
Dia memerciki bau-bauan dari bunga laviondia secara berlebihan ke atas bantal, membasahi sehelai saputangan dengannya, yang dengan lembut dia seakan ke seluruh kening Nona Dior yang terasa panas, meyakinkan dirinya akan sehat walafiat sebelum kucing sempat menjilat kupingnya, dan pergi terburu-buru, pertama untuk menyuruh si kacung berjalan cepat menuruni bukit dengan membawa pesan mendesak untuk dr. Andre, lalu memberi tahu Nyonya Besar Dior, yang belum meninggalkan kamarnya, Nona Caroline terbaring sakit, dan dia telah memanggil dokter. “Saya tidak ragu penyakit ini tidak lebih buruk dari influenza, Nyonya, tapi dia mengalami demam hebat,” katanya blakblakan.
Nyonya Besar Dior melompat dengan tiba-tiba sambil berkata, “Aku akan segera datang!”
“Tidak, itu tidak akan Anda lakukan, Nyonya!” ujar Elle, seraya menghalangi jalannya ke pintu. “Tidak ada yang bisa Anda lakukan untuknya, dan Anda harus memikirkan si bayi. Nona Caroline telah menyuruh saya agar tidak membiarkan Anda, atau Nona Cherry, mendekatinya. Dia sangat gusar, sebab khawatir Anda akan bersikeras untuk melihatnya dan akibatnya menjadi sakit. Jika Anda tidak ingin dia menjadi khawatir, yang saya yakin Anda tidak ingin begitu, Anda akan berbuat seperti yang dia minta kepada Anda.”
“Aduh, sayangnya aku memang harus begitu,” kata Nyonya Besar Dior, sangat sedih. “Mengapa, oh, mengapa aku tidak mengirim anak-anak pulang bersama perawat begitu Nona Harrow jatuh sakit? Mengapa aku tidak membujuk Nona Caroline untuk pergi tidur kemarin, dan memanggil dr. Andre dengan segera? Aku bisa melihat dia kurang sehat, tapi aku tidak pernah membayangkan dia menjadi sakit karena apa pun sebab dia sangat jarang sakit! Tapi, seharusnya aku bisa menduganya! Bodohnya aku ini!”
“Yah, Nyonya, saya tidak melihat hal itu akan ada gunanya sedikit pun jika dokter telah datang memeriksanya kemarin, karena jika dia memang terserang influenza, tidak ada yang bisa dilakukan dokter atau siapa pun untuk menghalaunya. Dan, tentang tidak menduga dia sakit, saya tidak melihat Anda bisa menyalahkan diri sendiri sebab saya pun tidak menduganya, dan jika sekiranya Anda memaafkan saya karena berkata begini, Nyonya tidak ada orang lain yang mengenalnya sebaik saya. Saya tahu dia tidak dalam kondisi segar bugar, tapi saya pikir dia hanya tidak enak badan karena harus menjaga Nona Harrow, selain mengurus” dia berhenti tiba-tiba, dan mengakhiri kalimatnya, dengan nada sangat tidak ramah, “hal-hal lain!”
Mereka saling berpandangan. Sesaat kemudian, Nyonya Besar Dior hanya berkata, “Aku tahu.” Dia lalu berbalik untuk mengambil cincinnya dari meja rias, dan berkata, selagi dia memakaikan cincin-cincin itu ke jari-jemarinya, “Sampaikan salam sayangku kepadanya, Elle, dan katakan dia tidak perlu khawatir soal rumah, atau tentang Nona Cherry, karena dia tahu dia dapat mempercayaiku untuk memastikan segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya. Dan, katakan kepadanya aku tidak akan berusaha untuk menjenguknya sampai dr. Andre berkata kondisinya aman bagiku untuk menjenguk.”
“Terima kasih, Nyonya Saya pasti akan menyampaikannya. Akan ada baiknya bagi Nona Caroline bila kecemasan itu setidaknya disingkirkan dari pikirannya,” kata Elle, dengan rasa syukur. Dia tetap tinggal, dengan dalih mengambil jepit rambut, dan berkata, “Saya akan memberanikan diri mengatakan ini, Nyonya karena saya sudah menjadi pelayan pribadi Nona Caroline sejak dia keluar dari kamar bayi saya mau tak mau meyakini Tuan Constantine akan membuat beberapa rencana lain untuk Nona Cherry. Bukan berarti saya tidak menyukainya, sebab saya yakin dia wanita muda yang berkelakuan manis, tapi saya selalu merasa Nona Caroline menanggung terlalu banyak beban di pundak ketika dia mengadopsinya, sebagaimana orang mungkin mengatakannya. Terutama sekarang, ketika Nona Caroline sakit, dan akan tetap sakit, saya kira, selama beberapa minggu. Saya duga Anda tidak tahu kapan Tuan Constantine berniat kembali ke Rouen? Atau apakah dia telah pergi untuk selamanya?”
“Tidak,” jawab Nyonya Besar Dior. “Aku khawatir aku tidak tahu, Elle.”
