Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
CHAPTER XLIX


__ADS_3

Keterangan blakblakan tentang perjalanan hidupnya, digabungkan dengan keyakinannya akan pemahaman Nona Dior tentang arti dari istilah-istilah semacam itu yang dia gunakan untuk menggambarkan kekasih-kekasihnya, menyenangkan hati Nona Dior alih-alih membuatnya terkejut, dan tentunya tidak memperburuk sosok Tuan Constantine dimata wanita itu. Dengan membandingkan sikap pria itu dengan sikap kakaknya, Nona Dior berpendapat hal itu terasa menyenangkan sekaligus tidak biasa, dan, secara tidak sadar, dia mulai menyukai pria itu. Tuan Constantine bukanlah orang yang menganggap wanita-wanita belum menikah memiliki keluguan yang sangat jarang dimiliki oleh mereka, atau mengikuti ketentuan yang melarang seorang pria mengatakan di hadapan mereka topik apa pun yang dapat membuat mereka malu. Nona Dior menyukai hal ini, tapi tidak menemukan alasan mengapa dia harus mengatakannya demikian. Alih-alih, dia berkata dengan sangat tenang, “Sama sekali tidak, Tuan Kehidupan masa lalumu tidak penting bagi siapa pun kecuali dirimu sendiri. Tapi, kalau aku bermaksud menerima pinanganmu yang sangat memaksa, kehidupan masa depanmu juga akan menjadi penting bagiku, dan, meski mungkin akan menyinggung perasaanmu, aku harus katakan kepadamu aku tidak punya keinginan untuk menikahi seorang lelaki bajingan.”


Tuan Constantine kelihatannya sama sekali tidak merasa tersinggung malahan, dia sepertinya merasa geli. Dia mendengarkan wanita itu dalam sikap diam, tapi ketika wanita itu selesai bicara, dia mendesaknya agar tidak berbicara seperti orang bodoh.


“Yang kutahu betul, Sayang, kau bukan orang bodoh. Kau seharusnya bersikap cukup bijak sehingga tidak mengira aku akan melanjutkan cara hidup itu jika aku menikahimu. Aku bahkan tidak akan menginginkannya! Tidak ada pria yang amat sangat beruntung menyebutmu istrinya akan pernah menginginkan wanita lain. Jika kau tidak tahu itu, tidak ada lagi yang bisa kulakukan atau katakan untuk meyakinkanmu.”


Nona Dior merasa pipinya semakin panas, lalu secara naluriah, menekankan tangannya ke pipi. “Kau sangat membantu, Tuan, tapi ... tapi sayangnya keliru, kurasa! Aku tidaklah sesempurna seperti yang kau pikirkan tentang aku!”


Dia tergagap, “Aku ... aku tahu biasanya aku dipandang sangat cantik, tapi”


“Andaikan aku pernah mendengar gambaran semacam itu,” sela Tuan Constantine. “Biasanya dipandang sangat cantik? Kau biasanya dipandang sebagai wanita muda yang sangat jelita, Sayang! Dan, jangan katakan kepadaku kau tidak tahu itu sebab aku orang yang sulit dijangkau, dan aku memberimu peringatan wajar kau akan rugi jika kau berusaha membohongiku.”


Nona Dior tersenyum. “Itu bisa kupercaya. Sekarang, cobalah untuk percaya kepadaku ketika aku berkata bahwa aku tidak mengagumi oh, kejelitaanku, karena tidak ada kata yang lebih baik!”


“Tidak ada satu pun,” ujar Tuan Constantine. “Aku punya pengalaman luas tentang kejelitaan, tapi selama perjalanan hidupku yang sia-sia, aku tidak pernah melihat seorang wanita pun yang sejelita dirimu.”


Nona Dior berusaha untuk tertawa, dan berkata, “Kentara sekali kau salah menilai! Kukira kau telah jatuh cinta pada wajahku, Tuan Constantine!”


“Oh, tidak.” Tuan Constantine menyahut, tanpa ragu. “Bukan dengan wajahmu, atau dengan sosok eleganmu, atau caramu yang anggun dalam menegakkan tubuh, atau dengan apa pun sifatmu yang terlihat jelas. Hal-hal itu tentunya aku kagumi, tapi aku tidak jatuh cinta dengan semua itu, seperti halnya aku tidak jatuh cinta dengan lukisan Dewi Venus karya Botticelli, walau aku sangat mengagumi kecantikannya.”


Nona Dior menautkan alis, kebingungan. “Tapi, kau tidak tahu apa pun tentang diriku, Tuan Constantine. Bagaimana kau bisa jatuh cinta dari perkenalan yang begitu singkat?”


“Aku tidak tahu bagaimana aku bisa: aku hanya tahu aku jatuh cinta. Jangan tanya kepadaku mengapa aku mencintaimu sebab aku juga tidak tahu. Tapi, kau bisa merasa yakin aku tidak menganggapmu sebagai barang berharga yang ditambahkan pada koleksiku!”


Rujukan tajam ke rayuan Tuan Besar Curtis ini membuat Nona Dior tersenyum, tapi dia berkata, “Kau sudah memberiku begitu banyak pujian yang berlebihan sehingga aku tidak perlu segan-segan untuk memberitahumu pinanganmu bukanlah pinangan pertama yang aku terima.”

__ADS_1


“Aku kira kau pasti sudah menerima banyak pinangan.”


“Tidak banyak, tapi beberapa. Aku menolak semuanya karena aku lebih menyukai kebebasanku ketimbang pernikahan. Kurasa, aku masih berpikir begitu. Aku hampir yakin akan hal itu.”


“Tapi, tidak sangat yakin?”


