
Ketika Cherry memberi tahu Archard dia akan menemukan teman terhormatnya, Nona Stonehenge Stinchcombe, di sana, dan menitipkan pesan untuk gadis itu kepadanya, kerutan di keningnya tampak jelas mulai berkurang, dan pemuda itu pergi dengan sangat bahagia menuruni bukit. “Yang,” Cherry memberi tahu Nona Dior dengan diam-diam, “kukira akan mengalihkan perhatiannya sebab aku bisa melihat kemarin dia menyukai gadis itu!”
“Kalau begitu, kau baik sekali.” Nona Dior menyetujui.
“Tapi, tidak saat mengingatkan dia akan wanita pujaannya di Paris!”
“Benar.” Cherry mengakui dengan rasa bersalah. “Aku tahu telah mengatakan hal yang salah begitu kata-kata itu keluar dari mulutku. Meski mengapa dia harus menunjukkan rasa jijik tentang hal itu aku tidak bisa menebaknya sebab dia sendiri yang menceritakan kepadaku semua hal tentang wanita itu.”
Nona Dior tidak lanjut membahasnya, sebab pada saat ini mereka telah menaiki anak-anak tangga yang mengarah ke Kantor Catatan Sipil, atas anjuran Nyonya Mary, yang telah meminta seseorang yang sangat terhormat melalui agensinya, untuk bertugas sebagai Pelayan Pendukung di Versailles, dan sangat puas dengan orang itu sehingga dia tidak ragu untuk menyuruh nyonya nya datang ke kantor. Cherry merasa terlalu segan dengan kesopanan yang menyesakkan dari sang manajer sehingga hanya bisa menyetujui apa pun yang disarankan Nona Dior kepadanya, dan ketika mereka meninggalkan tempat itu, Cherry bercerita kepadanya pandangan seram Nyonya Poppleton telah membuatnya ketakutan setengah mati sehingga dia sangat bersyukur Nona Dior hadir untuk menemaninya. “Dan, kalau pelayan yang dia ingin kirim ke Versailles untuk diwawancarai datang, Anda akan menemaniku, “kan?” Tanya Cherry dengan cemas.
Setelah ditenangkan tentang masalah ini, Cherry berjalan riang di samping Nona Dior, dan secara serampangan membeli tidak hanya satu, tapi dua pasang sarung tangan panjang yang katanya membuat dia akhirnya merasa benar-benar dewasa.
__ADS_1
Karena Musim Bersosialisasi di Rouen belum dimulai, para pemain musik yang menghibur tamu setiap pagi di Ruang pompa selama berlangsungnya Musim itu tidak ada, tapi beberapa tamu sudah terlihat. Sejumlah besar tamu adalah orang-orang yang selalu khawatir akan kesehatan mereka, entah itu berjalan pincang dengan bertumpu pada tongkat, terkena penyakit encok atau rematik, atau para penderita penyakit nyeri lambung yang sudah berusia lanjut, dengan penuh harapan mencari pengobatan untuk penyakit lever yang timbul akibat tindakan melampaui batas pada masa-masa muda mereka. Ada pula beberapa janda kaya, yang menderita gangguan susunan saraf dan meyakini cerita tentang berbagai penyakit mereka dan banyaknya pengobatan yang telah mereka jalani pasti sangat menarik bagi kenalan-kenalan mereka yang tahan mendengarkan, seperti halnya mereka sendiri. Namun, karena sebagian besar orang sakit ditemani oleh anggota keluarga mereka yang lebih muda, kumpulan orang disana, yang sekilas kelihatannya terdiri dari orang-orang pincang, tua, dan lemah, mencakup sejumlah besar orang muda yang sama sekali tidak menderita berbagai penyakit yang dianggap bisa disembuhkan dengan air mineral di Rouen. Sebagian besar orang yang menemani ini adalah wanita, tapi ada sedikit pengecualian, khususnya Tuan Damitri yang mempesona. Kapan pun untuk alasan finansial pria itu datang ke Rouen mengunjungi neneknya, dia dengan patuhnya mendampingi sang nenek ke Ruang pompa, menempatkan sang nenek dengan lembutnya di sebuah kursi, membawakannya segelas air mineral hangat, bersusah payah menemukan salah saru teman karib sang nenek di antara para tamu, lalu setelah terpaksa mengantarkan orang malang ini kepada sang nenek, dan memastikan orang ini entah pria atau wanita duduk dengan aman di samping sang nenek. Tuan Damitri menyibukkan diri sepanjang sisa kunjungannya di Ruang pompa dengan berjalan berkeliling, menyapa kenalan-kenalan yang kebetulan dijumpai, dan sedikit menggoda semua gadis tercantik yang hadir.
