
Nona Dior, setelah mengamati dengan kepuasan keji dampak ucapan yang kacau ini terhadap Tuan Constantine, menyela dengan berkata, “Aku tidak bersimpati kepadamu, Belevia! Sungguh, kukira kau sangat pantas menjadi bodoh dengan berjalan pulang, bukannya memanggil kereta. Tentang
“kedatangan mu yang tiba-tiba', aku senang kau melakukannya sebab aku ingin memperkenalkan Tuan Constantine kepadamu. Dia paman Cherry. Tuan Constantine, Nona Harrow adalah sepupu saya, yang cukup baik untuk bersedia tinggal bersama saya.”
Tuan Constantine bersikap ramah terhadap Nona Harrow dengan membungkuk sebentar, tapi berbicara kepada nyonya rumah, dengan sekilas senyuman jail, “Mengawal Anda, Nyonya?”
“Persis begitu!” ujar Nona Dior, menolak bereaksi terhadap godaan ini.
“Anda mengejutkan saya! Saya tidak mengira wanita seusia Anda akan menyadari perlunya pengawalan! Nama Anda Caroline? Perubahan dari, saya yakin, Agnes, tapi saya menyukainya! Nama itu cocok untuk Anda.”
“Yah,” seru Nona Harrow, siap membela orang yang di lindungi nya, “pastinya saya tidak tahu mengapa Anda bisa menyukainya, bukan berarti saya bermaksud mengatakan nama itu bukan nama yang sangat bagus sebab saya berpendapat nama itu sangat bagus, tapi kalau nama itu adalah perubahan, nama itu tidak bisa dianggap cocok untuk Nona Dior yang terhormat, yang saya pastikan tidak diubah sedikit pun.”
“Terima kasih, Belevia!” ujar Nona Dior, meluap-luap dengan kegembiraan yang sulit ditahan. “Aku tahu aku bisa mengandalkan mu untuk membuktikan reputasi baikku!”
“Kau memang bisa mengandalkan ku, Caroline Sayang!” tegas Nona Harrow, sangat terharu. Dia membelalakkan mata ke arah Tuan Constantine melalui air mata yang mulai menetes, dan menambahkan, dengan cerobohnya, “Sebelum pergi, saya akan memberi tahu Anda, Tuan, saya kira Anda sangatlah kurang ajar menjelek-jelekkan Nona Dior!”
“Tidak, tidak, Belevia,” kata Nona Dior, berusaha berbicara dengan ketenangan yang selayaknya, “kau bersikap tidak adil terhadapnya! Kukira dia tidak bermaksud menjelek-jelekkan aku meski kuakui aku tidak akan siap untuk mencoba-coba kemungkinan yang tidak pasti seperti itu!”
“Dasar lebah!” ujar Tuan Constantine, tampak senang.
__ADS_1
Nona Dior berkedip ke arahnya, dan memunculkan binar senyuman enggan di mata lelaki itu. “Mari jangan bicarakan tentang sifat saya lagi! Anda telah datang ke Rouen dengan rasa tidak nyaman untuk bertemu keponakan Anda, tapi, sangat disayangkan, dia tidak di sini saat ini. Jadi, apa yang harus dilakukan? Anda tidak mungkin ingin duduk-duduk di sini, terpaksa menunggu sampai dia kembali.”
“Tidak, demi Tuhan, tidak akan! Saya berani sumpah Anda pun tidak ingin saya berbuat demikian!”
“Tidak, tentunya. Anda akan sangat mengganggu saya. Mungkin ada baiknya jika Anda makan malam di sini malam ini.”
“Tidak,” ujarnya dengan mantap. “Anda sangat baik, Nyonya, tapi akan lebih baik jika Anda membawanya untuk makan malam bersama saya, di York House. Saya menginap di sana, dan mereka kelihatannya memiliki hidangan yang lumayan. Saya akan menantikan kedatangan Anda berdua pukul tujuh kecuali Anda lebih suka di atas jam lain.”
“Oh, tidak! Tapi, mohon jangan mengharapkan saya ikut serta. Pelayan saya akan mengantar Cherry ke York House, dan saya merasa yakin saya bisa mengandalkan Anda untuk membawanya kembali malam nanti.”
“Itu sama sekali tidak bisa,” ujarnya. “Kehadiran Anda di setiap diskusi tentang masa depan Cherry sangat diperlukan, percayalah! Saya sungguh mengharapkan Anda ikut makan malam bersama kami. Jangan kecewakan saya.”
“Nah!” ucap Nona Harrow, dengan nada mencela yang sangat jelas, begitu Anash mengantar Tuan Constantine keluar ruangan. “Betapa sangat tidak sopannya orang itu, harus kuakui! Pastinya, Tuan Arthur sudah memperingatkan kita, dan aku sungguh berharap, Caroline Sayang, kau tidak akan makan malam bersama dia malam ini! Kurang ajar sekali dia sudah mengundangmu kalau kau bisa menyebut itu undangan, walau aku tidak pernah mendengar sebuah undangan disampaikan dengan begitu tidak patutnya. Aku kira kau pasti sudah memberinya celaan pedas, dan aku akan heran kalau kau tidak melakukannya!”
“Yah, aku memang terpikir berbuat begitu,” Nona Dior mengakui. “Tapi, karena dia, seperti yang kau katakan dengan sangat tepat, seseorang yang amat tidak sopan, aku tidak yakin dia tidak akan membalasnya. Kurasa sudah menjadi kewajiban ku untuk pergi bersama Cherry, setidaknya untuk mencegah gadis itu berselisih dengannya.”
