Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata
Bab 58. Akan bersatu.


__ADS_3

Mansion Putera.


Tuan Dira mengunjungi rumah Putera dan mencoba menyampaikan keinginan dari nyonya Rosa, mantan istrinya itu.


Namun hal tersebut membuat Putera merasa tidak senang, hingga perdebatan pun terjadi diantara keduanya.


"Jadi wanita jahat itu datang dan memohon kepadamu untuk mencabut semua laporanku pada Alex? Katakan padaku, apa yang sudah wanita itu lakukan hingga Papa sudi datang kesini hanya untuk menyampaikan semua keinginan egoisnya itu. Apa dia merayumu dengan isak tangisannya?" tanya Putera gemas.


Tuan Dira menghela nafas. "Putera, mamamu datang hanya menyampaikan apa yang sudah papa katakan tadi. Dia tidak merayu papa dengan apapun yang kau bilang barusan," balasnya meyakinkan.


"Lalu, mengapa Papa sampai mau datang malam-malam begini hanya untuk membujukku, menuruti semua keinginannya agar membebaskan Alex dari penjara. Bukankah Papa sudah berjanji tidak ingin ikut campur dengan keputusanku," ucap Putera merasa kecewa sekali.


"Papa mengerti Putera, papa sudah bilang itu pada mamamu. Tapi dia tidak mengerti dan terus mendesak papa untuk membujukmu, sekarang Papa sudah menyampaikan pesannya padamu dan tidak akan memaksa kau untuk menurutinya," balas Tuan Dira.


Putera menyugar rambutnya kasar. "Baiklah, jika Papa bertemu dengan wanita itu lagi. Bilang padanya kalau aku tidak akan pernah menuruti keinginannya itu sampai kapanpun juga dan mengenai kehidupanku ini, dia tidak berhak untuk ikut campur."


Tuan Dira mengangguk mengerti dan memilih untuk tidak membahas kembali masalah keinginan nyonya Rosa. "Baiklah, Papa mengerti. Tapi Papa harap kau bisa menjaga diri," balasnya. Lalu pergi dari kamar Putera.


...***...


Lovely mendengar percakapan tersebut dan masuk ke dalam kamar, setelah tuan Dira keluar dari dalam sana.


Ia segera menghampiri Putera yang sedang kesal sambil berkacak pinggang menatap keluar jendela.


"Putera ..." sapa Lovely.


Putera menoleh dan tersebyum tipis. "Iya, ada apa?" tanyanya. Lalu melemparkan pandangannya ke luar jendela lagi.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Lovely.


Putera menghela nafasnya panjang dan berbalik badan untuk menatap Lovely. "Aku baik-baik saja," balasnya singkat.


"Maaf, tadi percakapanmu dengan Papa terdengar olehku. Aku tidak tahu kalau Alex ternyata berkomplot dengan Leo saat penculikan Ron waktu itu. Dan bodohnya, aku malah berbaik hati padanya dan tidak mempercayaimu jika dia adalah orang jahat. Maafkan aku Putera," ucap Lovely menyesal.


"Tidak apa, yang penting kau sudah tahu sifat asli Alex dan aku tahu alasan dia melakukan itu semua," balas Putera

__ADS_1


"Apa alasannya itu?" tanya Lovely.


Putera menangkup kedua sisi wajah Lovely dan menatapnya. "Kau, dia menculik Ron agar bisa di tukar denganmu."


Lovely pun terkejut. "B-benarkah? T-tapi untuk apa?" tanyanya heran.


"Alex menginginkan dirimu, dia ingin mengambil dirimu dariku. Karena sifat irinya padaku, yang tidak suka melihat aku bahagia. Tapi aku tidak akan pernah membiarkan itu sampai terjadi, aku tidak akan pernah melepaskanmu. Kau istriku, bagaimana mungkin aku bisa memberikanmu kepada orang lain," jawab Putera dengan tatapan keseriusannya.


"Benarkah kau tidak akan melepaskanku atau memberikanku pada pria lain?" tanya Lovely menyakinkan.


Putera mengangguk pasti. "Sudah tentu Lovely, aku menyayangimu. Aku juga mencintaimu, jadi tidak akan aku biarkan orang lain mengambilmu atau menyakiti dirimu," balasnya.


