
***
Semua mata mulai menatap ke arah dua pria dengan ke kuasaan yang hampir setara. Wily dan Hans saling bertatapan, Kania ada di tengah tengah ke duanya, merasa panik dan sedikit canggung. Ia takut keduanya perang jotos di depannya... Namun, saat suasana makin panas, Marsha datang di saat yang tepat dan mulai memecah suasana.
"Ah. Tuan Wily, ternyata anda datang..." Pekik Marsha ke girangan.
Wily mulai menoleh ke arah Marsha ramah "Benar. Terimakasih atas undangan anda..." Ucap Wily menyeringai. Hans terkejut dan mulai mengintrogasi Marsha "Sayang. Jadi kamu yang mengundangnya?" Tanya Hans tampak tak sanang.
Marsha lekas menarik tangan Hans dan membisik "Tentu. Ia adalah salah satu orang penting di pesta kita. Karna dia bisa mempromosikan ku jadi model iklan prodaknya... Kamu mengerti kan sayang" Jelas Marsha. Hans tak terima dan mulai melepas tangan Marsha.
"Kamu mau kemana?" tanya Marsha.
"Aku akan ke belakang sebentar" Hans membuang wajahnya dan lekas melangkah menjauhi para tamu undangan yang ada di sana.
"Maafkan kekasihku. Moodnya kurang baik akhir akhir ini" ucap Marsha menepuk Wily. Wily tersenyum "Tak apa..." Wily lekas menjauhi Marsha dan mulai mendekati Kania.
"Maaf menunggu lama" Wily meraih tangan Kania. Kania yang canggung lekas melepasnya refleks. Wily pun merasa tak nyaman "Ah maaf..." Ucap Wily.
Marsha menatap Kania dengan amat sinis. Ia tak pernah menyangka jika setelah di dandani dan di beri pakaian yang indah. Wajah Kania akan sangat cantik bahkan dirinya pun kalah oleh ke cantika Kania.
"Ayo... Kita ke sebelah sana. Suasana dekat kolam sedikit tenang" pinta Wily. Kania hanya bisa diam dan menuruti apa yang Wily katakan.
Mereka mulai ada di pinggir kolam. Tapi nampaknya, acara utama telah di susun pembawa acara di sana. Lalu pesta pun mulai di buka... Seluruh pasang mata mulai ikut serta menggampiri pusat pesta tersebut.
"Kamu baik baik saja?" tanya Wily. Kania lagi lagi mengangguk diam. Ia sungguh canggung "Mau minum?" Tanya Wily lagi. Kania hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Kenapa aku merasa sedikit aneh. Apakah aku malu karna aku menyukai tuan Wily. Ataukah ini perasaan tak nyaman karna telah di perlakukan seprti seorang wanita oleh pria yang bukanlah muhrimku. Bathin Kania.
__ADS_1
Pesta mulai di buka, seluruh tamu sudah sorak sorai menyambut kedatangan Hans. Namun Hans tak kunjung datang meski ia telah di panggil beberapa kali. Marsha kelimpungan mencari Hans, dan setalah beberapa saat Marsha pun kembali ke altar pesta ulang tahun bersama Hans. Kania sedikit kecewa melihat pria itu.
Nampaknya pria itu mabuk. Bathin Kania.
Hans minum sedikit alkohol hingga ia sedikit tak sadar dan tampak seperti orang konyol.
"Ayo sayang. Kamu harus beri sambutan dan ucapkan rasa terimakasih mu pada mereka" Pinta Marsha. Hans pun naik dan mulai menatap para tamu itu dengan pandangan sedikit kabur. Saat ia bicara tak karuan dan tertawa kegirangan... Netranya pun terhenti ke arah wajah Kania yang cantik dan mempesona.
"Ya. Itu... Kau yang di sana" Tunjuk Hans pada Kania. Seluruh mata mulai tertuju padanya. Kania hanya bisa membulatkan matanya, Marsha tampak kaget saat Hans menunjuk wanita itu.
" Siapa namamu... Aku belum tahu namamu meski kau sudah lama ada di rumahku. Tapi aku sama sekali tak tahu namamu" Cerocos Hans tak karuan. Wily sedikit marah pada Hans hingga ia memegang tangan Kania dan hendak menariknya menjauh dari pandangan Hans.
