Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
CHAPTER LXVIII


__ADS_3

Ini membuat Nona Dior mengangkat kepala di antara tangan-tangannya, dan berkata dengan marah,


“Ini tidak ada hubungannya dengan Arthur! Dan, jika kau pikir aku akan duduk dengan patuh di sini sementara kau dan dia”


“Tenang, tenang” kata Tuan Constantine.


“Mana sopan santun mu? Kakak mu, dengan selayaknya, ingin mengetahui bagaimana keadaan keuanganku, dan tempat tinggal apa yang aku berniat persiapkan untukmu”


“Tidak, aku tidak ingin tahu!” potong Tuan Arthur dengan marah.


“Semua orang tahu kau kaya raya, dan tempat tinggal tidaklah penting karena kalau aku punya pendapat tentang hal itu, tidak akan ada pernikahan!”


“Kau tidak punya pendapat apa pun tentang hal itu, Arthur, dan tidak berhak mencampuri urusanku!”


“Oh, itu keterlaluan?” ujar Tuan Constantine.


“Dia mungkin tidak berhak untuk mencampuri, tapi dia sangat berhak untuk berusaha mencegah mu untuk menjalani apa yang dia yakini akan menjadi sebuah pernikahan yang mendatangkan malapetaka. Dia akan menjadi seorang kakak yang buruk kalau dia tidak berusaha melakukan itu!”


Terkejut sekaligus bingung, Tuan Arthur mengerjap-ngerjap menatapnya.


“Yah yah yaaa, aku senang kau akhirnya menyadari hal itu,” katanya, tertegun.


“Yah, aku tidak menyadarinya!” sambar Nona Dior.


“Tentu saja kau tidak,” ujar Tuan Constantine dengan nada menenangkan.


“Pada saat lain, kau akan mengatakan pernikahan tidak ada hubungannya denganku juga, Gadis Cengeng ku Tersayang! Jadi, kita akan menunda pembicaraan ini sampai besok. Oh, tidak! Jangan pandang aku dengan tatapan marah seperti itu! Aku tidak pernah berselisih dengan wanita yang terlalu lelah untuk menjadi tandingan bagiku.”


Nona Dior tertawa. “Oh, kau menjijikkan sekali!” desahnya.


“Itu lebih terdengar seperti dirimu” Tuan Constantine menyetujui. Dia membungkuk ke atasnya, lalu mengecupnya.


“Kau kelelahan, dan harus kembali ke tempat tidur, Sayang. Berjanjilah kepadaku kau tidak akan bangun lagi hari ini!”


“Aku ragu apakah aku bisa melakukannya,” kata Nona Dior dengan sedih. “Tapi, kalau kau dan Arthur bermaksud bertengkar tentang aku, itu sungguh membuatku sedih”


“Dibutuhkan dua orang untuk bertengkar. Aku tidak bisa menjawab untuk Dior, tapi aku tidak punya niatan bertengkar, jadi kau bisa tenang.”

__ADS_1


“Tenang? Ketika kau menghabiskan hidupmu dengan bertengkar, dan bersikap tidak menyenangkan kepada orang-orang tanpa alasan sama sekali? Aku tidak tenang sedikit pun!”


“Dasar lebah!” ucap Tuan Constantine, dan keluar kamar, dengan mendorong Tuan Arthur di hadapannya. “Aku sangat tidak menyukai strategimu, Dior,” katanya, ketika mereka mulai menuruni tangga. “Memakiku tidak akan memberikan apa yang kau harapkan. Itu hanya akan membuatnya marah.”


Tuan Arthur berkata dengan tidak ramah, “Aku harus memperjelasnya kepadamu, Constantine, bayangan tentang pernikahan adikku dengan seorang pria bereputasi seperti dirimu sungguh menjijikkan bagiku!”


“Kau sudah berkata begitu.”


“Yah, aku tidak ingin menyinggungmu, tapi aku tidak menganggap kau adalah orang yang tepat dan pantas untuk menjadi suami adikku!”


