Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter VII


__ADS_3

Situasi ini tidak tampak aneh bagi Nona Dior, tapi yang kelihatannya sangat aneh baginya justru sikap suami-istri Oliver yang sangat serius memandang apa yang, menurut pemahamannya, masalah cinta monyet, yang melibatkan perasaan menggebu-gebu tapi berlangsung sebentar. Dia berkata seraya tersenyum sekilas, “Kukira hal itu memang kelihatan aneh buatmu, Cherry, tapi sudah jadi hal umum pria muda sangat mudah jatuh cinta dengan wanita-wanita yang lebih tua dari mereka. Kukira suami-istri Oliver tidak perlu terlalu gelisah tentang masalah itu.”


“Oh, tidak, tentu mereka seharusnya tidak perlu begitu.” Cherry menyetujui. “Astaga, Archard jatuh cinta setengah mati dengan seorang gadis saat tahun pertama kuliahnya di De Strasbourg dan bahkan aku bisa menduga gadis itu sangat tidak memenuhi syarat! Untunglah, dia mengakhiri hubungan dengan gadis itu sebelum keluarga Oliver tahu apa pun tentang hal itu, jadi mereka tidak ribut dan resah dengan masalah itu. Tapi, kali ini ada orang usil yang suka bergosip menulis surat untuk memberi tahu Tuan Besar Oliver bahwa Archard sedang dekat dengan wanita Paris ini, jadi Tuan Besar Oliver mengkritiknya, dan Nyonya Besar Oliver memohon dengan sangat kepada Archard agar tidak mempercepat ajal ayahnya dengan mempertahankan pinangannya, dan”


“Astaga!” sela Nona Dior. “Pasangan yang bodoh! Mereka pantas menerima bahwa Archard akan menikahi wanita yang tak diinginkan ini tanpa pikir panjang” Dia menyadari dirinya mengeluarkan ucapan yang impulsif, lalu berkata, “Tidak seharusnya aku berkata begitu, tapi lidahku sulit dikendalikan. Lupakan saja! Benarkah aku bila berpikir bahwa Ome terletak di sebelah utara Oise? Apakah kau tinggal di sana juga?”


“Tidak, sekarang tidak. Aku memang pernah tinggal disana sampai Mama meninggal, tiga tahun lalu, tapi sejak itu aku tinggal di Cheltenham, dengan bibi dan pamanku, dan rumah di Ome, yang menjadi milikku, telah disewakan ke orang asing.”


Pernyataan ini membuat Nona Dior bingung. Kata-katanya menyedihkan, tapi cara menyampaikannya sama sekali tidak terlihat menyedihkan. Dia berkata, dengan ragu-ragu, “Tidak diragukan lagi, pasti menyedihkan bagimu melihat orang asing menempati rumahmu.”


“Oh, tidak, sama sekali tidak!” sahut Cherry riang. “Mereka orang-orang yang sangat menyenangkan dan membayar uang sewa yang sangat banyak, selain menjaga kebun terawat baik. Aku akan bahagia tinggal di Cheltenham kalau saja bibiku bersedia membawaku ke Komunitas' dan teater, tapi dia tidak mau karena katanya aku terlalu muda, dan aku tidak patut pergi ke pesta-pesta dansa dan jamuan makan malam dan acara minum teh pada malam hari sampai aku diperkenalkan secara teratur. Itulah,” kata Cherry, matanya menyala-nyala dengan amat marah, “alasan dia membawaku ke Ome!” Dia berhenti, dadanya membusung karena amarah. “Nona Dior!” ujarnya dengan menggebu. “Bi…. bisakah Anda bayangkan kemungkinan seseorang menjadi begitu ... begitu tolol dengan beranggapan bahwa Archard, setelah menjalin hubungan dekat dengan wanita lain, akan merasakan sedikit niat untuk melamarku? Atau bahwa aku harus menerima pinangannya? Tapi, mereka memaksa, mereka semua!” Dia berhenti, wajahnya merah padam, dan butuh waktu beberapa menit sebelum dia mampu meredakan amarah. Namun, dia berhasil melakukannya, dan lanjut berkata dengan nada jengkel, “Kupikir, kalau aku setuju mengunjungi keluarga Oliver, aku bisa mengandalkan Archard untuk ... untuk menentang, sekalipun dia kurang punya keberanian untuk memberi tahu Tempat berkumpulnya anggota masyarakat dari kelas sosial atas, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Ruang-ruang Komunitas utama mampu menampung ratusan atau bahkan ribuan orang untuk acara-acara seperti pesta topeng, pesta dansa biasa, dan lainnya. ayahnya bahwa dia tidak ingin menikahiku kalau aku tidak ada di sana untuk mendukungnya. Seharusnya aku tahu itu tidak benar!” Merasa sangat terkejut, Nona Dior bertanya, “Tapi, aku mendapat kesan dia memberi tahu ayahnya dia bersedia meminangmu. Jika begitu, tidakkah mungkin bahwa”