Lovely merasa tersentuh, tidak disangka suaminya itu begitu menyayangi dirinya. "Terima kasih," balasnya kemudian memeluk Putera.


Putera pun tersenyum, kemudian menyambut pelukan hangat itu dan mereka sama-sama terpejam, saling merasakan energi positif yang mulai muncul pada tubuh keduanya.


...***...


Getaran cinta mulai menerpa keduanya dan mereka saling menatap lekat wajah pasangannya masing-masing.


Dan itu merupakan pertanda dimana mereka akan bersatu sebentar lagi, dalam sebuah hubungan yang lebih serius sebagai seorang suami istri seutuhnya.


Putera mencekal kedua pergelangan tangan Lovely, disaat wanita itu mulai sedikit takut dengan dirinya yang terus saja mendesak.


Sorot matanya begitu tajam namun memabukkan, seperti isyarat yang mengartikan bahwa ada suatu keinginan yang harus terwujud malam ini juga.


Putera tersenyum begitu lembut dan menatap bibir ranum merah muda kesukaannya, lalu kedua tangan besarnya itu ia sisipkan kedalam tengkuk leher Lovely, dan menahannya agar tidak berpaling kemana-mana.


Lalu ia mendekatkan wajahnya untuk meraih benda kenyal nan menggiurkan tersebut dan mulai menyesapnya perlahan.


Pertautan itu akhirnya terjadi, dimana keduanya kini sama-sama larut terbawa suasana. Mereka berdua saling terpejam, menerima dan menikmati setiap kecupan demi kecupan, serta lumaatan demi lumaatan lembut.


Hingga membasahi setiap lekukan bibir, diiringi bunyi decapan-decapan nyaring dari pertautan tersebut yang mulai mengisi kekosongan di dalam kamar mereka.


Debaran gila didalam dada sudah tidak lagi mereka hiraukan, disaat gelombang hasrat kini tiba-tiba perlahan naik ke atas ubun-ubun dan mulai menutupi bagian ambang batas kesadaran.

__ADS_1


Beserta datangnya gairah yang tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata, terlebih bagi Putera sendiri, yang sudah menginginkan kegiatan itu bersama dengan Lovely sejak lama.


Putera menghentikan sejenak pertautan tersebut dan membiarkan paru-parunya mengisi oksigen yang sempat terkuras habis. Sambil tersenyum dan menatap wajah Lovely yang memerah semu, dengan dada turun naik tidak karuan.


"Lovely, malam ini. Aku menginginkanmu, bolehkah aku memintanya malam ini?" tanya Putera sambil menatap Lovely penuh damba.


Lovely pun tersenyum malu dan mengangguk pelan tertanda persetujuan darinya, hal tersebut lantas disambut dengan rasa kegembiraan dari Putera yang teramat sangat.


Membuat ia semangat dan berlonjak kegirangan, dimana pria itu akhirnya mendapatkan kemenangan, dari apa yang sudah ia dambakan sejak lama sekali.


Putera tidak dapat mengontrol rasa bahagianya, raut wajahnya begitu berseri-seri. Itu terlihat dari senyumannya yang semakin melebar saja, seperti mekarnya bunga pertama di awal musim semi.


Lalu tanpa ragu lagi, Putera segera membopong raga Lovely menuju ke atas pembaringan. Untuk menunaikan segala keinginan dan juga hasratnya, yang selama ini sudah ia nanti-nantikan.


.


.


Bersambung.


...----------------...


Next, akan ada bab yang mengandung unsur dewasanya. Dimohon cek umur sebelum kalian membaca bab selanjutnya.


Penulis juga ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, kepada para readers setia yang selalu mendukung karya ini.


Semoga tidak bosan dalam memberikan dukungan, baik saran maupun kritik yang dapat membangun untuk kemajuan penulis sendiri.


Selain ucapan terima kasih, penulis juga ingin mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya, jika selama penulisan karya ini ada salah-salah kata yang dapat menyinggung perasaan pembaca sekalian.


Dan yang terakhir penulis ingin mengucapkan selamat merayakan tahun baru 2023 nanti malam.


Semoga di tahun 2023 besok kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Amin..

__ADS_1


__ADS_2