Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter XIV


__ADS_3

“Bisakah kau mempercayainya?” tanyanya.


“Mereka menyalahkan aku atas seluruh kejadian!”


“Oh, betapa tidak adilnya!” teriak Cherry dengan marah.


“Aku juga berpikir begitu! Sebab, bagaimana aku bisa mencegahmu agar tidak kabur, aku ingin tahu?”


“Kau tidak bisa. Tidak seorang pun bisa!” gadis itu menegaskan.


“Mereka seharusnya bersyukur karena kau mau menemaniku!”


“Yah, menurutku juga begitu,” kata Archard.


“Lagi pula, kalau ada orang yang harus disalahkan karena menyebabkan kau kabur dari rumah, itu adalah mereka, bukannya aku!”


“Apa kau berkata begitu kepada mereka?” tanya Cherry dengan semangat.


“Tidak, tidak waktu itu, tapi akhirnya aku mengatakannya, saat aku sendiri menjadi marah! Saat itulah aku mengetahui aku disalahkan atas kondisi lemah bibimu, bukannya kau! Aku tidak tahu apa yang mungkin dia katakan kepadaku sebab aku tidak bertemu dengannya syukurlah! Dia menjadi histeris saat mengetahui kau telah kabur, lalu mengalami sawan hebat, atau kejang-kejang, atau apa pun istilah yang dia sebutkan, dan dibaringkan di tempat tidur, dirawat oleh dokter kami, dan ibuku berusaha memulihkannya dengan bulu burung yang dibakar, dan obat sal-volatile, juga obat amonia, dan ayahku nyaris memaksa Camile keluar rumah, hanya gara-gara dugaan bahwa karena dia masih ada di Etretat, maka bibimu terkena kejang-kejang! Yah, aku memang berkata, Dasar wanita cengeng! dan Papa ... Papa bilang aku patut menyalahkan diri sendiri atas banyak hal! Dan, Mama bilang, bagaimana bisa aku dengan tega meninggalkanmu dengan seseorang yang benar-benar asing, dan dia tidak akan pernah memercayai bahwa anaknya sendiri bisa berperilaku dengan sangat kejam! Dan, ketika Corswold dan Lavinia mulai mencelaku tapi aku segera menghentikan mereka, aku tidak bisa menahan amarah, dan berkata kalau mereka berpikir sudah merupakan kewajiban saya untuk melindunginya dari Anda, Nyonya, saya akan langsung kembali ke Rouen, dan tinggal disini! Dan ... dan khawatirnya saya mengatakan bahwa tempat mana pun akan lebih baik daripada Etretat, dan meskipun Anda benar-benar orang asing saya yakin akan disambut dengan gembira di rumah Anda, melebihi yang saya terima di rumah sendiri.”


“Oh, bagus sekali, Archard!” seru Cherry seraya menggenggam tangannya penuh semangat, lalu meremasnya. “Aku tidak pernah bermimpi kau begitu berani!” Archard merona, tapi berkata,


“Kukira itu tidak bagus. Seharusnya aku tidak berbicara begitu kepada ayahku. Aku menyesalinya, tapi aku bersungguh-sungguh saat mengatakannya, dan aku tidak akan kembali sebelum Ayah juga menyesali perbuatannya. Sekalipun aku kelaparan di dalam parit!”


“Oh, tolong jangan berpikir untuk melakukan hal seperti itu!” kata Nona Harrow, yang sedari tadi mendengarkan cerita ini dengan mulut ternganga.


“Sangat memalukan bagi Nona Dior, sebab orang-orang pasti akan berkata dia seharusnya menolongmu! Bukan berarti aku berpikir kau akan dibiarkan mari di dalam parit di Rouen setidaknya, aku tidak pernah mendengar ada orang yang berbuat begitu sebab mereka sangat keras dalam menjaga jalan-jalan tetap bersih dan rapi, dan orang-orang miskin diurus di Strangers Friend Society, lembaga yang sangat bagus, kuyakin, tapi aku tidak bisa membayangkan bahwa orangtuamu yang terhormat akan berharap kau menjadi penghuni di sana, betapa pun kesalnya mereka terhadapmu!” Ucapan ini membuat Cherry terkekeh-kekeh, tapi Nona Dior, yang menahan diri agar tidak tertawa, berkata, “Benar sekali! Kau harus menyimpannya sebagai senjata kalau-kalau dibutuhkan, Archard, untuk digunakan jika ayahmu mengancam akan memutuskan hubungan keluarga denganmu.


Sementara itu, aku anjurkan kau bermalam di Somme. Letaknya di Caen park, dan katanya biayanya sangat terjangkau. Itu bukan hotel modern, tapi kukira tempatnya nyaman, dan menyediakan hidangan lengkap yang sederhana dan enak bagi para tamunya. Dan, kalau ternyata hidangannya selalu sederhana bagimu, kau selalu bisa makan di sini!” Dia menambahkan, dengan mata bersinar-sinar,


“Aku belum pernah makan di sana, tapi tentu aku pernah mengunjunginya, untuk melihat kamar tempat Dr. Gregorytidur!”


“Oh? ujar Archard, kebingungan.


“Ya, tentu saja! Dr. Johnson! Benar sekali! Apakah dia… apa dia teman Anda, Nyonya? Atau salah satu kerabat Anda, mungkin?” Cherry tertawa terbahak-bahak. “Bodohnya! Dia itu penulis buku referensi, dan dia wafat bertahun-tahun lalu! Benar, “kan, Nyonya?”

__ADS_1


“Oh, penulis” ujar Archard, dengan aksen meremehkan.


