
Mata Cherry membelalak keheranan. “Yah?” Dia terkesiap.
“Siapa yang pernah mendengar dia bersikap begitu santun?” Dia menambahkan dengan cerdasnya, dan dengan tatapan nakal, “Kalau dia benar-benar mengatakan dia menyesal tidak bertemu denganku di rumah, itu kebohongan besar sebab dia tidak pernah menunjukkan sedikit pun keinginan untuk menemuiku, dan kupikir Anda-lah yang selalu ingin dia jumpai.”
“Demi kesenangan bercekcok denganku, sudah pasti!” Nona Dior menjawab seraya tertawa. “Akankah kita pergi ke bawah untuk makan malam sekarang, Majorie?”
Nyonya Besar Dior dengan cepat mencari keterangan lebih tentang ucapan kurang ajar Cherry, seolah disergap kecurigaan yang tiba-tiba dan sama sekali tidak menyenangkan, dan Caroline menyadari mata saudari iparnya tertuju ke wajahnya. Mungkin untuk satu-satunya waktu dalam hidupnya, Nona Dior berterima kasih kepada Nona Harrow karena menyela, meskipun Nona Harrow melakukannya hanya karena dia jarang melalaikan kesempatan untuk memberi Cherry teguran. Dia berkata dengan keras, “Akan sangat aneh jadinya jika pamanmu meninggalkan Rouen tanpa berpamitan dengan Nona Dior, yang kepadanya dia punya banyak sekali alasan untuk berterima kasih. Aku yakin tidaklah mengherankan dia seharusnya lebih ingin menemui Nona Dior ketimbang kau, Nona Constantine, sebab kaum pria menganggap gadis-gadis yang baru saja lulus sekolah sangat membosankan. Sungguh, pada usiamu, aku tidak akan pernah mengharapkan seorang pria ingin bertemu denganku!”
Mata Cherry menyorot tajam, dan dia menyahut dengan cepat, “Beruntung sekali!”
Archard mengeluarkan suara tercekik, yang diubahnya menjadi batuk yang sangat tak meyakinkan dan Nyonya Besar Dior bangkit berdiri, serta berkata dengan wibawa yang lemah lembut, “Ya, mari kita turun, Sayang, arau kita akan malu dengan juru masakmu. Juru masak selalu terlihat cemberut jika seseorang menunda-nunda makan malam, dan mereka tidak bisa disalahkan sebab pastinya sangat menjengkelkan jika hasil kerja seseorang disia-siakan.”
Dia lalu menceritakan sebuah cerita yang lumayan lucu tentang seorang juru masak asal Prancis yang pernah dia pekerjakan, dan Caroline, dengan berterima kasih kepadanya karena menutupi keheningan yang canggung, tertawa, dan membiarkan dia terus menceritakan beberapa anekdot lagi. Di belakang mereka, di anak tangga, muncul Nona Harrow yang berkomat-kamit sendiri. Tidak banyak yang dia katakan terdengar di telinga Caroline, tapi potongan-potongan kalimat yang terdengar seperti “gadis nakal yang tak tahu sopan santun dan terlalu lancang... jelas-jelas manja ... tingkah laku yang mengejutkan” cukup untuk memberinya peringatan dia akan dipaksa mendengarkan keluhan-keluhan marah Nona Harrow sebelum malam berakhir.
Cherry dan Archard berjalan paling belakang. Archard berbisik, “Dasar kau gipsi kecil yang buruk! Kau nyaris membuatku berteriak!”
Cherry mengedikkan bahu dengan tidak sabar, seraya berbisik dia tidak peduli: tapi di dasar tangga dia menyusul Caroline, yang sedang menyingkir untuk membiarkan Nyonya Besar Dior mendahuluinya masuk ke ruang makan, dan menahannya dengan menarik lipatan gaunnya, dan berkata di dekat telinganya, ketika Nona Harrow, yang mematuhi isyarat dari Caroline, mengikuti Nyonya Besar Dior, “Maafkan aku! Aku tahu seharusnya tidak mengatakan hal itu! Jangan bilang aku harus meminta maaf kepadanya karena aku tidak mau!”
Caroline tersenyum, tapi mengacungkan jari tanda peringatan, seraya berbisik, “Tidak, baiklah, tapi jangan lakukan itu lagi!”
