
Nona Dior mengangguk sambil tersenyum, dan meninggalkan ruangan. Dia dengan segera disusul oleh Tuan Arthur, yang mengejarnya ketika dia hendak menaiki tangga.
“Caroline!” katanya penuh wibawa. Nona Dior berhenti, dan menengok ke belakang pada kakaknya. “Ya, Arthur?”
“Masuklah ke perpustakaan! Aku tidak bisa berbicara denganmu di sini.”
“Kau tidak perlu berbicara kepadaku di mana pun. Aku tahu apa yang ingin kau katakan, dan aku tidak punya waktu luang untuk mendengarkannya.”
“Caroline, aku harus meminta dengan tegas”
“Astaga! Tidak pernahkah kau belajar kearifan?” serunya.
“Kearifan! Aku punya banyak kearifan dibandingkan denganmu, kupastikan itu!” Tuan Arthur berkata dengan marah.
“Aku tidak akan tinggal diam dan melihat adikku membuat dirinya sendiri menderita!”
“Berbuat apa?” Nona Dior terkesiap. “Jangan jadi orang bodoh, Arthur! Membuat diriku menderita! Dengan berkuda pada pagi hari bersama Cherry, pamannya, dan Archard Blanchet? Kau pasti punya banyak pikiran di kepalamu!”
Nona Dior mulai naik, tetapi Tuan Arthur menghentikannya dengan merentangkan tangan untuk menyambar pergelangan tangan adiknya. “Tunggu!” perintahnya. “Aku peringatkan kau agar tidak berhubungan dengan Constantine, tapi bukannya mengabaikan dia, kau justru mendorongnya untuk mengejarmu! Dia telah makan malam di sini, dan kau bahkan telah makan malam dengannya di hotel dan di sebuah ruang tamu pribadi! Aku tidak menyangka kau bisa-bisanya berperilaku tidak sopan seperti itu! Ah, kau heran, pastinya, bagaimana aku bisa tahu itu!”
“Aku tahu benar bagaimana kau bisa mengetahuinya,” ujar Nona Dior, dengan cibiran di bibirnya. “Aku tidak meragukan Belevia terus memberitahumu segala hal yang kulakukan! Itulah alasan kau ada di sini sekatang, dan alasan kau telah menggertak Majorie supaya datang untuk mengawasiku! Sebelum kau menuduhku berperilaku tidak sopan, kusarankan kau untuk merenungkan kelakuanmu sendiri! Aku bisa mengatakan beberapa hal yang lebih tidak patut daripada mengizinkan Belevia melapor kepadamu tentang gerak-gerikku, dan beberapa hal yang lebih bodoh daripada memercayai semua laporan itu ketika siapa saja, kecuali orang yang mudah diperdaya, pasti menyadari laporan itu diakibatkan dari rasa cemburu seorang wanita yang sangat bodoh!”
Nona Dior berusaha melepaskan diri dari cengkeraman kakaknya dan dengan cepat pergi ke atas, hanya berhenti ketika Tuan Arthur mengungkapkan dengan lirih Belevia hanya melakukan apa yang dianggapnya sebagai kewajiban, dan berkata dengan sikap mengecam, “Aku akan mengingatkan kau, Kak, akulah majikan Belevia, bukan kau! Kutambahkan juga, aku tidak akan mempertahankan pelayan-pelayan tidak setia di rumahku!” Lima menit kemudian Nona Dior memberikan Nona Harrow perintah-perintah detail tentang berbelanja yang dia ingin agar dilakukan Nona Harrow. Karena perintah-perintah itu termasuk perintah untuk meminta dari Nyonya Mary daftar berbagai makanan bayi yang akan dibutuhkan, Nona Harrow menunjukkan tanda-tanda merasa tersinggung, dan berkata, dengan sikap berhati-hati, dia kira dirinya sangat mampu seperti sang pengurus rumah tangga untuk menentukan hal-hal terbaik apa saja untuk dimakan anak-anak.
“Tolong lakukan saja apa yang disuruh kepadamu!” kata Nona Dior ketus. “Kau tidak perlu repot-repot mempersiapkan kamar-kamar tidur yang diperlukan. Nyonya Mary dan saudari iparku akan membereskan itu di antara mereka. Nah, jika ada sesuatu apa pun yang ingin kau ketahui yang belum kuberitahu padamu, tolong katakan padaku dengan segera! Aku akan keluar dan pergi sepagian.”
__ADS_1
“Pergi keluar?” seru Nona Harrow dengan tidak percaya.
“Kau tidak mungkin ingin mengatakan bahwa kau akan pergi mengikuti ekspedisi berkuda itu ketika Nyonya Besar Dior bisa datang kapan pun!”
Jika sesuatu diperlukan untuk memperkuat keputusan Nona Dior, ucapan tidak bijak itu memberinya dorongan yang dibutuhkan. Nona Dior berkata, “Tentu saja aku bermaksud begitu!”
“Oh, aku yakin Tuan Arthur tidak akan mengizinkannya! Nona Caroline yang terhormat” Dia berhenti tiba-tiba, gemetar di bawah tatapan marah yang terarah kepadanya.
“Izinkan aku menasihatimu, Sepupu, untuk tidak mencampuri apa yang sama sekali bukan urusanmu!” kata Nona Dior.
“Kau sudah menghabiskan kesabaranku! Aku akan mengatakan banyak hal kepadamu nanti, tapi aku tidak punya waktu luang sekatang. Maukah kau berbaik hati untuk menyuruh Elle menemuiku?”
