Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter XLII


__ADS_3

Nona Dior memandangnya lekat-lekat, dengan senyuman menggelisahkan di matanya, yang membuat kakaknya merasa terusik, tapi yang dikatakan Nona Dior hanyalah, “Aku sedih kau harus merasa begitu cemas terhadapnya. Dia sudah pasti lelah dan tegang, tapi itulah yang akan dia alami, bukan, setelah terjaga selama berhari-hari? Dia kelihatannya, sewaktu aku mengunjungimu, dalam kondisi sangat baik!”


Tuan Arthur menggeleng-geleng. “Ah, dia itu tidak pernah mengeluh sakit dan akan terus bertahan seperti itu. Butuh waktu lama sampai dia bersedia mengakui bahwa dia merasa letih setengah mati ketika #ax mengunjungi kami. Bukan berarti dia akhirnya mau melakukannya.”


“Aku yakin dia tidak mau,” kata Nona Dior. “Aku tentunya pernah mendengar kabar tentang pemandian baru di Abbey Street, tapi aku tidak tahu apa-apa soal itu, kecuali bahwa pemandian ini dikelola oleh seseorang bernama dr. Wilkinson. Dan, kukira, kalau kau saja gagal membujuk Majorie untuk mencoba serangkaian mandi uap itu, dia tentu juga tidak akan menyerah pada bujukan dariku.”


“Oh, kukira dia bisa terbujuk?” ujarnya. “Dia menganggap penting pendapatmu, kujamin. Kau punya pengaruh besar kepadanya, kau tahu itu.”


“Masa? Yah, aku akan berpikir sangatlah tidak sopan untuk menggunakan pengaruh itu dalam hal yang hanya dialah yang bisa menilai. Tapi, kau bisa tenang. Majorie boleh tinggal bersamaku selama dia menginginkannya.”


“Aku tahu aku bisa mengandalkanmu,” Tuan Arthur berkata dengan tulus. “Kau ingin mengganti pakaianmu, jadi aku tidak akan menahanmu lebih lama lagi! Aku sendiri harus cepat-cepat pergi, jadi aku akan berpamitan denganmu sekatang. Kukira aku akan mampir untuk melihat bagaimana keadaan Majorie dalam satu arau dua hari, tapi aku tahu aku bisa mengandalkanmu untuk menjaganya.”

__ADS_1


“Bukankah kau membawanya ke sini supaya dia bisa menjaga aku?”


Tuan Arthur berpikir bahwa mengabaikan ucapan ini adalah sikap yang bijaksana, tapi saat separuh jalan menuruni tangga, dia teringat akan sesuatu yang lupa dia beri tahukan kepada Caroline. Dia berhenti, menoleh ke belakang, ke arah adiknya, seraya berkata, “Oh, omong-omong, Caroline, kau memintaku mengirim pelayan kamar bayi, bukan? Aku tidak sempat mengirim pesan kepada Majorie, jadi aku sudah mengatur untuk mempekerjakan seorang gadis yang cocok untuk melayani kamar bayi di sini.”


“Kau seharusnya tidak perlu repot-repot berbuat itu,” jawab Caroline, agak terharu.


“Sama sekali tidak repot,” kata Tuan Arthur dengan sopan.


“Aku tidak mau mengganggu pekerjaan pelayan-pelayanmu. Belevia telah berjanji untuk mengurus masalah itu hari ini juga.”


Pada saat Nona Dior turun ke ruang tamu, Tuan Arthur telah meninggalkan rumah, dan Majorie, sebagaimana diberitahukan Nona Harrow kepadanya dengan berbisik, berbaring di tempat tidur dengan tirai tertutup dan batu bata hangat di kakinya. Nona Harrow pasti akan menjelaskan semua pengaturan yang telah dilakukannya demi kenyamanan Majorie seandainya Nona Dior tidak menghentikannya, dan berjalan melewatinya untuk menyapa Tuan Besar Curtis, yang telah datang untuk membalas rasa terima kasih atas undangan pesta pada malam sebelumnya, dan sedang membuat percakapan yang janggal dengan Cherry. Tuan Besar Curtis mencium tangan Nona Dior, dan memberi tahu niatnya untuk meninggalkan kartu nama, tapi setelah mendengar dari Anash bahwa Nona Dior berada di rumah, dia berusaha masuk, hanya untuk melihat keadaannya.

__ADS_1


“Nona Constantine memberitahuku kau pergi berkuda pagi ini. Kau memang tak kenal lelah, Nona Caroline yang terhormat! Dan, sekatang aku mendengar Nyonya Besar Dior telah darang untuk tinggal bersamamu, yang pasti berarti kau terpaksa menanggung beban yang lebih berat. Kuharap kami semua pasti berharap kau akan lebih menjaga dirimu sendiri.”


