Cinta, setelah pernikahan

Cinta, setelah pernikahan
Jadi rumit?


__ADS_3

"Oh astaga... Untung saja, aku datang tepat waktu" Ucap Richi mengehelan napas panjangnya. Setelah menghapus photo Kania dan Wily. Richi lekas menuju arah Hans yang saat itu mencari kekasihnya Marsha.


Saat Richi keluar kamar Hans, betapa kagetnya kala ia mendapati suasana yang begitu menegangkan. Di mana Marsha bersikeras mengintrogasi Kania yang saat itu begitu dekatnya dengan Wily. Sementara Hans ada di belakang punggung Marsha "Ayo jelaskan! Apa maksud semua ini? Dasar wanita penggoda! Tempo hari majikanmu yang kau goda... Tapi Hans bukanlah pria yang mudah tergoda olehmu" Bentak Marsha sinis.


Kania mulai menimpal balik ucapan Marsha karna ia juga kesal pada wanita itu "Lalu apa masalahmu. Kenapa kamu begitu sinis padaku? Apakah kau takut jika suatu saat aku akan merebutnya dari mu?" balik Kania menekan Marsha.


Wily mulai jadi penengah "Maaf... Jika anda tidak keberatan, tolong pergi dari hadapan kami secepatnya" pinta Wily mengusir Marsha sopan.


"Ah apa? Apakah kata kata mu tadi adalah ujaran pengusiran?" Tanya Marsha tak terima.


"Baiklah jika anda tak ingin pergi... Biar saja kami yang pergi" Ucap Wily menarik Kania dari hadapan Marsha. Namun karna langkah kania terpincang pincang. Wily pun memutuskan untuk mengendong wanita itu... "Aahh" pekik Kania merasa kaget setelah Wily dengan tiba tiba menggendongnya begitu saja.


"Pegangan yang kuat" Pinta Wily menatap Kania ramah. Wily yang cuek melewati Marsha begitu saja... Netra Wily juga menatap tajam ke arah Hans seakan ingin mempermainkannya. Tapi sayang, Kania yang kaku itu tak menyadari bahwa Hans ada di sana saat itu.


"T-tunggu tuan. Kita mau kemana? Bisakah anda melepaskanku?" pinta Kania sedikit berontak.

__ADS_1


"Kita akan makan di restoran... Jadi anggap saja ini sebagai kencan perdana kita" tambah Wily. Hans tak bisa alihkan pandangannya dari Wily... Ia terus menerus menatap Wilya yang tampak serasi dengan Kania.


"T-tuan... Nona Kania di bawa pergi oleh Tuan Wily... Bagai mana ini?" tanya Richi mengomentari Arti dari pandangan Hans yang tak luput dari punggung Wily yang nyaris menghilang di balik Lift.


"Aishhh... Apa yang kau katakan Richi. Seharusnya kamu bilang pada ayahku tentang perselingkuhannya!" jelas Hans tampak sedikit kesal. Marsha yang jelas jelas ada di sana pun mulai curiga pada Hans.


"Perselingkuhan? Bilang pada Ayahku? Apa maksud mu sayang?" tanya Marsha mulai menoleh ke arah Hans dan mendekatinya.


Tatapan Marsha seakan penuh tanya "Ah. Apa yang kau katakan sayang?" Hans mencari alasan.


"Jangan salah paham... Aku tak bilang apapun pada Richi. Aku hanya sedang bergumam tentang acara di telepisi... Yang berjudul istriku selingkuh dengan bos besar... Hahaha ya begitu kira kira judulnya" jelas Hans sedikit ngawur.


Marsha mulai berfikir sejenak "Oh begitu ya?" nampaknya Marsha percaya begitu saja pada Hans.


"Oh ia sayang. Apakah kau lapar?" tanya Marsha.

__ADS_1


"Oh. Tentu... Aku baru saja keluar dari masa kritis jadi aku sungguh ingin makan sesuatu hari ini" bals Hans.


"Baiklah... Aku punya rekomendasi restoran bagus. Aku pikir kamu pasti akan menyukainya" jelas Marsha.


"Baiklah... Aku akan bersiap siap dulu" Hans mulai kembali ke kamarnya dan berganti pakaian sedangkan Richi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Ku pikir tuan Hans akan cemburu pada tuan Wily. Tapi nyatanya... Dia malah ingin memanfaatkan situasi perselingkuhan itu untuk meminta cerai dari nona Kania. Sungguh tuan.. Aku tak mengerti sebenarnya apa yang ada di benakmu itu. Bingung Richi menggumam dalam diamnya.


Richi yang larut dalam lamunannya pun mulai terperanjat kala Marsha dan Hans hendak beranjak... "Tuan... Apakah saya bisa ikut?" Tanya Richi.


"Tidak... Sebaiknya kamu pulang dan istirahatlah" Jelas Hans.


Akhirnya Richi pulang dan Hans juga Marsha pergi deener di sebuah restoran ternama bintang lima di jakarta. Tanpa membawa Kania istri sah Hans tentunya.


Hans memang pria yang keras kepala dan bodoh...

__ADS_1


__ADS_2