
Lovely mengedarkan pandangannya ke sekeliling restoran sambil mengetuk-ngetuk jarinya diatas meja dan menunggu seseorang yang katanya ingin bertemu dengan dirinya.
"Siapa orang itu, apakah Putera?" batin Lovely bertanya-tanya.
Namun dengan segera dia menepis pemikirannya itu, karena tidak mungkin seorang Putera Mahesa memesan tempat romantis seperti ini untuk seorang wanita walaupun itu istrinya sendiri.
"Omong kosong! Dia bahkan tidak tahu apapun yang menjadi kesukaanku," umpat Lovely dalam hati.
Seketika itu pula ia jadi mengerutu didalam lamunannya sendiri, karena kesal akibat mengingat kelakuan suaminya yang egois itu.
Beberapa saat kemudian, Lovely dikejutkan dengan kedatangan seorang pelayan yang membawa boneka kelinci putih berukuran besar, lalu memberikan boneka kelinci itu kepada dirinya.
"Ini untuk anda Nyonya," ucap pelayan yang membawakan boneka kelinci tersebut.
"Loh! Loh! Apa ini? Saya tidak memesan ini, mungkin anda salah orang," ucap Lovely terheran-heran. Sambil menolak pemberian tersebut, walau dalam hati sebenarnya ia menginginkan boneka kelinci menggemaskan itu.
"Tidak Nyonya ini untuk anda, lihatlah ada nama anda disini," balas sang pelayan lalu menaruh boneka itu diatas pangkuan Lovely.
"Benarkah ini untukku?" tanyanya ragu.
Pelayan itu mengangguk.
"T-terima kasih," balas Lovely. Kemudian menatap boneka diatas pangkuannya, lalu tersenyum dan mencubit gemas sang boneka.
"Boneka ini lucu sekali," ucapnya kegirangan.
Sementara itu disudut ruangan, Putera melihat kejadian tersebut dari balik dinding. Ia tidak menyangka bisa ikut terbawa suasana dan turut merasa senang, di saat dirinya melihat Lovely tersenyum dan menerima hadiah pemberian darinya.
Pria itu pun mengumpulkan keberaniannya untuk berhadapan dengan Lovely dan menerima apapun segala bentuk penolakan maupun makian dari istrinya nanti.
"Ayo Putera ini sudah saatnya untuk bertemu dengannya," gumamnya, sesekali mengusap peluh di dahi karena gugup.
...***...
Tak lama setelah pemberian boneka itu, Putera mulai melangkah maju dan menghampiri Lovely sambil membawa buket bunga lily untuk sang istri.
Dia begitu gugup sekali, tidak tahu harus berbuat apa dalam menghadapi seorang wanita. Biasanya dia sering mengancam, memaksa atau memarahi seseorang.
Namun kali ini dia harus menunduk dan merendah demi mendapatkan hati sang istri agar mau kembali lagi kepada dirinya.
__ADS_1
"Lovely," sapa Putera lembut.
Lovely terkesiap ketika terdengar namanya dipanggil oleh suara yang sudah tidak asing lagi di indera pendengarannya.
Buru-buru wanita itu menoleh kebelakang untuk memastikan sesuatu dan ia tersedak nafasnya sendiri saat yang di duga ternyata benar adanya.
Dimana Putera datang menghampiri dirinya, sambil membawa buket bunga buatannya sendiri. Sesekali tersenyum menatap dirinya yang sedang tercengang.
Lovely mengerjapkan kelopak matanya berkali-kali bahkan mengucek kedua bola matanya takut ada kotoran yang menempel atau salah melihat sesosok pria yang sedang berdiri dibelakangnya.
"Masa iya sih? Tidak mungkin," batinnya ragu sembari menggeleng.
"Lovely, ini aku Putera suamimu," balas Putera tersenyum sambil menyodorkan buket bunga Lily kepada Lovely.
Lovely tersenyum menatap bunga lily putih kesayangannya, namun pengkhianatan Putera kembali meruntuhkan senyuman indah diwajahnya itu.
Tangannya pun terasa berat sekali menerima buket bunga cantik dihadapannya. "Tidak! Aku tidak akan mengambilnya, ini bukan punyaku dan kita sudah tifak ada hubungan lagi!" tolak nya mentah-mentah.
Lalu berbalik badan dan hendak pergi dari meja tersebut, namun secepat kilat Putera mencekal pergelangan tangannya.
"Lepaskan tanganku!" titahnya kesal.
Lovely memalingkan wajahnya. "Biarkan aku pergi dan jangan ganggu aku, kembalilah kepada wanita mu itu!" ucapnya kesal.
"Lovely ... Dengarkanlah aku, dia bukanlah wanitaku. Aku memang salah telah berani menyentuh wanita lain selain dirimu, tapi percayalah aku tidak serius dengan wanita itu maupun dengan wanita lain. Sampai kapanpun, aku hanya menginginkan dirimu," balas Putera.
