
Berselang beberapa saat, ketukan dari arah pintu kamar yang pelan terdengar, dan dengan takut-takut munculah Lizzy kembali kedalam kamar itu, yang masuk dengan membawa sebuah baki kecil dari perak, yang di atasnya terdapat sebuah botol anggur, dua gelas Watford terbaik milik Nona Dior, dan kotak biskuit dari bahan kayu dengan tutup perak. Tuan Constantine, karena melihat botol anggur itu nyaris sekali meluncur dari bakinya, berdiri dengan cepat, dan pergi mengambil baki itu, seraya berkata, “Gadis yang baik dan penurut! Terima kasih dan Sekarang pergilah!”
“Ya, Tuan! Terima kasih, Tuan maaf sudah mengganggu waktunya!” kata Lizzy, dan meluncur keluar kamar dengan sikap yang terkesan seperti seseorang yang melarikan diri dari sebuah kandang harimau. Nona Dior, yang mengamati dengan sedikit terkejut gelas-gelas Watford kesayangannya, berkata, “Apa gerangan yang merasuki Anash sehingga mengirimkan gelas-gelas terbaik? Aku hanya menggunakan gelas-gelas itu untuk pesta! Aku mendapat kesan sepertinya kau telah menakutinya, persis seperti kau menakuti Lizzy yang malang saat ini?”
“Ah, tidak ada, Tidak ada hal seperti itu kulakukan, itu hanya ada dalam pikiranmu saja!” ujar Tuan Constantine, seraya menuangkan anggur Burgundy ke dalam salah satu gelas terbaik.
“Anash berlaku benar pada kesempatan ini. Kepala pelayan yang baik selalu siap pada setiap kesempatan! Ini dia, Sayang, lihat apakah resepku tidak membuatmu bersemangat!”
Nona Dior mengambil gelas itu, tapi menolak minum anggur Burgundy itu kecuali Tuan Constantine ikut minum bersamanya. Jadi, pria itu mengisi satu gelas untuknya sendiri, dan baru saja mengangkat gelas itu untuk bersulang dengannya ketika Nona Harrow tiba-tiba masuk ke kamar, benar-benar merasa gelisah, berhenti terpaku di ambang pintu, dan berseru.
“Nah, Apa ini yang ku saksikan betul?”
Nona Dior terkejut sehingga menumpahkan sedikit anggur Burgundy. Dia meletakkan gelasnya, dan berusaha menghapus noda dari roknya dengan saputangan, seraya berkata dengan marah.
“Kau.. Kau Sungguh, Belevia, kau Sungguh keterlaluan! Lihat apa yang telah kau perbuat! Kau mau apa datang kemari?”
“Aku di sini, Caroline, untuk melindungimu dari konsekuensi atas kebodohanmu menerima dan melakukan perintah kuda nil ini!” kata Nona Harrow. “Bagaimana kau bisa menerima seorang pria di kamarmu, dan hanya dalam balutan baju pelapis tidurmu? Tuan, aku harus memintamu untuk pergi dengan segera, silahkan Keluar dari kamar ini!”
“Kau tidak bermaksud mengatakan kepadaku itu adalah baju pelapis tidur!” potong Tuan Constantine, pancaran berbahaya terlihat di matanya. “Yah, itu pasti baju pelapis tidur paling anggun yang pernah kulihat, dan kukira aku pasti sudah melihat dua puluh baju pelapis tidur pada masa laluku dan membayarinya juga untuk kujadikan milikku.”
“Astaga, Damien!” Nona Dior berkata, dengan suara bisikan yang menegur.
Dengan gemetaran karena perasaan marah, Nona Harrow mengutarakan tuduhan yang sangat tidak menyenangkan tentang tata krama, moral Tuan Constantine, dan sikap acuh tak acuhnya yang tak tau malu akan aturan tingkah laku yang memerintah setiap pria yang berani menyebut diri mereka seorang pria terhormat. Jawaban ketus yang mengagetkan muncul di bibir Tuan Constantine, tapi dia menelannya kembali karena dia melihat Nona Dior sama sekali tidak menikmati pertemuan ini, dan hanya berkata,
“Yah, sekarang setelah kau meyakinkan aku, Nyonya, aku jatuh begitu jauh dalam kekejian moral sehingga tidak bisa tertolong lagi, bolehkah aku menyarankan agar kau undur diri dari tempat jahat ini?”
