
Archard membelalakkan mata kepadanya, berkata dengan rasa gengsi yang tinggi bahwa dia baru saja hendak memberitahunya ketika gadis itu malah menyelanya dengan sangat kasar, dan, dengan jelas mengabaikannya, lalu memusatkan perhatian pada Nona Dior, seraya berkata dengan sangat serius, “Saya menerima surat dari ayah saya, Nyonya!”
“Hanya itu?” potong Cherry dengan nada mengejek.
“Tidak, sama sekali tidak hanya itu!” jawab Archard ketus.
“Tapi, bagaimana seseorang bisa mengatakan lebih dari satu kata kalau kau menyela”
“Tenang” Nona Dior menimbrung, merasa sangat geli. “Kalian tidak bisa bertengkar di jalanan setidaknya, kukira kalian bisa, tapi kumohon agar kalian tidak melakukannya. Apakah ayahmu telah mencabut hak waris mu, Archard? Dan, jika demikian, kenapa?”
“Yah, tidak, dia tidak melakukan itu tepatnya,” jawabnya,
“tapi saya tidak akan terkejut kalau dia memang berbuat begitu tapi saya mengira hal itu tidak dalam wewenangnya sebab surat persetujuannya dibuat oleh kakek saya. Saya tidak terlalu memperdulikannya selama ini walau saya tahu kalau saya harus menandatangani beberapa dokumen atau semacamnya. Tapi, dia mengancam untuk menghentikan tunjangan saya selain menolak membayar utang apa pun yang saya buat di Rouen jika saya tidak segera kembali ke Etretat! Saya ... saya tidak percaya dia bisa bereaksi dengan cara seperti itu! Hal ini telah membuka mata saya, sungguh! Bagi saya, dia sepertinya selalu menjadi... ayah terbaik dan... dan ayah yang paling pengertian, dan saya tidak segan untuk mengatakan urusan ini telah sangat menyakiti saya! Dan, selain itu, saya akan ... hancur kalau saya kembali ke Etretat dengan rasa malu, seolah saya telah berbuat sesuatu yang salah, padahal tidak!”
__ADS_1
“Itu tentu kelihatannya sangat aneh,” Nona Dior mengakui. “Tapi, mungkin ada penjelasannya. Maukah kau berjalan bersama kami ke Gay Street, sebelum Cherry membeku kedinginan, lalu ceritakan kepada kami mengapa ayahmu memberikan ultimatum seperti itu?” Archard menyetujui rencana ini, dan, dengan berjalan di antara mereka, mengungkapkan bahwa Tuan Besar Oliver seperti halnya Nyonya Raina telah melepaskan tanggung jawabnya atas Cherry, yang kelakuannya telah menunjukkan kepadanya bahwa dia tidak layak diakui sebagai keluarga sehingga meyakinkan Tuan Besar Oliver bahwa gadis itu sama sekali tidak punya kesopanan dan kehalusan serta membuat dirinya terlihat sangat memalukan.
Dengan mengabaikan embusan napas marah dari Cherry, pemuda itu mengakhiri dengan berkata, “Jadi, dia melarang saya untuk berhubungan lebih jauh dengannya atau segera kembali ke Etretat, dengan risiko menerima kejengkelannya yang paling hebat! Seakan-akan kesalahan atas kaburnya Cherry bukan disebabkan olehnya! Padahal iya! Wah, Nona Dior, hal ini telah membuat saya begitu marah sehingga saya jadi tergoda untuk menikahi Cherry dengan segera!”
Cherry, yang selama ini mendengarkan ucapan ini dengan rasa sebal yang teramat sangat, berkata dengan hangat, “Dia akan sangat bersyukur kalau kau melakukannya! Tapi, menurutku, kau seharusnya mengabaikan suratnya. Sebab kita berdua tidak berniat dinikahkan, dan sekalipun kita menginginkannya, kukira pamanku tidak akan memberikan restu. Dan, aku tidak bisa menikahi siapa pun tanpa persetujuannya, kecuali, kukira, aku kawin lari ke Perbatasan, yang tidak akan ada seorang pun mampu membujukku untuk melakukannya, sekalipun dengan seseorang yang ingin ku nikahi! Itu akan membuatku dicela habis-habisan, bukankah begitu, Nyonya?”
“Benar sekali,” Nona Dior menyetujui. “Selain membuat kalian berdua menyesal seumur hidup!”
Nona Dior merasa lega Cherry menanggapi hal ini dengan baik. Cherry berkata, “Harus kuakui, cukuplah membuat seseorang hilang harapan. Seakan-akan kau ini bukan anak yang tidak patuh, sebab justru sebaliknya. Dan, yang kelihatannya paling aneh adalah dia tidak pernah mengeluh ketika kau berusaha memikat wanita itu di Paris, dan wanita itu jauh lebih tidak pantas daripada aku, bukan?”
Archard melemparkan tatapan mengecam keras ke arah Cherry. “Akan kuberi tahu kau, ya, Cher, kau sebaiknya belajar menjaga bicaramu! Lagi pula, kau tidak tahu apa-apa soal itu! Aku tidak berusaha memikatnya! Hanya rayuan! Kesukaan orang-orang bujangan! Kau tidak akan paham, tapi kau bisa percaya ayahku memahaminya!”
