Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter V


__ADS_3

Cherry terbangun ketika kereta berhenti di Upper Versailles, dan tanpa disadari bersorak saat melihat cahaya lilin menerobos melalui pintu rumah yang terbuka, juga saat melihat kebaikan si kepala pelayan tua, yang berseri-seri menyambut majikannya, dan menerima, tanpa terkejut, kedatangan mendadak orang asing dalam rombongannya. Caroline menyerahkan Cherry kepada Nyonya. Mary, pengurus rumah tangganya, dengan perintah untuk menempatkannya di kamar tidur pink, dan menyuruh salah satu pelayan untuk melayaninya dan mempersiapkan diri menghadapi kawannya yang terlantar itu.


Menunggu sampai Cherry selesai, dengan patuh mengikuti Nyonya Mary menaiki tangga menuju kamarnya yang baru.


Setelah berada di luar jarak pendengaran, Nona Harrow langsung menyampaikan apa yang dipikirkan selama perjalanan tadi kesini setelah bertemu teman baru sang nona muda, meskipun dia tidak bermaksud untuk mengkritik tindakan sepupunya itu, bahwa seandainya dia tahu persahabatannya serta pelayanannya tidak lagi memuaskan Caroline, dia akan segera berhenti dari pekerjaannya.


“Sedarurat apa pun keadaanku saat ini,” katanya dengan sedih, “aku akan lebih memilih hidup dalam kemiskinan daripada tetap tinggal di tempat yang tidak menginginkanku, walaupun nyamannya rumah ini, yang memang sangat nyaman, kalau tidak mau dikatakan mewah karena lebih baik makan sepiring sayur dengan kasih sayang daripada menjadi gemuk seperti lembu betina tambun disini tapi harus berhadapan dengan kebencian! Meski aku sama sekali tidak suka sayuran, kecuali daun seledri dalam kuah, dan aku tidak pernah bisa memahami bagaimana ada orang, sekalipun tokoh dalam Alkitab, dapat hidup dengan memakan sayuran. Tapi, zaman berubah, dan kalau orang memikirkan semua hal paling aneh yang terjadi di dalam Alkitab, yah, orang itu bisa bersyukur karena tidak hidup pada masa-masa itu! Semak belukar menyala-nyala, tangga turun dari langit, orang yang ditelan oleh ikan paus, dan tidak hidup hemat akan menuai hasil buruk, menurutku hal-hal semacam itu sangat membingungkan! Manna, juga! Aku tidak pernah bisa mengetahui makanan jenis apakah itu, tapi aku yakin aku tidak akan menyukainya sekalipun aku kelaparan, dan makanan itu tiba-tiba turun ke atasku, yang kukira sangat tidak mungkin. Tapi,” lanjutnya, menatap lekat-lekat Nona Dior dengan pandangan mencela, “aku akan terpaksa menyukainya jika kau ingin menempatkan orang lain di posisiku.”


“Jangan menjadi orang bodoh Belevia, apa yang kamu bicarakan, ini tidak ada urusan dengan alkitab seperti yang kamu sampaikan!” sahut Nona Dior, dengan nada geli. “Aku tidak punya sedikit pun keinginan untuk menempatkan orang lain di posisimu, camkan itu!” Karena selalu menyukai hal-hal konyol, dia tidak bisa menahan desakan untuk berkata.


“Aku bisa menjamin tidak ada kebencian dalam rumah ini kecuali jika Elle membencimu, tapi kau tidak akan peduli karena kau harus tahu dia tidak akan berbuat demikian kalau dia tidak takut kau memecatnya atas namaku! tapi lembu betina tambun itu membuatku bingung! Di manakah Sepupu, kau mencurigaiku mengandangkan seekor lembu?”


“Aku berbicara secara kiasan,” jawab Nona Harrow, dengan tekanan suara marah.


“Bukan berarti kau bisa mengandangkan seekor lembu dimana pun di Rouen karena kau bisa percaya hal itu akan melanggar peraturan. Aku yakin kau tidak akan diperbolehkan mengandangkan seekor sapi, dan itu pasti jauh lebih berguna untukmu!”


“Ya, pastinya!” Nona Dior sependapat, sangat tercengang.


“Lembu dan sapi tidak ada hubungannya dengan perkara ini!” ujar Nona Harrow, tiba-tiba mulai menangis. “Perasaanku sangat tersakiti, Caroline! Waktu kudengar kau mengundang gadis muda itu untuk datang ke sini menjadi pendampingmu, aku merasa hatiku tersiksa, yang kutakutkan membuat sarafku tidak akan pernah pulih kembali, seluruh urat nadiku secara serentak serasa berhenti!” Menyadari sepupu tuanya sangat kecewa, Caroline memusatkan perhatian untuk menenangkan perasaan sepupunya yang terkoyak walaupun sedikit bingung dengan kiasan yang disampaikan akan tetapi nona Dior paham kemana arah pembicaraan ini. dan butuh waktu dan kesabaran untuk menenangkan Nona Harrow, dan meskipun Caroline berhasil meyakinkan dia tidak terancam dipecat, dia gagal membuatnya menerima kehadiran Cherry di Versailles.

__ADS_1


“Aku tidak bisa menyukainya, Sepupu,” kata Nona Harrow dengan penekanan.


“Kau harus memaafkan aku kalau aku berkata bahwa aku merasa heran kau harus menawarkannya menjadi tamu di rumahmu karena biasanya kau punya kebijaksanaan yang jauh lebih baik. Camkan ini, kau akan menyesalinya!”


“Kalau aku menyesalinya, Belevia, kau akan terhibur karena mampu berkata kau sudah pernah memperingatkanku! Tapi, alasan apa yang kupunya untuk tidak menolong anak itu dari keadaannya yang sangat sulit?”


“Aku meyakini,” kata Nona Harrow dengan nada sedih, “kisah yang dia ceritakan kepadamu bisa saja adalah tipuan belaka! Aku menganggapnya gadis itu akan jadi biang keributan! Sikapnya sangat tidak sopan! Tidak punya pertimbangan matang, kabur dari rumah dan ditemani seorang pemuda! Mungkin aku kuno, tapi kelakuan seperti itu tidak sesuai dengan pemahamanku mengenai sopan santun. Terlebih lagi, aku sangat yakin Tuan Arthur akan menolak dengan keras seperti halnya aku!”


“Mungkin dengan lebih keras lagi,” ujar Caroline. “Tapi, menurutku dia tidak sebodoh itu sampai menyebutnya kasar atau tidak sopan seperti yang kamu katakana ini!”


Nona Harrow menjadi takut pada tatapan marah yang menyala-nyala di mata Caroline, dan mulai mengucapkan hal-hal membingungkan, yang diam-diam menyampaikan rasa penyesalan sekaligus pembenaran diri. Caroline memotong pembicaraannya, dengan memberi tahu bahwa dia berharap Nona Harrow memperlakukan Cherry dengan sopan. Caroline berbicara dengan nada sangat keras, dan ketika Nona Harrow yang sakit hati mencari aman dengan menangis, Caroline sama sekali tidak terharu dan hanya menyarankan sepupunya agar pergi ke atas dan mengosongkan isi kopernya serta membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam yang sebentar lagi.


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.


Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.


Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.


Terima kasih banyak.

__ADS_1


________________________________


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards


“Saya yang di pojokan kulkas”

__ADS_1


__ADS_2