“Oh, itu tidak menyinggungku. Aku sangat bersimpati kepadamu, dan akan merasakan persis seperti yang kau rasakan kalau aku berada di posisimu.”


“Yah, percayalah!” Tuan Arthur terkesiap.


“Kau laki-laki paling luar biasa yang pernah aku jumpai sepanjang hidup!”


“Tidak, masa?” kata Tuan Constantine, tersenyum lebar kepadanya.


“Karena aku sependapat denganmu?”


“Kalau kau sependapat denganku, aku meragukan kau seharusnya meminang Caroline!”


“Yah, kukira ada baiknya aku memperingatkan mu aku berpendapat sudah menjadi kewajiban ku meski sangat tidak menyenangkan membicarakan hal-hal semacam ini kepada wanita yang dididik dengan amat baik untuk memberi tahu Caroline secara jujur mengapa aku menganggap mu tidak pantas sebagai suaminya!”


Tuan Constantine tertawa. “Astaga, Dior, jangan jadi orang bodoh seperti itu!” katanya. “Dia tahu semua tentang reputasiku! Katakan kepadanya semua yang kau inginkan, tapi jangan lakukan itu hari ini, bersedia, "kan? Aku tidak ingin dia sedih lagi, dan dia pasti akan sedih. Selamat tinggal! Sampaikan salam ku kepada Nyonya Besar Dior!”


Diiringi anggukan, pria itu pun pergi, meninggalkan Tuan Arthur dalam kebingungan akan pendapatnya tentang lelaki itu. Dengan murung, dia naik ke ruang tamu, dan ketika Nyonya Besar Dior menyusulnya sesaat kemudian, dia mengungkapkan kepada istrinya bahwa wanita itu selama ini benar atas ramalannya, dengan menambahkan, disertai ******* berat, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah pernikahan itu.


“Aku khawatir tidak ada yang bisa dilakukan, Sayang. Aku tahu ini bukan hal yang kau kehendaki. Ini juga bukan hal yang aku kehendaki untuk Caroline, tapi ketika aku melihat perbedaan dalam dirinya! Aku baru saja kembali dari kamarnya, dan meski dia lelah, dia terlihat jauh lebih baik, dan begitu bahagia sehingga aku tahu tidak akan ada gunanya, dan bahkan salah untuk mencoba membuat dia membatalkan niat. Jadi kita harus berusaha sebaik mungkin, dan berdoa semoga pria itu tidak akan meneruskan cara hidupnya yang sekarang dan mulai merubahnya setelah mereka menikah nantinya.”


Tuan Arthur menggeleng. “Seorang pria tidak mengubah kebiasaannya,” katanya.


“Aku tidak percaya kepada lelaki badung yang bertobat, Majorie.”


“Aku tidak bermaksud membangun opiniku menentang penilaianmu sebab tentu saja kau pasti mengetahui yang terbaik, tapi pernahkah hal ini terlintas di benakmu, Sayang, meski kita telah mendengar banyak hal tentang kekasih-kekasihnya, dan caranya yang tidak tahu malu dengan memamerkan mereka ke mana-mana, dan uang yang dia habiskan untuk mereka, kita tidak pernah mendengar tentang hubungan dekatnya terutama dengan seorang gadis dari kalangan atas? Sungguh, aku percaya Caroline adalah satu-satunya wanita yang kepadanya dia telah meminang walau bujukan yang tak terhitung jumlahnya telah diberikan kepada pria itu karena orang-orang perfeksionis dari kalangan atas sekalipun berpendapat kekayaan Tuan Constantine cukup untuk membuatnya bisa diterima. Jadi, tidakkah kau berpikir, Arthur, mungkin dia tidak pernah benar-benar mencintai siapa pun sampai dia bertemu Caroline? Itulah yang membuatku merasa mereka ditakdirkan untuk bersama sebab keadaannya pun sama dengan Caroline. Aku, tentunya, tidak bermaksud mengatakan persis sama, tapi pikirkan saja pinangan-pinangan yang telah dia terima, dan dia tolak! Pria-pria yang cerdas juga! Tidak pernah, sampai dia berjumpa dengan Tuan Constantine, dia jatuh cinta. Bahkan tidak dengan Tuan Besar Sedgeley, walau seseorang akan mengatakan pria itu adalah pria terbaik untuknya. Kau akan menganggapku pengkhayal, aku yakin, tapi kelihatannya bagiku seolah ... seolah mereka masing-masing telah saling menunggu selama bertahun-tahun, dan ketika mereka akhirnya bertemu ... mereka jatuh cinta, seakan-akan sudah ditakdirkan mereka akan jatuh cinta!”


