Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
CHAPTER LXIII


__ADS_3

Menyadari dirinya telah bersikap keterlaluan, Nona Harrow buru-buru mengatakan dia tidak berniat untuk bersikap meremehkan sedikit pun terhadap Nyonya Besar Dior tercinta, tetapi dia tidak mampu melawan godaan untuk menambahkan, dengan tawa kecilnya yang menjengkelkan,


“Tapi, tentang kunjunganku yang telah melelahkan Caroline Sayang, aku berani mengatakan bahwa Cherry-lah yang melakukannya! Itu adalah sebuah Kesalahan besar, kalau boleh aku berkata begitu, telah mengizinkan dia mengunjungi-nya”


“Bagaimana kalau kita pergi untuk menegok ke atas ke ruang tamu agar semua-nya terbuka jelas?” potong Nyonya Besar Dior kesal, dengan suara berwibawa yang tenang.


“Aku pikir kau sendiri mungkin agak lelah, Belevia sayang. Mungkin kau akan lebih suka beristirahat di tempat tidur dari pada harus ke sini melaporkan hal itu sendiri. Kita tidak boleh lupa ini semua terjadi hanya berselang beberapa hari sejak kau juga terjatuh sakit, bukan Begitu?.”


Akhirnya Belevia mengajukan ijin untuk berhenti bekerja di rumah itu karena merasa malu dan bersalah menuduh orang lain tanpa bukti, dan Nona Harrow memang undur diri, tapi dengan cara yang begitu enggan untuk segera pergi dan masih ingin tinggal berlama-lama sehingga dia masih berada dalam jarak pendengaran ketika Tuan Arthur berkata,


“Bagus sekali, Majorie! Demi Tuhan, si cerewet tukang oceh yang menyebalkan itu! Ah, dan ini lebih buruk lagi dari dugaan ku! Bagaimana bisa dia berpikir bahwa, dia dengan berani-beraninya mengatakan Cherry-lah yang membuat Caroline lelah! Rasa benci dan Iri hati semacam itu tidak pernah aku dengar Sebelum nya demi Tuhan! Terlepas dari itu saya bisa menjadi saksi bahwa mungkin kunjungan mu ini akan berdampak sangat baik bagi adikku, Sayang!”


“Tentu saja ini akan berdampak baik,” kata Nyonya Besar Dior.


“Jangan terlihat terlalu sedih begitu, Cherry. Kau pasti menyadari si malang Belevia itu dikuasai perasaan cemburu akan kehadiran mu disini, dan itu semua sudah dari awal dia seperti itu, makanya segala macam cara Selalu saja dia usahakan untuk menjauhkan kamu pergi dari rumah ini. Dan, maaf ini harus diberikan untuk orang-orang yang baru sembuh dari influenza. Penyakit itu sering kali membuat mereka suka bersungut-sungut! Mari kita singkirkan saja dia dari pikiran semua yang telah dia lakukan atau bicarakan! Aku bertanya-tanya apakah kau akan terhibur bila bermain backgammon dengan Tuan Arthur sampai Anash membawakan hidangan teh?”


Namun, belum juga papan permainan digelar, sudah harus disingkirkan lagi, sebab seorang tamu datang, muncul sosok Tuan Besar Curtis. Dia berniat datang untuk menanyakan kesehatan Nona Dior. Dia juga baru mendengar kabar tentang sakitnya sore ini sebab dia selama ini harus mengunjungi Metropolis pada awal minggu. Dia menjelaskan dengan agak panjang lebar bahwa dia telah menghentikan makan malamnya di Ship sebelum melanjutkan perjalanan, mengapa dia berbuat begitu, bagaimana dia sampai memperoleh kabar menyedihkan ini, dan bagaimana dia tidak bisa menunggu sampai keesokan hari sebelum datang untuk mengetahui bagaimana perkembangan Nona Dior. Dia tidak tahu apa yang pasti dipikirkan Nona Dior, dan Nyonya Besar Dior, tentang dirinya karena tidak berkunjung beberapa hari lalu.


Dia tetap tinggal untuk minum teh bersama mereka, dan pada waktu dia pergi, Tuan Arthur benar-benar merasa muak dengannya. Setelah melihat pria itu meninggalkan tempat itu, Tuan Arthur memberi tahu istrinya jika dia seharusnya memanggil dan mendengarkan tukang oceh lagi hari itu daripada Tuan Curtis, Lebih baik dia segera langsung pergi tidur, daripada membiarkan kupingnya panas mendengar semua itu.


Nona Dior, keesokan paginya, menegaskan dirinya sudah jauh lebih lumayan sehingga bisa dikatakan dalam kondisi sangat baik. Elle tidak sependapat dengan keputusan itu jika majikannya memang terlihat dalam kondisi sangat baik, dan dengan susah payah menentang kebulatan tekad majikannya untuk segera bangun.


“Biarkan Aku untuk harus bangun!” kata Nona Dior, dengan agak marah.