“Aku tidak berupaya menyembunyikan kenyataan bahwa kupikir kau tidak berutang kewajiban apa pun kepada gadis itu,” ujar Nona Harrow, gemetar karena marah. “Tapi, aku punya kewajiban terhadapmu, dan jangan bilang aku tidak punya sebab aku tidak akan mendengarkan mu! Tuan Arthur dan Nyonya Besar Dior yang terhormat mempercayakan kau dalam penjagaan ku, dan sekalipun Tuan Arthur tidak berkata demikian, dia bermaksud begitu, dan Nyonya Besar Dior-lah yang mengatakannya. Tepat ketika aku hendak naik ke kereta, atau kalau bukan saat itu, ketika berada di ruang depan, atau mungkin di ruang duduk pada pagi hari, sebab dia merasa sedikit kedinginan, dan karenanya tidak keluar rumah walau menginginkannya, tapi aku memohon kepadanya agar tidak keluar sebab cuacanya sangat buruk, yang pasti kau ingat, jadi kami berpisah di ruang depan”
“Mungkin memang di ruang duduk?” Nona Dior menambahkan.
__ADS_1
“Bisa jadi: aku benar-benar tidak yakin, tapi tidak ada bedanya. Dan, dia mengatakan dengan jelas, ketika dia mengucapkan selamat jalan kepadaku, atau mungkin setelah mengatakan selamat jalan. Jagalah dia, Sepupu Belevia! Berarti kau, tentunya! Dan, aku berjanji akan menjagamu, jadi aku akan menepatinya.”
“Terima kasih, Belevia, ku yakin aku bisa mengandalkan mu untuk menolongku jika aku sekiranya mendapati diri dalam masalah. Tapi, saat ini aku tidak dalam masalah apa pun, jadi tolonglah, aku mohon kepadamu, luruskan letak topimu, dan rapikan rambutmu lagi! Rambutmu kelihatan sangat kusut!”
“Caroline,” ujar Nona Harrow, menurunkan nada suaranya, “pria itu tidak layak kau kenal!”
“Omong kosong! Kukira Tuan Arthur bilang begitu kepadamu, tapi kejahatan apa yang kalian sangka akan dilakukan olehnya, aku tidak bisa menebaknya. Apa kau curiga dia berencana memanfaatkan kebaikanku? Kalau benar begitu, kau sangat keliru! Dia bahkan tidak menyukaiku!”
Nona Harrow sangat terkejut dengan ucapan ini sehingga dia mengeluarkan jeritan pelan, dan terhuyung-huyung pergi ke kamarnya sendiri untuk menulis sebuah surat penuh kegelisahan kepada Tuan Arthur Dior, yang di dalamnya Nona Harrow meyakinkan bahwa pria itu bisa mengandalkan dirinya untuk berbuat sebisa mungkin mengakhiri pertemanan yang sangat tidak diinginkan ini, dan (dalam kalimat yang sama) memperingatkan Tuan Arthur bahwa Nona Harrow khawatir tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menghentikan Caroline tersayang bila sedang keras kepala.
Ketika Cherry pulang, butuh beberapa menit sebelum Nona Dior dapat menyampaikan kepadanya kabar tentang kedatangan pamannya. Cherry ingin sekali menceritakan panjang lebar seluruh detail ekspedisi hari itu. Namun, dia akhirnya berhenti untuk menarik napas, dan perubahan yang terlihat di air mukanya saat dia mendengar kabar tidak menyenangkan itu hampir terasa menggelikan. Binar berkilauan di matanya langsung padam, senyum menghilang dari bibirnya, dia menjadi pucat, dan *******-***** tangannya. “Dia datang untuk membawaku pergi! Oh, tidak, tidak, tidak!”
“Jangan jadi gadis bodoh seperti itu!” ujar Nona Dior, seraya menertawainya. “Kukira dia tidak punya niat seperti itu, meski mungkin saja itulah tujuan awalnya. Tapi, hingga aku memberi tahu dia apa masalah sebenarnya, dia tidak tahu suami-istri Oliver dan Nyonya Raina mencoba menjodohkan mu dengan Archard. Kau tidak perlu takut dia akan membantu mereka melancarkan rencana mulia itu sebab dia sudah pasti tidak bersedia. Dia sangat kesal sebagian dengan mereka, dan sebagian denganmu karena kau tidak menyuratinya untuk memberi tahu hal ini kepadanya. Jadi, sewaktu kau menemuinya, jangan buat dia marah dengan memandang cemberut kepadanya ataupun bersikap angkuh! Bagiku, dia kelihatan mudah tersinggung juga kasar, dan tidak ada gunanya bertengkar dengannya, kau tahu.”
“Aku tidak mau bertemu dengannya!” tegas Cherry, air matanya mulai berlinang.
“Sekarang kau jadi bodoh tiba-tiba, Sayang! Tentu saja kau harus menemuinya! Aku akan membawamu makan malam bersamanya di York House malam ini sehingga kita bisa, kita bertiga, membicarakan apa yang harus dilakukan denganmu. Oh, jangan terlihat begitu cemas, kau gadis menggelikan! Aku janji tidak akan membiarkan dia menggertak mu!”
Meski sudah ditegaskan begitu, butuh waktu lama sebelum Cherry bisa dibujuk untuk menyetujui rencana itu, dan walau dia akhirnya setuju, terlihatlah jelas ketika dia duduk di samping Nona Dior di dalam kereta dia sama sekali tidak menerima rencana ini. Wajah kecilnya yang menawan terlihat sedih, matanya penuh kecemasan, dan tidak sulit menebak dia merasa takut terhadap sang paman.
__ADS_1