Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
CHAPTER XLVIII


__ADS_3

Mata Nona Dior terangkat untuk memandangi wajah pria itu dengan cepat, dan menunduk kembali dengan sama cepatnya. Dia hanya bisa berharap kedua matanya tidak menunjukkan kekagetan yang dia rasakan, dan segera berkata, “Ah, kau datang untuk berpamitan dengan kami! Cherry akan merasa sangat menyesal karena tidak bertemu denganmu. Seandainya kau memberi tahu kami kau akan kembali ke Paris, dia tentunya akan tinggal di rumah untuk berpamitan denganmu.”


“Tidak perlu. Aku tidak mengharapkan pergi dari Rouen untuk waktu yang lama.”


“Oh. Dia akan gembira akan hal itu, kukira.”


“Rasanya meragukan. Tapi, perasaan Cherry tentang masalah ini tidak menarik bagiku. Akankah mau merasa senang akan hal itu?”


Perasaan panik dan jengkel menyergap Nona Dior: panik karena sebuah pinangan akan terlontar sebentar lagi, dan dia sama sekali tidak tahu bagaimana akan meresponsnya: jengkel karena dia tidak terbiasa menangani taktik-taktik hebat, dan merasa sangat tersinggung karenanya. Pria ini adalah makhluk yang tak dapat diterima, dan satu-satunya tempat yang cocok bagi wanita mana pun yang cukup gila untuk mempertimbangkan menjadi istrinya selama sedetik saja pastilah memiliki gangguan mental. Rasa jengkel memungkinkan Nona Dior untuk berkata, dengan sedikit gerakan bahu, dan dalam suara yang nada acuh tak acuhnya menandingi nada acuh tak acuh pria itu, “Yah, tentu saja, Tuan Constantine. Aku yakin kami berdua akan senang melihatmu lagi.”


“Oh, demi Tuhan!” ujar Tuan Constantine dengan marah. “Apa hubungan Cherry dengan ini semua?”


Nona Dior mengangkat alisnya. “Kukira dia memiliki kaitan yang penting dengan semua ini,” katanya dingin.


Tuan Constantine rupanya mampu mengendalikan kekejiannya sebab dia tertawa pendek, dan menjawab, “Tidak, tidak semuanya, tapi tentu saja ada banyak hubungannya. Aku akan ke Paris untuk mencoba apakah aku bisa menemukan satu orang di antara beberapa sepupuku yang akan bersedia memikul tanggung jawab atas Cherry sampai saat perkenalannya tahun depan.”


Mata Nona Dior bercahaya, pipinya merona, dan dia berkata dengan suara gemetar, “Aku mengerti! Pastinya, berapa bodohnya aku sampai merasa kaget sebab kau telah berulang kali memberitahuku kau menganggapku sama sekali tidak pantas menjaga Cherry. Aduh, aku sudah menyanjung-nyanjung diri sendiri sehingga berpikir pendapatmu tentang kepantasanku sudah berubah! Tapi itu, tentunya, terjadi sebelum kau tiba-tiba menjadi sangat marah ketika mengetahui Denis Damitri telah menemani Cherry ke Laura Place. Aku benar-benar memahamimu.”


“Tidak, kau tidak memahamiku, dan aku akan berterima kasih kepadamu jika kau mau berhenti mengeluh dan melemparkan keluhan itu kepadaku,” katanya dengan kejam.


“Keputusanku untuk memindahkan Cherry dari tanggung jawabmu sama sekali tidak ada hubungannya dengan peristiwa itu! Aku tidak menyangkal kalau awalnya aku berpendapat kau bukan orang yang pantas untuk bertindak sebagai penjaganya. Aku berpikiran begitu, dan aku mengatakannya, dan aku masih berpikiran begitu, dan aku masih mengatakannya, tapi tidak untuk alasan yang sama. Aku menganggap sangatlah disayangkan jika siapa pun yang semuda dan secantik dirimu harus bertindak sebagai seorang pengawal, dengan berkelakuan seolah kau ini seorang janda ketika kau seharusnya pergi ke pesta dansa dan acara kumpul-kumpul untuk menikmati dansa sampai pagi, bukannya menghabiskan malam dengan berbicara kepada para janda yang sesungguhnya, dan mengawasi anak gadis bodoh yang hanya beberapa tahun lebih muda dari dirimu sendiri!”


