "Wah. Cantiknya"


Seketika Diran ingat, ia pernah membelikannya sekotak perhiasan untuk hadiah baikan dengan Syiren. Tapi saat itu, Marsha harus di oprasi dan ia lupa memberikan kotak itu padanya.


"Oh ia. Aku ingat... Itu adalah hadiah untukmu" ucap Hans seraya menyimak situasi hati Kania.


"Wah. Kapan kamu membelikannya mas. Sampai sampai, isi dalam kotak ini di penuhi debu begini... Jangan jangan hadiah ini malah untuk mantan kekasihmu mas?"


"Udah ah. Kesel juga kalau inget inget mantan kamu. Aku agak kesel..." Kania lekas membuang wajahnya.


"Sini biar aku pasangkan"


Kania menyerahkan kalung itu bersama cincin tersebut. Hans bersiap memasangkannya di leher jenjang istrinya yang putih mulus tanpa cacat itu "Wah indah sekali. Cocok denganmu sayang" Ujar Hans seraya mengecup kening istrinya.


"Benarkah? Coba aku pasangkan cincinnya juga" Ujar Kania.


"Jangan biar aku saja"


Hans pun kembali memasangkan cincin tersebut di jemari Kania "Maafkan aku ya. Meski terlambat tapi kado ini sampai juga ke tangan pemiliknya.


"Aku juga ingin mengucapkan terimakasih untukmu mas. Makasih" Kania lekas mencium pipi Hans dan membuatnya terbelalak.


"Kamu nakal..." Hans terpancing dan handak memburu bibir Kania. Tapi keburu ada Richi mengetuk pintu, jadi Hans pun mengurungkan niatnya yang sudah mulai menggila lagi itu.


"Masuk Richi"


Richi masuk lalu menyerahkan rujak tersebut pada Hans "ih... Merah banget. Pasti pedas" Umpat Hans mengintip rujak itu di balik celah kantong plastik yang ia tenteng.

__ADS_1


Akhirnya. Keinginan kania untuk makan rujak pun ke sampaian... Dan Kania sungguh lahap kala memakan rujak tersebut.


"Hati hati nanti kamu tersedak"


"Kamu mau mas?"


"Nggak ah... Aku nggak suka yang pedas pedas" Kemudian ponsel pun berdering "Hallo" Hans lekas mengangkatnya.


"Ya Hans..." Jawab seseorang di balik telpon.


"Siapa mas. Kok serius begitu?" Tanya Kania curiga.


"Sst" Hans memberi isyarat untuk diam.


"Ya. Ada apa?"


"Ini aku Wily. Apakah Kania ada di sana?"


"Tidak. Istriku tidak ada di sana" bohong Hans.


"Heh kau bohong... Kenapa kau menirukan pertanyaan ku"


"Sudah sudah. Ada apa? Aku sedang sibuk" Hans marah dan meracau. Kania tersenyum senang melihat ekspresi Hans yang berlebihan dan tampak cemburu.


"Kamu harus datang minggu depan ke acara pernikahan ku" Pinta Wily.


"Pernikahanmu? Waw... Kejutan besar nih"


"Heh. Brengsek! Kau sungguh bahagia ya mendengar aku akan menikah? Kenapa kau begitu bahagia'


"Sudah jelas. Jika kamu menikah, kamu tak ada waktu untuk merayu istriku" ujarnya.


"Dasar! Baiklah aku memang sudah melepas istrimu... Jadi datanglah ke pesta pernikahanku ya" pintanya.


"Baiklah aku akan datang"


Kania tersenyum nampaknya dendam Wily pada Hans mulai pudar dan mereka menjadi sahabat baik. Begitu pun Kania dengan Marsha. Marsha pun akan menikah dengan aktor ternama yang membintangi film yang ia garap saat ini. Mereka terlibat cinta lokasi


Setelah itu... Richi dan Ginaya, mereka adalah pasangan muda. Kini Hans malah harus mencari supir baru untuk mengantarnya ke kantor. Sebab Richi sekarang sudah menjadi tuan muda di perusahaan kedua ayahnya.


Lantas apa yang terjadi pada Eily ya? Eily juga sudah sadar, ia di jodohkan oleh Wily dengan pria tampan keturunan korea bernama Kim Jung In.


Mereka hidup bahagia...


Tiga bulan kemudian, Kania di nyatakan Hamil oleh dokter. Dan Hans sangat bahagia... Semua karakter dalam novel ini hidup bahagia selama lamanya.

__ADS_1


Makasih sudah baca novel autor yang receh ini ya... Meski konfliknya nggak terlalu menguras. Juga typonya tingkat dewa mohon di maklumi ya... Autor sudah berusaha. Jika ada yang mau kelanjutan cerita ini komen di bawah...nanti autor akan bikinkan cerita tokoh novel ini di sampul yang berbeda. See you bye bye...


__ADS_2