
Tuan Arthur tidak bisa merasa yakin, tapi terus menyebutkan satu demi satu dan membicarakan semua konsekuensi buruk yang bisa ditimbulkan dari apa yang disebutnya tindakan gegabah adiknya sampai, dalam keputusasaan, Nona Dior membujuknya untuk bercakap-cakap tentang anak-anaknya, tentang kecenderungan si kecil Luke terkena penyakit batuk yang disertai sesak napas, dan apa cara terbaik untuk mengatasinya. Karena Tuan Arthur seorang ayah yang sangat penyayang, tidaklah sulit untuk mengalihkan perhatiannya dari masalah-masalah yang kurang penting baginya, dan dia masih membicarakan anak-anaknya ketika Cherry dan Nona Harrow pulang. Cherry sangat terpesona dengan sandiwara yang telah disaksikannya. Dia berterima kasih kepada Caroline berulang kali karena telah memberinya pengalaman luar biasa seperti ini, dan mengungkapkan bahwa inilah pertama kalinya dia pernah mengunjungi sebuah teater untuk orang dewasa.
“Aku tidak memperhitungkan ketika Papa membawaku ke Astley's sebab aku baru berumur enam tahun, dan aku baru saja mengingatnya. Tapi, yang ini takkan pernah kulupakan! Oh, dan Tuan Curtis ada di sana, dan dia datang ke tempat duduk kami, dan menyuruh pelayan membawakan kami minuman teh dan limun saat jeda, dan menurutku dia sungguh baik! Dia orang yang sangat menyenangkan, bukan?”
“Sangat,” ujar Nona Dior dengan nada agak menahan geli. “Omong-omong, di mana Archard?”
“Oh, sewaktu mengantar kami ke dalam kereta, dia bilang akan kembali ke Somme dengan berjalan kaki. Kukira dia merasa pusing sebab dia merajuk dengan bodohnya, dan kelihatannya tidak menikmati pertunjukan sandiwara seperti aku. Tapi, mungkin dia terpengaruh oleh hawa panas di dalam teater,” dia menambahkan dengan murah hati.
“Tentunya tidak mengherankan kalau dia kepanasan,” kata Nona Harrow. “Aku sendiri merasa sangat kepanasan, tapi secangkir teh segera memulihkan kondisiku. Tidak ada yang semenyegarkan teh, bukan? Berapa suka membantunya Tuan Curtis! Seorang pemuda yang santun!” Tuan Arthur mengeluarkan suara yang terdengar seperti dengusan bercampur tawa, dan begitu dia sendirian bersama adiknya, memperingatkan dengan serius agar tidak mendorong Cyril Curtis untuk mengejar Cherry.
“Pria pengagummu dia orang lainnya yang suka Pelayananmu!” ujarnya.
“Aku tidak suka lelaki itu, dan tidak pernah suka. Sangat berbeda dari kakaknya!”
“Aku tentu saja tidak akan mendorong dia untuk mengejar Cherry,” sahut Nona Dior tenang.
“Tapi, aku tidak akan terkejut kalau dia bukan yang pertama dari banyak orang yang akan mengejarnya!”
“Aku sungguh berharap kau tidak mendapati dirimu sendiri bernasib malang dengan memikul tanggung jawab ini!”
“Oh, jangan khawatir, Arthur! Aku berjanji kepadamu aku sangat mampu menjaga diriku sendiri.”
__ADS_1
“Tidak ada wanita yang mampu menjaga dirinya sendiri,” ujarnya yakin.
“Mengenai tidak membuatku khawatir, aku harus jelaskan kepadamu kaulah yang membuatku khawatir! Tapi, memang selalu begitu! Kau selalu menyukai hal-hal aneh, dan bagaimana kau akan mendapatkan seorang suami kalau kau terus bersikap keras kepala dan bodoh aku sama sekali tidak mengerti!”
Setelah mengutarakan pernyataan jengkel ini, Tuan Arthur pergi tidur. Dia tidak sendirian bersama adiknya lagi sampai saat kepulangannya esok hari, lalu dia memuaskan dirinya dengan mengatakan secara sungguh-sungguh dia sama sekali tidak tenang tentang masalah yang dihadapi adiknya, sama sekali tidak tenang. Nona Dior tersenyum, dan melayangkan ciuman perpisahan di pipinya, tetap berdiri di ambang pintu untuk melihat kakaknya menaiki undakan ke dalam kereta, kemudian kembali memasuki rumah sambil menghela napas panjang penuh syukur karena terbebas dari kakaknya.
