Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter VIII


__ADS_3

Pemuda itu jelas terlihat sedang marah, dan dengan hanya memandang tajam ke arah Cherry, dia mencurahkan perhatian untuk meminta maaf kepada nyonya rumah karena muncul dengan bersepatu bot tinggi dan bercelana panjang suatu pelanggaran sopan santun dalam masyarakat yang jelas menyinggung seluruh perasaannya yang sangat halus. Sia-sia saja Nona Dior memohon kepadanya agar tidak memikirkan masalah itu, dan menarik perhatian pemuda itu pada gaun paginya sendiri bagi pemuda itu dia harus menjelaskan situasi yang memaksanya untuk muncul di hadapan Nona Dior dengan berpenampilan, sebagaimana dia menyebutnya, seperti orang hina yang memalukan. “Karena terburu-buru harus memulai perjalanan, saya tidak sempat mengemasi pakaian, Nyonya,” katanya. “Saya hanya bisa memohon maaf kepada Anda karena berpakaian sangat tidak pantas. Dan juga karena, mungkin, saya sangat terlambat datang ke sini! Saya tertahan karena kebutuhan mencari uang tambahan, betapa sedikitnya uang yang saya punya di kantong setelah kehabisan tenaga setibanya saya di Rouen!”


“Aku tahu aku salah sudah meninggalkanmu!” tangis Cherry dengan sangat menyesal. “Maafkan aku, Archard, tapi kenapa kau tidak bercerita kepadaku kau sampai tertahan? Aku punya banyak uang, dan kalau saja kau memintanya kepadaku, aku pasti akan memberikan dompetku kepadamu!” Merasa jijik, Tuan. Blanchet terkesan mengatakan bahwa dia tidak, syukurlah, sampai mengalami kesukaran seperti itu. Dia telah menyingkirkan arlojinya yang cukup jelek, tapi lebih baik daripada mematahkan kaki teman masa kecilnya. Kata-kata misterius ini membuat para pendengarnya kebingungan, jadi dia harus menjelaskan bahwa dia telah menggadaikan arlojinya, yang di anggapnya lebih baik daripada meminjam uang dari Cherry. Nona Harrow mengatakan bahwa pendapat semacam itu sangat terhormat, tapi teman masa kecilnya mengatakan dengan sungguh-sungguh bahwa hanya gagasan tidak masuk akallah yang ada di benaknya dan Nona Dior merasa harus campur tangan dengan tergesa-gesa untuk mencegah terjadinya perselisihan penuh semangat di antara mereka.


Nona Harrow, yang, apa pun pendapatnya tentang gadis-gadis yang kabur dari rumah mereka dan berusaha disukai oleh orang yang sama sekali asing, (seperti banyak perawan tua lainnya) sangat menyukai pemuda yang tampan, mendorongnya untuk mencurahkan keluhan-keluhannya, dan memberikan simpati begitu besar kepadanya sehingga ketika bel tanda makan malam terdengar, Archard bisa melupakan pengalaman-pengalaman memalukan yang telah dialaminya, dan mampu makan banyak, ditelan dengan anggur merah berkualitas bagus yang disediakan Tuan Arthur untuk adiknya. Pada saat inilah, Nona Dior berani bertanya kepadanya apakah dia berniat tetap tinggal di Rouen atau kembali ke orangtuanya yang pasti mencemaskan keadaannya.


“Saya tentunya harus pulang,” jawab Tuan. Blanchet, ekspresi khawatir terpancar di matanya. “Karena mereka tidak tahu dimana saya, dan saya khawatir ayah saya akan menjadi sedih sampai-sampai sakit demam. Saya tidak akan pernah memaafkan diri sendiri kalau dia mengalami salah satu serangan jantungnya.”


“Jangan sampai!” seru Nona Harrow. “Pemuda malang! Ibumu juga! Seseorang sulit mengetahui mana dari mereka yang lebih patut dikasihani walau kukira keadaan ibulah yang terburuk karena merasakan kegelisahan ganda!” Dia melihat pemuda itu terlihat bersalah, dan berkata dengan nada menghibur,


“Tapi, jangan cemas! Betapa gembiranya mereka nantinya saat melihat kau selamat! Apakah kau anak tunggal mereka, Tuan?”


“Yah, tidak, tidak persis anak satu-satunya,” jawab si pemuda.


