Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
Chapter XII


__ADS_3

Mereka bertemu pertama kali pada saat Caroline sedang mengunjungi seorang kawan di Rouen, dan saat diperkenalkan kepadanya di salah satu Komunitas bangsawan di kota itu, dia akhirnya menyadari bahwa Caroline mungkin adalah satu-satunya wanita yang pernah ia jumpai dan memang layak untuk dijadikan istri. Mulai semenjak itu ia terus melancarkan serangan tiada henti terhadap pertahanan wanita itu untuk membuatnya jatuh cinta kepadanya. banyak orang yang mengetahui akan hal ini selalu menyayangkan sikap Nona Dior yang tampak dingin, dan beranggapan bahwa Caroline sungguh bodoh sekali jika menolak pinangan semenguntungkan itu. Tapi ada juga beberapa orang menilai dengan bijaksana bahwa hal ini seperti lelucon yang sangat lucu jika pria tidak ganteng seperti Tuan Besar Curtis jika bersanding dengan Caroline Dior wanita mandiri, cantik, yang penuh semangat dan periang, berbeda dengan si pria yang menjemukan dimana tidak tau memposisikan dasi dengan baik untuk pakaian yang iya kenakan.


Caroline sebisa mungkin menjaga silaturahmi dengannya untuk tidak mengecewakan, selalu sopan melayani, tetapi dilain kesempatan dia selalu menunjukkan sikap dingin dan cuek agar meyakinkan pria itu bahwa pinangannya sia-sia belaka. Tapi karena kegigihan sikap Tuan besar Curtis pantang mundur dan selalu mencari celah untuk mencuri perhatianya Caroline. di sadari benar olehnya bahwa kaum wanita dikenal sebagai makhluk yang tak terduga, dan merasa Nona Dior tentu menikmati rayuan dari banyak pengagumnya. Inilah satu-satunya sifat buruk yang ditemuinya pada diri wanita itu. Sifat buruk yang berbahaya, dan kadang Curtis meragukan apakah, saat berada di bawah pengaruhnya, wanita itu akan lebih berpikiran sehat atau apakah kesembronoannya tak tersembuhkan. Namun, setelah melewati salah satu pertimbangan yang masak, dia akan memperhatikan wanita itu lagi, terpikat oleh kecantikannya, dan bahkan menjadi lebih bertekad untuk menambahkan sosok sempurna ini ke koleksi harta artistiknya.


Mengetahui koleksi artistiknya, Sebut saja koleksi lukisan, patung, dan jambangan ini adalah bentuk pemborosan yang dia lakukan untuk memenuhi hasrat pribadi yang dirasa tidak begitu penting. Dan yaa… mengingat kekayaannya warisan yang begitu berlimpah, dia mampu menuruti kesenangannya itu walaupun terkadang di tentang oleh saudaranya yang lain. Dia juga malah mempekerjakan beberapa agen dalam dan luar negeri, yang tugasnya adalah memberi tahu dia kapan dan di mana ada barang bagus yang dia dambakan akan dijual. Dan dia juga sering melakukan kunjungan sangat singkat ke benua Eropa lainnya mengejar koleksi tersebut, dan dipastikan pulang dengan membawa, lagi-lagi, mangkuk Cina untuk ditambahkan ke lemari kacanya yang sudah terisi penuh, atau sebuah lukisan karya pelukis besar abad 13-15 untuk digantung di dinding-dindingnya yang penuh sesak. Nona Dior berpendapat Curtis Court dengan cepat menjadi lebih seperti sebuah museum daripada kediaman pribadi dan pernah berkata kepada kakaknya dia menduga sang bangsawan lebih menyukai kepemilikan barang-barang berharga yang membuat pria-pria lain iri kepadanya dibanding barang-barang berharganya itu sendiri.