Tuan Arthur, yang mendengarkan semua ini dalam sikap bungkam dan dengan mengerutkan dahi, diam-diam terkesan olehnya, tapi yang dia katakan hanya, “Yah, kau mungkin saja benar, Sayang, tapi aku memang berpendapat kau itu pengkhayal! Yang bisa kukatakan adalah, jika kau benar, aku berharap kepada Tuhan semoga mereka tidak pernah bertemu.”

__ADS_1


“Sangatlah wajar kau akan berharap demikian,” sang istri yang sempurna menanggapi. “Tapi, janganlah kita bicara soal ini lagi sampai kau punya waktu untuk mempertimbangkan masalah ini di benakmu. Nyonya Mary menanyaiku pagi ini apakah dia harus memerintahkan juru masak untuk membawakan telur bakar untuk kudapan kita, dan, karena mengetahui betapa sukanya kau dengan telur bakar, aku mengatakan ide itu yang terbaik. Jadi, mari kita turun sekarang, sebelum telur-telurnya menjadi dingin.”


Tuan Arthur bangkit, tapi sebelum meraih pintu, dia menghentikan langkah seperti seekor kuda yang mogok jalan, dan berkata, “Apakah Belevia di sana? Karena kalau dia di sana, tidak ada yang akan membujukku”


“Tidak, tidak, Sayang!” Nyonya Besar Dior buru-buru meyakinkan sang suami. “Nyonya Mary dan aku sudah mengantarnya ke tempat tidur, dan aku sudah membujuknya untuk minum segelas laudanum dan air mineral, sebagai obat penenang, kau mengerti. Dia menjadi sangat murung ketika kau naik untuk menemui Caroline, dan apa yang kau katakan kepadanya hingga membuatnya sangat kecewa, aku tidak tahu sebab kau tidak mungkin telah menuduhnya mabuk, yang katanya telah kau lakukan. Tapi, aku menyesal untuk mengatakan jika Belevia menjadi histeris, seseorang tidak bisa menaruh percaya sedikit pun pada hal-hal konyol yang dia katakan. Dia bahkan berkata Tuan Constantine melakukan kekerasan kepadanya!”


“Yang benar saja, benarkah?” seru Tuan Arthur, dengan jelas menjadi cerah. “Yah, terkutuk kalau aku tidak berpendapat dia tidak seburuk yang digambarkan orang tentang dirinya! Tapi, ingatlah ini, Majorie, aku mungkin tidak punya kemampuan untuk menghentikan dia menikahi adikku, tapi jika dia berpikir akan membebankan Belevia kepada kita, dia akan segera tahu dia salah! Dan, begitulah yang akan kukatakan kepadanya!”


“Ya, Sayang,” kata Nyonya Besar Dior, dengan lembut mendorongnya ke pintu. “Kau tentu akan berbuat apa yang kau pandang baik, tapi ayolah, kita makan telur bakarmu sebelum menjadi basi!”


††*****††


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.


Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.


Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.


Terima kasih banyak.


________________________________


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards

__ADS_1


“Saya yang lagi ngupas bawang bombay”


__ADS_2