“Cherry itu dua belas tahun lebih muda dariku, dan aku sering berdansa sepanjang malam”


“Jangan mencoba membohongiku, Sayang” potong Tuan Constantine. “Aku mencapai usia dewasa ketika kau menyulam! Aku tahu betul kapan dansa berakhir di New Assembly Room. Pukul sebelas malam!”


“Tidak di Lower Room!” sanggahnya. “Mereka terus berdansa sampai tengah malam di sana! Selain itu, ada pesta-pesta dansa tersendiri, dan pesta piknik, serta semua jenis hiburan?” Nona Dior melihat dari cibiran bibir lelaki itu dia tidak terkesan dengan berbagai kesenangan di Rouen, dan berkata dengan menantang, “Dan, bagaimanapun, kalau aku memilih untuk menjaga Cherry, itu menjadi urusanku sendiri!”

__ADS_1


“Justru sebaliknya! Itu urusanku!” ujar Tuan Constantine.


“Aku mengakui kau berhak melakukan seperti yang kau pikir terbaik bagi Cherry, tapi kau tidak punya hak untuk mendikteku, Tuan! Dan, selain itu,” Nona Dior menambahkan dengan amat marah, “kau tidak perlu mencoba untuk menindasku, jadi jangan berpikir begitu!” Ucapan ini membuat Tuan Constantine tertawa. “Aku lebih mungkin menamparmu!”


Nona Dior tidak perlu menyahut karena kemunculan Nona Harrow, yang mengintip ke dalam ruangan pada saat itu, seraya berkata, “Apa kau di sini, Caroline Sayang? Aku hanya datang sebentar untuk memberitahumu aku terpaksa oh! Aku tidak tahu kau kedatangan tamu! Aku sungguh yakin aku tidak mengganggu! Jika aku bisa menduga sedikit saja kau tidak sendirian, aku tidak akan berniat mengganggumu sebab ini tidak penting, hanya saja aku mendapati diriku terpaksa pergi ke kota untuk membeli beberapa tambahan benang, jadi aku kesini untuk menanyaimu apakah kau kebetulan membutuhkan sesuatu. Oh, bagaimana kabar Anda, Tuan Constantine? Aku yakin Anda menganggapku sebagai pengganggu, jadi aku tidak akan tinggal lebih lama lagi. Aku hanya akan masuk ke dalam ruang bayi sebelum aku pergi keluar, Caroline, karena kami berpikir si bayi malang mengalami tumbuh gigi pertama lagi, dan aku bermaksud untuk menanyakan Nyonya Besar Dior apakah dia menginginkan aku untuk membeli beberapa bubuk pereda sakit gigi walau aku yakin dia menyimpan sedikit bubuk itu, atau, jika dia tidak punya, kau bisa meyakini si perawat sudah membawanya dari Chateau. Nah, aku tidak boleh mengganggumu lebih lama lagi, bukan? Tentu saja, aku seharusnya tidak masuk jika aku tahu Tuan Constantine sedang bersamamu, pastinya untuk berunding denganmu tentang Cherry. Jadi, kalau kau sangat yakin tidak ada apa pun yang bisa aku lakukan untukmu di Gay Street bukan berarti aku tidak benar-benar siap untuk pergi lebih jauh, yang kuharap tidak perlu lagi kuyakinkan padamu.”


Nona Dior menghentikan ocehan ini dengan mengatakan secara tegas, “Tidak, Belevia, tidak ada apa pun yang bisa kau lakukan untukku, terima kasih. Tuan Constantine telah datang untuk berbicara secara pribadi denganku tentang urusan Cherry, dan aku khawatir kau sedang mengganggu kami. Jadi, tolong pergilah untuk berbelanja tanpa menunda-nunda lagi.”


Nona Dior merasakan gejolak kemarahan ketika Nona Harrow masuk ke ruangan, tapi ekspresi di wajah Tuan Constantine telah mengubah amarah menjadi rasa geli. Lelaki itu terlihat seolah dia akan merasa teramat puas untuk mencekik leher Nona Harrow, dan menurut Nona Dior, hal ini sangat lucu sehingga luapan gelak tawa muncul dalam dirinya yang sangat sulit ditahan.