“Yah, kalau dia mengerti hal itu, kenapa dia tidak mengerti masalah ini?” Cherry bertanya dengan tepar. “Bagiku kelihatannya sangat bodoh!”
__ADS_1
“Bagiku,” sela Nona Dior, “kelihatannya seolah Tuan Besar Oliver menyurati mu ketika dia masih dalam kondisi marah besar sehingga tidak mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan dengan mengirimi mu surat yang keterlaluan seperti itu, Archard. Aku yakin dia akan menyesalinya sekarang dan aku sangat yakin dia akan terkejut ketika menyadari dirinya berselisih denganmu sebab kuduga hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Aku juga tidak meragukan, sekalipun kecil kemungkinan dia mengakuinya, dia menyadari dirinya selama ini bersalah dalam hubungannya denganmu dan Cherry. Jadi, setelah selama ini dipuaskan keinginannya setelah selama bertahun-tahun selalu mendapat apa yang diinginkannya, dia tentu saja menjadi marah ketika mendapatkan perlawanan terutama darimu, Sayang! Kau sendiri mengatakan kepada kami kau telah berpisah darinya dengan cara yang buruk, dan kukira dia merasa sangat sedih dan sakit hati”
“Ya, benar, tapi saya menyesalinya kemudian, dan bermaksud untuk pulang, untuk memohon maafnya, sampai suratnya saya terima! Jadi, sekarang saya tidak akan melakukannya! Saya bisa memaafkan celaannya terhadap saya, tapi hal-hal yang dia katakana tentang Cher, tidak bisa saya maafkan, kecuali dia menarik semua ucapannya! Bukan berarti saya menyetujui tindakan kabur Cher, sebab saya tidak setuju, tapi menuduhnya berperilaku tidak bermoral, karena itulah yang dituduhkan ayah saya, sekalipun saya tidak berniat mengulanginya, selain mencela Cherry habis-habisan, adalah tindakan tidak adil dan tidak bisa dimaafkan!”
Menyimpan pemikirannya yang tak terelakkan tentang kebodohan Tuan Besar Oliver, Nona Dior menanggapi dengan sikap bijak yang menenangkan, “Kau tentu akan melakukan apa yang kau rasa terbaik, tapi mau tak mau aku merasa kau seharusnya, demi kesopanan, mengirimi ayahmu balasan atas suratnya dan bukan surat yang berisi kemarahan! Jika kau sudah berniat pulang untuk memohon maaf”
“Saya tadinya berniat begitu, tapi sekarang tidak lagi!” tegasnya dengan mantap.
“Jika kejengkelan mu sudah hilang,” ujar Nona Dior, seraya tersenyum kepadanya, “aku yakin pemikiran logis mu akan membuatmu menyadari perlunya meminta maaf kepadanya karena telah mengeluarkan pendapatmu dengan lebih mengancam daripada sepantasnya. Kukira kau sama sekali tidak perlu menyebur-nyebut Cherry sebab apa gunanya kau membela dia terhadap tuduhan-tuduhan yang Tuan Besar Oliver pasti sadar betul itu tidak adil? Tentang perintahnya kepadamu, akan jadi bodoh bila menolak mematuhinya, sebab hal itu, kau tahu, akan membuatmu kelihatan seperti seorang anak kecil yang nakal, dengan meneriakkan kata-kata “Tidak mau? Jauh lebih baik kalau kau menulis surat yang memberitahukan bahwa kau tentu akan segera kembali ke Etretat, tapi kau punya beberapa janji di Rouen dalam waktu dekat ini, maka jelaslah akan tidak sopan bila membatalkannya secara mendadak.”
Sangat terkesan dengan kearifan ini, Archard berseru, “Astaga, ya! Itu bagus sekali! Saya akan menulis surat kepadanya, persis seperti yang Anda sarankan! Saya kira hal ini pasti membuatnya malu, selain menunjukkan kepadanya saya ini bukan anak sekolahan lagi, melainkan seorang lelaki dewasa, yang tidak bisa diperintah-perintah tapi harusnya diperlakukan dengan hormat! Selain itu, saya akan mengirim salam kepada Mama walaupun setelah apa yang dikatakannya kepada saya tapi, apa pun yang mereka putuskan untuk dilakukan, saya harap bukan saya yang berkeluh kesah!”
Nona Dior memujinya, dan ketika mereka telah sampai di Gay Street, meninggalkan Archard, seraya memberinya saran kalau tidak ada sesuatu yang lebih baik untuk dia kerjakan untuk berjalan-jalan ke Ruang pompa, ke mana Nona Dior dan Cherry akan menuju begitu mereka menyelesaikan beberapa urusan dan berbelanja sedikit. Karena tujuan Nona Dior adalah mencegah pemuda itu menulis surat balasan kepada ayahnya sampai kemarahannya yang terpendam mereda, dia merasa senang saat melihat anjuran ini disetujui oleh Archard.
__ADS_1