“Curtis yang terhormat, kau berbicara seolah aku ini salah satu wanita penyakitan karena pernah berada dalam kondisi yang nyaris terpuruk. Kau seharusnya tahu lebih baik. Kukira aku tidak pernah sakit sehari pun sejak aku datang ke Rouen. Tentang kelelahan karena jamuan makan kecil-kecilan, seberapa lemahnya aku menurutmu?” Nona Dior berpaling kepada Cherry, dan berkata, “Sayang, bukankah kau memberitahuku kau akan pergi berjalan-jalan ke Sydney Garden bersama Stonehenge, Edith, dan Nona Jamien siang ini? Aku bermaksud menemanimu ke Laura Place, dan mengobrol dengan Nyonya Stinchcombe, tapi aku khawatir aku harus membatalkannya karena Nyonya Besar Dior telah datang mengunjungiku. Oh, jangan terlihat begitu sedih! Lisa bisa pergi bersamamu ke Laura Place, dan aku akan mengirim kereta untuk membawamu pulang lagi tepat saat makan malam. Kau akan menyampaikan permintaan maafku kepada Nyonya Stinchcombe, dan menjelaskan situasinya, bukan?”


“Oh, ya, tentu saja akan kusampaikan, Nyonya!” ujar Cherry, ekspresinya yang memberengut menghilang tiba-tiba. “Aku akan naik untuk memakai topiku dengan segera. Kecuali ada sesuatu yang Anda ingin agar aku lakukan di sini?”


“Tidak sama sekali,” balas Nona Dior, seraya tersenyum penuh sayang kepadanya. “Ucapkan selamat tinggal kepada Tuan Besar Curtis, dan pergilah, atau kau akan membuat mereka menunggu.” Ketika pintu tertutup di belakang Cherry, Nona Dior memusatkan perhatian kepada Nona Harrow, berbicara dengan tidak ramah. “Kau juga sebaiknya pergi, Belevia, kalau kau telah berjanji untuk mempekerjakan pelayan yang cocok untuk melayani kamar bayi, yang kupahami itulah masalahnya.”


“Oh, ya! Aku yakin itulah yang kau inginkan untuk kulakukan. Kalau saja aku tahu seorang pelayan akan dibutuhkan, aku akan datang ke Kantor Cararan Sipil pagi ini dalam perjalanan pulang dari Pantai Omaha, hanya saja kalau aku berbuat demikian, aku pasti akan terlalu terlambat untuk menyambut Nyonya Besar Dior yang terhormat, karena, sebagaimana adanya, aku perlu berbelanja banyak hal sehingga aku nyaris saja terlambat. Bukan berarti aku bermaksud mengeluh! Itu akan menjadi hal yang sangat aneh untuk dilakukan. Tapi begitulah, dan aku melihat sebuah kereta berhenti di luar rumah saat aku melewati rumah berdaun jendela warna hijau itu, jadi aku berlari selama sisa perjalanan, dan tiba di rumah kirz tepat ketika Diandre sedang membantu si perawat turun dari kereta. Jadi, aku memberikan semua bungkusanku kepada Anash, dan menyuruhnya untuk membawa bungkusan itu ke dapur, dan dapat meski dengan sangat terengah-engah menyambut Nyonya Besar Dior yang terhormat, dan menjelaskan kepadanya bagaimana situasinya sehingga kau terpaksa menguasakan tugas menyenangkan itu kepadaku. Lalu, kau tahu”


“Ya, Belevia, aku sungguh tahu, jadi kau tidak perlu memberitahuku lagi! Detail-detail ini tidak mungkin menarik bagi Tuan Besar Curtis.”

__ADS_1


“Oh, tidak! Kaum pria tidak pernah menyukai urusan rumah tangga, bukan? Aku ingat betul Ayah pernah berkata aku orang yang cerewet ketika menceritakan beberapa kejadian kecil kepadanya yang kupikir akan menghiburnya! Yah, aku tidak boleh berbicara terus, bukan? Kau dan Tuan Besar Curtis ingin membicarakan pesta, dan meski aku sangat ingin tinggal, aku harus pergi dengan berat hati sekatang juga!”


Tuan Besar Curtis tidak menunjukkan kesediaan untuk mengikuti teladannya, dia tetap tinggal selama lebih dari satu jam, dan mungkin bertahan selama satu jam lagi seandainya Majorie tidak masuk ke ruangan. Ini memberikan kesempatan kepada Nona Dior untuk menguTuan Curtis, yang dilakukannya hanya dengan memberi tahu pria itu Majorie seharusnya berada di tempat tidur sebab dia amat kelelahan dan tidak dalam kondisi sehat untuk turun ke ruang tamu.


__ADS_2