
Tidak ada yang memperlakukannya dengan buruk, dia terjerat kebaikan yang penuh kasih, tidak hanya dari bibinya, tapi juga dari Tuan Besar dan Nyonya Besar Oliver, dan dari tiga saudari Archard: bahkan Deborah, yang berusia sepuluh tahun, menaruh rasa sayang yang besar kepadanya, dan menjadi manja dengan cara yang sangat memalukan. Corswold dan Lavinia, yang keduanya dinilai Nona Dior sebagai dua wanita muda menjemukan, rupanya pernah berkata kepada Cherry bahwa mereka menanti-nantikan hari ketika mereka bisa memanggilnya saudari mereka. Hal ini, kata Archard, tidaklah benar untuk dilakukan, tapi kelihatannya tidak terpikir olehnya tingkah lakunya sendiri tidak memuaskan.
Jelas bagi Nona Dior bahwa rasa sayang pemuda itu kepada orangtuanya berlebihan: tapi ketika dia menanyai Archard apakah dia selama ini memang siap untuk menikahi Cherry, Archard menjawab, “Tidak, tidak! Maksudnya yah, yang saya maksud adalah ... oh, saya tidak tahu, tapi saya pikir sesuatu akan terjadi untuk mencegahnya.”
“Tapi, aku mendapat kesan, Anakku,” kata Nona Dior, “orangtuamu sangat mencintaimu dan tidak pernah menolak memberimu apa saja?”
“Itu dia!” ujar Archard dengan semangat. “Semua ... semua keinginan saya dikabulkan, jadi ... jadi bagaimana mungkin saya bersikap begitu tak berterima kasih dengan menolak melakukan satu-satunya hal yang pernah mereka minta untuk saya lakukan? Apalagi ketika ibu saya memohon dengan sangat, dengan air mata bercucuran, agar saya tidak menghancurkan satu-satunya harapan Ayah yang tersisa!”
Keadaan yang mengharukan ini gagal mengesankan Nona Dior. Dia berkata, dengan nada agak geli, dia bingung dalam memahami alasan orangtuanya yang penuh kasih begitu menginginkan pernikahannya dengan seorang gadis yang tidak dia inginkan untuk dinikahi.
“Cherry adalah putri kawan karib Papa,” jelas Archard, dengan nada suara menunjukkan rasa hormat.
“Ketika Kapten Constantine membeli Mont saint michael, itu dilakukan dengan harapan kedua tanah milik mereka akan digabungkan, pada akhirnya, dengan pernikahan ini.”
“Kapten Constantine, kukira, adalah pria yang kaya?”
__ADS_1
“Oh, ya! Seluruh anggota keluarga Constantine kaya raya,” ujar Archard. “Tapi, itu tidak ada hubungannya dengan masalah ini.” Nona Dior beranggapan bahwa hal itu mungkin sangat berhubungan dengan masalah tersebut, tapi tidak mengutarakan pemikiran ini. Setelah sesaat, Archard berkata dengan sedikit merona, “Ayah saya, saya yakin, tidak pernah punya pikiran materialis, Nyonya! Satu-satunya keinginannya adalah memastikan kebahagiaan saya, dan dia percaya bahwa karena ketika kami kecil, Cher dan saya biasa bermain bersama, dan memang saling menyukai, kami harus bersatu sebagai suami istri. Tapi, kami tidak harus begitu!” tegas Archard, dengan kekerasan yang tak perlu.
“Tidak, kukira kau tidak menginginkannya!” Nona Dior sepakat, ada nada geli dalam suaranya. “Sungguh, aku jadi kebingungan menebak-nebak apa yang membuat orangtuamu berpikir kau menginginkannya.”
“Mereka yakin bahwa sifat liar Cher diakibatkan usianya yang masih muda, dan karena dia dijaga terlalu ketat oleh Nyonya. Raina, dan bahwa saya akan mampu mengendalikannya,” ujar Archard.
“Tapi, saya tidak bisa, Nyonya! Saya tidak pernah bisa mencegahnya dari kenakalan, bahkan ketika kami kecil, dan... dan saya tidak ingin menikahi seorang gadis yang keras kepala, yang berpikir dirinya selalu tahu lebih baik dari saya, dan berkata bahwa saya tidak punya nyali sewaktu saya berusaha mencegahnya berbuat sesuatu yang melanggar sopan santun! Saya sungguh berusaha menghentikannya untuk kabur dari Etretat, tapi, kecuali membawanya kembali dengan paksa, tidak ada cara lain untuk melakukannya. Dan,” tambahnya dengan jujur, “pada saat saya berhasil mengejarnya, dia sudah tiba di sebuah desa, dan dia berkata kalau saya sampai menyentuh dia sedikit saja, dia akan berteriak meminta tolong, selain menggigit, mencakar, dan menendang, dan kalau saya memang berhati lemah karena mengurungkan niat saya, baiklah, berarti saya memang berhati lemah! Bayangkan saja fitnah apa yang bisa muncul, Nyonya! Dia akan membangunkan seluruh tempat itu dan beberapa petani sudah mulai bekerja di ladang! Saya terpaksa menyerah!
