
Hi teman-teman ada karya novel baru sedang on going ya ..
Judul "Wanita Pilihan".
Mohon dukungannya.
Hari Yang Istimewa
Malam itu, Maya terbaring di atas kasurnya dengan senyuman yang melekat di wajahnya. Hatinya masih terasa berbunga-bunga atas momen tak terlupakan yang baru saja terjadi. Setiap detik terasa begitu berharga baginya.
Sementara itu, Rendra duduk di depan meja kecilnya dengan menggenggam ponsel di tangannya. Dia terus mempertimbangkan apakah sekarang adalah waktu yang tepat untuk menghubungi Maya. Perasaan deg-degan dan keraguannya tak kunjung hilang. Waktu berjalan perlahan dan beberapa jam terlewati, namun Rendra masih belum membuat keputusan.
Perasaan yang sama juga dirasakan oleh Maya. Dia memandangi ponselnya yang terletak di meja dekat tempat tidurnya. Hatinya ingin sekali menerima pesan atau telepon dari Rendra. Namun, dia tidak ingin terlalu tergesa-gesa. Malam ini adalah malam yang penuh dengan kebahagiaan, tapi juga kegelisahan.
Jam terus berjalan, dan suasana malam semakin hening tapi tidak dengan perasaan mereka berdua. Rendra masih memegang ponselnya dengan keraguan yang terus berkecamuk dalam benaknya. Dia tahu bahwa dia ingin berbicara dengan Maya, tapi takut akan mengganggunya karena ini sudah tengah malam dan menjelang subuh. Setiap kali dia menekan tombol panggil, keraguannya membuatnya membatalkan panggilan tersebut.
Di tempat yang berbeda, Maya merasakan kegelisahan yang sama. Dia ingin sekali mendengar suara Rendra, tapi juga tidak ingin terlihat terlalu mengejar-ngejar. Setiap kali dia menggenggam ponselnya dengan niat untuk mengirim pesan, keraguannya membuatnya menghapusnya dan berusaha memejamkan mata untuk tidur.
Malam beranjak ke subuh, namun keduanya masih terjaga. Perasaan deg-degan yang saling mempengaruhi membuat tidur mereka semakin jauh dari kenyataan. Ponsel-ponsel mereka tetap tergeletak di samping mereka, tak kunjung berbunyi.
Akhirnya, ketika matahari mulai menampakkan diri di ufuk timur dan cahaya pagi menyelinap masuk melalui jendela, Rendra dan Maya sama-sama menyadari bahwa sepertinya tidur tidak akan datang dari malam tadi hingga pagi ini.
Sambil tersenyum kecut, Rendra menghela napas dan berbisik pada dirinya sendiri, "Kayaknya sekarang sudah waktunya untuk menghubunginya."
__ADS_1
Maya yang masih berbaring di kasurnya memandang ke ponselnya dan berbisik, "Gak usah pakai malu, kan udah jadian biar aku yang bilang selamat pagi duluan ke dia."
Keduanya mencari nomor telepon masing-masing dengan perasaan hati yang berdebar. Dengan tangan yang gemetar, mereka akhirnya menghubungi satu sama lain. Pertama kali menelpon bunyi notifikasi bahwa telpon yang di tuju sedang dalam panggilan lain, Maya langsung menghitam wajahnya mulai berpikir jangan-jangan dia menghubungi pacarnya yang lain. Sedangkan Rendra kaget Maya sedang menghubungi orang lain pagi-pagi, tapi setelah sejenak berpikir mungkin saja dia menghubungi kedua sahabatnya untuk mengabari kejadian semalam. Berselang beberapa menit Rendra pun mencoba menghubungi kembali dan di seberang ponsel Maya berdering dan tak lama suara Maya menjawab.
“Halo” Kata maya dengan perasaan datar.
"Aku memikirkan mu sepanjang malam dan tidak bisa tidur," kata Rendra sambil tersenyum di seberang telepon.
"Aku juga. Tapi tunggu dulu siapa yang kamu telpon barusan?" selidik maya bertanya datar karena masih penasaran siapa yang di hubungi rendra tadi.
“Berarti tadi itu kamu menghubungiku, aku pikir kamu sedang menelpon Rani dan siska?”
“Jadi seperti itu, aku belum menghubungi mereka, dan aku juga terjaga semaleman mikirin kamu” Jawab maya manja.
Meskipun malam itu terasa panjang dan tidak bisa tidur, mereka menyadari bahwa momen tersebut membuktikan betapa kuatnya perasaan mereka satu sama lain. Dalam kekocakan dan keunikan mereka, Maya dan Rendra menemukan kenyamanan dan kebahagiaan yang saling melengkapi.