"Hei... Jangan sentuh dia! Memang nya kau siapa? Pacar? Kekasih? Atau selingkuhannya? Bahkan kau tak tahu jika wanita itu sudah menikah kan?" Girang Hans makin nyerocos aneh. Marsha malu dan menarik Hans turun "Sayang. Sudah ku bilang jangan minum! Kamu memang menjengkelkan!" Bentak Marsha.
"... Aku menjengkelkan? Kenapa kamu tidak mau menikahi ku saat aku melamarmu? Kini aku sangat menderita... Karna menikahi wanita yang tak pernah aku cintai!" Bentak Hans di bawah panggung. Seluruh tamu mulai riuh karna mendadak mendengar berita yang tak pernah mereka inginkan.
"Tidak mau!" Hans lekas menarik tangannya dan mulai mendekati Kania dengan berjalan tak karuan.
Astaga... Apa yang ingin dia lakukan? Bathin Kania menggumam.
"Sebaiknya kita pergi" pinta Wily menarik Kania dari tatapan Hans yang menurutnya sudah tak waras.
Kania pun mulai mengikuti arah tarikan Wily. Namun terlambat, Hans mendapatkannya dan mulai menarik Kania "Mau pergi kemana kau bersamanya?" tanya Hans dengan tatapan merah.
"Mas... Lepaskan" Pinta Kania. Hans menatap sinis dan mulai berkata "Mas katamu? Heh... Apakah kalian akan pergi ke hotel dan bermalam bersama?" tanya Hans. Wily tersulut emosi hingga ia hendak meninju Hans. Namun Richi ada di sana dan menghalau pukulan Wily dengan tangannya sendiri "Jangan sembarangan memukul orang!" bentak Richi.
Seketika pesta mewah itu mulai hancur dan menjadi panggung buka aib...
__ADS_1
"Ada apa ini sebenarnya? Ada hubungan apa tuan Wily dan wanita itu? Lalu tuan Hans dan Wanita itu apa hubungan mereka?" Tanya para tamu yang hadir.
"Lepaskan!" pinta Kania menarik tangannya dari cengkraman Hans.
"Heh... Apakah kau mendekatiku karna uangku?" tanya Hans menyungingkan bibirnya. Wily sungguh kesal dan ingin menghajar Hans. Tapi tangan Wily di cengkram oleh Richi.
"Apa maksudmu?" tanya Kania.
"Heh... Jika kau suka uang. Jangan cari pria lain lalu tidur dengannya..." Cecah Hans menyungingkan bibirnya seakan mutlak kala menghina Kania.
"Kau sangat tak sopan! Lepaskan!" pekik Kania.
"Heh... Kenapa kau tak meminta Pria itu untuk melepaskan tanganmu? Dasar wanita ******!" Bentak Hans menyinggung Kania. Wily naik pitam dan mulai membentak "Jaga bicaramu! Kami tak pernah melakukan apa yang kau katakan! Dasar tuan kotor!' Pekik Wily.
"Kenapa anda begitu membenci saya?" tiba tuba suara Kania mulai lesu.
"Kenapa saya selalu salah... Jika saya memang tak belarti di mata anda. Setidaknya tolong jangan menghina saya seprti ini... Saya sungguh terluka" Tangis Kania mulai pecah.
"Kau memang menyebalkan! Mana hadiah untukku? Apakah kau tak mampu membelinya?" tanya Hans. Kania hanya diam dan menahan air matanya lagi... Hans makin murka dengan diamnya Kania. Hingga ia merogoh uang di saku bajunya dan melemparkan nya ke kolam di depannya...
"Apa yang ia lakukan?" tanya para tamu hadirin.
"Lihatlah semua... Wanita ini akan memberiku kado istimewa di hari ulang tahunku..." Seketika Hans melemparkan tubuh Kania ke kolam yang dingin malam itu.
Byur!
Tangan Kania terlepas dari Wily begitu saja "Kania!" Pekik Wily. Terlambat, Kania sudah tercebur ke dalam kolam dingin itu...
__ADS_1