“Tidak ada,” tegas Nona Harrow,
“yang boleh membujukku dan memerintahkanku untuk meninggalkan kamar ini hanya orang yang aku layani, dan sementara kau masih tetap di sini, Tuan! Aku heran dan tidak tahu dengan bagaimana cara apa Anda memaksa diri Anda masuk ke sini”
“Oh, tolonglah, Belevia, berhenti bicara omong kosong tak bermutu seperti itu, dan pergilah!” mohon Nona Dior.
“Tuan Constantine tidak memaksa masuk ke kamarku! Dia datang atas undanganku, dan jika aku harus mendengarkan kata-kata kasar lagi darimu, aku akan meledak marah!”
“Tuan Arthur mempercayakanmu pada pengawasanku, Caroline, dan aku tidak akan mengkhianati kepercayaan yang telah dia berikan kepadaku! Karena Elle sangat tidak perduli akan tugasnya dan bukan berarti itu mengejutkanku, sebab aku selalu menganggap kau memberikan kepadanya terlalu banyak kelonggaran sehingga dia menjadi orang yang menganggap dirinya begitu penting sehingga”
__ADS_1
“Oh, diamlah kau itik kecil!” kata Tuan Constantine, seraya melangkah ke pintu, dan membukanya. “Nona Dior telah memintamu untuk pergi, dan aku ingin memastikan kau memang pergi! Jangan buat aku menunggu!”
“Dan, meninggalkan tanggunganku yang terhormat tanpa perlindungan dan pengawasanku? itu Tidak akan!” tegas Nona Harrow dengan heroik.
“Oh, demi Tuhan!” bentak Tuan Constantine, di ambang batas kesabarannya. “Apa yang kau kira akan aku lakukan kepadanya? Memerkosanya? Aku akan memberimu tiga puluh detik untuk meninggalkan kamar ini, dan kalau kau tidak berada di sisi lain dari pintu ini pada waktu itu, aku akan Mengusirmu secara paksa, kamu dengar itu?”
“Dasar laki-laki kejam tidak bermoral!” teriak Nona Harrow, tiba-tiba menangis.
“Melakukan kekerasan kepada seorang wanita yang tidak berdaya! Tunggu saja sampai Tuan Arthur mengetahui hal ini!”
Tuan Constantine tidak menghiraukan, tapi terus menatap arlojinya. Nona Harrow ragu-ragu antara bersikap heroik dan takut.
Pria itu menutup arlojinya dengan sentakan, mengembalikannya ke sakunya, dan melangkah maju menghampiri wanita itu. Keberanian Nona Harrow melemah. Dia mengeluarkan suara pekikan, dan berlari keluar kamar. Tuan Constantine menutup pintu, dan memusatkan perhatian pada tugas yang lebih menyenangkan yaitu menenangkan saraf-saraf Nona Dior yang menegang. Dia berhasil melakukannya sehingga dalam jangka waktu sangat singkat nadi wanita itu yang berdenyut cepat telah normal kembali. Nona Dior tidak hanya membiarkan dirinya dibujuk untuk menelan sisa anggur Burgundy di gelasnya, tapi bahkan menggigit sepotong biskuit.
Tuan Constantine tersenyum dan langsung memeluk kekasihnya dari belakang saat Nona Dior sedang sibuk menghabiskan gelas anggurnya.
"Apaan sih honey, ini geli sekali. aku masih harus bereskan minuman ini"
Tuan Constantine tidak perduli dan langsung membalikan tubuh kekasihnya dan melahap bibir Nona Dior dengan lembut dan dalam, kini ******* itupun terjadi, Nona Dior berusaha mendorong tubuh Tuan Constantine tapi percuma, tangan Tuan Constantine kini sudah beraksi semakin gila, mengelus dan menjelajahi semua bagian tubuh kekasihnya.
