Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata
Bab 45. Peringatan dari Marsan.


__ADS_3

Sementara itu.


Seorang pria paruh baya berpakaian serba tertutup, memakai topi dan juga masker hitam tengah memasuki sebuah rumah dimana penghuninya sedang sibuk membersihkan peralatan rumah.


Ia masuk melewati sebuah jendela kaca yang sedikit menganga, karena tidak terkunci dan terus berjalan mendekati sang penghuni rumah yang sedang mencuci piring di dapur.


Lalu pria paruh baya itu segera membekap mulut ibu Diana selagi lengah agar tidak berteriak ketika melihat dirinya.


"Sstt!!" Pak Marsan menempelkan telunjuk di bibirnya agar mantan istrinya itu tidak berteriak.


Ibu Diana pun terbelalak melihat mantan suaminya mendadak datang ke rumah. "Marsan! Sedang apa kau disini? Sudah berapa kali aku katakan jangan pernah datang lagi ke sini!"


"Sstt! Diana jangan berteriak, nanti Ron bangun. Berjanjilah untuk mendengarkan aku sekali saja," balas Pak Marsan sambil melihat ke sekitar.


"Lepas! Pergi dari sini sekarang juga, aku tidak sudi mendengarkan apapun lagi darimu!" tegas Ibu Diana.


"Diana dengarkanlah, Lovely sedang dalam bahaya. Kau harus tahu kalau Leo telah keluar dari penjara, sudah pasti dia akan mengincar Lovely kembali. Aku datang kesini hanya untuk memperingatimu saja dan aku tidak tahu kapan bisa bertemu dengan kalian lagi, karena Leo dan anak buahnya sedang mengejarku. Kau juga berhati-hatilah, jaga Ron dengan baik." tutur Pak Marsan segera.


Lalu secepat kilat pria itu melarikan diri dari rumah mantan istrinya, agar tidak ada anak buah Leo yang mencurigai ia telah datang kesini.


Ibu Diana terkesiap, mendengar penuturan tersebut. Ada rasa tidak percaya akan apa yang telah diucapkan oleh pak Marsan tentang peringatan itu kepada dirinya.


Namun ia juga menjadi gelisah, bagaimana jika semua ucapan dari pria itu benar adanya. "Apa mungkin, kalau semua yang dikatakan oleh Marsan benar, itu berarti putriku dalam bahaya."


Ibu Diana berkata pada Ron untuk tidak pergi kemana-mana dan selalu mengunci pintu rumah serta tidak mengijinkan siapapun orang asing yang meminta untuk masuk.


Lalu Ibu Diana bergegas pergi ke toko bunga untuk bertemu dengan Lovely dan memberitahu hal ini sebelum semuanya terlambat.


...***...


Toko Bunga.


Sementara itu Alex dan Putera masuk ke dalam toko bunga Lovely, disana mereka duduk dengan tatapan saling memanas.


Dimana keduanya sama-sama saling menunjukkan perhatian, akan tetapi hal tersebut justru membuat Lovely merasa semakin gatal.


"Bisakah kalian berhenti beradu pujian untukku, apa kalian berdua tidak punya pekerjaan lain lagi selain berada disini?" tanya Lovely kesal, lalu menatap Alex.

__ADS_1


"Alex, sudah dua jam kau memilih-milih bunga tapi tidak ada satu kelopak bunga pun yang kau beli!"


Lovely kemudian menatap tajam Putera. "Dan kau Putera, apa kau tidak ada pekerjaan penting di kantor, sampai kau hanya duduk melototiku saja dan meminum habis semua persediaan airku disini?"


"Aku akan pergi sampai pria itu pergi," balas Putera takut kecolongan.


"Kenapa denganku, aku tidak melakukan apapun yang merugikan disini," balas Alex.


"Orang picik sepertimu sudah pasti akan berbuat jahat selama ada kesempatan," balas Putera.


Mereka berdua kembali bersitegang, membuat Lovely menghela nafasnya panjang, sesekali mengurut pelipisnya karena pusing dengan pertengkaran keduanya.


"Kalian berdua pergilah dan jangan pernah kesini jika tidak ada kepentingan!" sentak Lovely menunjuk pintu keluar.


"Tentu aku punya keperluan denganmu Lovely, selama kau masih belum pulang ke rumah bersamaku, maka selama itu juga aku akan terus berada disini," balas Putera.


"Aku juga tidak akan pergi sampai mendapatkan bunga yang aku mau," balas Alex tidak kalah sengit.