__ADS_1


“Bukan begitu,” kata Cherry dengan nada datar. “Aku tidak tahu apa yang dia katakan kepada Tuan Besar Oliver, tapi kepadaku, dia berkata tidaklah bijak untuk memancing pertengkaran, dan hal terbaik bagi kami adalah memberi kesan bahwa kami bersedia bertunangan, dan percaya kepada Tuhan untuk menolong kami sebelum hubungan kami diresmikan. Tapi, aku tidak percaya kepada Tuhan, Nyonya, dan aku merasa seolah-olah ... seolah-olah aku terjerat dalam sebuah perangkap! Dan, satu-satunya hal yang bisa terpikir olehku adalah melarikan diri. Anda tahu, tidak ada siapa pun yang bisa aku mintai tolong sejak pamanku meninggal dan kuyakin dia tidak akan ada banyak gunanya karena dia selalu membiarkan Bibi Mirela berbuat sesukanya dalam segala hal. Dia orang yang sangat baik, tapi bukan orang yang tegas.” Nona Dior terkejut. “Apakah dia sudah meninggal? Maafkan aku, tapi kukira kau pernah berkata pamanmu mungkin sekali akan datang mencarimu, kalau dia bisa dibujuk untuk bertindak!” Cherry menatapnya, dan tiba-tiba tertawa mengejek. “Bukan paman itu, Nyonya! Paman yang lain,” katanya.


“Yang lain? Tentu saja! Betapa bodohnya aku telah mengira kau hanya punya satu paman! Coba, tolong, beri tahu aku tentang pamanmu yang mengerikan sehingga aku tidak kebingungan lebih lama lagi! Apakah pamanmu yang baik itu saudaranya?”


“Oh, bukan! Paman Loise adalah saudara Mama. Paman Damien adalah seorang Constantine, dan kakak Papa, meski hanya tiga tahun lebih tua,” ujar Cherry, dengan nada yang meremehkan Tuan. Damien Constantine. “Dia dan Paman Loise ditunjuk menjadi waliku, tapi tentu saja mereka tidak harus menjagaku selagi Mama masih hidup, kecuali untuk mengelola kekayaanku.”


“Kau punya kekayaan?” tanya Nona Dior, dengan nada sangat terkesan.


“Yah, kukira begitu karena Bibi Mirela selalu menyuruhku untuk berhati-hati terhadap pemburu kekayaan, tapi menurutku sepertinya kekayaan itu milik Paman Damien, dan sama sekali bukan milikku karena aku tidak diperbolehkan menggunakannya. Dia mengirim tunjanganku kepada Bibi Mirela, dan Bibi hanya memberiku uang saku, dan sewaktu aku mengirim surat untuk memberi tahu Paman bahwa aku sudah cukup dewasa untuk membeli gaun sendiri, dia mengirimiku jawaban yang tidak menyenangkan, dengan menolak mengubah rencana! Setiap kali aku memohon kepadanya, dia selalu bilang bahwa bibiku tahu yang terbaik, dan aku harus melakukan seperti yang disuruh bibiku! Paman itu orang paling egois di dunia, dan tidak punya sedikit pun rasa sayang untukku. Hanya saja herannya, Nyonya, dia punya rumah yang sangat besar di Paris, dan tidak pernah mengundangku untuk mengunjunginya! Tidak sekali pun! Dan, ketika aku mengusulkan dia mungkin ingin aku mengurus rumahnya, dia menjawab dengan cara paling kasar bahwa dia sama sekali tidak pernah menginginkannya!”


“Astaga, tidak!” kata Cherry. “Yang terlihat jelas bagi Anda, bukan?”

__ADS_1


“Harus kuakui dia terdengar sangat tidak menyenangkan.” Caroline mengakui.


“Ya, dan selain itu, kelakuannya sangat membangkang. Sebenarnya, dia orang yang amat angkuh, tidak pernah mau repot-repot bersikap sopan terhadap siapa pun, dan memperlakukan orang lain dengan sikap acuh tak acuh yang membuat orang ingin sekali menamparnya!” Karena jelas Cherry cepat membuat dirinya sendiri penuh amarah, mungkin ada untungnya kedatangan Nona Harrow berfungsi sebagai penghenti yang efektif terhadap celaan lebih lanjut tentang sifat Tuan. Damien Constantine. Sikap Nona Harrow memperlihatkan pada majikannya bahwa dia sangat terluka, tapi bertekad untuk menerima sikap abai yang diperlihatkan kepadanya dengan kesabaran hati seorang Kristiani. Tiada yang bisa mengalahkan kesopanannya terhadap Cherry, yang begitu cermatnya seperti nyaris menghancurkan wanita muda yang menggebu-gebu itu, dan sikap yang ditunjukkan saat dia mendengarkan kata-kata Caroline dan dengan segera menyetujuinya, terkesan sangat merendahkan diri sehingga orang yang memperhatikan mungkin menganggapnya sebagai budak dari seorang majikan yang kejam. Tapi, pada saat Caroline yang jengkel di luar batas kesabaran karena siasat- siasat ini nyaris mengeluarkan kemarahannya, Tuan. Blanchet diumumkan kedatangannya sehingga menciptakan pengalihan yang menggembirakan.


*****_____*****


Baca Juga Novel yang lainnya ya


"LAYLA AL-MADANI"


Tema Cerita tentang “Kasih sayang orang tua yang terlewat. Pembunuhan, balas dendam, romantisme dan perselingkuhan. Isi terkait politik yang terjadi di timur tengah, dan perang tiga agama dalam memperebutkan tanah suci di Yerusalem. Ikuti ceritanya pasti seru...

__ADS_1


*Komen dan sarannya di kolom komentar dibutuhkan, serta jangan lupa Vote ya…*


By the way, Enjoy it


__ADS_2