Perkiraan Nona Dior bahwa Cyril Curtis hanya akan menjadi pengagum pertama Cherry segera terbukti benar. Dia membawa Cherry ke pesta Nyonya Cheltenham malam itu, dan merasa puas melihat anak didiknya membuat orang lain menyukainya. Dia juga mengajak Archard, mengetahui tidak ada nyonya rumah yang akan mempersoalkan tambahan kehadiran seorang pemuda yang tampan dalam daftar tamu-tamunya. Baik Archard maupun Cherry sangat bergembira, walau pemuda itu awalnya merasa agak gengsi dan menganggap pesta anak-anak semacam itu agak tidak sesuai dengan dirinya. Namun, sikap superioritas itu segera menghilang dan sebelum malam berakhir, dia ikut serta dalam semua permainan konyol yang diselingi dansa, dan memperoleh sorakan meriah atas keterampilan yang dia tunjukkan saat bermain span-counters.
Dia menerima dengan gembira sebuah undangan untuk mengikuti kegiatan berkuda ke Kastel Farley, yang dianjurkan kepadanya oleh Nona Cheltenham yang tertua. Kegiatan itu terdiri dari enam orang muda dan diusulkan setelah mereka memeriksa kastel kuno di sana, mereka akan menyantap kudapan 2 Span-counters adalah permainan anak-anak Prancis Kuno, di mana seorang pemain melemparkan sebuah koin ke lantai dan berkuda kembali ke Rouen dengan tidak tergesa-gesa.
“Tempat ini harus didatangi siapa pun yang mengunjungi Rouen karena kapelnya yang sangat menarik, berhubungan dengan sisa-sisa jasad yang sudah mati dan sisa reruntuhan zaman purbakala,” ujar Nona Cheltenham dengan pengetahuan luasnya.
Dampak memamerkan pengetahuan yang tiba-tiba ini dirusak oleh sahabat karibnya, Tuan Andreas Herera, yang dengan sangat kasar menuduhnya telah “mengambil seluruh informasi” dari buku panduan lokal. Karena Stonehenge dikenal sebagai orang yang tidak menggemari buku, hal ini membuat semua orang tertawa, dan menjadikan Archard lebih berani mengakui dia sendiri tidak begitu mahir tentang benda-benda bersejarah, tapi akan dengan senang hati berkuda. Dia lalu mengajak Tuan Hilperton berbicara secara pribadi, untuk menanyainya tentang istal penyewaan kuda di Rouen manakah yang terbaik: tapi pada saat itu, Nona Dior, yang telah berjalan mendekati kelompok itu, menyela dengan mengatakan akan mengizinkan Archard menunggangi kuda tuanya. Wajah Archard menjadi merah padam karena malu, dan dia tergagap, “Oh, terima kasih, Nyonya! Kalau Anda berpikir saya dipercaya tidak akan membuat kuda Anda menjadi pincang, atau membuatnya kesakitan di punggung, saya berjanji akan menjaganya sebaik-baiknya! Saya sangat berterima kasih kepada Anda! Tapi... tidakkah Anda sendiri akan membutuhkannya?”
“Kau akan memastikan agar Cherry tidak sampai terluka, bukan?”
“Ya, tentu saja saya akan menjaganya.” Archard segera membalasnya. “Tapi, Anda tidak perlu khawatir tentangnya, Nyonya, dia penunggang kuda yang baik sekali, saya pastikan itu!”
Ketika melihat rombongan itu berangkat keesokan paginya, Nona Dior segera tahu dia tidak perlu merasa cemas tentang Cherry atau kuda betinanya. Cherry duduk di atas punggung kuda dengan keseimbangan yang baik, dan memiliki kelembutan, serta dengan mudah mengendalikan kelincahan si kuda betina. Kelihatannya juga tidak akan ada kekurangan pengawalan yang penuh perhatian bagi gadis itu, melihat cara Tuan Hilperton dan Tuan Forden muda saling bersaing untuk menjadi yang pertama menaikkan Cherry ke atas punggung kuda. Nona Dior memperhatikan mereka berbicara dengan ributnya, semua dengan penuh semangat, dan jelas sangat menantikan hari bersenang-senang tanpa batas, kecuali mereka menganggap Martin, dan pengurus kuda Nyonya Srinchcombe yang sudah tua, yang ketinggalan rombongan, sebagai hambatan, yang memang akan menjadi penghambat kalau semangat muda yang tinggi mendorong keinginan hati mereka untuk memacu kuda dengan cara yang berbahaya. Nyonya Cheltenham sudah memberi tahu Caroline, Tuckenhay dapat dipercaya untuk menjaga Stonehenge, dan Caroline tahu, dari pengalamannya sendiri pada masa muda, Martin sangat sanggup menangani Cherry, kalau-kalau kegembiraan akan menyebabkan gadis itu memamerkan kemahirannya dalam berkuda kepada teman-teman barunya.
††*****††
__ADS_1
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.
Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.
Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.
Terima kasih banyak.
________________________________
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
__ADS_1
By the way Enjoy it!!!
Thanks and best regards