Lovely menghentak tangannya kasar. "Terserah kau mau bilang apa, tapi apa yang sudah di lihat oleh mataku itu adalah nyata. Kau telah menyentuh wanita lain, bahkan kau telah berani menciumnya dengan sangat mesra."
"Kau sudah menipuku, aku tidak tahu jika selama ini kau punya alergi atau memang sedang berpura-pura saja membenci wanita. Kau berlagak membenci wanita bahkan muncul gatal-gatal jika menyebut kata cinta."
"Tapi yang ku lihat kemarin seperti nya kau tidak begitu, kau terlihat sangat nyaman saat berdekatan dengan wanita lain, aku tidak melihat alergimu kambuh saat menyentuh wanita itu!" sentak Lovely kesal.
"Lovely, jujur rasa gatalku tidak menyerangku jika sedang bersamamu. Tapi setelah aku menyentuh wanita lain, entah mengapa alergiku selalu datang begitu saja. Untuk itulah aku tidak pernah sampai berhubungan hingga mendalam dengan wanita lain selain dirimu," balas jujur Putera menjelaskan.
Putera memutar tubuh Lovely agar berhadapan dengannya. "Percayalah Lovely, setelah aku merenung. Aku baru menyadari jika aku telah jatuh hati padamu, aku tidak bisa kehilangan dirimu. Tolong kembalilah padaku dan beri aku kesempatan sekali saja untuk memperbaiki semuanya," sambungnya lagi tanpa rasa gatal tentunya.
Lovely memejamkan kedua mata dan mengepal erat tangannya, rasanya begitu berat untuk melupakan segala sesuatu mengenai perbuatan butuk suaminya itu.
"Maaf Putera, aku masih belum bisa memaafkanmu. Hatiku ini masih saja merasakan sakit jika mengingat semuanya," ucap Lovely.
__ADS_1
Putera meraih kedua tangan Lovely dan menciumnya. "Ku mohon Lovely, please ... Beri aku kesempatan untuk melanjutkan kembali hubungan pernikahan kita ini. Aku berjanji akan lebih memahamimu, tidak akan memaksamu untuk menuruti semua keinginanku. Aku juga berjanji tidak akan mengabaikanmu atau bermain dengan wanita lain."
Lovely menatap wajah Putera, dimatanya memang ada kejujuran. Namun bagaimana dengan rasa sakit pada hatinya itu.
"Aku berterima kasih karena kau telah meminta maaf dan telah memberikan penjelasan kepadaku. Tapi Putera, aku juga butuh waktu untuk menerimamu kembali."
"Aku mengerti Lovely, tidak apa. Aku tidak akan memaksamu untuk menerimaku kembali dalam waktu singkat. Tapi ijinkan lah aku untuk bertemu denganmu, belajar memahamimu dan mengerti akan dirimu setiap hari," mohon Putera kembali.
Lovely merasa dilema. "Maaf Putera, aku tidak bisa menerima pria yang telah menyakiti hatiku ini. Kau tau aku selalu membenci pria, karena aku berpikir semua pria selalu menyakiti hati wanita."
"Akan tetapi ketakutanku berkurang ketika aku mengenal Papa Dira, aku menyadari tidak semua pria berlaku sama seperti Papa Marsanku. Tapi setelah kejadian kemarin, keyakinanku akan pria selalu menyakiti hati wanita akhirnya timbul lagi."
"Dan itu sama saja memunculkan traumaku kembali," tuturnya merasa sesak.
Putera menangkup kedua sisi wajah Lovely. "Ku mohon jangan pergi dariku, aku berjanji akan memenuhi semua tanggung jawabku sebagai seorang suami. Tolong lah Lovely, kau ingin aku melakukan apa agar kau mau menerimaku lagi hem?"
"Bisakah kau biarkan aku berpikir selama beberapa hari," balas Lovely.
Putera terdiam sejenak, tapi tidak melepaskan pandangannya sama sekali kepada Lovely. "Baiklah, aku akan memberikanmu waktu selama 3 hari untuk berpikir. Tapi ku mohon pertimbangkanlah lagi permintaanku tadi," balasnya.
Lovely tersenyum tipis. "Banyak pertimbangan Putera bukan hanya permintaanmu saja, tapi pengkhianatanmu kemarin akan masuk dalam pertimbanganku juga. Baiklah! Ku rasa hari ini sudah cukup kita bertemu, terima kasih atas penyambutannya."
Lovely berbalik badan, namun Putera melarangnya untuk pergi.
"Mau apa lagi?" tanya Lovely ketus.
"Makan sianglah bersamaku, setelah ini aku akan mengantarmu pulang."
Lovely hanya menghela nafas panjang dan menatap wajah suaminya yang sudah mengemis-ngemis seperti kucing hilang. "Baiklah," balasnya.
Putera tersenyum, lalu menarik kursi untuk Lovely duduk. "Duduklah sayang," ucapnya mesra.
Lovely seketika merinding saat dipanggil sayang oleh Putera. "Jangan panggil aku seperti itu, kau membuatku gatal-gatal," ucapnya sambil menggaruk-garuk kedua tangan.
.
.
Bersambung.
__ADS_1