“Saya satu-satunya putra mereka, tapi saya punya tiga saudara perempuan, Nyonya.”


“Empat!” sela Cherry.


“Ya, tapi aku tidak memperhitungkan Sapphira,” jelasnya.

__ADS_1


“Dia sudah menikah selama bertahun-tahun, dan tinggal diwilayah lain.”


“Aku mendapat kesan kesehatan ayahmu tidak baik,” kata Nona Dior, “yang berarti kau tidak seharusnya meninggalkan dia dalam keadaan tegang lebih lama lagi.”


“Itulah yang saya cemaskan, Nyonya!” kata si pemuda, berpaling dengan semangat ke arahnya. “Kondisi badannya memburuk di Semenanjung karena selain pernah dua kali terluka, dan setelah ada peluru bersarang di bahunya, yang gagal dikeluarkan oleh para dokter bedah setelah membuat Ayah mengalami siksaan selama berjam-jam, dia juga menderita beberapa kali sakit demam parah, yang salah satunya didapat diperbatasan Afrika Utara, dan dia tidak pernah benar-benar sembuh dari penyakit itu. Dan, meski dia tidak mengeluh, kami, ibu dan saya cukup yakin bahwa bahunya membuatnya sangat kesakitan.” Dia merasa ragu, lalu berkata dengan malu-malu, “Sewaktu dalam kondisi sehat, dia orang yang sangat menyenangkan, dan ... dan ayah paling memanjakan yang bisa diharapkan siapa pun, tapi kondisi kesehatannya yang buruk membuatnya sangat mudah marah dan cenderung menjadi tidak tenang, yang sangat buruk baginya. Jadi ... jadi Anda akan memahami sangatlah penting untuk tidak berbuat apa pun yang akan membuatnya gelisah.”


“Sungguh, aku mengerti,” kata Nona Dior, memandangnya dengan tatapan sayang. “Kau tentu harus pulang besok, dan dengan cara tercepat yang paling memungkinkan. Aku akan memberimu uang untuk membalas budi atas usahamu, menebus arlojimu, dan menyewa kereta, dan kau boleh membayarku kembali lewat wesel di bankmu, jadi kau tidak perlu marah lagi.” Nona Dior tersenyum saat berbicara, dan Archard, yang menjadi kaku, mendapati dirinya balas tersenyum kepadanya, dan mengatakan dengan gagap bahwa dia sangat berterima kasih kepadanya.


Namun, Cherry mengerutkan dahi. “Ya, tapi ... yah, aku mengerti, tentunya kau wajib pulang, tapi apa yang akan kau katakan ketika ditanyai apa yang telah terjadi kepadaku?” Dengan sangat bingung, Archard memandanginya, lalu berkata setelah diam sejenak untuk berusaha memikirkan sebuah jalan keluar dari kesulitan ini walau sia-sia, “Aku tidak tahu. Maksudku, aku akan berkata bahwa aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena aku berjanji kepadamu bahwa aku tidak akan mengkhianatimu.” Pendapat Cherry tentang hal ini jelas sekali terbaca di wajahnya. “Kau akan segera memberi tahu mereka di mana aku berada karena ayahmu akan membuat ini sebagai masalah kepatuhan, dan kau akan menyerah, persis seperti yang selalu kau lakukan! Oh, kenapa, kenapa kau tidak bisa berbuat seperti yang aku minta kepadamu? Aku tahu hal seperti ini pasti akan terjadi!” Wajah Archard memerah, dan menjawab dengan sengitnya, “Kalau begitu, kenapa #4u tidak melakukan seperti yang aku minta? Aku sudah memperingatkanmu, tidak ada gunanya melarikan diri! Dan, kalau kau bermaksud menyalahkan aku karena menemanimu saat aku mendapati kau tidak mau mendengarkan sepatah alasan pun, itu di luar kendali! Aku pasti orang yang menyebalkan kalau sampai membiarkan seorang gadis kecil sekolahan yang bebal keluyuran sendirian!”


“Aku bukan gadis kecil sekolahan yang bebal!” teriak Cherry, sama sengitnya seperti Archard.


††*****††


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.


Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.


Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.

__ADS_1


Terima kasih banyak.


________________________________


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards

__ADS_1


“Saya yang di pojokan kulkas”


__ADS_2