Belum lama ini, Curtis barusan kembali pulang dari sebuah ekspedisi ke Jerman, dari sana dia kembali dengan membawa sebuah lukisan yang dianggap sebagai karya pelukis Aelbert Cuyp. Dia beralasan berkata dirinya meragukan keaslian lukisan itu dan agar bisa membujuk Nona Dior pergi ke Curtis Court untuk melihatnya. Dia menggambarkan kepada Nona Dior dengan detail mendalam, tidak hanya tentang komposisi lukisan tersebut, tapi seluruh situasi yang telah menyebabkan dirinya membeli lukisan itu. Nona Dior sengaja tidak mendengarkan pria itu dengan sungguh-sungguh, malah lebih tertarik dengan lelucon yang tengah dimainkan oleh ketiga anggota pemuda dari kumpulan ini.


Tuan Cyril Curtis, setelah duduk di samping Cherry, berusaha membuat dirinya sendiri sangat menyenangkan dihadapan si gadis, yang pada awalnya sedikit malu-malu, menikmati apa yang diduga Nona Dior menjadi pandangan pertamanya dengan seorang pemuda tampan yang sangat mengaguminya, dan yang tahu bagaimana persisnya membuat gadis pemalu merasa lebih santai. Di sisi lain perapian, hal ini membuat Tuan Blanchet diam-diam merasa tidak suka terhadap Tuan Curtis dan seperti ada perasaan cemburu. Hal ini mungkin muncul dari perasaan bahwa dia berada dalam posisi yang tidak menguntungkan di samping seorang pria yang tidak terlalu tua darinya tapi memiliki kecakapan yang jauh melampauinya. Berpenampilan seperti pria modis tapi ketika memperhatikan tiga orang itu dengan diam-diam, Nona Dior dihujani dengan kecurigaan tiba-tiba bahwa kebencian Tuan Blanchet diakibatkan karena melihat teman semasa kecilnya menanggapi dengan sangat cepat usaha Tuan Curtis menjalin persahabatan. Sikap iri hari ini terasa menggelikan, tapi bisa dengan mudah memicu masalah. Nona Dior tidak menyesal ketika melihat Tuan Besar Curtis tersenyum masam saat membubarkan pertemuan dengan segera setelah minum teh.

__ADS_1


Melihat situasi seperti itu, Caroline mengambil kesimpulan dan berkeyakinan, dan merasa iba bahwa si Cherry kecil selama ini diasingkan terlalu ketat oleh Nyonya Raina daripada kesenangan yang dianggap berlebihan terhadap gadis itu akan apa yang menjadi, gadis itu membocorkan kepada nyonya rumahnya, pesta orang dewasa pertamanya. “Sebab aku dianggap anak yang tidak sopan bagi teman-teman membosankan Bibi Mirela, aku pun diutus segera setelah aku menanyakan kabar, seolah aku masih anak sekolahan yang masih ingusan.” Tidakkah dia sendiri punya teman? Tidak yah, tidak seorang teman pun yang dipilihnya sendiri. Sang Bibi memang mendorong Cherry untuk berjalan-jalan dengan dua gadis yang orangtuanya dia kenal, dan setujui, tapi karena kedua gadis itu sama-sama teladan dalam hal sopan santun, dan begitu bodohnya sehingga menjadi sangat membosankan, Cherry tidak pernah mau melakukannya. Dan, ketika Cherry diundang ke sebuah acara piknik, sang Bibi menolak mengizinkannya pergi sebab dia pernah terkena penyakit campak di sebuah pesta anak muda. Sang Bibi tidak menyukai pesta-pesta di ruang terbuka: dia berkata tidak ada yang lebih membuat seseorang merasa kedinginan hebat daripada duduk-duduk di padang yang berkabut, dan bahwa padang selalu berkabut, sekalipun pikniknya tidak dikacaukan oleh hujan yang turun tiba-tiba, yang, berdasarkan pengalamannya, biasanya terjadi seperti itu.


