Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter XXV


__ADS_3

“Apakah Sepupu Julia akan memperkenalkan aku?” Tanya Cherry, jelas terlihat berseri-seri. “Kalau begitu, harus kuakui kalau kau mengatur begitu, Tuan, itu hal terbaik yang pernah kau lakukan untukku! Malahan, itulah satu-satunya hal baik yang pernah kau lakukan untukku, dan aku sungguh berterima kasih kepadamu!”


“Ucapan yang sangat baik!”


“Ya, tapi itu tidak menyelesaikan persoalan tentang dimana aku akan tinggal atau apa yang akan aku lakukan selama setahun penuh,” jelas gadis itu. “Dan, aku ingin memperjelas nya kepadamu bahwa tidak ada, tidak ada yang bisa membujukku untuk kembali ke Bibi Mirela! Kalau kau memaksaku untuk kembali, aku akan kabur lagi!”


“Tidak akan jika kau punya sedikit saja akal sehat,” ujar pamannya serius. Dia menatap Cherry dengan tersenyum sinis.


“Kau akan melakukan seperti yang disuruh, Anakku, sebab kalau kau menimbulkan masalah seperti ini sekali lagi, aku janji tidak akan mengizinkanmu diperkenalkan pada Musim Pertemuan berikutnya.”


Cherry menjadi pucat karena amarah, dan tergagap, “Kau... kau”


“Hentikan kebodohan ini!” potong Nona Dior dengan nada riang. “Omong kosong kalian berdua sungguh keterlaluan! Aku tidak tahu mana dari kalian yang lebih kekanak-kanakan, tapi aku tahu mana dari kalian yang punya sedikit alasan untuk berkelakuan seperti anak manja!”


Sedikit rona merah terlihat di pipi Tuan Constantine, tapi dia mengedikkan bahu, lalu berkata, dengan tertawa sesaat, “Aku tidak punya kesabaran untuk menghadapi anak sekolahan yang tidak sopan dan tidak patuh.”


“Aku benci kau!” ujar Cherry, dengan suara rendah dan bergetar.


“Kuyakin begitu.”


“Oh, demi Tuhan, berhentilah jadi orang membosankan, kalian berdua!” ujar Nona Dior, sangat jengkel. “Pertengkaran konyol ini muncul tanpa alasan sama sekali! Tidak mungkin pamanmu menyerahkan mu kembali ke Nyonya Raina, Cherry, sebab bibi mu telah memperlihatkan dengan sangat jelas dia tidak menginginkanmu kembali.”

__ADS_1


“Dia akan berubah pikiran,” kata Cherry dengan putus asa.


“Dia sering berkata akan melepas tanggung jawabnya atas ku, tapi dia tidak pernah melakukannya!”


“Yah, aku yakin pamanmu tidak akan menyerahkan mu kepadanya sekalipun bibi mu memang berubah pikiran.” Nona Dior menaikkan alis dengan jenaka ke arah Tuan Constantine, dan berkata, “Benar begitu, “kan, Tuan?” Senyuman enggan menghiasi bibir lelaki itu sekilas.


“Sebenarnya tidak, aku tidak akan melakukannya.” Dia mengakui.


“Bagiku dia kelihatannya tidak bisa mengendalikan Cherry, dan terbukti bukan orang yang pantas atau tepat untuk bertanggung jawab atasnya. Jadi, sekarang aku dihadapkan pada kewajiban penting untuk mencari orang lain, dan, diharapkan, seorang anggota keluarga yang lebih tegas mengisi posisinya.”


Ucapan ini tidak begitu memuaskan Cherry, tapi dia merasa sangat lega karena mengetahui pamannya tidak berniat mengembalikan dia kepada Nyonya Raina sehingga gadis itu berkeputusan untuk mengabaikan bagian ucapannya yang telah menyinggungnya. Dia berkata dengan ragu, “Tidakkah mungkin bagiku untuk tetap di bawah tanggung jawab Nona Dior, Tuan?”


“Tidak,” jawab sang paman tanpa kompromi.


“Karena, pertama, dia bahkan orang yang lebih tidak pantas dan tidak tepat untuk bertindak sebagai wali mu dibanding bibi mu. Usianya masih terlalu muda untuk menjagamu, atau siapa pun, dan sama sekali tidak punya hubungan kekerabatan denganmu.”


“Dia tidak terlalu muda!” teriak Cherry dengan marah. “Dia sudah cukup tua!”


“Dan, kedua,” lanjut pamannya, terlihat hanya dari getaran di otot-otot dekat mulutnya dia telah mendengar seruan sengit ini, “akan menjadi sangat tidak pantas bagiku, atau kau, untuk memanfaatkan sifat baiknya dengan sangat keterlaluan.”


Jelas sekali sudut pandang ini tidak pernah terpikir oleh Cherry. Butuh waktu sesaat baginya untuk memahami, dan dia akhirnya berkata, “Oh! Aku tidak bermaksud begitu.” Dia memandang Nona Dior dengan memohon, dan berujar, “Aku tidak akan aku sama sekali tidak akan merepotkan Anda, Nyonya, tapi ... tapi apakah aku akan menjadi beban bagi Anda? Tolong beri tahu aku!”

