Cinta Kilat Perawan Tua

Cinta Kilat Perawan Tua
CHAPTER LV


__ADS_3

Rombongan berkuda baru kembali menjelang pukul enam, yang pada waktu itu Nona Harrow sedang memohon kepada Nona Dior untuk mempersiapkan diri mendengar kabar tentang sebuah malapetaka yang telah menimpa rombongan itu, dan mengatakan dia sudah mengetahui bagaimana ini akan terjadi sejak awal jika Caroline mengizinkan Cherry pergi dengan serombongan orang muda yang ceroboh. Karena dua perawat kuda paruh baya dan sama sekali tidak ceroboh telah mengiringi rombongan itu, penjabaran ini sangatlah janggal tapi ketika Nyonya Besar Dior dengan sabar mengingatkan dia akan situasi ini, Nona Harrow hanya menggeleng-geleng dan mendesak apa gunanya dua perawat kuda? Nona Harrow yakin sekali bahwa Caroline pasti merasa sangat cemas, betapa pun dengan tegarnya dia berusaha menyembunyikan.


Nona Dior sama sekali tidak cemas, dia bahkan tidak terkejut, sebab dia tidak pernah mengharapkan akan melihat Cherry seawal yang telah dijanjikan, dan malahan telah memberi tahu juru masaknya begitu dia melihat rombongan itu pergi, untuk tidak menyajikan makan malam sampai satu jam lebih lama dibanding waktu biasanya.


“Karena kau bisa percaya mereka akan menemukan banyak sekali hal yang menarik perhatian di Badminton sehingga tidak akan pernah memperhatikan waktu,” katanya.


Dia benar sekali, tentunya. Tepat setelah pukul tujuh, Cherry dan Archard tiba-tiba memasuki ruang tamu, keduanya sama-sama meminta maaf, dan terpotong-potong berusaha menggambarkan keagungan Badminton, dan kesempatan luar biasa yang mereka nikmati, yang meliputi bayangkan saja kudapan dingin yang lezat, secara khusus disediakan oleh pengurus rumah tangga sang bangsawan untuk kesenangan mereka. Tidak pernah ada yang seperti itu!


Kelihatannya Henry Curtis yang sembrono telah bersusah payah untuk memastikan keberhasilan ekspedisi ini.


“Saya harus akui,” kata Archard dengan jujur, “saya tidak mengira dia akan mengusahakan ekspedisi ini dengan cara sememuaskan itu! Dia benar-benar mengirim sebuah pesan ke Badminton kemarin, memperingatkan si pengurus rumah tangga mungkin sekali dia akan membawa beberapa teman untuk mengunjungi rumah itu hari ini. Atau mungkin dia menyurati si pelayan sebab pelayan itulah yang memandu kami mengelilingi tempat itu, dan bercerita kepada kami tentang segala sesuatu. Dan, saya harus mengakui hal itu sungguh amat menarik!”


“Oh, aku tidak pernah menikmati sesuatu seperti itu sepanjang hidupku!” kata Cherry, dengan ******* gembira.


“Stonehenge dan aku merasa terpesona, dan tidak satu pun dari kami yang terpikir betapa hari sudah larut sampai Nona Tenbury kebetulan melihat sebuah jam di salah satu ruang tamu, dan menarik perhatian kami. Jadilah kami harus terburu-buru pergi dengan segera, dan aku sungguh berharap, Nyonya, Anda tidak merasa kesal.”


“Tidak sama sekali,” Nona Dior meyakinkannya.


“Aku terkenal akan kemampuanku untuk meramal, dan telah memundurkan waktu makan malam sebelum kalian semua pergi jauh.”

__ADS_1


Archard lalu mengungkapkan jika Nona Dior tidak menganggap dia sangat tidak sopan dia telah menerima sebuah undangan dari Cyril Curtis untuk bergabung dengannya dan Tuan Hawkesbury di White Hart untuk makan malam. “Oh, dan dia meminta saya untuk menyampaikan salamnya kepada Anda, Nyonya, dan untuk menjelaskan mengapa dia tidak bisa masuk untuk memohon kepada Anda secara langsung agar memaafkan dia karena telah menyebabkan kami semua begitu terlambat! Masalahnya, Anda tahu, dia harus mengantarkan Nona Cheltenhamdan Nona Tenbury ke rumah mereka. Katanya, dia tahu Anda akan memaklumi.”


Nona Dior berkata dia benar-benar memaklumi, dan dia akan menganggap Archard sangat bodoh jika sampai menolak undangan Tuan Curtis. Yang tidak dikatakan Nona Dior kepadanya adalah dia merasa sangat lega karena mengetahui pemuda itu tidak akan makan malam di Versailles malam itu. Kemampuannya untuk meramal, yang tadi dibanggakannya, telah mengingatkan Nona Dior situasi canggung bisa terjadi jika sampai terdengar oleh Nyonya Besar Oliver bahwa Archard, menurut kebiasaan pemuda itu, telah makan malam bersamanya, alih-alih sesegera menemui orangtuanya yang terlalu memanjakan. Kelihatannya mustahil pemuda itu akan kembali ke Somme sebelum pergi ke White Hart karena dia akan berpikir tidaklah perlu mengganti pakaian berkudanya dengan pakaian malam sungguh, sangat tidak patut baginya untuk berbuat demikian, padahal dia tahu tidaklah mungkin bagi tuan rumahnya, atau Tuan Hawkesbury yang ramah, untuk mengganti pakaian mereka. Hal itu berarti pesan apa pun yang mungkin telah ditinggalkan Nyonya Besar Oliver untuknya di Somme, pemuda itu tidak akan menerimanya sampai larut malam, yang, Nona Dior akui, disesalkan, tapi tidak disesalkan sebagaimana mestinya jika Nyonya Besar Oliver bisa menyalahkan Nona Dior atas kegagalan Archard untuk menanggapi dengan segera panggilan itu. Maka Nona Dior menyuruh Archard segera berangkat, mendesak Cherry untuk segera melepaskan pakaian berkudanya, dan membiarkan masalah apa pun yang terjadi esok hari teratasi dengan sendirinya.


