
“Nah, itulah yang saya curigai,” Nona Dior mengangguk. “Tapi, ada baiknya saya katakan kepada Anda, menurut Archard, situasinya tidak seperti itu. Dia berkata ayahnya tidak pernah berpikiran materialistis.”
“Secara keseluruhan,” ujar Tuan Constantine, dengan sangat marah, “saya harus mengubah pendapat saya tentang Oliver jika motifnya adalah uang! Alasan mengharukan untuk menikahkan Cherry dengan putranya hanya karena dia dan saudara saya bersahabat karib agak membuat saya muak! Saya tidak pernah menyukai orang itu, Anda tahu.”
Mata Nona Dior penuh binar tawa. Dia berkata dengan sangat serius, “Untuk satu dan lain hal, saya sudah mengira demikian. Adakah seseorang yang memang Anda sukai, Tuan Constantine?”
“Ya, Anda,” jawabnya dengan berterus terang.
“S-saya?” tukas Nona Dior, benar-benar terperangah.
Pria itu mengangguk. “Ya. Tapi, itu terjadi di luar keinginan saya,” ujarnya.
Pernyataan itu membuat Nona Dior tiba-tiba tertawa. Dengan masih terkekeh, dia berkata, “Anda sangat tidak sopan dan Anda tahu itu! Apa gerangan yang telah saya katakan atau perbuat sehingga Anda menyukai saya? Dari semua kebohongan yang pernah saya dengar, ini yang paling mengejutkan!”
“Oh, tidak! Saya tidak pernah berbicara omong kosong. Saya memang menyukai Anda, tapi sungguh memalukan kalau saya tahu alasannya! Bukan karena kecantikan Anda, walau hal itu tampak jelas: dan sudah pasti bukan karena sesuatu yang telah Anda katakan atau lakukan. Saya kira pasti karena sifat Anda hal tertentu tentang diri Anda.”
“Saya percaya,” ujar Nona Dior dengan yakin, “Anda hanya mengada-ada.”
Tuan Constantine tertawa. “Malah sebaliknya! Tapi, jangan menipu diri Anda sendiri dengan berpikir rasa suka saya terhadap Anda membuat saya menganggap Anda orang yang tepat untuk menjaga keponakan saya.”
“Menghina sekali!” balasnya. “Apa yang Anda sarankan untuk dilakukan tentang hal itu, Tuan?”
“Serahkan dia kembali dalam asuhan bibinya, tentu saja!”
“Membawa dia kembali ke Ome? Betapa bodohnya gagasan yang ada di pikiran Anda! Itu berarti Anda juga telah memberikan restu atas pernikahannya dengan Archard, begitu?”
“Bukan, bukan ke Ome! Ke Cheltenham, tentunya!”
__ADS_1
Nona Dior menggelengkan kepala. “Oh, saya kira Anda tidak akan bisa melakukan hal itu. Informasi terakhir yang kami dapat tentang Nyonya Raina yang malang adalah, dia dalam kondisi lemah, serta dalam perawatan dokter Nyonya Besar Oliver, dan karena Cherry memberi tahu saya bibinya butuh waktu berminggu-minggu untuk pulih dari kejang-kejang histerisnya, saya akan sangat meragukan kalau dia akan mampu kembali kerumahnya sendiri selama beberapa waktu ke depan. Nah, saya jadi teringat, dia telah memberitahukan tidak pernah ingin melihat Cherry lagi, dan meski saya tidak terlalu peduli dengan hal itu, saya merasa sungguh mustahil mengharapkan dia mengubah pikiran sebelum kesehatannya benar-benar pulih.”
“Saya akan segera memulihkan kesehatannya!” ujar Tuan Constantine dengan sangat marah.
“Omong kosong! Anda lebih mungkin akan menakuti dia sehingga mengalami kejang-kejang hebat. Dan, sekalipun Anda memang berhasil, Anda mungkin masih harus menghadapi Cherry.”
“Tidak akan ada kesulitan tentang itu, saya berjanji!”
“Oh, saya tidak ragu Anda bisa menggertaknya sehingga bersedia pergi bersama Anda ke Cheltenham!” ujar Nona Dior, dengan kesopanan yang menjengkelkan. “Yang saya ragukan adalah kemampuan Anda untuk membujuk dia tetap tinggal di sana.”
Tuan Constantine menatapnya dengan mata menyala-nyala. “Saya tidak akan menggertaknya, Nyonya!”
“Yah, tahukah Anda, saya kira Anda sangatlah bijak,” ujarnya, dengan nada menyetujui. “Gadis itu punya semangat tinggi, dan upaya apa pun dari pihak Anda untuk memaksanya tentu akan membuatnya marah. Dia akan kabur lagi, dan benar-benar tidak baik baginya bila menghabiskan empat tahun ke depan dengan melarikan diri. Tidak ada bahaya dari pelarian pertamanya, tapi kalau dia menjadikannya kebiasaan”
“Oh, diamlah” potong Tuan Constantine, antara jengkel dan geli. “Anda menyebut saya apa? Tidak sopan, bukan? Kalau Anda bisa bersikap tidak sopan, Nyonya, saya pun bisa!”
Otot di sudut mulut Tuan Constantine berkedut: dia melihat tatapan mengejek dari Nona Dior, dan tiba-tiba tertawa. “Nona Dior,” katanya, “saya berbohong ketika saya berkata menyukai Anda! Saya sungguh tidak menyukai Anda! Saya bahkan amat yakin sangat membenci Anda!”