"Apakah kamu mencintaiku merpati kecilku?"
"Akankah?" Jawaban dan ******* Nona Dior terdengar manja di telinga Tuan Constantine
"Emmh, aku sudah Sangat menginginkanmu untuk melahap tubuhmu merpatiku, tetaplah disampingku ayok kita menikah"
Nona Dior semakin di buat gila dan mengerang menikmati sentuhan jari kekasihnya yang kini mulai masuk ke dalam organ intim nya, Tuan Constantine tersenyum saat mendapati jarinya yang menjelajah sudah basah, baju Nona Dior di lepaskan dan di buang ke sembarang arah, Tuan Constantine selalu mengagumi bentuk indah tubuh kekasihnya yang polos, mulus dan Nona Dior tidak tinggal diam, dengan cepat kini tangganya mulai bertindak, melepas semua baju kekasihnya dan memegang sesuatu yang sudah tegak........ (Silahkan dilanjutkan sendiri ya…)
Sesaat sebelumnya Nona Harrow merasa Sangat tidak senang. mendengar Berita, yang disampaikan oleh Elle, yang sedang menunggu dekat puncak tangga, bahwa Nona Dior menerima seorang tamu, dan tidak ingin diganggu, hal ini langsung membangkitkan seluruh kecemburuannya yang terpendam.
Dia mengatakan kepada Elle bahwa, Elle tidak punya tanggung jawab untuk memasukkan seorang tamu ke dalam kamar Nona Dior, dan cukup tidak bijaksana untuk mengatakan.
“Kau seharusnya meminta izin dariku untuk memutuskan berbuat seperti itu, atau dari Nyonya Besar Dior! Siapa tamu ini?”
“Seseorang yang akan berdampak lebih baik dan memberikan kebahagiaan bagi Nona Dior daripada dirimu, Nyonya Harrow!” Elle terpaksa menjawab, meski dengan pedas,
__ADS_1
“Tuan Constantine!”
Nona Harrow awalnya tidak percaya, dan lalu benar-benar terkejut. Dalam pikirannya yang suci, setiap pria kecuali, tentu saja, dokter, ayah, dan saudara kandung dianggap sebagai suatu ancaman potensial bagi kesucian seorang gadis. Sekalipun seandainya Tuan Besar Curtis yang berbicara empat mata dengan Nona Dior, dia akan merasa sudah menjadi kewajibannya untuk menjelaskan kepada pria itu ketidak pantasannya mengunjungi seorang wanita di kamar tidurnya, yang hanya mengenakan baju pelapis tidur di atas baju tidurnya. Namun, Tuan Besar Curtis pria terhormat yang sempurna seperti itu tidak akan pernah membayangkan akan membahayakan seorang wanita dengan cara sememalukan itu.
Sementara Caroline sendiri, tidak hanya dengan membiarkan, tapi sebenarnya mendorong Tuan Constantine berlaku keji, Caroline hanya bisa mengira sepupu malangnya sudah menjadi gila. Karena Nona Harrow seorang wanita yang tak berdaya tidak mampu membujuk orang keji dan kasar ini untuk undur diri dari kamar Nona Dior, hanya ada satu hal yang bisa dilakukan, dan itu adalah mengutarakan seluruh cerita kepada Tuan Arthur begitu dia kembali dari jalan-jalannya bersama Nyonya Besar Dior.
Dengan niatan inilah, Nona Harrow tergesa-gesa turun, seraya dalam hati melatih lagi perannya dalam drama mendatang, dan membuat dirinya menjadi histeris. Dia menemukan Tuan Arthur tepat ketika pria itu hendak memasuki ruang tamu.
††*****††
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.
Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.
Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.
Terima kasih banyak.
________________________________
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
DETEKTIF TERPILIH
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
Thanks and best regards
__ADS_1
“Saya yang di pojokan kulkas”