Dengan sangat ketakutan karena sikap keras Caroline yang belum pernah dia tunjukkan sebelumnya, Nona Harrow menjadi bingung, dan mulai berbicara kacau, sebagian menyatakan penyesalan, sebagian lagi membukrikan diri tidak bersalah, tapi dia tidak berlama-lama melakukannya sebab Cherry berlari menaiki tangga untuk memberi tahu Nona Dior bahwa pengurus kuda Tuan Constantine baru saja datang dengan membawa sebuah pesan dari majikannya: jika tidak menyusahkan bagi Nona Dior dan Cherry, dia akan membawa kuda-kuda ke Versailles pada pukul sebelas.
“Jadi, aku berkata bahwa itu tidak menyusahkan! Itu benar, bukan?”
Nona Harrow mengeluarkan suara yang terdengar seperti kotekan ayam betina dan suara mengeluh, *******-***** kedua tangannya sehingga memberi dampak yang membuat Caroline berpaling kepadanya, dan berkata, dengan suara jengkel, “Belevia, maukah kau berbaik hati menyuruh Elle menemuiku sekatang juga? Tolong jangan membuatku harus memintamu untuk ketiga kalinya!”
Nona Harrow berlari cepat. Cherry, terbelalak karena terkejut, bertanya, “Apa Anda jengkel kepadanya, Nyonya? Aku tidak pernah mendengar Anda berbicara begitu ketus kepadanya!”
“Ya, aku agak jengkel. Dia wanita paling menyebalkan! Lidahnya tidak pernah berhenti sejak kami duduk untuk sarapan. Tapi, jangan pedulikan itu! Cepat ganti bajumu!”
Cherry, setelah memastikan kepada Nona Dior bahwa dia bisa mengenakan pakaiannya secepat mungkin, berlari cepat menuju kamarnya sendiri, dan, berkat Lisa, gadis itu tidak benar-benar berpakaian dengan terburu-buru. Namun, dia memang sudah siap sebelum sang nyonya rumah.
Pada saat Nona Dior turun, Tuan Constantine dan Archard telah datang, dan Cherry sedang berbicara pelan pada seekor kuda betina berwarna kelabu yang sangat cantik, menepuk perlahan dan mengelus-elusnya, dan memberinya makan bongkahan gula. Archard, yang telah meminjam seekor kuda tua berusuk kokoh dari salah seorang kenalan barunya, tengah menjelaskan semua sifat baik si kuda betina kepada Cherrys dan Tuan Constantine, yang telah turun dari kudanya yang berwarna cokelat kemerahan, sedang memegangi tali kekangnya sendiri dan tali kekang kuda Nona Dior. Ketika Nona Dior keluar dari rumah, Tuan Constantine menyerahkan kedua tali kekang itu kepada pengurus kuda, sehingga jelaslah dia bermaksud untuk membantu Nona Dior naik ke atas punggung kudanya.
__ADS_1
Nona Dior berjalan menghampiri, seraya menyapanya dengan sikap yang sangat berhati-hati, dan tanpa senyuman gembiranya yang biasa. Tuan Constantine meraih tangannya, mengejurkannya dengan berkata tenang, “Jangan memandangku dengan sengit begitu. Apa aku sangat menyakiti perasaanmu semalam?”
Nona Dior berkata, dengan agak tidak ramah, “Aku tentunya menduga kau bersungguh-sungguh melakukan hal itu, Tuan”
“Ya,” jawabnya. “Aku memang bersungguh-sungguh. Tapi setelahnya aku berharap menahan lidahku sebelum aku mengatakan hal-hal seperti itu kepadamu. Maafkan aku.”
Nona Dior tidak sanggup mendengar permintaan maaf yang terus terang ini. Dia tidak menduganya, dan ketika dia menjawab, suaranya agak gemetar, “Ya ... tentu saja aku memaafkanmu. Tolong jangan bicarakan hal itu lagi. Lihat kuda unggulan yang sudah kau belikan untuk Cherry! Sekatang kau akan menjadi dekat dengannya!”
Dia mengambil tali kekang, dan membiarkan Tuan Constantine memegang kakinya di antara tangannya. Tuan Constantine menaikkannya ke atas punggung kuda di mana Nona Dior dengan cepat duduk, sementara si kuda betina bergerak-gerak tidak sabar.
“Agak kasar, Nyonya!” si pengurus kuda memperingatkan.
“Ya, karena ia tidak keluar selama tiga hari, kasihan sekali! Ia akan menjadi tenang saat terbiasa kembali dengan pelana di punggungnya. Tolong, menjauhlah! Sekatang, tenang, Bess! Tenang! Kau tidak bisa berlari kencang melewati kota!”
“Astaga, Anda penunggang kuda yang hebat, Nyonya!” seru Archard, seraya memperhatikan upaya sia-sia si kuda betina untuk melempar Nona Dior dari pelana. “Saya jamin Anda bisa mencapai jarak split dalam tempat berburu!”
“Itu kedengarannya seolah kau menganggapku sebagai penunggang kuda yang selalu berada paling depan?” Nona Dior menyahut. “Sudahkah kau memutuskan ke mana kita akan pergi?”
“Ya, mendaki ke Lansdown, kecuali Anda lebih suka pergi ke tempat lain, Nyonya”
“Tidak, tidak sama sekali. Lansdown boleh saja! Nah, Cherry? Kau suka kudanya?”
“Oh, lebih dari sekadar hebat!” Cherry berkata dengan luar biasa gembira. Si pengurus kuda telah membantunya naik, dan Cherry sedang mencari-cari sanggurdi di bawah roknya. “Oh, menyusahkan saja!”
“Sini, aku akan melakukannya untukmu!” kata Archard.
__ADS_1
“Kau ingin sanggurdinya dipendekkan atau dipanjangkan?”
“Tolong dipendekkan. Satu lubang saja, kukira. Ya, benar begitu! Terima kasih!”