
Nona Dior segera membubuhi segel pada surat yang telah ditulisnya barusan, dan bangkit dari mejanya dengan berkata, seraya menyerahkan surat itu kepada Archard.
“Nah, ini! dengan Surat ini, kuyakin akan bisa menenteramkan hati Nyonya Raina dan bahkan mungkin meyakinkan dia terkait keputusan yang telah ku ambil tentang Cherry, meskipun bagiku dia terkesan sebagai wanita yang sangat bodoh bahwa solusi yang paling arif adalah mengizinkan Cherry tetap berada dalam tanggung jawabku sampai dia punya waktu untuk pulih dari semua kegelisahan selama ini. Ayo, kita kembali ke ruang tamu! Anash akan segera membawa masuk nampan berisi minuman teh.” Nona Dior mendahului keluar ruangan, dan setelah sampai di pintu menuju ruang tamu mendengar sebuah ketukan terdengar di pintu depan.
Karena tidak sedang ada janji dan menantikan kedatangan seorang tamu, dia menduga ketukan itu mungkin hanya dari kurir pengirim pesan dan masuk ke ruang tamu. Namun, beberapa menit kemudian, Anash muncul di ambang pintu, dan menyampaikan siapa orang dibalik pintu.
“Tuan Besar Curtis, Nyonya, dan Tuan Cyril Curtis!” setelah Nona Dior mengetahui siapa yang datang ia mengeluarkan seruan jengkel yang tertahan, tapi berusaha mengendalikannya menjaga agar sang tamu tidak menyadarinya. dan memang saat Tamu pertama yang memasuki ruangan itu, terlihat dia tidak memberi tanda-tanda bahwa telah mendengarnya seruan tidak suka itu.
Sang tamu adalah seorang pria bertubuh pendek gemuk, berumur sekitaran tiga puluhan lebih sedikit, dengan wajah agak serius, dan sikap sangat angkuh. Dia berpakaian santun, tapi mudah dibaca jika memang dia tidak punya selera untuk mengikuti mode fashion terbaru. sebab jika dilihat dari dasinya, meski ditata rapi, sangat tidak cocok dengan perawakannya dan kostum yang dikenakan, dan ujung kerah bajunya hampir tidak dinaikkan ke atas tulang rahangnya.
Dialah yang pertama membungkuk memberi hormat, lalu berjalan menghampiri sang nyonya rumah sebagai tanda sambutannya, dan berkata, dengan sikap sopan dan hormat yang membosankan.
“Saya sudah menduga, ketika hari ini saya mendapati matahari menyinari Rouen di pagi ini, sepertinya hal itu menandakan kedatangan Anda kembali! Dan, dengan begitu saat senja telah berlalu, saya merasa perlu mencari tahu. Nona Caroline yang terhormat, kota ini menjadi tandus dan kekeringan tanpa Anda disekitarnya!”
Sang tamu mengangkat tangan yang disodorkan Caroline ke bibir dan menciumnya, tapi Caroline segera menariknya karena risih, dan mengulurkan tangan ke kawannya, seraya berkata sambil tersenyum.
“Wah, apa pendapatmu, Cyril? Sudahkah kau mewarisi Mance dengan kontrak sewa plus biaya perbaikan?” Tamu itu tersenyum lebar kepadanya.
“Pedas sekali Bahasa yang keluar dari bibir mungilmu Nona muda, Kau ini cocok jadi Pelawak, Cantik!” jawabnya pedas.
“Aku sudah berusaha datang jauh-jauh dari Paris hanya untuk mengunjungimu untuk mengetahui langsung kabar darimu, tapi apakah ini penyambutan yang baik?” Nona Dior tertawa.
__ADS_1
“Dasar lelaki gombal! Jangan coba-coba perdayai aku dengan rayuan gombalmu itu, sebab aku akan berhenti bersikap bijak jika kamu terus menekan ku! Nona Harrow, kau sudah mengenal keduanya kan, tapi aku harus memperkenalkanmu kepada Nona Constantine, yang belum pernah kau temui sebelumnya.” Dia menunggu sampai kedua pria itu selesai memberi hormat, lalu lanjut memperkenalkan Archard kepada mereka, dan meminta mereka untuk duduk.
Tuan Besar Curtis berujar, dengan tatapan marah ke arah saudara laki-lakinya.
“Kegembiraanmu membuat otakmu ****** ya, sampai-sampai berperilaku tidak sopan, Cyril! Bukan begitu cara berbicara dengan Nona Dior.” Adiknya yang tidak sopan mengabaikan teguran itu.
Perhatiannya justru teralihkan dan terpikat sepenuhnya kepada Cherry, yang dipandanginya dengan tatapan yang jelas-jelas mengagumi. Dia lelaki muda yang sangat elegan, dengan gaya bicara menarik dan penampilan modis. Rambut cokelat berkilapnya disisir dengan gaya Windswept ujung-ujung kerahnya menyentuh tulang pipinya. dasinya diikat dengan menakjubkan jika dilihat berbeda jauh dengan penampilan kakaknya.
