
Pada saat cuaca akhirnya menunjukkan tanda-tanda membaik, Nona Harrow membuat pengalihan perhatian yang sangat tidak dikehendaki dengan mengalami serangan influenza. Dia menyeret-nyeret dirinya di dalam rumah, terbungkus dengan syal, seraya berkata dia menderita flu ringan, dan barulah setelah dia pingsan pada suatu pagi saat bangun dari tempat tidur dia bisa dibujuk untuk tetap berbaring di tempat tidur atau membolehkan Caroline untuk memanggil dokter. Tidak ada masalah apa-apa dengannya, dia sedikit tidak enak badan, tapi akan segera membaik, Caroline tidaklah perlu memanggil dr. Andre, bukan berarti dia tidak menyukainya, sebab dia yakin dokter itu sangat menyenangkan dan bersikap sopan, tapi papa tersayang tidak memercayai dokter: dan, lagi pula, sangatlah aneh baginya bila sampai jatuh sakit ketika rumah itu penuh dengan tamu, dan sudah menjadi kewajibannya untuk tetap berdiri, sekalipun itu menyiksanya. Namun, dia jelas menderita demam, dan meskipun wajahnya memerah, dan mengeluh merasa terlalu panas, dia menggigil hebat, jadi Caroline mengatasi sendiri masalah itu, dan mengutus si kacung dengan membawa pesan ke dr. Andre.
Pada saat sang dokter datang, Nona Harrow merasa sangat lemah sehingga alih-alih menolaknya, dia menyambutnya sebagai seorang penyelamat, menangis dengan sedih, dan menjelaskan kepadanya, dengan sangat detail, setiap gejala-gejalanya. Nona Harrow menyudahi dengan memohon kepadanya agar tidak mengatakan dia terserang demam scarlet.
“Tidak, tidak, Nyonya!” kata sang dokter menenangkan.
“Hanya sedikit influenza! Saya akan memberi Anda cairan garam, maka Anda akan segera merasa lebih baik. Saya akan mampir besok, untuk melihat bagaimana perkembangan Anda. Sementara itu, Anda harus diam dengan tenang di tempat tidur, dan lakukan seperti yang diminta Nona Dior kepada Anda.” Sang dokter lalu keluar kamar bersama Caroline, memberitahunya tidak ada alasan untuk merasa cemas, memberinya beberapa perintah, dan ketika sang dokter berpamitan, memandanginya lekat-lekat, dan berkata, “Nah, jangan membuat diri Anda lelah, ya, Nyonya? Anda tidak terlihat dalam kondisi sesehat seperti ketika saya melihat Anda kali terakhir. Saya menduga Anda terlalu banyak bekerja!”
Ketika kembali ke kamar untuk orang sakit, Caroline mendapati Nona Harrow menangis penuh perasaan gelisah, alasan untuk cucuran air mata yang baru ini adalah ketakutannya bahwa si kecil Luke yang malang bisa jadi tertular penyakit ini darinya, yang jika sampai itu terjadi dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
“Belevia Sayang, akan ada cukup waktu untuk menangisi hal itu jika dia memang menderita influenza, yang kemungkinan besar dia tidak akan tertular,” kata Caroline dengan riang. “Betty akan segera membawakan segelas limun untukmu, dan mungkin kalau kau minum sedikit limun itu, kau akan bisa tidur.”
Namun, segeralah menjadi jelas Nona Harrow tidak akan menjadi seorang pasien yang menyenangkan. Dia memohon kepada Nona Dior agar tidak memikirkannya, menyuruhnya pergi saja dan sama sekali tidak perlu merasa harus tinggal disisinya karena Nona Harrow memiliki segala yang dibutuhkan, dan dia tidak tahan menyusahkan Nona Dior terlalu banyak tapi jika Nona Dior tidak hadir selama lebih dari setengah jam, Nona Harrow menjadi gundah gulana karena ini menunjukkan kepadanya bahwa tidak ada seorang pun yang peduli apa yang terjadi kepadanya, apalagi Caroline-nya tersayang.
Nyonya Besar Dior dan Cherry sama-sama ingin sekali berbagi tugas merawat Nona Harrow, tapi Caroline tidak akan mengizinkan mereka berdua pergi ke kamar si sakit. Cherry terlihat jelas merasa lega sebab dia tidak pernah merawat siapa pun dalam hidupnya, dan diam-diam merasa takut kalau-kalau dia mungkin melakukan hal-hal yang salah: dan Nyonya Besar Dior, ketika dijelaskan kepadanya dia harus memikirkan anak-anaknya dan karena merekalah dia tidak boleh sampai terkena risiko tertular, menyetujui dengan enggan untuk menjauh dari Belevia yang malang. “Tapi, kau harus berjanji kepadaku untuk menjaga dirimu sendiri, Caroline. Kau harus membiarkan Elle membantumu, dan kau tidak boleh berlama-lama di kamar itu atau mendekati Belevia terlalu dekat! Alangkah buruknya kalau kau sampai menjadi sakit.”