Pintu belum juga tertutup rapat di belakang Nona Harrow ketika Tuan Constantine menuntut, dengan suara seseorang yang dipaksa mencapai batas kesabarannya, “Aku sulit mengerti bagaimana kau bisa bertahan menghadapi tukang oceh yang tinggal bersamamu itu!”


“Yah, aku harus mengakui aku pun sulit memahaminya,” jawab Nona Dior, membiarkan kegembiraannya terlihat.


“Apa yang merasukinya sehingga datang dengan mengoceh tentang benang dan bubuk pereda sakit gigi padahal dia pastinya tahu kau tidak sendirian?”


“Rasa ingin tahu yang menjadi-jadi,” sahut Nona Dior.


“Astaga! Usir saja dia!” kata Tuan Constantine dengan nada memerintah.


“Aku ingin sekali melakukan itu! Tapi, karena dunia berpikir aku akan membuat diriku dicela jika aku tidak mempekerjakan seorang wanita terhormat untuk bertindak sebagai pengawalku, aku khawatir aku tidak bisa berbuat begitu. Akan jadi terlalu kejam bila memecat dia, sebab dia bermaksud baik, dan alasan apa yang mungkin bisa aku berikan untuk menyingkirkan dia?”


“Bahwa kau akan segera menikah!” Nona Dior semakin terbiasa dengan ucapan-ucapan pria itu yang tak disangka-sangka, tapi pernyataannya kali ini membuatnya terkejut. Dia menatap lelaki itu dengan pandangan terkejut, dan hanya mampu berkata lirih, “Tolong jangan mengada-ada.”


“Aku tidak mengada-ada. Menikahlah denganku! Aku akan berjanji untuk menjagamu dari semua orang membosankan yang dapat membahayakan seperti sepupumu.”


“Kau ini memang mengada-ada!” tegas Nona Dior, dengan suara yang jauh lebih keras. “Menikah denganmu untuk terbebas dari Belevia yang malang? Aku tidak pernah mendengar sesuatu seperti itu! Kau pasti tidak waras!”

__ADS_1


“Tidak, kecuali jatuh cinta bisa disebut tidak waras! Sungguh, aku jatuh cinta. Setelah bertahun-tahun ini, menemukan wanita yang kukira tidak pernah ada.” Tuan Constantine melihat Nona Dior sedang memandanginya dengan sangat heran, dan berseru, dengan tawa sesal, “Oh, Tuhanku, aku malah mengacaukannya! Aku patut menerima kalau kau akan menolak untuk berbicara denganku lagi, bukan?”


“Ya,” kata Nona Dior dengan jujur.


“Aku tidak bisa menyampaikan kata-kata yang elegan. Aku sungguh berharap memiliki kemampuan untuk itu. Andai aku bisa menemukan kata-kata untuk memberitahumu apa yang ada dalam hatiku.” Dia tiba-tiba berhenti, dan berjalan sebentar mengitari ruangan.


“Apa kau selalu merasa mustahil untuk menyampaikan ucapan dengan elegan?” tanya Nona Dior. “Aku tidak bisa membuat diriku memercayai hal itu, Tuan Kau pasti pernah menyampaikan banyak kata-kata indah sebelumnya, kecuali desas-desus telah salah menilaimu.”


“Kepada pelacur kelas atas? Itu hal yang sangat berbeda!”


katanya dengan tidak sabar. “Seorang pria tidak menjalin suatu hubungan dengan seorang tuna susila dengan perasaan sama seperti yang dirasakannya ketika dia menjalin asmara abadi untuk satu wanita di dunia yang ingin dia jadikan istri!” Tuan Constantine tiba-tiba berhenti berjalan, dan mengarahkan tatapan penuh menyelidik pada Nona Dior, seraya berkata dengan ragu-ragu, “Astaga, apakah kau beranggapan negatif terhadapku bahwa aku kerap memelihara beberapa dari mereka?”


*****_____*****


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!

__ADS_1


Thanks and best regards


“Saya yang di pojokan kulkas”


__ADS_2