“Tidak, tidak sangat yakin,” kata Nona Dior, dengan nada suara yang bingung. “Dan, ketika aku menanyai diriku sendiri apa yang bisa kau berikan kepadaku sebagai ganti kebebasanku, yang sangat berharga bagiku, aku oh, aku tidak tahu, aku tidak tahu!”


“Tak lain hanya cintaku. Aku punya kekayaan, tapi itu tidak penting. Jika itu penting jika kau miskin aku tidak akan pernah menawarimu harta milikku sebagai iming-iming. Jika kau menikah denganku, itu pasti karena kau ingin menghabiskan masa hidupmu di sisiku, bukan untuk alasan lain. Ada banyak hal yang bisa kuberikan kepadamu, tapi aku tidak bermaksud mengiming-imingi semua itu di hadapanmu, dengan harapan kau mungkin terbujuk untuk menikahiku.” Mata Tuan Constantine berseri-seri. “Kau akan melemparku jauh-jauh dalam waktu sangat singkat jika aku melakukannya, bukan, Lebahku Sayang? Dan, aku tidak akan menyalahkanmu!”


“Itu tentunya akan membuat ketidaksopanan menjadi penghinaan,” kata Nona Dior, berusaha bersuara lebih lembut. “Namun, mustahil untuk mengetahui kau mungkin bisa menyogokku dengan berjanji untuk tidak pernah menghardikku.”


Tuan Constantine tersenyum dan menggeleng. “Aku tidak pernah membuat janji-janji kosong.”


Nona Dior tidak mampu menahan tawa, tapi dia berkata, “Peringatan yang kejam, sebenarnya. Aku mulai curiga, Tuan, kau sudah berharap tidak meminangku, dan sekarang berusaha menakut-nakuti ku supaya aku menolak pinangan itu.”


“Ya, aku memperhatikannya.”


“Kau pasti bisa melihatnya.” Tuan Constantine merasa ragu, lalu menambahkan, “Aku telah menyakitimu beberapa kali dengan memarahimu, seperti yang kau katakan, tapi tidak pernah tanpa berharap seandainya aku tidak melakukannya. Tapi, ketika aku merasa jengkel, lidahku mengucapkan hal-hal yang bersifat mengejek sebelum aku bisa menghentikannya.”


“Pengakuan yang luar biasa.”


“Mengejutkan, bukan? Aku mengorbankan sesuatu untuk membuat pengakuan itu, tapi aku suka bertaruh, dan aku tidak akan mencoba membujukmu dengan janji-janji ataupun rayuan.”


Nona Dior tidak menanggapi pernyataan ini, dan, setelah sesaat, Tuan Constantine berkata, “Apakah aku sudah membuatmu membenciku? Jujurlah kepadaku, Sayang!”

__ADS_1


“Tidak oh, tidak,” kata Nona Dior. “Aku juga suka bertaruh, dan aku akan jujur kepadamu. Aku tidak tahu apakah kau bisa mengerti atau berpikir bahwa aku pasti manusia aneh yang memiliki gangguan mental, tapi sebenarnya pikiranku sedang kacau balau.” Dia bangkit dengan tersentak, dan sekali lagi menekankan tangan ke pipinya seraya berkata dengan tawa kecil yang ragu-ragu, “Maafkan aku! Aku pasti kedengarannya berlagak!”


“Kukira aku sungguh mengerti. Kau telah meyakinkan dirimu sendiri sehingga percaya kau lebih suka hidup sendirian dan, jika pilihan lainnya adalah tinggal bersama kakak dan kakak iparmu, benar-benar bisa dimaklumi. Kau telah sangat terbiasa dengan keadaan lajangmu sehingga mengubah keadaan itu kelihatannya tidak terpikirkan bagimu. Tapi, kau sedang memikirkannya! Itulah kenapa pikiranmu kacau balau. Kalau kau merasa tetap hidup sendirian akan lebih baik dibanding hidup bersamaku, kau seharusnya menolak menikah denganku tanpa keraguan sekejap pun. Apakah pikiranmu menjadi kacau ketika Curtis meminangmu? Tentu saja tidak! Kau memberinya perhatian dengan sikap acuh tak acuh. Tapi, kau tidak memberiku perhatian dengan sikap acuh tak acuh! Aku telah mengejutkanmu, dan aku mengancam untuk menjungkirbalikkan kehidupanmu yang sangat teratur, dan kau tidak tahu apakah kau akan menyukainya atau membencinya.”


“Ya,” kata Nona Dior dengan penuh syukur. “Kau sungguh mengerti! Benar, aku tidak memberimu perhatian dengan sikap acuh tak acuh, tapi ini langkah besar yang harus diambil langkah penting sehingga kau harus memberiku sedikit waktu untuk memikirkannya dengan hati-hati sebelum memberimu jawaban. Jangan ... jangan desak aku untuk menjawabmu sekarang. Tolong, jangan.”


“Tidak, aku tidak akan mendesakmu,” ujar Tuan Constantine, dengan tak terduga bersikap lembut. Dia meraih tangan Nona Dior, dan menatapnya sambil tersenyum. “Jangan terlihat begitu cemas dan bingung, Sayangku! Dan, jangan mengubahku menjadi seorang tersangka pembunuhan selagi aku pergi. Aku memang mudah marah, aku tidak punya pembawaan yang menyenangkan, dan tidak terlalu menghormati kesopanan, tapi aku bukan raksasa, aku jamin!” Genggamannya pada tangan Nona Dior semakin kencang. Dia mengangkat tangan itu ke bibirnya, mengecupnya, dan melepaskannya, lalu pergi keluar ruangan tanpa berkata-kata lagi.


*****_____*****


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards

__ADS_1


“Saya yang benerin kipas angin”


__ADS_2