
Archard berpamitan begitu makan malam berakhir, dan Cherry, setelah mempertahankan apa yang diyakininya merupakan sikap diam yang bermartabat, tapi yang sangat mirip dengan sikap merajuk kekanak-kanakan, sampai dia menyadari tidak ada seorang pun yang memperhatikannya, pergi tidur sebelum hidangan teh dibawa masuk.
“Tindak-tanduk yang sangat manis, astaga!” ujar Nona Harrow, dengan tawa tertahan yang menjengkelkan. “Tentu saja, aku tahu bagaimana ini akan terjadi sejak saat aku melihatnya! Sudah kukatakan di awal”
“Kau sudah mengatakan lebih dari cukup, Belevia!” potong Nona Dior. “Aku menganggap kau sepenuhnya bersalah atas kejengkelan Cherry, dan aku tidak heran dia menjadi marah, dan memberimu sahutan kasar! Tidak, jangan mulai lagi sebab kesabaranku sudah habis untuk mendengarkanmu!”
Nona Harrow mulai menangis, dan menjelaskan di antara isak tangisnya karena kasih sayang tulusnya kepada Caroline-lah yang telah menyebabkan dia menyinggung perasaannya.
“Bukan berarti aku bermaksud menyinggungmu, tapi melihatmu dimanfaatkan adalah hal yang sulit ditanggung manusia!” Melihat Caroline sama sekali tidak tenang, Nyonya Besar Dior campur tangan, dan berusaha keras untuk menenangkan perasaan Nona Harrow yang terluka dan berhasil sehingga Nona Harrow segera berhenti menangis, menerima secangkir teh, menyetujui dia sakit kepala, dan membiarkan dirinya dibujuk untuk beristirahat di tempat tidur.
“Kau ini benar-benar tukang sulap, Sayang!” kata Caroline, begitu Nona Harrow telah pergi. “Kau tidak bisa membayangkan betapa aku berterima kasih kepadamu! Nyaris saja aku memberinya hardikan yang kuyakin tidak pernah diterimanya sepanjang hidup!”
“Ya, aku bisa melihat kau akan melakukannya,” jawab Nyonya Besar Dior, seraya tersenyum sedikit.
“Tentu saja dia tidak seharusnya mengatakan apa yang dia katakan kepada Cherry, tapi seseorang tidak bisa berhenti merasa kasihan kepadanya.”
“Aku bisa dengan mudah berhenti merasa kasihan.”
“Tidak, kau hanya berkata begitu karena dia membuatmu jengkel. Kasihan Belevia! Dia amat cemburu terhadap Cherry! Kukira dia merasa Cherry telah menyinggung perasaannya, dan dia adalah salah satu dari mereka yang ingin diperhatikan untuk mengetahui dia dihargai. Dan, ketika dia berpikir kau menghargai Cherry jauh lebih tinggi daripada kau menghargai dirinya, itu membuatnya sangat cemburu, lalu dia mengatakan hal-hal bodoh yang tidak benar-benar dia maksudkan.”
“Seperti mengatakan Cherry memanfaatkan aku.”
“Ya, mengada-ada, tentu saja. Cherry hanyalah anak manja.” Dia berhenti, merasa ragu selama sesaat, lalu berkata dengan nada menyesal, “Akankah kau marah kepadaku jika aku mengatakan aku sungguh berpikir kau telah agak terlalu memanjakannya?”
__ADS_1
“Tidak, bagaimana aku bisa marah?” kata Caroline, mendesah.
“Aku telah menyadarinya sendiri. Kau lihat, dia selama ini dijaga sangat ketat oleh bibinya, tidak pernah diizinkan untuk pergi ke pesta-pesta, atau berteman dengan orang-orang yang dia pilih sendiri, dan tidak pernah berada di luar pengawasan pengasuh sehingga aku berkeputusan sebisa mungkin akan mengimbangi masa-masa menyedihkan yang pernah dia alami sejak ibunya meninggal. Kau tidak bisa membayangkan kepuasan yang kurasakan ketika aku melihat kegembiraannya yang meluap terhadap hal-hal yang dianggap gadis-gadis lain sebagai hiburan biasa. Kukira aku seharusnya memperkirakan hal itu akan membuatnya sedikit angkuh. Kau akan mengatakan aku seharusnya juga memperkirakan bahwa mengawal seorang gadis yang penuh semangat dan sangat cantik bukanlah tugas mudah untuk dijalankan. Aku punya kecurigaan Tuan Constantine ada benarnya ketika mengatakan aku bukan orang yang pantas untuk memikul tanggung jawab atas keponakan perempuannya.”