Lalu, dia berkata bahwa karena tidak ada seorang pun dari mereka yang percaya kepadanya ketika dia berkata tidak ada yang akan membujuknya untuk menikahi saya, cara terbaik untuk membuktikannya kepada mereka adalah dengan melarikan diri. Dan, harus saya akui saya memang merasa ini mungkin hal yang baik untuk dilakukan. Tapi, ketika dia mencoba membujuk saya untuk pulang, dan berpura-pura saya tidak tahu apa pun tentang dirinya yang telah meninggalkan rumah sebelum fajar, saya tidak menurut! Yah, betapa payahnya saya kalau sampai membiarkan anak gadis bodoh berkeliaran tanpa pengawalan!”
“Ya, dan seandainya saya tidak terbangun karena wajah saya diterpa cahaya bulan, saya pasti tidak akan tahu sedikit pun tentang hal ini?” kata Archard dengan sengit. “Tentu saja saya bangun untuk menarik tirai hingga menutup rapat, dan karena itulah saya melihat Cher. Dia sedang buru-buru meninggalkan tempat itu, dengan membawa sebuah koper. Saya harap saya tidak melihatnya, saya tidak keberatan mengakuinya, tapi karena saya memang melihatnya, apa yang dapat saya lakukan selain menyusulnya?”
“Tidak bisa kubayangkan!” Nona Dior mengakui.
“Tidak, yah, Anda lihat bagaimana jadinya. Saya harus berganti pakaian, tentu saja, lalu menyelinap keluar rumah, ke istal, dan pada waktu saya memasang pelana pada seekor kuda yang menarik kereta dan membohongi Beate dia salah seorang pengurus kuda kami, dan apa yang harus dia lakukan selain keluar dengan memakai piyamanya untuk melihat siapa yang mencuri seekor kuda dan kereta? Sedangkan Cher sudah separuh jalan menuju Colleville sur mer. Saya menduga dia pasti pergi ke sana sebab saya tentu mengira dia berusaha kembali ke Cheltenham, dan saya cukup yakin ada kereta yang mengarah ke Saint trinite dari Colleville sur mer, dan Saint trinite ada di rute jalan tempat pos pemberhentian kuda yang menuju Cheltenham. Saya kira rencana itu sudah keterlaluan, tapi rupanya tidak seketerlaluan rencana Rouen-nya yang berharga! Saya sudah mengatakan semua yang saya bisa untuk membujuk dia membuang gagasan ceroboh seperti itu, tapi sia-sia saja. Jadi, ketika dia sampai berkata dengan ataupun tanpa bantuan dia akan tetap pergi ke Rouen, menurut saya kelihatannya satu-satu hal yang harus dilakukan adalah mengantarnya ke sana.”
__ADS_1
Dia menyudahi dengan nada defensif, dan terlihat sangat malu-malu sehingga Nona Dior tidak sulit untuk menyadari bahwa Cher, dengan sifat yang jauh lebih kuat, sebenarnya telah membujuknya sehingga mengabulkan permintaan gadis itu dengan enggan. Namun, Nona Dior berkata bahwa Archard tentu saja telah berbuat hal yang benar: dan menganjurkan agar dia memberi tahu ayahnya, tanpa batas, apa pendapatnya tentang topik pernikahan yang direncanakan untuknya.
“Dengan begitu,” katanya, “ayahmu hampir tidak akan merasa terkejut, apalagi Cherry telah menyatakan pendapatnya dengan sangat jelas. Aku tidak akan heran bila dia merasa lega karena terhindar dari menantu seperti itu.”
*****_____*****
Baca Juga Novel yang lainnya ya
"LAYLA AL-MADANI"
Tema Cerita tentang “Kasih sayang orang tua yang terlewat. Pembunuhan, balas dendam, romantisme dan perselingkuhan. Isi terkait politik yang terjadi di timur tengah, dan perang tiga agama dalam memperebutkan tanah suci di Yerusalem. Ikuti ceritanya pasti seru...
*Komen dan sarannya di kolom komentar dibutuhkan, serta jangan lupa Vote ya…*
By the way, Enjoy it
__ADS_1