Terlihat Dia memang memiliki selera bagus dalam memilih baju rompi, celana panjangnya berwarna kuning modis, dan sepatu Hessian yang membungkus kaki rampingnya disemir begitu mengilap sampai menyilaukan ketika orang yang melihatnya. Dia terlihat sangat berlawanan dengan kakak laki-lakinya, yang memang demikian, sebab sifatnya sesembrono pakaiannya.
Dia tidak pernah menunjukkan kecenderungan untuk mencurahkan perhatian pada studinya, dan jauh lebih cenderung menghambur-hamburkan warisan untuk berpesta pora. Wanita-wanita nakal dengan bayaran cukup mahal, permainan judi untung-untungan, dan dandanan raganya. Dia juga memelihara beberapa kuda pemburu terbaik, dan kenyataannya dia memang seorang penunggang kuda yang mahir tidak akan pernah diduga oleh orang-orang asing yang menjumpai dia berjalan dengan angkuhnya di Gare D’austrelitz, dan tidak tahu dia menjadi pelanggan reguler Camp de mars sejak kali pertama tiba di De Strasbourg dan, meski merupakan penunggang yang ugal-ugalan, belum pernah mengalami kecelakaan saat melewati tembok-tembok batu di pedesaan Corswold, atau terjungkal ke salah satu parit batu yang kerap kali tergeletak di balik tembok-tembok itu.
Anabel dan Lince pun tidak sering berkunjung sehingga setelah mengatur pernikahan bagi keduanya dengan pria-pria yang sangat kaya, Curtis mendapati dirinya hanya bersama anggota keluarganya yang sulung dan bungsu yang, disebut Kapten Curtis dengan menyindir, masih sangat bergantung kepadanya. Akan terkesan tidak adil bila mengatakan bahwa dia menyesali kemandirian mereka, tapi dia pasti menyesali renggangnya pertalian hubungan darah yang membuat mereka tetap bergantung kepadanya dan meyakini akan kebajikannya sendiri, tidak pernah mengira bahwa karena kebiasaannya yang mendarah daginglah yang membuat mereka pergi dari Court, yaitu kebiasaan yang suka mengecam perbuatan bodoh mereka dan memberi nasihat yang sangat tidak diinginkan.
Dia menikmati keuntungan dari memiliki harta yang banyak. Dia pemilik sebuah tanah yang menakjubkan, terletak di antara Rouen dan Seine, dan pengunjung setia Rouen, tempat dia merupakan orang yang paling disenangi di antara penduduk kota itu yang disebut Cyril dengan tidak sopan sebagai Orang-Orang Bodoh Rouen. Selama bertahun-tahun dia dipandang sebagai suami idaman terbaik di distrik itu, dan sudah banyak upaya yang wanita-wanita mendekati untuk memikatnya. Tetapi, tidak pernah ada yang benar-benar disukainya, hingga sampai kemunculan Nona Caroline Dior di Rouen, hingga muncul gejolak itu apa yang selama ini diinginkan muncul dihadapannya dan berencana untuk segera meminang seorang wanita. Dan wanita itu adalah Nona Muda Caroline Dior.
††*****††
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel novel saya, dan sebagai info. Harusnya setiap hari ada update untuk episode baru, tapi entah karena belum cukup memenuhi syarat dalam menandatangi kontrak atau kendala teknis saya kurang paham.
Platformnya yang kadang menunda untuk menampilkan setiap hari.
__ADS_1
Oh iya, jangan lupa vote juga ya, dan berikan saran terkait penulisan dalam cerita.
Terima kasih banyak.
________________________________
Baca Juga Novel saya yg satunya ya…
LAYLA AL-MADANI
Tema Cerita tentang “Kasih Sayang Orang Tua di masa lalu yang mengagumkan tetapi di khianati oleh bangsa sendiri, Penghianatan, balas dendam serta ambisius berskala besar..
“Setting Cerita membuat segalanya masuk akal dan alur cerita yang terentang dari masa ribuan tahun lalu menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang di dalami oleh para pelaku utamanya”.
“Petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan menumpas kasus yang akhirnya menyeret kepada kejadian yang tidak terduga, melibatkan beberapa Bangsa dan Kepercayaan dari tiga (3) agama dalam memperebutkan Tanah Suci dengan Politik Timur Tengah yang suram dan tidak tenang, di selingi dengan kisah romansa cinta sesaat dari pelaku itu sendiri”
Dan Jangan Lupa Vote, juga komen dan sarannya di butuhkan.
By the way Enjoy it!!!
Thanks and best regards
__ADS_1