__ADS_1


Seraya melemparkan tatapan mengecam ke arah Tuan Constantine, Nona Dior menjawab, “Tidak, tapi salah satu keberatan yang telah disampaikan pamanmu, kusadari memang tepat. Aku tidak berkerabat denganmu, dan akan dipandang sangat aneh jika kau, yang diketahui telah lepas dari asuhan Nyonya Raina, menjadi tanggung jawabku. Perubahan luar biasa seperti itu pasti menimbulkan dugaan-dugaan dan gunjingan yang ku yakin tidak akan kau sukai. Selain itu, bumbu skandal semacam itu tak dapat dihindari akan menjelekkan nama baik Nyonya Raina, dan hal itu, aku tahu, tidak kau inginkan terjadi. Berapa pun banyaknya larangan menjemukan yang telah dia berikan kepadamu dan walaupun kau menganggap semua itu membosankan, kau pasti akan mengakui dia selalu bertindak sekalipun dengan keliru dengan mengutamakan kesejahteraan mu.”


“Ya.” Cherry mengiyakan dengan enggan. “Tapi, tidak ketika dia berusaha memaksaku menerima pinangan Archard!” Hal ini, sebagaimana diakui Tuan Constantine, yang menanggapi percakapan ini dengan sinis, menjadi (dalam pemilihan katanya sendiri) penyamarataan, ternyata tidak mengakhiri perdebatan.


Nona Dior memutar otak dengan cepat, dan berkata, “Aku tidak akan heran kalau bibi mu menyangka dirinya tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan mu. Ingatlah, Sayang, Archard adalah sahabat karib mu saat kalian masih kecil. Nyonya Raina bisa jadi berpendapat kau akan menemukan kebahagiaan sejati bersamanya.”


“Apakah kau ... tau, Nyonya, berusaha membujukku untuk kembali ke Cheltenham?!” tuntut Cherry, dengan kecurigaan besar.


“Oh, tidak,” sahut Nona Dior dengan tenang. “Kukira itu bukan solusinya. Yang sedang kulakukan adalah menjelaskan kepadamu jika kau, dengan kemungkinan yang sedikit mustahil, bisa membujuk pamanmu untuk menunjukku menjadi wali mu, daripada seseorang dari kerabat mu sendiri, kita bertiga akan dicela habis-habisan. Yah, aku tidak perlu berupaya menutupi-nutupi aku tidak ingin mendapat celaan seperti itu dan, dalam situasi mu, celaannya akan sangat merugikan sebab kau bisa meyakini Nyonya Raina akan memberi tahu teman-teman dan kenalannya dan mungkin kerabat dari pihak ayahmu juga kau sama sekali tidak bisa dikendalikannya, dan telah meninggalkan dia untuk tinggal bersama seseorang yang benar-benar asing, yang”


“Memang sangat benar!” sela Tuan Constantine.


“Yang,” lanjut Nona Dior, mengabaikan interupsi yang tidak sopan itu, “akan berdampak jauh lebih merugikan pada masa depanmu dibanding yang selama ini kau sadari. Percayalah, Cherry, sidak ada yang lebih fatal bagi seorang gadis daripada mendapat reputasi betapa pun tidak adilnya sebagai seorang gadis biang kerok, sangat liar, dan begitu berbahaya sehingga siap melakukan sesuatu yang sangat menggemparkan daripada menyerah pada pihak berwenang.”


“Itu akan jadi sangat buruk, bukan?” ujar Cherry, tercengang oleh gambaran akan hal-hal buruk yang berhubungan dengan situasinya.


“Memang.” Nona Dior meyakinkannya. “Dan, itulah alasanku betul-betul berpendapat pamanmu harus mengatur agar kau tinggal, sampai hari perkenalan mu, bersama kerabat mu yang lain, terutama kerabat yang tinggal di Paris, yang dapat memperkenalkan cara-cara membawa diri yang tepat di dalam masyarakat sebelum kau benar-benar terjun ke dalamnya. Pamanmu adalah satu-satunya anggota keluarga ayahmu yang kukenal, tapi aku mengira dia bukanlah satu-satunya wakil dari keluarganya.”


Dia menoleh untuk mengarahkan pandangan bertanya yang ramah kepada Tuan Constantine, dan berujar, “Katakan, Tuan, apakah Cherry tidak punya bibi atau sepupu, dari pihak keluarga Anda, yang akan sangat baik bagi Cherry untuk tinggal dengannya?”


“Yah, ada saudariku, tentunya.” Dia berkata dengan penuh pertimbangan.

__ADS_1


“Bibi Caroline?” ujar Cherry, dengan ragu-ragu. “Tapi, bukankah dia sedang sakit parah, Tuan?”


“Ya, menyiksa diri sendiri adalah hiburan favoritnya.” Tuan Constantine mengiyakan. “Dia menderita suatu penyakit misterius yang tidak bisa diketahui penyebabnya, tapi rupanya tidak bisa disembuhkan lagi. Salah satu gejala yang paling aneh adalah, dia sulit dikendalikan setiap kali mendapati dirinya diminta untuk berbuat sesuatu yang tidak ingin dia lakukan. Katanya dia menjadi lemah tak berdaya hanya gara-gara memikirkan dirinya diharuskan menghadiri suatu pesta yang kelihatannya akan menjadi pesta yang sangat membosankan. Mustahil untuk mengatakan dia tidak akan menjadi terpuruk jika aku mengusulkan kepadanya agar dia bertanggung jawab atas mu, jadi aku tidak akan melakukannya. Aku tidak mau menjadi penyebab kematiannya.”


__ADS_2