“Apa yang bisa saya katakan, Tuan, kecuali bahwa perasaan Anda berbalas,” sahutnya.
Pria itu tersenyum dengan baik hati. “Pernahkah seseorang mengalahkan Anda dalam sebuah pertemuan verbal?” tanyanya.
“Tidak, tapi harus diingat baru hari inilah saya punya banyak kesempatan untuk terlibat dalam pertemuan verbal. Para pria yang sebelumnya saya kenal sangat berbeda dengan Anda dari segi kesopanan sikap dan kelakuan!”
“Itu pasti membuat mereka sangat membosankan!” komentar pria itu.
Nona Dior mau tak mau berpikir itulah tuduhan yang tidak bisa dilontarkan kepadanya, tapi dia tidak mengatakannya.
__ADS_1
Alih-alih, dia menganjurkan, dengan agak tidak ramah, mereka semestinya tidak membuang-buang waktu lebih banyak untuk berdebat, tapi harus mengalihkan perhatian pada masalah yang jauh lebih penting.
“Jika maksud Anda apa yang perlu dilakukan dengan Cherry” Tuan Constantine berhenti tiba-tiba seraya mengerutkan dahi.
“Yah, memang itu yang saya maksudkan. Akan sia-sia membawanya kembali ke Nyonya Raina sekalipun Nyonya Raina bersedia menerimanya. Mungkin Anda-lah orang yang paling tepat untuk menjaga Cherry”
“Oh, demi Tuhan, tidak!” serunya.
“Tidak.” Nona Dior menyetujui. “Sangat tidak memenuhi syarat. Anda harus mempekerjakan seorang wanita santun untuk menjaganya, dan saya sangat ragu jika Anda bisa menemukan seseorang yang cocok untuk pekerjaan itu. Di satu sisi, wanita itu harus cukup pandai untuk menerapkan kendali atas Cherrys disisi lain, dia harus cukup sabar untuk menghadapi sifat Anda yang suka menguasai, dan untuk mematuhi perintah Anda yang paling bodoh sekalipun tanpa membantah.” Dia tersenyum dengan ramah kepada pria itu, dan menambahkan, “Kombinasi yang mustahil, saya khawatir, Tuan Constantine.”
“Saya merasa lega! Jika gambaran tidak menyenangkan yang telah Anda deskripsikan disertai maksud untuk membujuk saya mempercayakan anak perwalian saya dalam perlindungan Anda”
“Sama sekali tidak! Saya akan senang tetap menjaga dia sampai rencana yang lebih sesuai telah dibuat, tapi tidak pernah saya memiliki niat sedikit pun untuk menjaganya selamanya. Bolehkah saya mengusulkan kepada Anda kewajiban yang harus segera dilakukan adalah mengurus masalah perkenalannya ke masyarakat? Saya terkejut kewajiban yang sangat jelas ini tidak terpikirkan oleh Anda.”
“Benarkah begitu, Nyonya? Kalau begitu izinkan saya memberi tahu Anda saya sudah mengatur rencana agar sepupu saya, Nyonya Besar Trevisian, memperkenalkannya tahun depan!”
“Oh, itu tidak bisa!” katanya dengan cepat. “Setelah menikmati hiburan-hiburan yang ditawarkan di Rouen pada musim ini, Anda tidak bisa mengharapkan dia untuk kembali ke sekolah itulah yang akan terjadi kepadanya kalau Anda berhasil menggertak Nyonya Raina agar meneruskan tugas perwaliannya.”
“Sebenarnya, Nyonya,” ujar Tuan Constantine, dengan nada tajam, “Anda sudah membuatnya tidak puas yang membuktikan betapa Anda sangat tidak pantas untuk menjaga gadis seusianya walau hanya sementara.” Dia melihat ucapannya ini telah membuat wajah Nona Dior merona, dan mengira dia menemukan ekspresi sakit hati di matanya. Itu hanya pandangan sekilas, tapi Tuan Constantine berkata, dengan nada yang lebih lembut, “Saya yakin Anda mungkin melakukannya dengan tujuan baik, tapi akibat dari tindakan Anda telah menyebabkan kita berada dalam kekacauan luar biasa.”
“Tolong jangan berbohong, Tuan! Anda tidak berpikir saya melakukan semuanya dengan tujuan baik! Anda menuduh saya berusaha membuat kekacauan, dan saya merasa sangat tersinggung karenanya.”
“Saya tidak melakukan hal seperti itu! Dan, kalaupun benar, hal itu tidak akan semenghina seperti tuduhan Anda, saya akan menggertak Nyonya Raina!” Nona Dior mendengus, yang memunculkan kembali binar senang di mata Tuan Constantine.
“Anda sungguh wanita yang tak terduga!” ujarnya. “Pada satu saat seorang wanita terhormat, pada saat berikutnya seperti lebah penyengat! Tidak, jangan memberengut kepada saya! Sungguh, saya tidak ingin berselisih!”
“Kalau begitu, jangan memancing saya!” ujarnya dengan marah. “Mengapa Anda tidak meminta sepupu Anda untuk memperkenalkan Cherry tahun ini?”
__ADS_1
“Karena saya tidak suka mendapati diri saya dalam kondisi terpojok! Dia tidak akan melakukannya. Putri sulungnya akan menikah pada bulan Mei, dan dia sudah sangat sibuk dengan semua hal konyol dengan segala persiapan pernikahan! Saya tidak bisa lagi membujuknya untuk memperkenalkan Cherry pada momen seperti itu seperti halnya saya tidak bisa menggertaknya agar melakukannya!”