Pada keesokan pagi, Cherry, yang ingin sekali membicarakan kesenangan pada hari sebelumnya dengan Stonehenge, bersukarela menemani Nyonya Besar Dior ke Ruang pompa. Caroline meminta maaf karena tidak bisa pergi bersama mereka sebab dia merasa yakin dia akan menerima kunjungan dari Archard. Dia tidak keliru tapi baru menjelang tengah hari pemuda itu tiba di ambang pintu, dalam kondisi kepanasan dan kehabisan napas karena telah berjalan dengan kecepatan penuh menanjaki bukit curam dari Christopher. Caroline menyambutnya di ruang baca, karena kelihatannya sangat mungkin kakak iparnya dan Cherry akan kembali kapan pun, dan Archard berkata dengan tidak sabar ketika dia melintasi ambang pintu, “Oh, saya sangat senang mendapati Anda ada di rumah, Nyonya! Saya khawatir Anda mungkin pergi ke Ruang pompa, di mana saya tidak bisa berbicara secara pribadi dengan Anda! Dan, itulah yang harus saya lakukan!”


“Kalau begitu, ada baiknya juga aku tidak pergi ke Ruang pompa pagi ini,” sahut Nona Dior.


“Duduklah, dan beri tahu aku semuanya!”


Archard duduk, dan menarik saputangan dari sakunya untuk menghapus keringat dari kening. Setelah napasnya teratur, dia berkata dengan suara yang dikendalikan kuat-kuat, “Saya datang untuk berpamitan dengan Anda, Nyonya!”


“Saya kira juga begitu,” katanya dengan sedih. “Saya bilang sejak awal tapi saya kira itu tidak ada gunanya. Kelihatannya ayah saya sangat terguncang, dan... dan itu karena saya telah meninggalkan Chardley dalam kondisi marah walau saya menyurati dia, seperti yang saya katakan kepada Anda harus saya lakukan, jadi mengapa dia harus menganggap saya bermaksud tidak pernah kembali? Saya sama sekali tidak mengerti! Saya menjadi takut dia pasti dalam kondisi sangat buruk, dan... dan saya tidak pernah bisa memaafkan diri sendiri jika... jika sesuatu terjadi kepadanya! Kelihatannya tidak ada pilihan lain kecuali saya pulang. Anda tahu, ibu saya datang ke sini kemarin pagi, Nona Dior. Dia menginap di Christopher.”


“Aku mengerti.” Nona Dior menjawab dengan nada simpatik.


“Dan, juga saudari saya Corswold,” tambahnya, dengan nada murung. “Kalau ibu saya harus membawa serta salah satu saudari saya, dia mungkin setidaknya membawa Lavinia sebab dia punya sedikit pengertian, dan dia tidak cengeng, dan dia tidak menjengkelkan saya sesering yang dilakukan Corswold! Sungguh, Nyonya, saya menjadi murka ketika gadis cengeng bodoh itu merentangkan tangan ke sekeliling leher saya sebelum saya bisa menghentikannya, dan menangis sejadi-jadinya!”


“Aku ... kukira begitu,” kata Nona Dior, dengan suara tidak mantap.

__ADS_1


“Yah, tentu saja, dan itu pastinya akan membuat pria mana pun merasakan persis seperti yang saya rasakan! Saya memberi tahu Mama semuanya dengan sopan bahwa ini cukup untuk membuat saya melompat ke kereta Bristol, dan berlayar naik kapal pengiriman pertama menuju Amerika atau tempat mana pun yang dituju kapal Bristol karena saya lebih baik hidup di benua Australia daripada mendapati Corswold menggelantung di leher saya, dan pastinya merusak dasi saya, selain menyebut saya saudara tercintanya, yang merupakan kebohongan terbesar yang pernah saya dengar sebab dia tidak menyukai saya seperti halnya saya tidak menyukainya! Lalu, Corswold bertanya kepada saya, seolah dia sedang berakting dalam sebuah tragedi atau semacamnya, apakah saya ingin menyebabkan orang tua saya yang baik hati meninggal! Yah, itu membuat saya marah, dan saya memberitahunya di depan mukanya bahwa saya datang untuk berbicara dengan Mama, dan bukan untuk mendengarkan omong kosong tidak bermutu dari dia!”


††*****††


Baca Juga Novel saya yg satunya ya…


LAYLA AL-MADANI


Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..


“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.


“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”


Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.


By the way Enjoy it!!!


Thanks and best regards

__ADS_1


“Saya yang pakai kutek”


__ADS_2