Tidak ada lagi yang dikatakan di antara mereka, tapi banyak hal yang tidak diucapkan tersirat.
Dokter Andre, ketika tiba kurang dari satu jam kemudian, menghabiskan waktu jauh lebih lama dengan Nona Dior dibanding waktu yang dianggapnya perlu untuk dihabiskan baik dengan Nona Harrow atau Luke, dan saat dia turun lagi, dia memberi tahu Nyonya Besar Dior, walaupun Nona Dior menderita penyakit yang tidak lebih serius dari influenza, serangan yang dialaminya adalah serangan hebat. Dia mendapati denyut nadinya tidak teratur, demam parah, dan meski dia yakin obat yang telah diresepkan untuk Nona Dior akan segera menurunkan demamnya, dia memperingatkan Nyonya Besar Dior bahwa mungkin bahkan, dia menyesal untuk mengatakan kemungkinan besar Nona Dior akan sedikit mengigau ketika hari mulai malam. “Saya memberi tahu Anda ini, Nyonya, karena saya tidak ingin Anda menjadi cemas jika pikirannya sedikit melantur. Saya pastikan kepada Anda, tidak ada alasan untuk merasa cemas. Saya harap dia akan tertidur, tapi jika dia tidur gelisah, Anda bisa memberinya beberapa tetes laudanum.
Lebih tepatnya, saya harus katakan, pelayannya bisa melakukan itu sebab Anda akan mematuhi, saya yakin, keputusan bijak untuk menghindari risiko tertular. Saya harus tambahkan, ketakutan Anda, atau Nona Constantine, akan mengalami risiko sedikit saja tertular influenza darinya menghantui pikirannya, yang sangat tidak diinginkan, karena saya yakin Anda harus mengetahuinya. Singkatnya, saya menganggap sangatlah penting dia harus dijaga agar bisa setenang mungkin. Semakin sedikit orang yang masuk ke kamarnya sewaktu dia demam, akan semakin baik baginya.”
__ADS_1
“Tidak ada seorang pun yang akan memasuki kamarnya tanpa izin Anda, Dokter,” kata Nyonya Besar Dior.
Nyonya Besar Dior terkejut ketika, setelah dia memberi tahu pesan dokter kepada Cherry, melihat tatapan sedih di wajah Cherry sebab dia selama ini cenderung berpikir untuk semua adatnya yang menarik dan kelakuannya yang sopan, dia menginginkan belas kasihan. Dia tentunya tidak mengharapkan air mata mengalir dari mata Cherry ketika diberi tahu dia tidak boleh masuk ke kamar Nona Dior sampai semua bahaya penularan menghilang, dan dia sangat terharu ketika Cherry berkata dengan putus asa, “Bolehkah aku merawatnya, Nyonya?”
“Tidak, Sayang, aku takut tidak boleh. Elle yang akan merawatnya.”
“Oh, ya, tapi aku bisa membantunya, bukan? Aku janji aku akan melakukan tepat seperti yang dia suruh kepadaku, dan sekalipun dia tidak menganggap aku cukup dewasa untuk merawat orang, aku setidaknya bisa duduk bersama Nona Dior sementara Elle beristirahat, atau pergi turun untuk menyantap makan malamnya. Bisa, “kan? Aku tidak bisa tahan jika aku tidak diperbolehkan untuk berbuat apa pun karena aku sungguh sangat mencintainya, dan dia melakukan segalanya bagiku!”
Nyonya Besar Dior bergeser untuk merentangkan tangan di sekitarnya, dan memberinya pelukan singkat. “Aku tahu betapa berat hal ini bagimu, Nak.” Dia berkata dengan nada simpatik.
“Aku juga merasa begitu, kau tahu. Aku akan memberikan apapun untuk bisa menjaga saudariku, tapi aku tidak boleh.”
“Tapi Anda punya bayi yang harus Anda jaga, Nyonya, yang membuat situasinya sangat berbeda!” Cherry berujar dengan nada mendesak. “Aku tidak punya bayi, atau siapa pun yang akan bertambah buruk kalau aku terserang influenza!”
“Elle bilang kepadaku dia sangat mencemaskan kita, dan telah membuat Elle berjanji untuk tidak mengizinkan kira berdua mendekatinya. Aku tahu kau tidak ingin membuatnya sedih dan sejujurnya aku kira dia merasa begitu buruk sehingga tidak berharap menemui siapa pun kecuali Elle. Tunggulah sampai dia agak lebih baik. Begitu Dokter Andre memberi tahu kita penyakitnya tidak lagi menular, aku berjanji kau tidak akan dijauhkan dari kamarnya. Tentang duduk mendampingi di sisinya sekarang, dia tidak cukup sakit sehingga membutuhkan seseorang untuk selalu ada di sampingnya, kau tahu. Sungguh, dari apa yang aku ketahui tentangnya, aku sangat yakin dia akan menganggap amatlah menjengkelkan jika tidak pernah dibiarkan sendirian.”
††*****††
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.
Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.
__ADS_1
Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.
Terima kasih banyak.
________________________________
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
Thanks and best regards
__ADS_1
“Saya lagi deg-degan”