“Dia tidak sopan dan tidak tahu terima kasih bila mengatakan hal itu, tapi harus kuakui aku berpendapat itu benar. Aku sungguh berharap dia akan menempatkan gadis itu di bawah penjagaan orang lain.”
“Yah, kau bisa merasa tenang sebab itulah yang akan dia lakukan. Tujuannya datang ke sini hari ini adalah untuk memberitahuku hal itu. Aku belum bercerita kepada Cherry. Aku takut dia akan menentang keras karena dijauhkan dariku, jadi aku membiarkan pamannya menyampaikan kabar itu kepadanya. Jika gadis itu kabur, sebagaimana itu sangat mungkin akan dia lakukan sungguh, dia bahkan bisa kabur bersama Damitri Tuan Constantine-lah yang akan memikul tanggung jawabnya, dan bukan aku.”
“Oh, aku berharap gadis itu tidak akan berbuat sesuatu sebodoh itu!” kata Nyonya Besar Dior, dengan suara sangat yakin.
“Aku mengerti kau tidak ingin menyerahkan gadis itu, tapi kau harus ingat, Sayang, kau pasti akan kehilangan dia saat dia diperkenalkan musim semi depan, dan semakin lama dia tinggal denganmu, kau akan menyadari semakin sulit untuk berpisah dengannya. Jadi, jangan biarkan dirimu dibuat murung, ya?”
“Astaga, tidak! Aku tentu saja akan merindukannya sebab dia gadis yang sangat menawan, dan aku sudah merasa saying kepadanya, tapi sejujurnya, Majorie, aku memang menyadari tugas menjaganya menjadi agak lebih menjengkelkan dibanding perkiraanku sebelumnya. Jika Tuan Constantine bisa menemukan, diantara kerabat-kerabatnya, seseorang yang tidak hanya bersedia menerima dia dalam keluarganya, tapi seseorang yang Cherry akan senang tinggal dengannya sampai masa perkenalannya, aku akan sangat puas untuk melepaskan anak itu ke dalam tanggung jawabnya.”
Gadis itu kentara sekali menangis, dan meski Caroline sedikit tidak ingin melihat pemandangan emosional apa pun hari itu, dia tidak mampu menolak gadis itu. Nona Dior tersenyum, dan mengulurkan tangannya, seraya berkata, “Tidak, jangan lakukan itu. Elle baru saja selesai mempersiapkan tempat tidur untukku. Terima kasih, Elle! Aku tidak akan membutuhkanmu lagi, jadi aku akan mengucapkan selamat malam kepadamu.”
Elle melangkah pergi, dengan tegas mendesak Cherry untuk tidak membuat Nona Caroline terjaga selama berjam-jam, “Karena dia sangat letih, seperti yang bisa dilihat siapa pun! Dan, tidaklah mengherankan! Keributan di mana-mana pada usianya!”
“Pada usiaku?” seru Caroline, dengan pandangan kaget yang menggelikan. “Elle, sialan kau, aku tidak pikun!”
“Anda cukup dewasa untuk bersikap bijak untuk tidak bersenang-senang dari pagi hingga malam, Nyonya,” sahut Elle dengan tidak tenang. “Hal berikutnya yang akan terjadi adalah kita akan melihat orang-orang berkata Anda orang yang suka keluyuran!”
Ini membuat Nona Dior tiba-tiba tertawa, yang mengakibatkan pengkritiknya yang paling keras keluar ruangan, seraya berkata dengan murung, “Camkan kata-kata saya!”
__ADS_1
“Aku heran, kata-katanya yang mana yang harus kucamkan?” ujar Nona Dior, masih tertawa.
“Dia ingin mengatakan Anda sangat kelelahan karena membawaku berkeliling, dan oh, Nona Dior yang terhormat, aku tidak pernah bermaksud membuat Anda letih!” tegas Cherry, dengan terisak-isak.
“Cherry, bodohnya kau ini! Bagaimana kau bisa begitu mengada-ada? Nah, menurutmu berapa usiaku? Berhati-hatilah bagaimana kau menjawabnya, sebab asal kau tahu saja, kau dan Elle telah membuatku merasa sudah mendekati ajal, dan kalau orang lain berani memberitahuku aku terlihat tua dan berwajah buruk, aku akan tertawa terbahak-bahak!”
††*****††
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
Thanks and best regards
__ADS_1
“Saya yang lagi nuang air galon”