...***...


Tak berselang lama kemudian, Ibu Diana telah tiba di toko bunga dan segera menghampiri Lovely dan Putera lalu mengajaknya berbincang di dalam.


"Iya Mama, apa ada sesuatu?" tanya Putera.


"Lovely, mulai sekarang pulanglah ke rumah suamimu," ucap Ibu Diana.


Putera tersenyum senang namun Lovely segera menolak. "Tidak Ma, apa Mama lupa apa yang pernah dia lakukan padaku? Aku tidak mau pulang bersamanya!"


"Lovely, Mama mohon turuti permintaan Mama. Sekarang pergilah dan jangan pikirkan toko bunga ini, biar Mama yang menjaganya ya," balas Ibu Diana lalu menggenggam salah satu tangan Lovely dan memberikannya kepada Putera.


"Nak Putera, sekarang ajaklah Lovely pulang bersamamu dan jangan biarkan dia berkeliaran kemana-mana," ucapnya lagi.


"Mama ada apa denganmu? Aku tidak ingin pulang bersamanya," balas Lovely menolak.


Ibu Diana menelan ludahnya susah payah dan berupaya untuk membuat Lovely menurut padanya. "Dengar ini Lovely, Leo telah bebas dari penjara. Mama takut dia akan mengincar dirimu, karena kau lah yang membuat dia masuk penjara."


Lovely terhenyak. "Tunggu, Mama tahu dari siapa kalau Leo telah bebas dari penjara hem?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


"D-dari ... Papamu," balas Ibu Diana dengan sedikit takut akan reaksi Lovely yang tidak menyukai papanya.


Lovely mendengus kesal. "Jadi maksud Mama, Papa jahat itu masih berhubungan dengan Mama!"


"Lovely itu tidak penting, karena yang lebih penting sekarang pergilah dari sini dan ikutlah pulang bersama dengan suamimu," balas Ibu Diana.


Putera menarik tangan Lovely. "Turutilah permintaan itu Lovely, Mama Diana benar. Kau harus kembali pulang bersamaku, dengan begitu kau bisa aman dirumahku."


"Tidak! Kalau aku pulanh dengannya, lalu bagaimana denganmu Mama. Leo juga pasti akan membuat hidup Mama tidak tenang," balas Lovely menggeleng dan enggan pergi.


Putera merangkul Lovely dan menangkup kedua sisi wajahnya. "Tenanglah Lovely, aku berjanji akan membuat Mama Diana selalu aman dari tangan-tangan orang jahat seperti Leo itu."


Lovely menatap Ibu Diana kemudian menatap Putera. "Baiklah aku akan ikut pulang bersama denganmu, akan tetapi berjanjilah satu hal kepadaku Putera. Kau akan menjaga Mama dan juga adikku agar tetap aman," balasnya.


Putera tersenyum dan mengangguk setuju. "Baik Lovely aku berjanji akan menjaga Mama Diana dan juga Ron."


Lovely akhirnya membereskan semua barang-barang pribadinya, lalu berpamitan dengan Ibu Diana untuk pulang ke rumah suaminya.


"Putera, jagalah putriku baik-baik. Jangan biarkan orang-orang jahat menyentuh dirinya, jangan ulangi kesalahan yang pernah kau buat dan kau Lovely berusahalah untuk menerima suamimu sepenuh hati," tutur Ibu Diana menasehati.


"Baiklah Ma," balas Putera dan Lovely bersamaan.


Sementara itu Alex yang mendengar hal tersebut langsung berubah geram dan menatap tajam Putera, yang terlihat begitu senang sekali karena telah berhasil membawa Lovely untuk pulang dan tinggal bersama lagi di rumahnya.


"Siiall! Ini semua gara-gara si Marsan keparatt itu!" umpat kesal Alex menatap Putera yang tak kalah menatap tajam dirinya.


Putera menggandeng tangan Lovely dengan bangga, lalu berjalan begitu saja melewati Alex yang sedang mengeraskan rahangnya.


Dan sebelum masuk ke dalam mobil, Putera menyempatkan diri untuk menegaskan kepada Alex sekali lagi.


"Lovely adalah istriku dan aku tidak akan membiarkan pria lain mengambil dia dariku," ucapnya berbisik, lalu masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraannya itu menyelusuri padatnya jalan raya.


Alex meninju udara disekitar dan menyentak jasnya karena kesal, dia segera pergi dari toko bunga Lovely dan berniat menemui Leo untuk menangih janji.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2