“Bagaimana aku bisa menjadi diriku lagi kalau kau membuatku tetap berbaring di tempat tidur, yang dari semua hal sangat aku benci? Lagi pula, kakakku datang untuk menemui ku pagi ini, dan aku tidak akan membiarkan dia menemukan aku menderita di tempat tidur, terlihat seolah aku berada di ambang kematian!”


“Kita harus melihat dulu diagnosa apa yang dikatakan dokter, Nyonya, setelah itu baru anda bisa lakukan apa yang ingin anda lakukan, aku tidak ingin sesuatu Terjadi padamu!” kata Elle.


Namun, ketika Dokter Andre datang untuk mengunjungi pasiennya, bertepatan saat sarapan Nona Dior yang hampir tak disentuh dikeluarkan, sang dokter tersebut melakukan hal yang Sangat menjengkelkan bagi Elle, dengan mengatakan bahwa akan berdampak baik bagi Nona Dior bila meninggalkan tempat tidur selama satu atau dua jam, dan berbaring di sofa.


“Kupikir dia tidak boleh berpakaian sendiri, tapi denyut nadinya sudah normal sekarang sejak kemarin, dan tidak akan membahayakannya untuk memakai sebuah baju pelapis tidur, dan duduk sebentar.”

__ADS_1


“Tuhan memberkatimu, Dokter!” ucap Nona Dior.


“Ah, itu terdengar lebih seperti diri Anda, Nyonya!” kata sang dokter, tertawa.


“Maafkan saya, Tuan,” ujar Elle.


“Nona Dior sama sekali tidak seperti dirinya sendiri. Dan, sudah menjadi kewajiban saya untuk memberi tahu Anda, Tuan, bahwa dia hanya menelan tiga sendok pork jelly untuk makan malamnya kemarin, dan untuk sarapannya dia hanya minum sedikit teh, dan beberapa potong roti panggang.”


“Yah, kita harus membangkitkan selera makannya, bukan? Saya tidak berkeberatan bila dia makan sedikit ayam, misalnya, atau bahkan seiris anak biri-biri yang direbus, jika dia menyukainya.”


“Sebenarnya, aku tidak suka apa pun,” Caroline mengakui.


“Aku sudah kehilangan selera makanku. Tapi, aku akan berusaha makan sedikit ayam, aku janji!”


“Itu benar!” kata sang dokter.


“Diucapkan seperti wanita bijaksana yang saya kenal. Itulah Anda, Nyonya!”


Tidak pernah sebelumnya dia merasa begitu murung sehingga dia merasakan sebuah penyesalan dia pernah dilahirkan, atau terlalu susah untuk berusaha membangkitkan dirinya dari kemurungan tanpa gairah. Dia memberi tahu diri sendiri kondisi tercela ini memang benar-benar muncul dari penyakitnya baru-baru ini, dan berbaring di tempat tidur, dengan hanya bisa memikirkan betapa lemah dan sengsara perasaannya, hanya memperbesar kemurungannya. Jadi, dia menolak untuk menyerah pada godaan untuk tetap berada di tempat tidur, melainkan segera bangun, menyadari kaki-kakinya menjadi sulit dikendalikan, “Seolah tulang-tulangku telah dikeluarkan dari kedua kaki!” dia memberi tahu Elle, berusaha untuk tertawa, dan merasa senang menerima bantuan dari tangan kuat Elle pada gerak majunya yang agak sempoyongan menuju meja rias. Memandang bayangannya di cermin tidak membangkitkan semangatnya.


“Astaga, Elle!” dia berseru. “Betapa menakutkannya aku! Aku ingin menyuruhmu ke luar untuk membelikan bedak untukku!”


“Yah, saya tidak akan membelikan Anda apa-apa, Nona Caroline! Anda juga tidak terlihat mengerikan. Hanya sedikit lusuh. Bisa dimaklumi setelah kejutan tidak menyenangkan yang telah Anda alami. Jika saya sudah menyikat halus rambut Anda, dan menjepitnya di bawah topi renda cantik yang baru Anda beli minggu lalu, Anda tidak akan mengenali diri sendiri!”


“Aku tidak mengenali diriku sekarang,” kata Nona Dior.


“Oh, yah! Kukira itu tidak penting. Tuan Arthur tidak pernah memperhatikan apakah seseorang terlihat dalam tampilan terbaik atau terburuknya tapi aku sungguh berharap aku memintamu untuk menghaluskan rambutku semalam!”


“Yah, rambut Anda juga tidak penting, Nyonya, karena saya akan menggulungnya ke dalam topi Anda,” jawab pelayan wanitanya yang tidak bersimpati.


“Dan, hari ini cerah, jadi tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak memakai gaun indah yang Anda telah suruh buat untuk Anda, dan tidak pernah dipakai lebih dari dua atau tiga kali berbahan satin, dengan karangan bunga biru disulam di sekelilingnya, dan syal segitiga berenda. Itu akan membuat Anda merasa jauh lebih seperti diri Anda, bukan?”

__ADS_1


“Aku harap begitu, tapi aku meragukannya,” ujar Nona Dior.


††*****††


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.


Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.


Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.


Terima kasih banyak.


________________________________


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards


“Saya yang makan rujak”

__ADS_1


__ADS_2