Cherry mengikutinya masuk ke ruangan dengan keinginan untuk bersikap lebih baik, dan selama lebih dari separuh waktu makan malam, tetap terdiam. Namun, pada saat hidangan kedua disajikan di meja, sebuah ucapan tak disangka-sangka dari Archard membuat Cherry teringat sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Caroline, dan dia berkata dengan tidak sabar, “Oh, Nona Dior, bersediakah Anda membawaku ke Pesta Dansa Resmi di Lower Rooms pada hari Jumat?”
__ADS_1
“Tidak tanpa izin pamanmu, Sayang dan aku sangat ragu kalau dia akan memberikannya.”
“Tapi, dia tidak ada di sini, jadi bagaimana aku bisa bertanya kepadanya apakah aku boleh pergi?” Cherry keberatan. “Lagi pula, sekalipun dia ada di sini, dia pasti akan berkata kau harus menjadi satu-satunya penilai tentang apa yang pantas untuk aku lakukan.”
“Oh, tidak, sedikit pun tidak. Dia tetap mengawasimu, lebih ketat daripada yang kau pikirkan!”
“Yah, dia tidak perlu tahu semua tentang itu,” kata Cherry, dengan nada tidak senang.
“Kuharap kau tidak sedang mengusulkan agar aku berusaha menyembunyikan darinya bahwa aku telah mengizinkanmu melakukan sesuatu yang aku sangat yakin tidak akan dia setujui,” ujar Nona Dior. “Kau harus ingat dia telah mempercayakanmu dalam penjagaanku! Alangkah mengejutkan jika aku terbukti tidak layak mendapat kepercayaannya. Kau berusaha membuat diriku dalam kesulitan, dan kumohon agar kau tidak melakukannya.”
“Tidak, tapi aku tidak melihat alasan aku tidak boleh pergi ke Pesta Dansa Resmi.” Cherry mendesak.
“Aku sudah pergi ke beberapa pesta dansa pribadi, jadi mengapa aku tidak boleh menghadiri pesta dansa untuk umum?”
“Tidak, memang!” sambar Nona Harrow. “Akan jadi penampilan di depan publik yang sangat salah! Pada masa-masa mudaku”
Nona Dior memberi tatapan memperingatkan kepada Cherry, dan membungkam sepupunya dengan mengatakan, “Kau terdengar persis seperti Bibi Augusta, Belevia! Itulah yang biasanya akan dia katakan setiap kali aku ingin berbuat sesuatu yang tidak dia setujui. Dan, aku menduga kuat hal itu dikatakan kepadanya, dan juga kepadamu, pada masa-masa mudamu, dan kau menganggap hal itu sangat menjengkelkan seperti yang kurasakan.”
Nona Harrow membuka mulut untuk membantah pernyataan ini, tapi menutupnya kembali ketika dia melihat tatapan tutup mulut dari Nona Dior yang tidak berani dia abaikan. Cherry tidak dengan mudah dibungkam, dan terus membicarakan topik itu sampai Nona Dior hilang kesabaran, dan berkata, “Cukup, Nak! Aku yakin Henry Curtis akan kecewa tidak melihatmu di pesta dansa, tapi dia tentu tidak akan heran.”
“Ya, dia akan merasa heran!” Cherry berkata, menjadi marah. “Aku bilang kepadanya akan hadir di sana, sewaktu dia menanyaiku, karena aku tidak pernah membayangkan Anda tidak akan membawaku”
__ADS_1
“Oh, diamlah!” potong Archard dengan tidak sabar. “Kau menjadi orang yang menjemukan, Cher!”
Merah padam, Cherry bersiap untuk membantah, tapi Nona Dior memakai alat peredam yang efektif dengan mengatakan jika mereka ingin bertengkar, mereka bisa melakukannya di ruang sarapan, tapi tidak di meja makan.
Archard, yang merasa sangat bersalah, segera memohon maaf tapi Cherry terlalu marah sehingga tidak mengikuti teladannya. Namun, dia tidak berani meneruskan pertengkaran itu, jadi Nona Dior merasa puas.
††*****††
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
__ADS_1
Thanks and best regards
“Saya yang di pojokan kulkas”