**
Shanty teman sekamar Maya pagi itu merasa heran melihat perubahan dalam sikap Maya yang tidak seperti biasanya. Biasanya Maya adalah sosok yang tenang dan pendiam di pagi hari, namun kali ini dia mendengar suara Maya yang berdendang riang mulai dari bangun tidur mandi dan melakukan aktifitas pagi lainnya. Ketika Shanty memperhatikan lebih dekat, dia melihat Maya berjinjit dan menari dengan riang gembira seperti seorang penari balet yang sedang mempersiapkan sesuatu dengan antusias di dalam kamar asrama milik mereka.
Karena tak dapat menahan rasa keheranannya, Shanty akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Maya. "Maya, apa yang terjadi pagi ini? Aku melihatmu sangat ceria dan bersemangat. Apakah Ada yang istimewa?"
Maya tersentak kaget karena aktifitasnya di lihat shanty dan dia menoleh sambil tersenyum dan mencoba mengalihkan pembicaraan dengan menjawab, "Oh, kamu tahu lah aku hanya sedang dalam mood yang baik hari ini. Mungkin aku terinspirasi oleh cuaca yang cerah dan semangat baru untuk kuliah pagi ini."
__ADS_1
Namun, Shanty merasakan sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan oleh Maya. Dia mengenal sahabatnya dengan baik dan bisa merasakan ketidaksamaan dalam jawaban Maya. Namun, Shanty memilih tidak memaksakan diri untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia menghargai privasi Maya dan memilih untuk menunggu Maya membuka diri jika memang dia merasa nyaman untuk mengatakan sesuatu.
Mereka berdua terus melanjutkan persiapan untuk masuk kuliah pagi ini. Dan Maya yang masih dengan senyum cerahnya terus berdendang, dan Shanty memutuskan untuk tidak mengganggu suasana hati temannya saat ini dan mengalihkan perhatiannya ke persiapan dirinya sendiri. Setelah selesai Mereka berdua berjalan bersama menuju kampus, sambil berbagi obrolan ringan dan tertawa.
Shanty merasa sedikit penasaran, tetapi dia juga memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk memilih kapan dan bagaimana mereka ingin mengungkapkan berita penting dalam kehidupan mereka. Dia memilih untuk memberikan waktu dan ruang kepada Maya untuk berbagi apa pun yang ingin dia bagikan nanti dan tidak ingin buru-buru bertanya apa yang sedang terjadi.
Ketika mereka sampai di kampus, Shanty merasa senang melihat Maya yang masih begitu ceria dan bahagia. Dia memutuskan untuk menikmati hari itu tanpa mengganggu atau memaksa Maya untuk membuka diri. Mereka berdua melangkah menuju kegiatan kuliah mereka masing-masing.
Di sisi lain, setelah melewati malam yang panjang usai menerima jawaban cinta dari Maya, Rendra terbangun dengan semangat yang meluap-luap di pagi hari. Dia tak bisa menahan kegembiraannya dan mulai bersiul riang, kadang-kadang bahkan menyanyikan lagu dengan menirukan gaya penyanyi di atas panggung. Rendra terlihat sangat bersemangat dalam mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat kuliah.
Di dapur Ibunya, yang melihat tingkah laku Rendra, hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia mengerti bahwa anaknya sedang dalam mood yang bagus dan membiarkannya mengekspresikan kegembiraannya dengan caranya sendiri. Ibunya merasa senang melihat Rendra begitu bahagia setidaknya pagi ini adegan tom dan jerry tidak terjadi.
Sementara itu, Cinthya adik perempuan Rendra, yang baru bangun tidur, melihat kakaknya dengan tatapan heran. Baginya, Rendra terlihat seperti seorang idiot yang kesurupan pagi. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya melihat Rendra melakukan tingkah laku yang aneh di pagi hari ini.
"Kak, kenapa kamu seperti itu? Overdosis obat?" tanya Cinthya adik perempuan Rendra dengan malas sambil menguap dan mengucek matanya yang masih ngantuk.
Rendra menoleh dan hanya tersenyum sambil menjawab, "Hari ini adalah hari istimewa, Aku sedang sangat bahagia jadi tidak mau terpancing eng ing eng tralala."
“Cih, idiot” jawab cinthya Adik perempuan Rendra mencibir sedikit, dan membalikkan badan ke ruangannya untuk mandi dan mempersiapkan diri masuk sekolah.
Dalam keadaan seperti ini, Rendra terus melanjutkan persiapannya dengan semangat yang meluap. Rendra siap untuk menghadapi hari yang penuh dengan kegembiraan dan harapan, sembari memulai langkahnya ke kampus.
Ibunya tersenyum bangga melihat anaknya yang begitu bersemangat penuh bahagia. Dia mulai berpikir dan berspekulasi tentang Rendra yang mungkin sedang jatuh cinta, dan ia paham betul karena dengan cinta bisa membawa perubahan yang positif dalam hidup seseorang, dan dia berharap Rendra dan pasangannya dapat terus menjaga kebahagiaan mereka bersama.
__ADS_1