“Sangat buruk dan sangat mengherankan juga,” kata Caroline.
__ADS_1
“Kau tahu aku tidak pernah sakit. Kau tidak bisa melupakan semua kejadian ketika wabah fu melanda semua orang di Chateau baru-baru ini, kecuali si perawat dan aku. Kalau kau bersedia menjaga Cherry untukku, aku akan sangat berterima kasih kepadamu.” Elle, ketika ditanya apakah dia bersedia membantu merawat Nona Harrow, mengatakan bahwa Nona Caroline bisa mempercayakan semuanya padanya, dan jangan merasa cemas lagi. Namun, karena Elle rupanya menduga Nona Harrow menderita influenza dengan sengaja untuk menyebabkan mereka semua gempar, Caroline selalu siap merawat ketika dia berjalan pelan-pelan kedalam kamar untuk menakar dosis obat, membasuh wajah dan tangan Nona Harrow, atau menepuk-nepuk bantalnya. Elle tidak menyukai Nona Harrow, berpikir Nona Harrow bisa saja membaik jika dia mau, dan secara umum berkelakuan seolah Elle adalah seorang sipir yang mengawasi seorang tahanan yang menyusahkan. Nona Dior sia-sia memprotes dia.
“Saya tidak sabar menghadapinya, Nyonya, yang terus mengeluh hanya karena terserang influenza! Siapa pun akan mengira dia menderita sakit paru-paru bila mendengar cara dia berbicara tentang rasa nyeri dan sakitnya. Terlebih lagi, Nona Caroline, saya menjadi sangat jengkel ketika dia berkata dia tidak ingin Anda bersusah-susah karenanya atau duduk menemaninya, tapi tak lama kemudian bertanya-tanya apa yang terjadi kepada Anda, dan mengapa Anda tidak ada di dekatnya selama berjam-jam!”
“Oh, Elle, tolong diamlah!” mohon Nona Dior. “Aku tahu dia dia memang menjengkelkan, tapi kita harus ingat influenza memang membuat orang merasa sangat sakit sehingga tidaklah heran dia menjadi ... menjadi agak suka bersungut-sungut! Tapi, semoga saja kau tidak akan perlu menghadapinya lebih lama lagi. Dokter Andre telah memberitahuku dia melihat tidak ada alasan Belevia tidak bisa bangun sebentar dari tempat tidurnya besok, dan aku pikir semangatnya akan makin bertambah jika dia bisa bangun karena itulah yang selama ini dia inginkan sejak awal.”
Elle mendengus tidak percaya, dan berkata dengan muram, “Itulah yang dia katakan, Nona Caroline, tapi saya yakin kita tidak akan melihat dia bangkit dari tempat tidur selama seminggu penuh!”
Namun, dalam ramalan ini, Elle salah menilai Nona Harrow. Setelah diperbolehkan untuk duduk di kursi berlengan selama satu atau dua jam pada keesokan harinya, semangat Nona Harrow bangkit kembali. Dia mulai menyebutkan satu per satu pekerjaan yang selama ini terpaksa dia telantarkan dan mengumumkan pendiriannya bahwa pada hari berikutnya dia akan cukup kuat untuk memulai lagi semua tugasnya: sehingga Nona Dior kesulitan mencegah dia untuk segera mengerjakan pekerjaan menambal seprai yang rusak. Untunglah, Nona Harrow mendapati dirinya sangat lemah karena serangan penyakitnya yang parah tapi singkat sehingga setelah mengatur rambutnya, dia merasa senang bisa duduk dengan tenang di kursi berlengannya, dengan satu syal melilit di seputar leher dan syal lainnya terbentang menyelimuti kedua kakinya, dan sibuk dengan pekerjaan yang tidak lebih berat dari kegiatan membaca berita pengadilan di Morning Post.
Bagaimanapun, Nona Harrow tentunya mulai beranjak sembuh, dan Nona Dior, meski merasa sangat kelelahan, mengharapkan masa tenang ketika Elle, sambil menyingkap tirai-tirai yang mengelilingi tempat tidur pada keesokan pagi, memberitahukan kabar menakutkan bahwa si perawat ingin agar dr. Tidmarch dipanggil untuk memeriksa Tuan Luke.
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
__ADS_1
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
Thanks and best regards
“Saya yang sedih karena dia ngambek”
Note:
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.
Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.
__ADS_1
Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.
Terima kasih banyak.