Selain para pengunjung musiman ini, ada pengunjung tetap: dan pengunjung tetap pertama yang dilihat Nona Dior ketika dia memandang ke sekitar Ruang pompa adalah Tuan Besar Curtis. Pria itu sedang berbicara dengan seorang wanita bertopi aneh, yang dihiasi beberapa bulu unta yang berposisi tegak, tapi begitu melihat Nona Dior, pria itu meminta diri dan berjalan mendekatinya dengan menerobos di antara beberapa kelompok orang yang memisahkan mereka. Cherry, setelah menemukan Stonehenge Stinchcombe, pergi darinya dengan cepat sehingga Nona Dior dibiarkan menghadapi Tuan Besar Curtis.
Pria itu menyapanya dengan kecermatannya yang biasa, tapi segera berkata, dengan tatapan sedih, dia sungguh amat menyesal saat mengetahui kunjungan temannya telah menimbulkan konsekuensi yang tidak menyenangkan. “Aku mengetahui Damien Constantine telah datang ke Rouen, dan Anda terpaksa menyambutnya.” Dia berkata dengan sedihnya. “Tentu saja tidak terelakkan dia akan mengunjungi Versailles, tapi aku percaya kedatangannya itu untuk mengatur persiapan membawa pergi keponakannya dari Rouen?”
“Oh, tidak, tidak sesegera itu!” jawab Nona Dior dengan riang. “Itu sudah pasti akan menjadi konsekuensi yang tidak menyenangkan! Tapi, aku harap gadis itu tetap tinggal selama beberapa waktu. Dia anak yang sangat menyenangkan dan membuat suasana di rumah jadi menggembirakan!”
“Aku mengakui dia kelihatannya merupakan seorang gadis yang menyenangkan, dan aku sangat terkesan dengan tara krama nya,” dia mengakui, dengan tatapan merendahkan yang menurut Nona Dior tidak bisa diterima. “Bahaya dari kunjungan gadis itu adalah, Anda bisa-bisa mendapati diri harus berkenalan lebih dekat dengan pamannya daripada yang diperlukan. Aku tahu, Anda tidak akan keberatan dengan upayaku memberi Anda petunjuk.”
Tuan Besar Curtis terlihat sedikit bingung dengan ucapan blakblakan ini, tetapi mulai memberikan penjelasan membosankan akan ketulusan niatnya, yang di dalamnya terselip rasa hormatnya kepada Nona Dior, harapannya bahwa dia mungkin suatu saat nanti berhak untuk membimbing penilaiannya, keyakinannya bahwa peringatan yang telah dia ungkapkan akan disetujui kakak laki-lakinya, dan pengetahuannya akan dunia, terjalin begitu rupa sehingga nyaris tak terpisahkan. Dia kelihatannya menyadari hal ini sebab dia mengakhiri pembicaraannya dengan berkata, “Singkatnya, Nona Caroline yang terhormat, Anda tidak mengetahui sebagaimana seseorang menginginkan Anda demikian berapa kenalan seperti itu sangat tidak menyenangkan bagi wanita yang diasuh dengan baik. Terutama bagi seorang wanita dari kalangan atas seperti Anda! Aku yakin kakak Anda yang baik hati akan mengulangi pendapatku tentang masalah ini, sehingga aku tidak perlu mengatakannya lagi.”
__ADS_1
Nona Dior memberi senyuman cerah kepadanya, dan berkata, “Sama sekali tidak perlu, Tuan! Sesungguhnya, Anda tidak perlu mengatakan hal yang sama. Tapi, karena Anda sepertinya begitu peduli dengan keselamatan ku, biarkan aku meyakinkan Anda bahwa perkenalanku dengan Tuan Constantine tidak disertai bahaya apa pun terhadap reputasi ku ataupun kebaikanku. Dia memang pria paling kasar yang pernah kutemui, dan aku tidak begitu bodohnya sehingga tidak menyadari dia adalah orang yang aku percaya dijuluki sebagai orang yang suka bertualang dan menghambur-hamburkan uang, tapi aku tahu berdasarkan sumber tepercaya pengakuannya sendiri! dia tidak pernah mencoba merayu para wanita dari kalangan atas! Jadi, Anda bisa tenang dan kumohon Anda tidak mengatakan apa-apa lagi tentang masalah ini.”
*****_____*****
Baca Juga Novel yang lainnya ya "LAYLA AL-MADANI"
Tema Cerita tentang “Kasih sayang orang tua yang terlewat.
Pembunuhan, balas dendam, romantisme dan perselingkuhan.
Isi terkait politik yang terjadi di timur tengah, dan perang tiga agama dalam memperebutkan tanah suci di Yerusalem. Ikuti ceritanya pasti seru...
__ADS_1
*Komen dan sarannya dikolom komentar dibutuhkan, serta jangan lupa Vote ya…*
By the way, Enjoy it