“Kalau dipikir-pikir, saya pernah mendengar tentang dia, tapi saya bukan penggemar buku, Nyonya”


“Tapi tentunya, Tuan Blanchet, mereka pasti pernah menggunakan bukunya di sekolahmu?” tanya Nona Harrow.


“Ah, itu bisa jadi!” Archard mengangguk. “Rasanya saya pasti pernah melihat nama itu di bagian belakang sebuah buku, yang menjelaskan bagaimana saya bisa mengenalinya.”


“Kalau bisa menyebutnya pengenalan,” gumam Nona Dior. “Tidak apa-apa, Archard! Tidak mungkin kita semua penggemar buku, bukan?”


“Yah, saya tidak segan mengatakan bahwa saya tidak pernah punya kecenderungan sedikit pun untuk belajar,” Archard mengungkapkan sesuatu yang agak tidak perlu. Dia menambahkan kalimat murah hati pada pernyataannya ini, dengan mengatakan sambil tersenyum lebar, “Dan, saya pastikan kepada Anda, Nyonya, tidak seorang pun akan pernah mengira Anda gemar membaca buku!” Gembira sekali dengan pujian ini, Nona Dior berujar dengan suara gemetar,


“Kau baik sekali, Archard, berkata begitu!”


“Betul sekali,” ucap Cherry, mendukung kawannya. “Tidak ada yang mungkin mengira Nona Dior gemar membaca buku, tapi dia membaca sangat banyak, dan bahkan menyimpan buku-buku di kamar tidurnya!”


“Bagaimana kau bisa jadi begitu tidak setia, Cherry, sampai-sampai mengkhianatiku?” tuntut Nona Dior dengan sangat sedih.


“Hanya kepada Archard!” Cherry berujar, seraya memandangnya dengan agak cemas.


“Tentu saja aku tidak akan berniat memberi tahu orang lain, kau juga, “kan, Archard?”


“Seandainya aku tidak membuat diriku berbuat salah di depan kalian!”


Mereka buru-buru menenangkan hatinya sehingga tawa yang coba ditahan Nona Dior terlepas, dan dia berujar, “Kalian ini anak-anak yang menggelikan! Oh, jangan terlihat begitu heran sebab kalian akan membuatku tertawa makin keras! Aku tahu kalian tidak bisa memikirkan alasannya, dan kalau aku menjelaskannya, kalian akan mengira aku mengada-ada! Nah, Archard, apakah kau memberikan suratku kepada Nyonya Raina?”


“Tidak, sebab dia terlalu sakit untuk menemui saya, tapi ibu saya memberikan surat itu kepadanya.” Pemuda itu merasa ragu, lalu berkata, dengan senyuman lebar meremehkan, “Dia... dia tidak cukup sehat untuk menulis surat kepada Anda, tapi dia menyuruh ibu saya membuat sebuah pesan!”


“Sebuah pesan untukku?” Nona Dior bertanya, alisnya sedikit terangkat.


“Yah, tidak tepat begitu,” sahut pemuda itu. Senyumannya melebar, dan dia tertawa kecil.


“Yang dia katakan, sebetulnya, adalah bahwa dia melepaskan tanggung jawab atas Cherry!”


“Dia berkata begitu setiap kali aku membuatnya kesal!” kata Cherry dengan muak.

__ADS_1


“Dan, tidak pernah sungguh-sungguh melakukannya! Sudah pasti, dia akan datang untuk menjemputku pulang dan seluruh kegembiraanku akan berakhir!”


“Oh, kukira dia tidak akan berbuat begitu!” ujar Archard menghibur. “Dia memang kelihatannya menjadi sangat lelah. Selain itu, sewaktu ibuku bertanya apakah dia akan menyuruh salah satu pelayan untuk mengemasi pakaianmu dan mengirimnya kepadamu, dia berkata kalau setelah semua yang dia perbuat untukmu, kau lebih memilih orang asing daripada dirinya, dia hanya berharap kau tidak akan menyesalinya, dan mengharapkan ibuku mau menerimamu kembali sebab dia tidak pernah ingin melihatmu lagi!” Cherry mempertimbangkan ini, tapi segera menggeleng lalu mendesah. “Aku tidak menganggapnya penting, tapi setidaknya, kurasa dia tidak akan datang ke Rouen dalam waktu dekat. Dia selalu butuh waktu berhari-hari untuk pulih dari gejolak histerisnya.”


“Ya.” Archard sepakat. “Tapi, mungkin aku harus mengatakan kepadamu hal pertama yang dia lakukan, sebelum berbaring di tempat tidurnya, adalah mengirim surat kepada Tuan Constantine. Kemungkinan besar pamanmu tidak akan menghiraukannya, tapi kukira aku mungkin harus memperingatkanmu soal ini!”


“Oh, seolah itu bukan sifat Bibi saja!” teriak Cherry, menjadi merah padam karena marah.


“Dia terlalu sakit untuk menulis surat kepada Nona Dior, tapi tidak terlalu sakit untuk menyurati pamanku! Oh, astaga, tidak! Dan, kalau pamanku berniat datang ke sini untuk memaksaku pulang, aku tidak bisa dan tidak akan menerimanya!”


“Yah, jangan khawatir!” Nona Dior menasihati. “Kalau dia memang datang ke sini dengan niatan seperti itu, dia akan mendapati dirinya harus berhadapan denganku dan kurasa pengalaman itu tidak akan dinikmatinya?


††*****††


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.


Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.


Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.


Terima kasih banyak.


________________________________


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.

__ADS_1


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards


__ADS_2