
***
Hans sampai di lantai bawah, ia membawa amarahnya untuk mengintrogasi Richi dan semua pelayan yang ada di kediamannya.
"Apa apaan ini?!' Teriak Hans memaki Richi.
Richi tertunduk di depan Hans dan tak mampu menatap wajahnya. " Sial!! Richi? Kemana istriku pergi?" pekik Hans menekan Richi seraya rasa panik yang melanda di hatinya.
Hans mondar mandir di depan Bi Marsih dan Richi seraya memikirkan kira kira ke mana Kania pergi saat itu.
Hans kembali menghempas tubuhnya ke sofa di sampingnya kasar "Sial! Jawab dong!! Jangan diam saja? Apakah tadi malam dia pulang atau tidak?!" Amuk Hans, tiba tiba Hans berfikir demikikan, Hans berfikir bahwa Kania semalam memang tak pulang ke rumahnya, Hingga ia pun menekan Richi dan menunjuk nunjuknya. Richi ketakutan dan tak bisa menatap dua manik mata Hans. Peluh dingin dan wajahnya mulai pucat pasi.
"...Keterlaluan!! Kemana wanita sial itu pergi!" Hans memijat jidaknya perlahan seraya memikirkan jalan keluar.
Astaga... Habislah aku... Aku sama sekali tak berbohong lebih lama lagi. Bathin Richi. Richi hendak mengaku jika ia memang membohongi Hans.
Tapi tiba tiba Hans kembali terpekik seraya menjentikan jemarinya, sepertinya dia punya ide "Ctik!!! Oh ia, kenapa aku lupa, aku kan punya kontaknya..." Ucapnya mengheningkan suasana. Ia berkata demikian seraya tersenyum kegirangan, sesaat Amukan Hans mulai reda oleh pikiran nya yang sedikit membantu. Ia ingat jika ia pernah menyimpan nomor Kania. Meski baru kali ini nomor Kania sungguh bermanfaat untuk Hans.
Hans merogoh ponselnya dan mulai mencari kontak atas nama Kania "Ini dia!!" Pekiknya lagi.
Ada apa dengan tuan muda? Apa kepalanya terbentur hingga ia jadi aneh begitu. Bathin Richi menggumam.
__ADS_1
"Ok... Coba saja jika kau mengabaikan panggilanku..." Bisiknya seraya menempelkan ponsel itu di daun telinganya.
"Sial... Tidak di angkat!" Umpatnya mulai kesal lagi. Hans menoleh ke arah Richi "Richi... Siapkan mobil!" Pinta Hans. Richi yang sigap pun mulai mengangguk lugas.
Apa yang sedang di pikirkan tuan muda? Bathin Richi menggumam.
Beberapa menit kemudian...
Richi dan Hans mengitari jalanan ibu kota yang cukup ramai lancar itu...
"Tuan kemana tujuan kita?" Tanya Richi curiga.
"Aku sedang menelpon istriku... Dan nampaknya, dari gps ponsel istriku.. Arahnya memang ke sini..." Balas Hans raya menatap beberapa gedung hotel yang bertingkat itu
"Tentu saja..." Balasnya singkat.
"...Rupanya nona Kania sangat menyukai anda hingga memberi tahukan kontak nya oada anda. Anda sangat beruntung...' Ucap Richi.
"Heh. Beruntung apa nya, aku sengaja mencurinya... Diakan membenciku, mana mungkin dia mau memberikannya pada ku..." Balas Hans ketus.
"O-oh begitu ya..." Richi jadi terlihat malu sendiri ia mulai menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.
__ADS_1
"Richi... Pelankan mobilmu..." Pinta Hans.
Ia melihat dengan jelas jika ponsel Kania ada di daerah tersebut. Ia menatap gadung di hadapannya "Richi... Berhenti di sini" Sambung Hans.
Richi pun menepi dan mulai bergegas membuka kan pintu untuk Hans "Tuan silahkan"
Hans pun keluar dengan tatapan penuh ke heranan "Kenapa Gps nya berhenti di sini?" Tanya Hans pada dirinya sendiri.
Hans dan Richi terhenti di depan hotel Elit bintang lima milik kluarga Velgin Group. Hans mencercidkan alisnya dan mulai mengepalkan tangannya. Hatinya mulai kehilangan nuraninya dan amarahpun mulai bertumpuk di ubun ubunnya.
"Tuan... "Bisik Richi ketakutan.
Kenapa wanita sial itu ada di sini? Jangan bilang jika dia bermalam di sini dengan si brengsek itu! Umpat Hans kesal.
Hans kembali menatap layar ponselnya lalu menzoom di mana lokasi ponsel Kania. Dan benar saja hasil Gps menujukan sebuah gedung Bertuliskan Velgin Group.
Awas saja jika dia ada di dalam dengan Si tua Wily... Akan ku cincang dia menjadi butiran kecil... Bathin Hans menggumam.
Amarah mulai merajai hatinya, dan ia mulai tersulut emosi. Hingga ia masuk ke hotel itu dengan langkah yang lebar.
"Tuan tunggu!!" Richi berlari di belakang punggung Hans dan nampaknya karna langkah Hans sangat lah lebar, ia pun tak mampu mengejar Hans yang melangkah cepat seakan melesat ...
__ADS_1
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?