Sampai ulang tahun ketujuhbelasnya, seorang wanita pengasuh yang sangat pandai bertanggung jawab atas pendidikannya, dan menemaninya ke mana pun dia pergi jika bibinya tidak tahan terhadap salah satu sakit kepala yang timbul karena kegelisahannya (yang disimpulkan Nona Dior sering dilakukan sang Bibi). Cherry selama ini dibantu oleh berbagai guru yang dipekerjakan dengan biaya besar, yang mengajari Cherry bermain musik, membuat lukisan cat air, dan berbahasa asing. Sang Bibi telah memilih wanita itu karena kesadarannya yang tinggi akan sopan santun maupun pengetahuannya, tapi dia tidak pernah berhasil memperoleh kasih sayang muridnya, atau menginspirasi sang murid dengan keinginan untuk menjadi pandai dalam salah satu studinya. Oh, tidak! Dia selama ini tidak bersikap kejam! Hanya saja, untuk semua pendidikannya, wanita itu tidak memiliki sedikit pun pengetahuan tentang sesuatu di luar buku-buku pelajarannya, juga leksikonnya.


Pengungkapan yang agak tidak jelas ini mengilhami Nona Dior dengan keputusan bulat untuk memperkenalkan Cherry ke lingkungan yang lebih luas dibanding yang selama ini diizinkan untuk dimasukinya. Rouen tidak lagi merupakan tempat peristirahatan yang modern, tapi kota ini punya Komunitas, konser, dan teater, dan meskipun sebagian besar penduduknya sudah tua, ada banyak yang memiliki keluarga besar. Hal ini disetujui Nona Dior setelah dipelajari dengan cepat, dan sebelum pergi tidur malam itu, dia telah membuat daftar orang-orang yang pantas diundang ke pesta jamuan makan malam dan di sanalah Cherry akan diperkenalkan kepada masyarakat Rouen.


Keesokan paginya, setelah menulis undangan dan memberikannya kepada pelayan untuk dikirimkan, Nona Dior mengajak Cherry keluar untuk sedikit berbelanja. Dalam suratnya yang sangat santun, dia telah meminta Nyonya Raina untuk mengutus pelayan Cherry ke Rouen, dengan membawa serta sisa pakaian yang dibawa ke Ome, tapi karena mungkin buruh waktu beberapa hari sebelum Nyonya Raina memenuhi permintaan ini kalaupun dia memang menurutinya, yang sama sekali tidak pasti beberapa tambahan untuk persediaan pakaian yang hanya sedikit, yang telah dijejalkan Cherry ke dalam kopernya, sangat diperlukan. Cherry gembira sekali akan kemungkinan mendatangi toko-toko di Rouen, dan menjadi terpesona ketika dia melihat topi-topi yang sangat elegan, mantel, dan pakaian yang dipajang di Pantai Omaha. Dia membeli beberapa barang, mempelajari dengan cermat gambar-gambar model pakaian, dan dianjurkan untuk memesan lebih dahulu sebuah gaun malam, dan sebuah pakaian untuk berjalan-jalan dari penjahit Nona Dior, yang berjanji menyelesaikan kedua pakaian itu baginya secepat mungkin. Nona Dior ingin menghadiahkan kedua pakaian itu kepadanya, tapi Cherry menolak dengan mantap, seraya berkata bahwa begitu dia menerima uang saku yang diberikan tiap kuartal, kantongnya akan terisi penuh sehingga dia mampu membeli lusinan pakaian.


*****_____*****

__ADS_1


Baca Juga Novel yang lainnya ya


"LAYLA AL-MADANI"


Tema Cerita tentang “Kasih sayang orang tua yang terlewat. Pembunuhan, balas dendam, romantisme dan perselingkuhan. Isi terkait politik yang terjadi di timur tengah, dan perang tiga agama dalam memperebutkan tanah suci di Yerusalem. Ikuti ceritanya pasti seru...


*Komen dan sarannya di kolom komentar dibutuhkan, serta jangan lupa Vote ya…*


By the way, Enjoy it

__ADS_1


__ADS_2